Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
112. Minta Lollipop


__ADS_3

Setelah kegiaatan panasnya semalam, Rayyan memutuskan untuk tidur di sofa dan membiarkan Serena tidur di ranjangnya. Namun Rayyan tidak tidur sepenuhnya. Ia tetap terjaga karena khawatir jika saat pagi menjelang, Serena akan nekat pergi tanpa sepengetahuannya.


Benar saja, saat mata Rayyan hampir terpejam di pagi buta, ia melihat sosok bayangan wanita beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju pintu. Wanita itu adalah wanita yang ia jadikan objek pelampiasan hasrratnya semalam.


“Kalau kamu nekat keluar, Nyawa kamu tidak selamat!” ancam Rayyan membuat Serena sangat ketakutan.


Rayyan sudah berdiri di belakang Serena yang sedang ketakutan. Kemudian tangannya meraih punggung wanita itu dan menuntunnya duduk di sofa.


Rayyan belum bisa menemukan solusi. Dia benar-benar dibuat kalut dengan masalah itu. tapi dia bukanlah pria yang suka lari dari tanggung jawab.


Serena kini sedang duduk tertunduk di sofa. Air matanya sudah tidak bisa keluar lagi. hatinya sudah terlalu lelah. Mungkinkah ini balasan yang ia dapatkan karena sudah berniat membalas penghianatan mantan tunangannya. Harusnya ia bisa mengikhlaskan Willy dan menganggap kalau pria itu bukan jodohnya.


Sedangkan Rayyan yang duduk di pinggir ranjang tepat berhadapan dengan Serena juga sedang bingung merangkai kata. Kata maaf saja rasanya tidak akan cukup untuk menghapus kesalahannya yang dilakukan pada wanita di hadapannya itu.


“Kamu mau apa?” tanya Rayyan akhirnya.


“Aku sungguh minta maaf. Kejadian semalam di luar kendaliku.” Lanjutnya dengan tatapan masih tertuju pada Serena.


“Saya sudah memaafkan anda.” ucap Serena dengan suara lirih.


Tidak. Tidak semudah itu. Rayyan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Serena. Kenapa wanita itu mudah sekali memaafkannya.


“Katakan saja, kompensasi apa yang kamu minta untuk menebus kesalahanku semalam. Kamu butuh uang? Berapa?”


Tanpa berpikir lama, Serena langsung beranjak dari duduknya. Sungguh harga dirinya seperti diinjak-injak oleh pria yang tidak ia kenali itu. lebih baik pergi saja dan melupakan kejadian semalam.


“Kamu mau kemana?” sentak Rayyan menangkap tubuh Serena yang akan kembali menuju pintu.


Rayyan mencengkeram kedua lengan Serena dengan cukup kuat. Hingga Serena wajah pria itu. hanya beberapa detik saja, karena Serena baru tahu kalau pria yang sedang ia hadapi sekaligus pria yang sudah merenggut mahkotanya itu adalah pria yang ia temui saat pernikahan bosnya. Ya, Serena ingat dengan wajah Rayyan. Saat itu ia pernah mengumpati Rayyan saat tak sengaja bertabrakan dengannya. Rayyan sama sekali tidak minta minta maaf dan meninggalkannya begitu saja. selain itu, Serena juga tahu kalau Rayyan adalah saudara ipar dari bosnya.

__ADS_1


Serena tidak mau berurusan dengan pria itu. selain sombong, keluarga Rayyan adalah keluarga terpandang. Dia tidak mau membuat masalah dengan pria itu, walau Rayyan lah yang bersalah.


Begitu juga dengan Rayyan yang baru saja ingat dengan wajah Serena yang tidak asing baginya. Rayyan hanya ingat kalau Serena adalah wanita yang pernah tidak sengaja ia tabrak saat di acara pernikahan adiknya. Dan saat itu pakaian Serena sangat sekssi. Sekarang pun demikian.


“Saya tidak minta pertanggung jawaban apa-apa dari anda. lupakan kejadian semalam. Dan anggap saja kita tidak pernah bertemu. Permisi!” ujar Serena lalu melepaskan diri dari genggaman Rayyan.


“Oh, apakah semalam kamu memang sengaja menggodaku? Aku tahu kamu memakai pakaian seksii seperti ini pasti untuk menarik lawan jenismu, dengan berpura-pura mabok. Ck, kamu salah memilih lawan, Nona.”


Plakkkk


Pipi Rayyan terasa sangat panas dengan tamparan dari Serena yang cukup keras. Hati Serena semakin sakit. Dia pikir dengan memberikan maaf dan meminta Rayyan melupakan kejadian semalam, masalahnya sudah selesai. ternyata tidak. Pria itu justru merendahkan dirinya.


“Beraninya kamu!” Rayyan sangat geram dengan Serena.


“Dengar ya, Tuan muda yang terhormat dan sombong! Saya bersumpah, saya bukan perempuan seperti yang anda katakan baru saja. harusnya anda bersyukur dengan saya meminta anda untuk melupakan kejadian semalam. Ternyata anda malah merendahkan diri saya. sekarang saya yang akan bersumpah kalau suatu saat nanti anda akan sangat menyesal dengan apa yang anda katakan baru saja. permisi!” ucap Serena dengan suara tegas dan menahan sesak di hatinya.


“Arggghhhh…  sialannn!!” umpat Rayyan sambil menjambak rambutnya sendiri.


***


Saat ini keluarga Pasha sedang sarapan bersama di restoran hotel sebelum mereka pulang. keluarga dari Papa Cahndra juga ikut bergabung di sana.


“Pengantin baru kok cemberut gitu sih?” celetuk Queen saat melihat kedatangan Era dan Pasha.


“Kamu apakakan menantu Mama, King?” tanya Mama Shanum.


“Nggak aku apa-apain kok, Ma. Era tadi hanya minta lollipop tapi nggak aku bolehin. Jadinya ngam,-aawwww…”


Era mencubit keras perut suaminya saat Pasha bicara diluar dugaannya. Bisa-bisanya pria itu memutar balikkan fakta. Padahal tadi pagi Pasha sendiri yang meminta Era dengan sedikit memaksa agar mau mencoba hal baru dalam percintaan mereka. Hal baru itu adalah memasukkan milik Pasha ke dalam mulut Era. Namun sayangnya Era yang belum biasa, dia pun tersedak. Dan Pasha terus mendorong kepala istrinya.

__ADS_1


“Ampunn Sayang!” ringis Pasha sambil mengusap perutnya yang sakit.


Semua orang yang tidak paham dengan maksud Pasha hanya bisa menggelengkan kepalanya. Meraka hanya tersenyum melihat interaksi Era dan Pasha.


Sedangkan Rayyan yang berada di sana, sejak tadi terlihat diam dan melamun. Hanya dia saja yang tidak ikut tertawa saat melihat interaksi Era dan Pasha.


“Apa kalian mau pulang hari ini juga?” tanya Papa Nabil pada Papa Chan.


“Iya. nanti siang jadwal penerbangan kita. Sebenarnya masih ingin lebih lama di sini. hanya saja pekerjaan di kantor juga tidak bisa ditinggal lama-lama.”


“Nggak apa-apa. Kita juga memaklumi kok. Aku sangat berterima kasih kalian mau datang ke acara pernikahan King dan Era.”


“Jangan bilang seperti itu. kita ini masih saudara. Nanti kalian juga gantian harus datang ke sana saat pernikahan Ray. Ya nggak, Sayang?” ucap Papa Chan lalu melirik istrinya yang sedang tersenyum.


“Aku sih berharap Rayyan nanti nikahnya di sini. dan jodohnya dari negara ini juga. biar nggak jauh-jauh ke sana.” Sahut Mama Shanum dan mendapat sambutan gelak tawa dari semua orang.


Rayyan sama sekali tidak bereaksi. Dia masih diam memikirkan masalahnya sendiri.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2