Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
68. Dengan Istimewa


__ADS_3

Sesuai janji Pasha kemarin malam, bahwa hari ini pria itu akan menjemput Era untuk berangkat ke kantor. dan Era pun sudah siap sedari tadi, juga dengan bekal makan siang untuk Pasha.


Sebenarnya Era tidak ingin berangkat bersama dengan Pasha. namun dia juga tidak berani menolak ajakan pria itu, yang mungkin akan membuatnya kecewa. Apalagi Era tidak pernah tidak pernah berangkat ke kantor sesiang ini.


Tin tin…


Era melihat mobil Pasha memasuki halaman rumahnya. Ia segera keluar rumah dan mengunci pintu, lalu menghampiri Pasha sebelum pria itu keluar dari mobilnya.


Era dengan cepat membuka pintu mobil Pasha saat pria itu juga buru-buru keluar dan ingin membukakan pintu untuk kekasihnya.


“Kenapa sih, Ra?” tanya Pasha setelah mereka berdua sudah di dalam mobil.


“Nggak apa-apa. Aku hanya tidak ingin kamu terlalu memperlakukan aku dengan istimewa, King. Ya sudah, yuk jalan! Ini sudah siang loh.” Jawab Era, lalu mengalihkan pembicaraannya.


Pasha pun hanya menghela nafas pelan. Tidak ingin berdebat dengan Era. Baiklah, kalau memang permintaan Era seperti itu. kemudian ia mulai menjalankan mobilnya menuju kantor.


Dalam perjalanan, mereka berdua juga tampak ngobrol asyik membicarakan rencana weekend nanti. hati Era hari ini benar-benar sangat lega. Seperti beban yang ia pikul selama ini hilang begitu saja. dan mulai hari ini juga, ia bisa lebih bersemangat agi menjalani hidup. Entah itu tentang pekerjaannya, atau bahkan hubungan asamaranya dengan pria yang kini berada di sampingnya.


“Thanks ya, King!” ucap Era sambil memegang lengan Pasha.


“Buat apa?”


“Buat semuanya.” Jawabnya dengan seulas senyum.


Pasha tahu apa yang dimaksud oleh Era. Dia sendiri pun bisa melihat aura bahagia yang terpancar dalam diri Era. Dengan begitu, ia juga ikut senang.


**


Kini mereka berdua sudah tiba di kantor. Era lebih dulu keluar dari mobil Pasha. dan di basement juga sudah banyak karyawan yang mulai berdatangan. Tak sedikit dari mereka yang membatin hubungan bosnya dengan kepala HRD. Namun, mereka juga biasa-biasa saja. seperti tidak mempermasalahkan hal itu. apalagi mereka juga tahu dengan jelas perbedaan usia Era dan Pasha. tapi mereka tidak mau ambil pusing dengan kehidupan orang lain. Kecuali satu, yaitu Yeslin.


Yeslin yang kebetulan juga baru datang, ia sangat kesal saat melihat Era keluar dari mobil Pasha. namun ia tidak berani berbuat macam-macam.


“Ra, aku duluan ya? Ini Papa memintaku segera masuk karena ada tamu penting.” Ucap Pasha yang tampak buru-buru.

__ADS_1


“Oh, Ok. Nggak masalah.”


“Oh iya, nanti saat jam makan siang kamu datanglah ke ruanganku. Aku tunggu!” ucap Pasha lalu segera pergi tanpa menunggu jawaban Era. Karena Pasha tahu kalau Era pasti akan menolaknya dnegan berbagai macam alasan.


Era pun hanya menghembuskan nafasnya pelan. Kemudian ia segera masuk sebelum jam kerja di mulai.


Kini Era sudah berjalan menuju lift. Dia merasa sendirian, karena dia memang yang paling terakhir datang. namun sesampainya di depan lift, Era melihat Yeslin juga baru masuk, dan perempuan itu juga sendirian. Bahkan Era bisa melihat dengan jelas senyum sinis Yeslin tertuju padanya. Era yakin kalau di dalam lift berdua dengan Yeslin, pasti perempuan licik itu akan melakukan hal buruk terhadapnya.


Era berjalan menuju lift di mana Yeslin terlihat senang. namun saat pintu lift itu hendak tertutup, Era langsung berbelok ke lift sebelah yang baru saja terbuka. Yang benar saja pagi-pagi ini moodnya berantakan hanya karena meladeni motif busuk Yeslin.


Sedangkan Yeslin yang berada di dalam lift sendirian hanya mampu mengumpat dengan kesal, karena merasa dikerjai oleh Era.


“Sialll!! Aku tidak akan menyerah untuk balas dendam denganmu. Atau kalau perlu, aku akan membuat kamu keluar dari perusahaan ini.” gumam Yeslin.


***


Sementara itu, karyawan di divisi HRD sejak tadi pagi sampai saat ini, saat menjelang jam makan siang, tampak heboh. Tentu saja Era lah yang menjadi artisnya. Bagaimana tidak, salah satu teman Era tadi pagi ada yang melihatnya berangkat bersama Pasha. mereka yang selama ini menduga-duga tentang hubungan Era dan Pasha, akhirnya terjawab sudah.


Meskipun sudah tahu kenyataannya, namun Era tetap tidak memberikan jawaban pasti. Dia terlihat cuek saja dan sibuk dengan pekerjaannya. Biarlah teman-temannya heboh sendiri di luar.


Tatia yang menjadi sasaran utama pun mendadak pusing sendiri. Walaupun ia sudah tahu sejak awal, tapi Era tetap memintanya bungkam. Ya, walau hari ini kata teman-temannya melihat Era berangkat bersama Pasha. tapi Tatia tetap mengingat janjinya dengan sang sahabat.


“Nah, kok kamu tanya aku sih? Tanya langsung dong sama orangnya.”


“Sudah, Tatia!! Tapi Juleha nggak mau ngasih tahu kita. Ya nggak?” jawabnya sambil menoleh pada teman-temannya yang lain.


“Aku juga nggak tahu lah. Coba deh nanti aku tanya sama dia langsung. dah, sekarang kalian pergi sana! Dari tadi bukannya kerja, malah ghibah di sini. mau dipecat sama kepala HRD kalian?”


“Duh, Tat! Kamu ini juga pelit banget sih. Tapi kalau Tuan Pasha benar jadian sama Juleha nggak apa-apa sih. Kita juga senang kok. Daripada jadian sama cucunya nenek lampir tuh.”


“Eh, siapa cucu nenek lampir? Kok aku baru tahu ya?” tanya Tatia penasaran.


“Ada deh! Yuk kembali, eh sudah tiba jam makan siang ya?”

__ADS_1


Tatia kini yang kesal, karena merasa dikerjai oleh teman-temannya. Ya sudah lah, biar nanti sekalian ia tanya langsung sama Era. Termasuk dengan kabar Era yang hari ini berangkat sama Pasha. karena memang akhir-akhir ini Tatia jarang sekali berkomunikasi dengan Era. Terlebih ada sedikit gangguan dengan kehamilannya.


Sementara itu di ruangan kepala HRD, Era Sudha bersiap untuk keluar makan siang. Lebih tepatnya makan siang bersama Pasha di ruangannya. Baru saja Pasha juga sudah meneleponnya. Pria itu sudah menunggu dari tadi.


Cklek


“Eh, Jul! makan siang bareng yuk!” Ajak Tatia yang sepertinya sengaja menunggu Era keluar dari ruangannya.


“Ehm, sorry ya, Tat. Lain kali saja. ini aku juga sudah ada janji.” Tolak Era dengan tersenyum kaku. Khawatir mendapat interogasi dari sahabatnya.


“Jadi, benar kamu,-“


“Sttt… nanti aku certain semuanya. Ok? Aku pergi dulu.”


Tatia hanya menggelengkan kepalanya. Dia juga ikut bahagia melihat sahabatnya. meskipun Tatia juga tahu sendiri tentang perbedaan usia Era dan Pasha. namun, dia tetap mendoakan yang terbaik untuk hubungan mereka berdua. Kalau bisa, semoga mereka berdua segera menikah.


*


Era sudah tiba di depan ruangan Ceo. Dia langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu. Lagi pula pasti di dalam hanya ada Pasha yang sedang menunggunya.


Cklek


“Haa,-….”


Ucapan Era menguap begitu saja, bahkan yang ada justru ia sangat malu sekali saat melihat di ruangan Pasha, bukan hanya ada pria itu saja.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2