Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
75. Surat Resign


__ADS_3

Setelah dari acara kemping yang membawa mereka ke dalam lembah dosa, seharian ini yang dilakukan Era hanya tiduran saja. bahkan ia sama sekali tidak keluar kamar. seluruh badannya remuk. Rasanya ingin tidur terus. Makan saja ia sampai memesan melalui aplikasi online. Setelahnya, ia akan tidur lagi.


Seharian malas-malasan di dalam kamar tanpa memegang ponselnya sama sekali membuat Era penasaran. Mungkin saja Pasha mengirim pesan padanya. Maklum saja, kalau Era sudah dalam mode mager, ponselnya selalu ia abaikan. Apalagi disetting dalam mode senyap.


“Nggak ada apa-apa.” Gumam Era setelah mengecek ponselnya tidak ada pesan masuk ataupun panggilan dari Pasha.


“Apa mungkin dia juga kecapekan?” batinnya lagi.


Era menimbang-nimbang, apakah lebih baik ia menghubungi Pasha saja. karena memang tidak biasanya pria itu seharian tidak menghubunginya.


Akhirya Era memutuskan untuk menghubungi Pasha. namun ternyata ponsel kekasihnya itu tidak aktif. Lalu Era melihat waktu yang tertera kapan terakhir kali Pasha aktif.ternyata semalam. Lebih tepatnya setelah mengantar dirinya pulang.


Tidak tenang. Tentu saja perasaan itu ada dalam hati Era. Khawatir jika kenapa-napa dengan Pasha. sakit, atau ada musibah. Meskipun satu hal yang paling Era takutkan. Yaitu Pasha pergi meninggalkannya. Tapi Era buru-buru menepis pikiran buruk itu. lagi pula tidak mungkin Pasha melakukan hal itu padanya. Terlebih kemarin ia mendengar sendiri dari mulut Pasha kalau dia sangat mencintainya, dan segera memperkenalkan dirinya pada kedua orang tua Pasha.


Era akhirnya mencoba berpikiran positif. Tidak akan ada apa-apa dengan Pasha. besok juga sudah kembali bekerja. Otomatis akan bertemu dengan pria itu.


*


Malam harinya, Era merasa badannya sudah lebih baik. Meskipun masih meninggalkan sedikit rasa ngilu pada bagian intinya. Ya, mungkin memang seperti itu rasanya bagi yang pertama kali melakukan.


Era tiba-tiba merasa sangat suntuk. Tidak ada yang ia kerjakan di rumah. seharian tiduran saja ternyata sangat membosankan. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar mencari udara segar.


Era pergi ke salah satu café yang tak jauh dari kompleks perumahannya. Meskipun sendiri, setidaknya berada di keramaian bisa menghilangkan penatnya.


Setibanya di café, Era lagsung memesan minuman. Di sana juga kebetulan ada musik hiburan dari band local yang selalu perform di waktu weekend. Era sangat menikmati alunan musik itu. apalagi lagunya menggambarkan suasana hatinya yang sedang merindukan seseorang.


Cukup lama Era menikmati waktunya di café itu seorang diri. Hingga ia memutuskan untuk pulang, karena sudah merasa cukup terhibur dan rasa penatnya juga menghilang.

__ADS_1


Setelah membayar minumannya, Era langsung pulang. mungkin sesampainya di rumah nanti ia akan cepat menemui kantuknya. Namun tanpa sengaja, saat di parkiran dia melihat seseorang yang sangat mirip dengan Pasha. bahkan mobilnya pun sama. Ya, karena memang dia Pasha.


Era melihat Pasha baru saja masuk ke dalam mobilnya. Sebelum kaca mobilnya tertutup sepenuhnya, netra Era menangkap sosok perempuan yang sedang duduk tepat di samping bangku kemudi. Hanya saja wajah perempuan itu tidak begitu jelas.


Era memejamkan matanya sambil menghirup oksigen banyak-banyak. Mencoba untuk tidak berpikir macam-macam. Kemudian ia segera masuk ke dalam mobil, dan pulang.


***


Pagi harinya, Era sudah siap untuk memulai aktivitasnya. Setelah menghabiskan weekendnya dengan berlibur, ia harus kembali bersemangat untuk menjalani rutinitasnya.


Seperti biasa, Era akan memasakan dan membawakan bekal untuk Pasha. dan Era nanti juga akan meminta penjelasan pada kekasihnya itu tentang semalam saat tidak sengaja bertemu di café.


Era melihat ponselnya juga masih belum ada balasan dari Pasha. karena semalam setelah pulang dari café, Era mengirim pesan pada Pasha. namun sayangnya pesan itu sampai saat ini belum terkirim. Dan ponsel Pasha masih belum aktif.


Beberapa saat kemudian Era sudah tiba di kantor. seperti biasa, ia berangkat paling awal kalau mengendarai mobilnya sendiri. Dan teman-temannya juga masih belum ada yang datang.


Sesampainya di ruang kerjanya, Era mencoba menghubungi Pasha untuk memberikan bekal yang sudah ia bawa tadi.


Mau menghampiri ke ruangannya pun rasanya tidak etis. Selain Era masih belum ingin terbuka tentang hubungannya dengan Pasha, dia juga malas jika nanti bertemu dengan Yeslin. Akhirnya Era membiarkan bekal Pasha masih ia bawa. Nanti saja ia menghubungi pria itu lagi.


Kini waktu bekerja sudah dimulai. Era fokus dengan pekerjaannya. Bagaimana pun suasana hatinya sekarang, ia harus tetap professional. Tidak mencampur adukkan pekerjaan dengan masalah pribadi.


Saat sedang sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar. Era pikir itu adalah Pasha. ternyata bukan.


“Eh, kamu Tat. Ada apa? Tumben sekali pakai ketuk pintu. Biasanya juga langsung nyelonong masuk.” Ucap Era tanpa memperhatikan raut wajah Tatia yang sedikit lebih berbeda dari biasanya.


“Ini, Jul!” Tatia duduk sambil menyodorkan sebuah amplop ke hadapan Era.

__ADS_1


“Apa ini?” dengan bingung Era mengambil amplop itu dan membukanya.


Perasaan Era semakin tidak tenang saat mengetahui bahwa isi amplop itu adalah sebuah surat. Surat yang seringkali ia terima dari karyawan yang memutuskan untuk resign dari perusahaan ini. dan ternyata memang benar. Tatia memberikan surat resign pada Era.


“Dengarkan penjelasanku dulu, Jul!” ucap Tatia sebelum Era bertanya padanya dengan mata berkaca-kaca.


“Kandunganku bermasalah. Dua hari kemarin aku menjalani rawat inap karena aku hamir keguguran.”


Dada Era semakin sesak mendengar kabar buruk dari sahabatnya itu. bagaimana bisa ia tidak tahu sama sekali tentang kabar itu. sedangkan dirinya malah asyik berduaan dengan Pasha yang bahkan setelah liburan itu sampai saat ini pria itu seperti sengaja menghilang.


“Maafkan aku, Tat. Kenapa kamu tidak memberitahuku?”


Tatia hanya menggelengkan kepalanya. Entah apa maksudnya. Yang pasti Tatia juga sangat berat jika harus resign dari pekerjaan ini. tapi kesehatan kandungannya jauh lebih penting dari apapun.


“Kamu tenang saja, Jul. kita masih bisa bertemu kok. Kamu bisa datang ke apartemenku. Karena setelah ini aku harus bed rest. Ini saja aku Cuma sebentar mau kasih surat pengunduran diriku. Setelah itu langsung pulang. oh iya, tadi aku juga sudah memberikan satu surat untuk atasan. Tai sayangnya brondong kamu tidak hadir hari ini. jadi aku berikan pada sekretaris Tuan Nabil.”


Era tidak bisa berkata-kata lagi. dia juga tidak bisa melarang Tatia, sahabatnya untuk tidak resign. Karena memang berhubungan dengan kesehatan kandungannya. Terlebih Tatia sudah lama sekali menantikan hadirnya buah hati.


Lalu mengenai kabar ketidak hadiran Pasha hari ini, entah mengapa hati Era tiba-tiba sesak. Kenapa Pasha juga tiba-tiba seperti ini sikapnya. Atau memang kebanyakan pria seperti itu. jika sudah mendapatkan sesuatu dari seorang perempuan, dia akan bersikap seperti ini.


“Jul, kamu jangan nangis gitu dong! Aku jadi ikut sedih loh. Padahal kita masih bisa bertemu, masih bisa sahabatan seperti biasanya.” Ucap Tatia yang mengartikan lain dari tetesan air mata Era.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2