Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
S2 (135) Kemarahan Era


__ADS_3

Serena dan adiknya masih menikmati kebersamaan mereka. Mereka berdua melepas rindu karena telah terpisah selama belasan tahun.


Dulu sewaktu masih kecil, Alvino atau yang akrab disapa Alvin memang ikut tinggal bersama neneknya. Sedangkan Serena bersama orang tuanya. Mereka jarang sekali bertemu kecuali kalau liburan sekolah. Bahkan Serena pernah ingat kalau sang adik dulu pernah dikeluarkan dari sekolahnya karena bandel. Hingga mereka tidak pernah saling berbagi kabar terlebih keluarga mereka berantakan.


Serena memandangi wajah adiknya yang terlihat lebih tua dari usianya. Padahal selisih umur mereka hanya dua tahun saja. dan itu artinya selama ini Alvin kehidupan Alvin sangat keras.


Alvin mengatakan kalau dia bekerja di negara ini sebagai tenaga lepas dari sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang ekspor impor. Keduanya tidak menyangka kalau akan dipertemukan dalam situasi seperti sekarang ini. namun keduanya juga sangat bahagia karena bisa bertemu kembali.


Drt drt drt


“Aku tunggu sekarang di parkiran.”


Serena membaca pesan dari Rayyan. Masih ada gumpalan rasa kecewa dalam hatinya saat meihat kedekatan sang suami dengan sahabatnya tadi.


“Ada apa, Kak? Oh iya, kenapa Kak Rena datang ke rumah sakit ini? siapa yang sakit?”


“Sepertinya aku harus pulang dulu, Al. suamiku sudah menunggu di parkiran. Ehm, tadi aku hanya periksa kandungan.”


“Apa? Kak Rena sudah menikah? dan sekarang sedang hamil?” tanya Alvin terkejut. Namun setelah itu sudut bibirnya tertarik ke atas.


“Ceritanya panjang. Nanti kita bisa bertemu lagi. kasih nomor ponsel kamu!” ujar Serena mengakhiri obrolannya dengan Alvin.


Setelah bertukar nomor ponsel, Serena berpamitan pada Alvin untuk pulang lebih dulu. hatinya benar-benar bahagia atas pertemuannya dengan sang adik.


**


Sementara itu Rayyan yang tengah menunggu Serena di dalam mobil sedang menunjukkan wajah datarnya. Auranya benar-benar berubah. Tidak seperti saat mengantar Serena periksa kandungan tadi.


Sebenarnya dia tidak ingin mempercayai dengan apa yang dikatakan oleh Pasha tadi. mengenai masa lalu Serena. Di mana wanita itu pernah menggoda Pasha. namun, Rayyan menghubungkan dengan kejadian saat mengenal Serena hingga tadi saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, akhirnya ia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Pasha.


Serena kini sudah masuk ke dalam mobil. Dia juga masih kesal pada Rayyan. Alhasil kedua insan itu saling diam selama perjalanan pulang dari rumah sakit.


Serena memilih sibuk dengan ponselnya. Apalagi sekarang ia sedang berbalas pesan dengan Alvin. Dan hal itu semakin membuat Rayyan marah. Namun ia mencoba untuk tidak tersulut emosi.


Keterdiaman Rayyan Serena berlanjut sampai mereka sudah di apartemen. Mereka berdua tidak bertegur sapa. Padahal menurut Serena, dia lah yang sedang marah dengan Rayyan. Tapi kenapa pria itu juga ikut mendiamkannya. Bukan malah meminta maaf.

__ADS_1


Hingga malam tiba, Serena yang sudah bersiap untuk tidur setelah meminum obat dari hasil periksa kandungannya tadi, ia tidak melihat tanda-tanda Rayyan masuk ke dalam kamar. dia pun penasaran. Dan hatinya pun memutuskan untuk melupakan kejadian di rumah sakit tadi. dia tidak ingin terjadi kesalah pahaman dalam rumah tangganya yang baru saja membaik. Lebih baik bertanya langsung tentang perasaan Rayyan pada Era.


Serena membuka pintu kamar. namun di sana sangat gelap. Padahal dia belum memadamkan lampu. lantas ke mana suaminya? akhirnya dia menaiki lantai dua di mana ruang kerja Rayyan ada di sana, dan sebuah kamar yang sebelumnya dipakai oleh pria itu.


Tok tok tok


“Ray!” Panggil Serena.


Setelah masuk ke dalam ruang kerjanya, ternyata Rayyan tidak ada di sana. Setelah itu dia menuju kamar.


Beberapa kali mengetuk pintu, Rayyan masih belum membukakannya. Dengan pelan Serena membukanya. Beruntung tidak dikunci.


Cklek


Kamar itu sangat gelap. Namun Serena bisa melihat pada tempat tidur kalau di sana ada seseorang yang sedang tidur berbaring.


Serena tidak tahu apa alasan Rayyan memilih tidur di kamar terpisah. Apalagi sejak kepulangannya dari rumah sakit tadi, pria itu juga tampak diam. apa terjadi sesuatu dengan suaminya setelah bertemu dengan sahabatnya tadi. membayangkannya saja Serena tidak sanggup. Gumpalan daging yang bernama hati tiba-tiba terasa sangat sesak. Dia pun memutuskan untuk kembali ke kamar.


Keesokan harinya Serena bangun tidur lebih awal, dikarenakan pagi ini perutnya kembali mual-mual. Beberapa kali ia keluar masuk ke kamar mandi hanya untuk mengeluarkan cairan dalam perutnya. Sungguh ini adalah morning sickness yang paling parah yang pernah ia alami.


Setelah beberapa saat, ia sudah mulai lebih baik. Badannya yang masih lemas, membuat Serena memilih untuk tidur kembali. Biasanya jika sedang seperti ini, Rayyan selalu mengusap perutnya dan membuatkan minuman hangat. Tapi entah kenapa pria itu tiba-tiba berubah.


Serena tidak menemukan Rayyan di sana. Mungkin pria itu sudah berangkat ke kantor. lalu tatapannya tertuju pada meja makan yang tampak kosong. padahal biasanya Rayyan membuatkaannya seporsi nasi goreng.


“Kenapa dengan kamu Ray? Kenapa kamu berubah begitu cepat?” gumamnya lirih.


**


Siang ini Serena berniat datang ke kantor untuk menemui Rayyan, sekaligus membawakan bekal makan siang. Meskipun tidak tahu alasan Rayyan mendiamkannya, Serena berniat untuk meminta maaf terlebih dahulu dan bertanya apa kesalahannya.


Serena sudah tiba di kantor dengan menenteng paper bag berisi bekal makan siang Rayyan. Dia langsung menuju ruangan Rayyan melalui lift. Bersamaan itu Serena bertemu dengan Maxim. Salah satu karyawan suaminya yang pernah menolongnya dulu saat tidak mendapatkan angkutan umum.


“Hai! Sudah lama kita tidak bertemu? Apa kamu sudah tidak bekerja di sini?” sapa Maxim.


“Hai, juga. ehm, Iya. aku masih bekerja di sini. hanya saja aku masih ambil cuti.” Jawab Serena dengan ramah.

__ADS_1


“Boleh berbagi nomor ponselnya? Kalau ada waktu, kita bisa jalan bareng.” Ujar Maxim sambil menyodorkan ponselnya pada Serena.


Ting


Pintu lift terbuka. Di hadapannya sudah ada Rayyan yang berdiri dan hendak masuk ke dalam lift. Serena tidak menerima ponsel Maxim karena melihat Rayyan tiba-tiba tidak jadi masuk ke dalam lift. Akhirnya ia pun segera keluar mengejar pria itu.


“Ray, tunggu!” seru Serena.


Rayyan tidak peduli. Dia semakin mempercepat langkahnya dan masuk ke dalam lift yang lain mengabaikan Serena yang hampir berlari.


Saat langkah kaki Serena sudah hampir dekat dengan Rayyan yang sudah masuk lift, dia mengurungkan niatnya untuk masuk saat melihat di dalam lift sudah ada Era.


***


“King, kamu jangan membuat rumah tangga Rayyan berantakan hanya karena ucapanmu itu.”


Saat ini Era, Pasha, dan Rayyan sedang berada di sebuah restoran untuk makan siang bersama sebelum Era pulang ke Indonesia. Tadi Era sengaja menjemput Rayyan ke kantor bersama suaminya. hanya saja Pasha menunggu di luar. Era mengira kalau Serena ada di kantor. ternyata tidak. Tadi dia tidak tahu keberadaan Serena yang sedang berdiri tak jauh dari lift.


Era tidak dapat menahan kekesalannya saat mengetahui kalau rumah tangga Rayyan sedang bermasalah. Setelah diberitahu oleh suaminya sendiri tentang masa lalu Serena.


“Sudahlah, Joel. Kalau kenyataannya memang benar. kamu jangan menyalahkan Pasha. justru aku yang sangat berterima kasih padanya.” Ujar Rayyan membela Pasha.


“Aku tidak habis fikir dengan kaum pria yang selalu mengandalkan logika saja kalau berpikir. Coba kalian gunakan hati kalian!” murka Era.


“Dan, buat kamu Ray! Kamu sudah tahu betul kalau King pernah melakukan kesalahan yang berawal dari sebuah kesalah pahaman. Kenapa kamu masih percaya dengan ucapannya? Tidak menutup kemungkinan kalau kamu juga salah paham dengan apa yang kamu lihat pada istri kamu.” Tambahnya.


Pasha membelalakkan matanya saat istrinya sendiri menjelekkan dirinya di depan orang lain. Walau kenyataannya memang benar. namun ia tidak bisa marah. Karena tatapan Era saat ini sangat tajam padanya.


“Aku harap kamu tidak menyesali dengan apa yang kamu lakukan, Ray!” pungkas Era sebelum akhirnya pergi meninggalkan kedua pria yang saling menatap bingung.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2