
Selain fokus dengan perusahaan, semenjak ditinggal oleh pujaan hatinya dua tahun yang lalu ternyata telah mengubah sikap Pasha yang semula begitu ramah pada siapapun, kini Pasha menjadi sosok yang dingin tak tersentuh.
Sudah berbagai macam cara Pasha lakukan untuk mencari Era di negara ini. tapi hasilnya nihil. Bahkan Paman dan Bibinya sampai saat ini masih sering bertanya pada Pasha mengenai keberadaan Era. Namun Pasha memilih untuk abai, karena dirinya sendiri sampai saat ini masih belum menemukan titik terang.
Entah kenapa sangat sulit bagi Pasha untuk menemukan Era. Padahal ia sudah menyewa orang ahli dalam bidangnya untuk menemukan wanita pujaan hatinya itu. tetap saja sampai dua tahun ini tidak membuahkan hasil.
Andai saja waktu bisa diputar kembali, mungkin saat itu Pasha akan memilih untuk menemui Era dulu dan meminang perempuan itu. daripada harus menyelamatkan perusahaan yang ada di luar negeri yang sedang berada di ujung tanduk.
Sekali lagi. nasi sudah menjadi bubur. Saat itu Pasha memang sangat patuh dengan Papanya yang sangat membutuhkan tenaga dan pikirannya untuk menyelamatkan perusahaan di luar negeri. tidak ada pilihan lain juga, dan ia tidak bisa menolak. Selain itu, Pasha sengaja memilih untuk terbang ke luar negeri karena ingin menjauh dari Yeslin.
Ya, saat Tuan Mahendra yang tak lain Papa Yeslin, menyampaikan pesan terakhirnya sebelum pria itu meninggal, yang menginginkan dirinya untuk menikahi Yeslin, Pasha sama sekali tidak menjawabnya. Hanya diam saja. hal itu cukup membuat Tuan Mahendra sangat kecewa. Akhirnya Papa Nabil lah yang menjawab kalau putranya sanggup menjaga Yeslin. Meskipun tidak harus menikahinya. Hal itu Papa Nabil lakukan agar Tuan Mahendra bisa pergi dengan tenang.
Pikiran Pasha benar-benar kacau saat itu. terlebih setelah meninggalkanya Tuan Mahendra, perusahaan milik Papa Nabil yang ada di luar negeri ada masalah besar. Pasha mau tidak mau harus pergi ke sana. Dan dia tidak sempat memberi kabar apapun pada Era. Hanya bermodalkan keyakinan saja kalau Era pasti mengerti.
Sungguh Pasha sangat menyesal karena ia memilih menon-aktifkan ponselnya demi menghindari Yeslin selama ia berada di luar negeri. dia tidak tahu sama sekali apa yang sudah direncanakan oleh Yeslin selama ia berada di luar negeri.
Yeslin sangat sakit hati dengan Pasha. pria itu menolak mentah-mentah keinginan Papanya untuk menikahinya. Setelah Papanya meninggal, Papa Nabil memang mengatakan kalau Pasha akan menjaga Yeslin, tapi tidak dengan status pernikahan. Karena Papa Nabil tahu jika Pasah sudah memiliki tambatan hati. Tapi tidak tahu siapa.
Selama beberapa minggu Pasha berada di luar negeri, Yeslin sama sekali tidak bisa menghubungi Pasha. Pria itu sengaja menghindarinya. Akhirnya Yeslin menyusun rencana untuk menghancurkan hati Pasha juga. karena bagi Yeslin, sakit hati harus dibalas dengan sakit hati. Jika ia tidak bisa mendapatkan Pasha, maka orang lain pun tidak boleh mendapatkannya. Termasuk dengan Era.
Yeslin pun akhirnya merencanakan sesuatu untuk membuat Era pergi meninggalkan Pasha dengan perasaan sakit hati yang teramat dalam pada pria itu. kalau bisa Era sangat membenci Pasha seumur hidupnya.
Akhirnya Yeslin membuat undangan palsu tentang pernikahannya dengan Pasha. Yeslin pun tahu kalau Era sangat sakit hati dengan undangan palsu itu. dia masih memantau Era, sampai Era benar-benar pergi dari Pasha. setelah itu ia juga akan pergi meninggalkan negara ini sambil membawa luka di hatinya yang entah kapan bisa sembuh.
*
Kedua orang tua Pasha sangat terkejut saat mengetahui bahwa putranya memiliki hubungan special dengan Era. Tapi sayangnya mereka tahu saat Era sudah pergi dari perusahaan sekaligus dari negara ini.
Sampai saat ini Mama dan Papa Pasha terus berusaha membujuk Pasha agar melupakan Era dan mencari pengganti perempuan itu. bukan karena mereka benci dengan Era. Hanya saja mereka berpikir logis kalau sudah dua tahun Era pergi meninggalkan Pasha dan tidak dapat dilacak keberadaannya, itu artinya Era sudah benar-benar tidak menginginkan Pasha.
__ADS_1
Pasha kini kembali mencari seseorang yang sangat bisa diandalkan untuk mencari keberadaan Era. Dia akan memberikan identitas Era beserta fotonya. Bahkan Pasha mau membayar mahal orang itu agar bisa menemukan Era.
***
Hari ini Era sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. setelah kemarin menghabiskan waktu weekendnya dengan Rayyan, kini sudah saatnya ia kembali bekerja menjalani rutinitasnya.
Era sedang berdiri di depan cermin besar. Tiba-tiba saja hatinya mendadak mellow. Entah apa yang sedang ia pikirkan.
Era menyentuh bibirnya. seperti sedang mengingat sesuatu yang sangat menyakitkan. Setelah itu tangannya mulai turun ke bawah, sampai menyentuh perutnya yang rata. Buru-buru Era menyadarkan lamunannya, sebelum dadanya kembali sesak.
Ting tong
Beruntungnya terdengar suara bel apartemennya. Era segera keluar kamar dan membukakan pintu itu. siapa lagi yang datang kalau bukan Rayyan. Karena semalam Era dilarang Rayyan bawa mobil saat ke kantor. pria itu yang akan menjemputnya.
Klik
Era tampak memicingkan matanya saat melihat penampilan Rayyan. Pasalnya pria itu hanya mengenakan hoodie dengan celana jeans warna navy. Sedangkan Era sudah berpenampilan rapi hendak ke kantor.
“Ah aku lupa kalau kamu anak pemilik perusahaan. Jadi mau pakai baju apa pun untuk ke kantor, bebas saja. ayo berangkat!” ujar Era.
“Siapa yang akan ke kantor? hari ini aku akan ke Indonesia. Dan tugas kamu adalah mengantarku ke bandara sekarang. nanti mobilku kamu bawa saja dan taruh di sini saja, biar kalau aku pulang bisa langsung menghubungimu.”
“Apa? Ray! Aku ini bukan pembantu kamu ya? Buat apa sopir pribadi di rumah kamu?” protes Era.
“Sudah ah, kamu kayak nggak tahu aku saja, Joel! Yuk!”
Rayyan menarik tangan Era untuk segera pergi. Era pun mau tidak mau harus menurut. Karena tidak sekali dua kali Rayyan seperti ini. pria itu juga sudah banyak menolongnya, jadi Era juga harus menolongnya jika Rayyan membutuhkan bantuan. Meskipun harus ngomel-ngomel dulu.
**
__ADS_1
Kini Rayyan dan Era sedang dalam perjalanan menuju bandara. Rayyan sudah terbiasa bolak-balik luar negeri Indonesia demi perusahaan Papanya yang ada di Indonesia.
“Berapa lama kamu di sana, Ray?”
“Nggak tahu. Kenapa? Apa kamu akan merindukanku?” tanya Rayyan balik dengan kerlingan mata.
“Idihh pede banget. Ya aku saranin kamu di sana agak lama. Siapa tahu nanti ketemu jodoh di sana, kan lumayan tuh.”
“Buat apa susah- susah cari jodoh ke sana kemari kalau ada yang nganggur di depan mata. Benar nggak, Joel?”
“Ngomong apa sih kamu, Ray!”
“Joel, jodoh itu dibangun. Meskipun sudah dipertemukan tapi kalau tidak dibangun dengan rasa saling percaya dan membuka hati, tidak akan pernah bisa bersatu. Coba kamu mulai membuka hati kamu, aku yakin,-“
“Cukup, Ray! Kalau kamu masih bicara seperti itu, aku turun di sini saja.”
Rayyan pun langsung diam. dia kembali fokus dengan kemudinya. Jujur saja sejak awal pertemuannya dengan Era dua tahun lalu, ia sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama. namun sayangnya Rayyan tidak ingin memaksakan kehendak Era. Apalagi Era sangat nyaman dengannya sebagai seorang sahabat.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1