Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
81. Sad Ending


__ADS_3

Sesak. Satu kata yang sangat cocok untuk menggambarkan suasana hati Era saat ini. dia juga tidak bisa melihat jelas wajah Yeslin. Tapi kalau wajah Pasha, Era tahu dan pria itu tampak sedang mengkhawatirkan Yeslin. Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Yeslin, sampai Pasha begitu perhatian. Era tidak ingin berpkiran buruk dulu sebelum dengar langsung penjelasan dari Pasha nanti.


Sementara itu pasha saat ini sedang menemani Yeslin menuju rumah sakit. Ya, kedua orang tua Yeslin yang baru saja datang dari luar negeri mengalami kecelakaan. Namun baik Pasha maupun Yeslin masih belum tahu jelas kabar perkembangan keadaan kedua orang tua Yeslin.


“Tenanglah, Yes! Aku yakin Papa dan Mama kamu baik-baik saja.” ujar Pasha mencoba menenangkan Yeslin.


Pasha melakukan itu semua memang atas dasar kemanusiaan. Apalagi kedua orang tuanya berhubungan baik dengan orang tua Yeslin.


Sedangkan Papa Nabil yang sudah lebih dulu di rumah sakit kini sedang mengurus jenazah Mama Yeslin yang baru saja dinyatakan meninggal akibat kecelakaan naas itu. sedangkan Papa Yeslin masih dalam keadaan kritis dengan luka parah pada kepalanya.


Setibanya Pasha dan Yeslin di rumah sakit, Papa Nabil langsung menyampaikan kabar duka itu. Yeslin pun langsung menangis histeris atas kabar meninggalnya sang Mama. Pasha pun turut berduka dan sangat iba melihat keadaan Yeslin saat ini. dia berusaha untuk menenanhkan perempuan itu walau Yeslin tidak bisa menghentikan tangisnya.


Dengan kabar duka dari kedua orang tua Yeslin itu membuat Pasha melupakan Era. Begitu juga dengan Papa Nabil yang memang sedari awal belum selesai mendengarkan ucapan Pasha yang ingin membawa seseorang untuk dikenalkan padanya.


Yeslin beberapa kali pingsan saat melihat jenazah Mamanya yang akan dibawa pulang ke rumah duka. Pasha juga bingung bagaimana cara menenangkan perempuan itu. Apalagi Yeslin tidak memiliki saudara. Hanya Omnya saja, yang tak lain kakak ipar Pasha yang dekat dengan Yeslin. Tapi sayangnya Yeslin masih terus histeris.


“Yes, kamu yang sabar ya? Sekarang apa kamu mau melihat keadaan Papa kamu?” ucap Falan, Om dari Yeslin.


Pasha yang masih menemani Yeslin pun berusaha membujuknya agar mau melihat keadaan papanya yang tengah kritis. Akhirnya Yeslin mau, walau hatinya mengatakan tidak sanggup untuk melihat keadaan papanya.


Setibanya di ruang perawatan Tuan Mahendra, tangis Yeslin kembali pecah saat meihat kondisi Papanya sangat parah. di sana juga ada Papa Nabil yang menunggui Tuan Mahendra.


“Pa! kenapa bisa seperti ini, Pa! Papa harus cepat sembuh, Pa! Mama telah pergi meninggalkan Yeslin, Pa!” isak Yeslin sambil memeluk Papanya.


Tuan Mahendra yang sedang kritis dan masih bisa mendengar suara tangis anaknya, ikut meneteskan air matanya. apalagi pria itu tidak tahu kalau akibat kecelakaan itu istrinya meninggal.


Dengan pelan Tuan Mahendra membuka matanya. ia ingin menyampaikan sesuatu pada Yeslin, terlebih setelah ia merasakan kepalanya berdenyut semakin sakit.


“Yes! Anakku, putri satu-satunya Papa, sabarlah Nak! maafkaan Papa dan Mama kamu yang belum bisa membahagiakan kamu.” Ucap Tuan Mahendra dengan suara terbata.

__ADS_1


“Papa jangan bilang seperti itu! Papa kuat. Hanya Papa yang Yeslin miliki sekarang.” sahut Yeslin dengan air mata masih terus mengalir.


Tuan Mahendra sepertinya tidak kuat lagi menahan rasa sakit di kepalanya. Kemudian pria itu menatap Pasha yang sedang berdiri di samping Yeslin.


“King! Tolong jagain Yeslin! Bahagiakan Yeslin, King! Om mohon dengan sangat, menikahlah dengan Yeslin.” Ucap Tuan Mahendra dengan suara terbata. Beberapa saat kemudian pria itu pergi menyusul istrinya yang lebih dulu meninggalkan dunia ini.


***


Sudah seminggu ini Era tidak bisa menghubungi Pasha. lebih tepatnya setelah melihat Pasha bersama Yeslin waktu itu.


Meskipun pikiran buruk terus menghampirinya, Era tetap berusaha positive thinking. Beberapa kali mencoba menghubungi ponsel Pasha pun tidak ada jawaban. Ponsel pria itu tidak aktif dalam waktu lama. Entahlah, sepertinya hal itu sudah menjadi kebiasaan buruk Pasha. hingga ujung-ujungnya terjadi kesalah pahaman seperti yang sudah-sudah.


Kalaupun Era bisa menemui Pasha langsung di kantor, pasti sudah ia lakukan. Pasalnya sudah seminggu ini Pasha juga tidak datang ke kantor. tidak hanya itu saja, Yeslin pun tidak kelihatan batang hidungnya semenjak terakhir Era bertemu dengannya saat perempuan itu dalam pelukan Pasha.


Dalam berbagai kesempatan meeting juga Era tidak melihat direktur utama yang tak lain adalah Nabil. entahlah, firasat Era semakin tidak enak dan merasa Pasha sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Hari ini kondisi badan Era benar-benar kurang fit. Selera makannya juga menurun. Mungkinkah karena sedang merindukan Pasha yang telah menghilang tanpa jejak. Tentu saja jawabannya iya.


“Eh Jul, kamu sudah dengar belum kalau Nona Queen akan kembali lagi ke kantor ini.” ucap salah satu teman Era yang sedang makan di kantin bersamanya.


“Benarkah? Wah syukur dong bisa bertemu dan bergabung lagi dengan mantan Ceo kita dulu.” sahut Era tampak biasa saja.


“Eh, tapi yang aku dengar sih Nona Queen akan menjabat Ceo lagi. menggantikan adiknya. Masak kamu nggak tahu sama sekali sih? Kamu nggak dikasih tahu sama brondong kamu itu?”


Era hanya hanya tersenyum getir menanggapinya. Jujur saja ia tidak tahu sama sekali kabar itu. Pasha saja tidak bisa dihubungi. Namun jika kabar itu benar, kemanakah Pasha sekarang? bahkan ketidak hadirannya pria itu bersamaan dengan vakumnya Yeslin dari perusahaan.


***


Setiap hari Era masih berusaha menghubungi Pasha, walau hasilnya masih sama. Nihil. Bahkan ia seperti sudah kehilangan harga dirinya, sampai mencari Pasha seperti ini. sedangkan yang dicari, sama sekali tidak peka.

__ADS_1


“Aku mungkin salah telah jatuh cinta padamu King. Aku tidak tahu kalau sifat kamu seperti ini. terlebih setelah kamu mengambil sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku.” Setetes air mata Era turun begitu saja.


Tok tok tok


Era segera menghapus air matanya setelah mendengar suara ketukan pintu dari luar. Dia memastikan kalau wajah sedihnya tidak terbaca oleh orang lain.


“Masuk!”


Ternyata yang datang adalah Yeslin. Era hanya menatap dingin perempuan itu. entah apa tujuannya datang ke sini.


“Aku datang ke sini untuk memberikan surat pengunduran diriku dari perusahaan ini.” ucap Yeslin sambil menyodorkan sebuah amplop.


Jujur saja Era sangat senang kalau pada akhirnya Yeslin tahu diri dan pergi dari perusahaan ini. dia pun menerima surat itu begitu saja tanpa membacanya.


“Dan satu lagi, Bu Era. Ini undangan pernikahanku bulan depan. Undangan ini hanya terbatas dan aku hanya mengundang anda saja.” ucap Yeslin dengan tatapan dingin sambil memberikan sebuah undangan pernikahan.


Era menerimanya dan membaca sekilas nama yang tertera sebagai mempelai pengantin di undangan itu. Era berusaha mati-matian menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan Yeslin. Karena nama mempelai pria yang akan menikah dengan Yeslin adalah Pasha.


“Permisi!” ucap Yeslin langsung keluar begitu saja dari ruangan Era.


Air mata Era mengalir begitu saja sepeninggal Yeslin dari ruangannya. Dadanya sangat sesak, kepalanya berdenyut. Untuk yang kedua kalinya, nasib percintaan Era selalu berakhir tragis. Sad Ending.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2