
Seharian ini tidak ada yang dilakukan oleh Era di rumah, kecuali rebahan. Mau menghubungi teman-temannya juga tidak mungkin jika di jam kerja seperti ini. menonton acara tv pun malas kalau hanya itu-itu saja acaranya.
Akhirnya Era berselancar di dunia maya. Ia melihat beberapa pstingan fot teman-temannya juga beberapa akun yang dia ikuti. Namun tiba-tiba saja dia teringat dengan akun media sosial milik Pasha.lalu dibukalah kembali akun itu.
Entah kenapa Era sangat penasaran dengan Pasha. pria menyebalkan yang selalu membuat hari-harinya penuh dengan emosi itu akhir-akhir ini bisa membuat perubahan dalam hatinya.
Era melihat akun milik Pasha. dan masih sama. Tidak ada foto terbaru yang diunggah oleh pria itu. hanya saja hampir keseluruhan foto yang diunggah oleh Pasha berhubungan dengan otomotif. Itu artinya Pasha penggemar otomotif. Pantas saja saat itu dia menemukan akun Pasha melalui akun milik temannya yang merupakan seebgram di dunia otomotif.
Era melihat salah satu foto Pasha di mana dia sedang bercengkrama bersama sang kakak yaitu Queen. Kedua kakak beradik itu terlihat begitu rukun. Bahkan keduanya memiliki garis wajah yang sangat mirip. Queen yang cantik dan Pasha yang tamp,-
“Eh apaan sih kok jadi muji itu bocah.” Sesal Era saat hendak memuji ketampanan Pasha.
**
Sore harinya keadaan Era sudah bertambah baik. Karema dia juga teratur minum obatnya. Mungkin besok dia akan kembali lagi ke rumah sakit untuk periksa sesuai dengan anjuran dokter kemarin.
Era kini sudah terlihat lebih segar dengan penampilan ala rumahan. Tak lama kemudian ia mendengar suara berisik dari luar rumahnya. Kemudian disusul suara ketukan pintu dari luar. Era pun yang merasa penasaran, dia langsung membuka pintunya.
Cklek
“Juleha!!!” ucap beberapa orang secara bersamaan saat Era baru saja membuka pintu rumahnya.
“Kalian?” Era terharu dengan kedatangan teman-teman divisinya. Setelah itu mengajak beberapa orang itu untuk masuk. Sungguh Era tidak menyangka kalau teman-temannya akan datang hanya untuk menjenguk sekaligus melihat keadaannya.
“Bagaimana kabar kamu, Juleha? Tahu nggak, kantor terasa sepi nggak ada Ibu kepalanya.” Seloroh Tatia dan diangguki oleh teman-teman lainnya.
“Terima kasih banyak kalian sudah meluangkan waktu datang ke sini untuk menjengukku. Aku sudah sehat kok. Itu semua doa dari kalian. besok aku akan periksa lagi untuk memastikan bagaimana keadaanku.”
“Aku doain semoga cepat sembuh dan segera masuk kantor. kamu tahu nggak, Jul! Gala kelimpungan tuh nggak ada kamu sehari di kantor.”
Semua teman-teman Era tergelak mendengar ucapan Tatia. Sedangkan Gala hanya tersenyum kaku, karena apa yang dikatakan oleh Tatia benar adanya.
__ADS_1
“Kenapa kelimpungan kamu, Gal? tuh si Via juga nganggur.” Jawab Era sambil menoleh ke arah Via.
“Nggak ah, Jul. Gala nggak pernah mau aku ajak nonton. Jadi dia bukan tipeku.” Sahut Via jujur.
“Kamu sih ngajaknya nonton, Vi. Coba kamu ajak nongkrong di pinggir jalan sambil makan di kaki lima. Semangat tuh Gala. Bener nggak, Gal?” Tatia kembali berujar hingga membuat heboh orang seisi rumah.
“Ya terserah kamu deh, Tat! Via juga ngajaknya pas tanggal tua. Jadi aku tolak lah. Sorry ya, Vi!” Gala mencari pembelaan.
“Helehh… kapan kamu punya tanggal muda. Tanggal kamu tua teruss..”
Semua orang kembali tertawa. Dan hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi Era yang sedang kurang enak badan. Memang Era akui kalau teman-teman divisinya tampak kompak. Mereka tidak pernah ada kesenjangan sosial antara satu dengan yang lainnya. Kalau ada salah satu teman yang kesusahan pun selalu kompak untuk memberikan dukungan.
Cukup lama teman-teman Era di sana. Era pun sampai memesankan makan malam untuk mereka. Maklum saja, mereka juga baru pulang dari kantor, yang pastinya semua kelaparan.
Di saat teman-teman Era sedang menikmati makanan yang dipesankan Era melalui aplikasi online, tiba-tiba saja mereka terkejut saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Padahal pintu itu sedang terbuka.
“Selamat malam!”
Semua teman-teman Era melongo. Mereka terkejut dengan kedatangan atasan mereka ke rumah kepala HRD. Berbagai macam pikiran pun memenuhi otak mereka hingga pikiran-pikiran itu bermusyawarah dan menghasilkan pendapat yang sama, yaitu pasti ada sesuatu antara Ceo mereka dengan kepala HRD yang tak lain adalah Era.
“Bagaimana keadaan kamu, Era?” tanya Pasha tanpa peduli dengan tatapan karyawannya yang sejak tadi terus memperhatikannya.
“Baik. Silakan masuk!”
Era mendadak bingung sendiri. Meskipun ia sudah memberi kesempatan pada Pasha, namun dia tidak ingin orang lain tahu termasuk teman-temannya.
Teman-teman Era langsung minggir dan mempersilakan Pasha untuk duduk. Meskipun Pasha adalah atasan mereka dan ini sudah bukan lagi jam kerja, tetap mereka menghormati bos mereka dengan mempersilakan Pasha duduk.
“Kalian juga di sini ternyata. Saya datang ke sini memang ingin menjenguk Era sebagai kepala HRD kita. Tidak ada maksud yang lain. Kalaupun yang sakit bukan Era, saya juga akan menjenguknya.” Ucap Pasha seolah menjawab rasa penasaran teman-teman Era, sekaligus membuat Era lega.
“Iya, Tuan.” Jawab mereka kompak.
__ADS_1
Suasana pun tiba-tiba menjadi canggung. Teman-teman Era sudah tidak berani lagi berkelakar saat tiba-tiba kedatangan Pasha. hingga akhirnya mereka memilih untuk pamit.
“Kami pulang dulu ya, Jul! semoga cepat sembuh dan bisa masuk kerja lagi.” ucap Tatia mewakili teman-temannya.
“Terima kasih banyak atas kedatangan kalian. pasti, aku akan segera masuk kantor. kalian hati-hati ya di jalan!”
Teman-teman Era juga berpamitan pada Pasha. setelah itu Era mengantar teman-temannya sampai depan rumah. lalu kembali lagi masuk ke rumah menemui Pasha.
Kini mode sewot Era kembali lagi. padahal dalam lubuk hatinya dia senang dengan perhatian Pasha. tapi entahlah, sebenarnya apa yang membuat Era sewot pada Pasha.
“Ini, aku bawakan kue. Kamu makan semoga suka.” Ucap Pasha.
“Nggak perlu repot-repot seperti ini. dan kamu jangan sering-sering datang ke sini. bukankah tadi pagi juga sudah ke sini. bagaimana kalau teman-temanku tahu dan menganggap kita ada hubungan khusus?”
“Aku tidak masalah. Meskipun aku masih dalam tahap mengambil hatimu, tapi aku sangat yakin kalau aku bisa mendapatkannya. Jadi tidak masalah jika semua orang tahu.”
“Tapi aku yang tidak mau seperti itu.” entahlah, kenapa ada keraguan dalam hati Era. Meskipun jika nanti Pasha berhasil mendapatkan hatinya, sepertinya ada sebuah batu besar yang mengganjalnya dan menghalangi hubungannya.
Pasha pun tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Era. Lebih baik ia mengalah dulu dan menuruti bagaimana kemauan Era. Daripada kesempatan itu hilang begitu saja.
“Maaf. Baiklah, aku akan ikut seperti mau kamu. Tapi untuk kali ini saja, biarkan aku di sini dulu. aku ingin melihat keadaan kamu.”
Era tertegun mendengar ucapan Pasha. kemana sifat bocah Pasha yang sejak kemarin-kemarin ia lihat, bahkan selalu menjengkelkan. Era kali ini melihat sosok pria dewasa dalam diri Pasha. apakah memang sifat Pasha bisa berubah-ubah.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!