
Pasha memang tadi sudah melihat kalaudi basement sudah tidak ada lagi mobil Era. Itu artinya Era sudah pulang sejak tadi. padahal dia ingin bertemu dengan perempuan itu. jadi, Pasha memutuskan untuk datang ke rumah Era saja.
Namun saat Pasha sudah melajukan mobilnya, tiba-tiba saja dia dihadang oleh orang yang sejak tadi ingin ia temui.
“King, please antar aku pulang!” ucap Era setelah Pasha membuka kaca mobilnya.
Pasha sendiri tampak heran. Kenapa raut wajah Era terlihat cemas. Dan kenapa juga perempuan itu meminta diantar pulang. biasanya kan Era selalu bawa mobilnya sendiri.
“Masuklah!” ujarnya, dan Era segera berjalan memutar menuju pintu samping.
Pasha langsung melajukan mobilnya setelah Era duduk tepat di sampingnya. Dan pada saat mobil Pasha sudah keluar dari halaman kantor, Era melihat Hagi di sana. Pria itu sedang berdiri di samping mobilnya. Dan Era yakin kalau Hagi pasti sedang menjemputnya.
“Kamu kenapa?” tanya Pasha saat melihat tingkah aneh kekasihnya itu.
“Oh, nggak apa-apa.” Era memperbaiki posisi duduknya lagi, saat mobil Pasha sudah melewati Hagi.
Pasha sendiri juga tidak terlalu memperhatikan jalanan yang bisa saja ada seseorang yang membuat Era bersikap aneh.
Selama dalam perjalanan, kedua orang itu saling diam. Era yang masih cemas memikirkan masalahnya dengan Hagi, sedangkan Pasha masih mengingat kejadian semalam, dimana Era bertemu dengan mantan kekasihnya. Padahal Pasha berharap Era mengatakan padanya dengan jujur tentang pertemuannya dengan sang mantan kemarin.
“Kemana mobil kamu, Ra?” tanya Pasha dengan tatapan lurus ke depan.
Namun sayangnya Era tidak menyahut. Perempuan itu terlihat sibuk dengan ponselnya. Entah sedang berkirim pesan dengan siapa. Saat Pasha meliriknya, terlihat jelas wajah resah Era.
“Ra, kemana mobil kamu?” Pasha mengulang pertanyaannya.
“Oh.. itu ehm, mobilku bannya kempes.”
“Lalu, kamu tadi berangkatnya naik taksi? Kok aku lihat tadi pagi ruangan kamu masih sepi. Biasanya kamu berangkat paling rajin.”
“I..iya. aku naik taksi. Tadi aku memang berangkat sedikit terlambat.” Bohong Era, karena tidak ingin Pasha tahu kalau dirinya diantar oleh Hagi.
Pasha hanya menghela nafas panjang. Dia merasa ada yang sedang ditutup-tutupi oleh kekasihnya itu. tapi dia juga tidak ingin bertanya pada Era, karena takut akan membuat perempuan itu tidak nyaman.
Pasha kembali fokus dengan kemudinya. Namun saat mobilnya sudah hampir berbelok menuju kompleks perumahan Era, tiba-tiba saja Era memintanya berhenti.
__ADS_1
“Kenapa berhenti di sini, Ra?” tanya Pasha bingung.
“Ehm, apa kamu tidak sedang sibuk? Maksudku, bagaimana kalau kita makan di luar dulu? nanti aku traktir deh.”
Era terpaksa menunda kepulangannya, karena dia yakin kalau saat ini Hagi pasti dalam perjalanan ke rumahnya. Maka dari itu ia meminta Pasha untuk mengajaknya keluar dulu, agar tidak sampai bertemu dengan pria itu.
Pasha semakin bingung dan heran dengan tingkah aneh kekasihnya. Tapi dia menurut saja. barangkali dengan makan malam di luar, Era bisa bercerita tentang masalahnya.
Pasha pun melanjutkan perjalanannya menuju ke sebuah restoran dimana dia akan makan malam bersama kekasihnya. Perasaan Era pun sedikit lebih tenang, saat Pasha mau menuruti keinginannya.
“Terima kasih, King!” ucap Era sambil memegang tangan kiri Pasha.
Pasha menoleh dan mengulas senyumnya pada Era. Rasa yang sempat mengganjal hatinya perlahan memudar kala merasakan sentuhan lembut tangan Era.
Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di sebuah restoran. Mereka segera menuju salah satu meja, kemudian memesan makanan pada pelayan restoran yang baru saja datang.
“Kamu baik-baik saja, Ra?” tanya Pasha setelah pelayan selesai mencatat pesanannya.
“I..iya aku baik. Memangnya kenapa?”
“Nggak apa-apa. Agak aneh saja sikap kamu. Oh, iya maaf soal bekal makanan yang kamu kasih ke aku kemarin. Aku tetap memakannya kok, Ra meskipun aku makan siang di luar.” Jawab Pasha lalu mengalihkan pembicaraan.
“Ok, nggak masalah. Syukurlah kalau kamu ngerti. Padahal aku mengira kalau kamu marah denganku gara-gara bekal itu kamu tidak membalas pesan dan mengangkat teleponku.”
Seketika itu Era baru ingat. harusnya dia meminta maaf pada Pasha karena tidak menjawab panggilannya. Dan semua itu penyebabnya adalah gara-gara Hagi.
“Nggak kok. Aku nggak marah. Cuma kemarin habis makan siang, aku sibuk banget,-“
“Lalu malamnya? Kenapa nggak balas?” sahut Pasha.
“Oh, itu.. setelah pulang kerja aku lelah sekali dan langsung tidur. Jadi nggak tahu kalau kamu kirim pesan dan menelponku berulang kali.”
Fix, Era sedang membohonginya. Pasha benar-benar kecewa. Padahal jelas-jelas ia tahu kalau kemarin malam ada seorang pria bertamu ke rumahnya. Dan Era juga ada di sana. Kenapa Era tega membohonginya. Apa sebenarnya Era tidak mencintainya? Apa Era masih mencintai mantannya?
Pasha tidak lagi bertanya. Lebih tepatnya dia diam seribu Bahasa setelah mengetahui kebohongan Era. Hatinya benar-benar kecewa.
__ADS_1
Tak lama kemudian pelayan restoran datang membawa pesanan makanan mereka. Keduanya langsung menikmati makan malam itu dalam diam. Era juga bingung, kenapa Pasha tiba-tiba berubah dingin.
Usia makan malam, Era lebih dulu beranjak dari duduknya menuju kasir. Karena ia memang sudah mengatakan kalau yang akan mentraktir Pasha. namun sayangnya Pasha dengan cepat mencegahnya.
“Duduklah! Biar aku yang bayar.”
“Tidak, aku kan sudah,-“
“Duduk, atau aku nggak antar kamu pulang?” ancamnya dan seketika membuat Era mau tidak mau duduk kembali. Pasha pun langsung menuju kasir.
Kini Pasha dan Era sudah berada di dalam mobil hendak pulang. keduanya masih diam. terutama Pasha yang kecewa dengan sikap Era karena telah membohonginya.
“Kamu kenapa diam saja sejak tadi, King? Atau kamu keberatan dengan ajakanku makan malam baru saja? lebih baik aku pulang naik taksi saja. dan ini.. sebagai ganti untuk membayar makanan tadi.” tanya Era sembari mengeluarkan uangdari dompetnya.
Sungguh Era sedang pusing dengan masalahnya, justru kini ditambah dengan sikap Pasha yang tiba-tiba dingin padanya. Memang Era tidak ingin berbagi masalahnya dengan siapapun termasuk Pasha. namun dengan bertemu dengan kekasihnya, Era pikir bisa sedikit meredam kegelisahannya. Andai saja Era tahu kalau sebenarnya Pasha mengetahui kebohongannya.
“Aku nggak butuh uang kamu, Ra!” Pasha mengembalikan uang itu. dan meletakkannya di atas paha Era. Sungguh ia marah dengan ucapan Era baru saja.
“Lalu kenapa kamu tiba-tiba dingin denganku seperti ini? apa salahku?”
Lucu sekali Era ini. padahal jelas-jelas ia yang salah karena menyembunyikan sesuatu dari Pasha, malah bertanya apa kesalahannya.
“Coba kamu pikir sendiri, Ra! Yang pasti dalam sebuah hubungan yang dibutuhkan itu hanya satu. Satu, Ra! Dan kamu tahu apa itu?” tanya Pasha, namun Era hanya diam saja.
“Saling percaya, Ra! Dan tidak menutup-nutupi apapun. Tapi apa? Kamu yang justru melakukan itu semua.” Lanjut Pasha.
Era benar-benar bingung. Dari apa yang dikatakan oleh Pasha baru saja, seolah menunjukkan kalau dirinya yang bersalah. Menutup-nutupi sesuatu. Apa itu artinya..
“Apa maksud kamu, King?” tanya Era tanpa sadar air matanya sudah menetes begitu saja.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!