Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
62. Tanpa Permisi


__ADS_3

Setelah menerima panggilan dari seseorang yang pernah ia tugasi mencari informasi tentang Hagi, akhirnya saat itu juga Pasha bertemu dengan pria itu. untuk masalah pekerjaan, ia sudah menyerahkan semuanya pada dua sekreatrisnya, salah satunya Yeslin.


Pasha memang tetap bekerja secara professional. Termasuk dengan Yeslin. Mengingat tujuan Yeslin bekerja di perusahaannya adalah ingin belajar tentang bisnis. Jadi ia tetap memperlakukan Yeslin sebagai karyawannya.


Dan kini Pasha sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat yang sudah dijanjikan oleh orang suruhannya itu. tentu saja tempat itu cukup aman untuk membicarakan hal yang bersifat rahasia.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit menempuh perjalanan, Pasha kini sudah tiba di sebuah rumah sederhana yang berada di perkampungan penduduk. Rumah itu terlihat sangat sepi, karena memang tidak pernah dihuni.


Cklek


“Silakan masuk, Tuan!” ucap seseorang setelah pintu rumah itu terbuka sebelum Pasha sempat mengetuknya.


Meskipun rumah itu dalam kategori sederhana, ternyata memiliki kamera cctv yang tersembunyi. Pantas saja saat Pasha datang tadi, si pemilik rumah sudah langsung mengetahuinya, dan langsung dibukakan pintu.


Kini Pasha sudah duduk di sebuah sofa yang berhadapan langsung dengan seseorang yang tempo hari ia mintai bantuan. Orang tersebut masih diam sambil memangku laptopnya, seperti hendak menunjukkan hal penting pada Pasha.


“Apa yang kamu dapatkan tentang pria yang bernama Hagi?” tanya Pasha.


“Coba, Tuan lihat dan baca sendiri hasil informasi yang saya dapat.” Ujar pria itu lalu meletakkan laptopnya di atas meja dengan menghadap ke arah Pasha.


Pasha membaca semua informasi yang sangat detail itu, dan juga ada beberapa potong video sebagai bukti akurat dari informasi yang sudah diperoleh orang suruhannya.


Pasha membaca semua informasi yang tertera pada file itu muali dari awal. Untuk masa lalu Era dengan Hagi, Pasha sudah cukup tahu dari Tatia dulu. di mana hubungan mereka berdua kandas karena perselingkuhan Hagi dengan sepupu Era sendiri tepat di hari pertunangan mereka. Hingga akhirnya Era pergi ke kota ini dan mengadu nasib di perusahaannya yang mendapatkan posisi jabatan cukup menjanjikan.


Sampai Hagi datang lagi di kehidupan Era untuk meminta kembali menjalin hubungan dengan perempuan itu. Pasha juga sudah tahu semua tentang itu. dan kini Pasha sangat penasaran dengan sebuah video dimana Era dan Hagi sedang bertemu disebuah café yang tidak asing baginya.


“Apa maksud dari video ini?” tanya Pasha, karena memang video itu tidak bisa merekam suara pembicaraan Era dan Hagi. Mengingat mereka sedang berada di tempat keramaian.


“Itulah yang menjadi pokok permasalahan yang paling utama, Tuan. Nona Era memiliki hutang yang cukup besar pada mantan kekasihnya.”


“Apa? Apak kamu yakin?”


Pria yang bernama Jery itu menganggukkan kepalanya. Lalu ia menceritakan bahwa bukan Era yang memiliki hutang. Melainkan Bibinya, dengan memberikan sertifikat rumah peninggalan kedua orang tua Era pada Hagi sebagai jaminan. Hutang itu digunakan sebagai pengobatan adik sepupu Era yang tempo hari meninggal. Selain itu juga untuk kebutuhan hidup. Dan Bibi Era berhutang pada Hagi sejak Era dan Hagi masih sepasang kekasih.

__ADS_1


“Maka dari itulah Hagi memanfaatkan itu semua untuk menjerat Nona Era agar mau kembali dengannya. karena hutang itu sangat banya, dan Hagi memberi ancaman pada Nona Era, kembali memperbaiki hubungannya dulu atau nasib keluaga Bibinya akan menjadi gelandangan, karena rumah itu akan dia ambil.” Tutur Jery panjang lebar.


“Berengsek!!” umpat Pasha dengan wajah memerah.


Pantas saja saat itu ia melihat Hagi mendatangi rumah Era. Mungkin tanpa sepengatahuannya juga pria itu sering menemui Era dengan alasan hutang itu. terlebih saat Pasha meminta seseorang mengintai kekasihnya itu yang sedang bersama Hagi di sebuah resort. Wajah Era juga tampak tertekan dan tidak nyaman. Tentu saja itu karena ancaman pria berengsek itu.


Lalu Pasha juga teringat saat Era bertemu dengan Hagi dan memberikan sejumlah uang. Bisa jadi Era berusaha membayar hutang itu dari uang tabungannya.


“Sekarang dimana pria berengsek itu?”


“Dia masih di luar kota, Tuan. Sepertinya ada pekerjaan penting.”


“Baiklah. Beritahu aku, jika si berengsek itu sudah pulang. dan setelah ini kirim data pribadinya secara lengkap, termasuk dengan perusahaan yang ia miliki saat ini.”


“Baik, Tuan. Akan segera saya laksanakan.”


Setelah itu Pasha kembali ke kantor. tentunya setelah memberikan gaji sekaligus bonus pada Jery.


Pasha sungguh sangat menyesal karena tidak tahu masalah yang sedang dialami Era selama ini mengenai hutang piutang itu. dia yakin kalau Era sengaja menyembunyikan masalah itu darinya, karena tidak ingin merepotkannya. Apalagi mengenai uang, tentu saja hal yang sangat sensi tif mungkin bagi Era.


***


Seharian ini Era bekerja dengan fokus. Hatinya juga cukup lega karena tidak mendapat terror pesan dari Hagi. Era pun berharap pria itu pergi dan tidak akan kembali lagi. termasuk dengan merelakan hutangnya.


Tanpa terasa waktu sudah beranjak sore. Sebentar lagi jam pulang kantor tiba. Era pun segera bersiap dan membereskan semua pekerjaannya sebelum pulang. namun tetap saja, ia memlilih pulang paling akhir untuk memastikan kalau Hagi tidak ada di depan kantor dan menunggunya.


Cklek


Era terperanjat saat tiba-tiba pintu ruangannya terbuka. Apalagi di saat pikirannya sedang kalut memikirkan Hagi.


Era memicingkan matanya saat melihat Yeslin yang masuk ke dalam ruangannya. Tentu saja sangat tidak sopan, karena perempuan itu masuk begitu saja tanpa permisi.


“Ada yang bisa saya bantu, Nona Yeslin?” tanya Era masih berusaha bersikap ramah.

__ADS_1


“Ini sudah bukan jam kantor lagi. jadi aku tidak usah basa-basi lagi.”


“Maksud anda apa?” Era tampak bingung.


“Kamu jangan pura-pura tidak mengerti. Aku sudah tahu semuanya. Termasuk dengan hubungan kamu dan King.”


Era sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa Yeslin tahu. Dan dari mana perempuan itu tahu. Tapi Era berusaha terlihat biasa saja, daripada ikut terbawa emosi seperti Yeslin.


“Anda tahu bukan, kalau di negara kita ini sangat bebas memilih. Lalu apa masalah anda, kalaupun benar saya memiliki hubungan dengan King. Kita sama-sama single. Apa ada larangannya?” tanya Era dengan santai.


“Tentu saja ada masalahnya. Bahkan kamu dalam masalah besar jika mempunyai hubungan dengan King. Karena King adalah calon,-“


“Calon kekasih? Calon tunangan? Calon suami? tapi sayangnya itu keluar dari mulut anda saja. bukan dari mulut King. Kecuali kalau King sendiri yang mengatakan, baru saya percaya.”


Yeslin semakin kesal dengan ucapan Era. Dia tetap tidak ingin kalah saingan dengan Era, walau dilihat dari sudut manapun ia tetap kalah.


“Sekarang sudah jelas, Nona? Silakan keluar dari ruanga,-“


Plakkk…..


Yeslin yang sudah berada di puncaki amarahnya, tanpa aba-aba langsung menampar pipi Era cukup keras. Bahkan Era sendiri sangat terkejut sekaligus pipinya terasa sangat panas.


“Rasakan itu perawan tua yang tidak tahu diri!” setelah mengatakan itu, Yeslin langsung keluar dari ruangan Era.


“Apa yang kamu lakukan di sini?”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2