
Setelah kejadian semalam yang menimpanya, terlebih dengan hinaan yang ia dapat dari pria yang sudah merenggut mahkotanya, akhirnya Serena memutuskan untuk pergi dari kota ini. kota yang sudah banyak memberikan kehidupan lebih baik dibandingkan dengan kehidupannya sebelumnya. Namun ternyata kota ini juga telah menorehkan luka mendalam di hatinya. Sudah diselingkuhi oleh tunangannya, mahkotanya pun direnggut oleh pria yang tidak ia kenal.
Setelah pulang dari hotel tadi pagi, Serena memutuskan membuat surat resign ke perusahaan di mana ia selama ini bekerja. Kemudian ia pergi meninggalkan kota ini.
Serena sudah lama hidup sebatang kara. Sebenarnya dia masih memilki ibu. Tapi sayangnya, semenjak ibunya menikah lagi, Serena sudah dilupakan begitu saja oleh wanita yang telah melahirkannya.
Serena memutuskan untuk pergi ke luar kota. Di sana dia memiliki teman lama semasa kuliah dulu. mungkin akan lebih baik tinggal di kota itu untuk sementara waktu, sambil mencari pekerjaan.
**
Rayyan mengikuti Serena yang sedang menuju gate keberangkatan untuk check in. namun sebelum itu Rayyan menarik Serena dan membawanya sedikit menepi dari keramaian.
“Apa yang anda lakuka,- hmmppp”
Serena tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tiba-tiba ada yang membekap mulutnya. Bahkan tubuhnya sudah meronta, namun tetap saja ia tidak bisa lepas dari orang yang mempunyai tenaga cukup kuat itu.
“Aku akan melepaskan, asal kamu diam.” ucap Rayyan yang masih membekap mulut Serena dari belakang.
Serena sangat terkejut saat mendengar suara Rayyan. Pria yang ingin ia hindari. Akhirnya ia hanya menurut dengan menganggukkan kepala, agar bisa segera lepas dan pergi dari pria itu.
“Diam! kamu mau lari kemana?” Rayyan kembali menarik tubuh Serena saat wanita itu hendak melarikan diri.
“Lepaskan saya! kenapa anda seperti ini? bukankah saya sudah bilang,-“
“Kamu mau kemana?” sahut Rayyan.
“Tidak penting buat anda. bukan urusan anda juga. sekarang lepaskan saya!”
“Tidak akan. Aku tidak akan melepas kamu.”
Rayyan masih memeluk Serena agar wanita itu tidak pergi. Kemudian ia melihat jam tangannya. sebentar lagi akan pesawatnya akan take off. Pasti Mama dan Papanya sudah menunggu. Namun Rayyan tidak bisa melepaskan Serena begitu saja.
__ADS_1
Entahlah. Rayyan merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Apalagi melihat Serena seperti sekarang ini. sudah dipastikan kalau wanita itu akan pergi jauh setelah kejadian semalam. Bayang-bayang masa lalu sahabatnya pun memenuhi isi kepala Rayyan. Dia tidak ingin ada kejadian yang sama seperti yang dialami Era.
Akhirnya Rayyan membawa Serena pergi menuju pos keamanan. Entah apa yang akan dia lakukan pada Serena.
“Permisi, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” tanya petugas keamanan itu dengan ramah.
“Pak, saya minta tolong. Tolong jaga sebentar wanita ini. dia baru saja mau mencuri dompet saya.”
Serena membelalakkan matanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Rayyan.
“Baik, Tuan. Akan saya amankan.”
“Tidak perlu. Biar saya urus sendiri. Saya hanya titip sebentar, karena saya mengenal wanita ini. biar nanti menjadi urusan saya.”
Mungkin hari ini memang hari sial bagi Serena. Nyatanya, petugas keamanan itu lebih mempercayai ucapan Rayyan. Sedangkan Rayyan pun segera pergi untuk menghampiri Mama dan Papanya. Ya, Rayyan akan menunda keberangkatannya dulu. dengan alasan ada paanggilan mendadak dari adiknya mengenai perusahaan.
“Kamu kabari Papa secepatnya kalau ada apa-apa.” ujar Papa Chan yang tampak khawatir.
**
“Anda mau bawa saya ke mana? Saya mau pergi. Pesawatnya sebentar lagi berangkat.”
Rayyan membawa Serena keluar dari bandara. Dia mencari taksi untuk membawanya pergi ke suatu tempat. Rayyan sama sekali tidak mempedulikan ucapan Serena. Dia terus menggandeng wanita itu.
Kini mereka sudah di dalam taksi. Keduanya sama-sama diam. Serena akhirnya pasrah. hatinya sudah terlalu lelah menghadapi pria yang tidak begitu ia kenal itu. sedangkan Rayyan diam memang ia ingin bicara dengan Serena di tempat yang cukup nyaman.
Setelah beberapa saat, taksi yang mereka tumpangi sudah tiba di sebuah apartemen. Apartemen milik Arga, teman Rayyan. Kebetulan pria itu sedang bepergian, jadi Rayyan tadi meminta ijin sebentar untuk singgah di unit apartemennya.
*
“Kenapa anda bawa saya ke sini? saya tidak mau lagi bertemu dengan anda.” Dengan menahan rasa ketakutannya, Serena memberanikan diri bicara pada Rayyan.
__ADS_1
“Justru aku yang tanya. Kamu mau kemana? Apa kamu mau kabur dari kota ini? bagaimana kalau kejadian tadi malam membuahkan hasil?”
Deg
Serena terkejut dengan ucapan Rayyan. Kenapa Rayyan sampai berpikiran ke sana. Bukankah tadi pagi pria itu sudah merendahkan harga dirinya.
“Aku nggak akan biarkan kamu pergi sebelum aku tahu apakah kamu hamil atau tidak setelah kejadian semalam.” Tambahnya.
“Anda tenang saja. jangan khawatir! Saya bukan wanita yang memanfaatkan kekayaan anda dengan kehamilan. Lagian saya tidak akan hamil kalau hanya melakukan sekali saja. jadi, lebih baik saya pergi sekarang dan saya janji tidak akan menampakkan wajah saya di hadapan Tuan.” Ucap Serena dengan yakin. Kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju pintu keluar.
Rayyan tidak terima dengan ucapan Serena baru saja. wanita itu seolah menghinanya. Menghina kualitas sper manya. Walaupun awalnya dia juga menyangka kalau hanya melakukan sekali tidak akan mungkin jadi. Tapi, ucapan Serena sudah membuat harga dirinya jatuh.
“Baiklah kalau kamu yakin dengan melakukan sekali tidak akan hamil,” ucap Rayyan sengaja menjeda kalimatnya. Serena diam sejenak. Tak lama kemudian dia merasa tubuhnya melayang. Karena Rayyan sudah menggendongnya, dan membawa masuk ke dalam kamar.
“Aku akan melakukannya sekali lagi agar kamu percaya kalau aku bisa membuatmu hamil anakku.” Ucap Rayyan sebelum menghempaskan tubuh Serena ke atas ranjang.
Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan Rayyan untuk bertanggung jawab atas perbuatannya pada Serena. Jadi, satu-satunya cara adalah membuat wanita itu hamil. Terlebih, dia lah pria pertama yang sudah menyentuh Serena.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
Duh, Ray!! Kok jadi begini sih?🤦♀️🤦♀️
Guys, misal kisah Rayyan sama Serena ini othor jadikan Season 2 gmn? Jadi kisah Era dan Pasha sdh bukan yg utama lagi. Hanya selingan gitu. Voting ya? Ditunggu di kolom komentar. Trims🤗
__ADS_1