Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
65. Hubungan Baik


__ADS_3

Pasha sebenarnya sudah lelah dan ingin segera istirahat. Namun pertanyaan Papanya dengan raut wajah yang tak biasa itu membuat Pasha harus meluruskan sesuatu agar tidak membuat sang Papa berpikiran buruk padanya.


Pasha pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar lebih dulu. ia menuju ruang tengah yang hanya beberapa langkah saja dari tangga. Papa Nabil pun mengikuti putranya.


“Papa tidak masalah jika kamu menolak menjalin hubungan dengan Yeslin waktu itu. Papa juga tidak melarang kamu mempunyai kekasih. Tapi Papa akan sangat marah jika menjadi kekasih kamu itu adalah perempuan yang tidak lebih baik dari Yeslin.” Ucap Papa Nabil.


Bukan apa-apa Papa Nabil mengatakan itu. hanya saja pria itu tidak ingin anaknya memiliki hubungan dengan perempuan yang tidak baik. Apalagi Pasha sampai pulang di atas jam normal berkunjung ke rumah seorang perempuan.


“Apa maksud Papa?” tanya Pasha tak mengerti.


“Kamu harusnya sudah tahu. Apa pantas jam segini kamu baru pulang dari rumah seorang perempuan. Karena itu sama artinya dengan,-“


“Papa jangan khawatir! Pasha tetap menjaga norma yang berlaku di keluar kita, Pa. dan Pasha berani jamin kalau perempuan yang menjadi kekasih Pasha adalah perempuan baik-baik. Tapi, maaf Pa. Pasha belum bisa memperkenalkan dia sama Papa dan Mama.”


Papa Nabil pun bernafas lega setelah mendengar penjelasan sang putra. Itu artinya Pasha benar-benar mematuhi peraturan yang pernah ia buat bersama istrinya. Mengingat dirinya pernah mempunyai masa lalu buruk dengan sang istri di awal perjalanan cintanya dulu. jadi, Papa Nabil tidak ingin hal itu terjadi pada anak laki-lakinya.


Sebelumnya Papa Nabil juga sempat menduga-duga kalau perempuan yang menjadi kekasih anaknya adalah kepala HRD di perusahaannya, yang tak lain adalah Era. Tapi entahlah, dugaannya itu benar apa salah. Apalagi Pasha bisa pulang sampai jam segini. Jika dibandingkan dengan sikap Era, tentu saja perempuan itu juga pasti mengerti aturan seseorang bertamu. Tapi setelah itu ia kembalikan lagi pada yang bersangkutan. Yaitu Pasha.


“Ya sudah. Papa lega mendengarnya. Papa hanya berharap kamu tetap menjaga hubungan baik dengan Yeslin. Walau Papa sendiri tahu kalau dia pasti masih kecewa.”


Pasha tampak terdiam. Menjaga hubungan baik yang seperti apa yang diinginkan Papanya. Bahkan Yeslin tadi sore sudah mulai membuat ulah pada Era. Namun Pasha memilih diam saja, tidak memberitahukan hal itu pada Papanya.


Setelah perbincangan singkat itu, Pasha pun akhirnya masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Begitu juga dengan Papa Nabil.


***


Keesoakn harinya. Semua orang kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. Salah satunya bekerja. Karena bekerja adalah tujuan kebanyakan orang untuk mempertahankan hidup.


Begitu juga dengan Era. Pagi ini ia akan berangkat ke kantor seperti biasa. Yaitu lebih pagi dari biasanya. Jujur saja, meskipun tidak ada kabar tentang Hagi, perasaannya masih was-was.


Era kini sudah keluar dari rumahnya. Setelah mengunci pintu rumahnya, tiba-tiba ia merasakan vibrasi ponselnya dari dalam tas. Tak ingin penasaran, ia pun mengceknya dulu, siapa tahu ada pesan penting.

__ADS_1


“Halo, Sayang! Apa kamu merindukanku?”


Deg


Niat dan semangat Era yang sejak tadi pagi sudah ia tata dengan rapi, kini berantakan saat membaca pesan dari seseorang yang akhir-akhir ini membuat hidupnya tidak tenang. Siapa lagi kalau bukan Hagi.


Tanpa berminat untuk membalas pesan itu, Era segera berangkat ke kantor. lebih baik melupakan sejenak kerumitan hidupnya yang telah diusik oleh Hagi. Siapa tahu hari ini, dengan kerja kerasnya tiba-tiba mendapat uang yang banyak agar bisa segera melunasi hutangnya pada Hagi.


Era teringat semalam, sebelum tidur. Ia mendapat panggilan dari Pamannya. Ada kabar kurang sedap yang datang dari orang tua asuhnya. Yaitu Bibinya tengah sakit. Entah kenapa Era tidak ada niatan untuk menjenguk Bibinya. Padahal wanita itu yang telah merawatnya sejak kecil. Apalagi alasannya kalau bukan tentang hutang itu.


Sebenarnya alasan Bibinya meminjam uang pada Hagi masih dibilang masuk akal. Untuk pengobatan sepupunya yang saat itu setiap bulan cuci darah, sedangkan pamannya tidak punya pekerjaan tetap setelah di phk dari perusahaan. Hanya saja, cara licik yang dilakukan Hagi untuk menjeratnya, membuat Era muak dengan keluarga Pamannya. Kalau saja sedari awal Bibinya bilang, mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya.


Namun Era berusaha menyikapinya dengan bijak. Ini mungkin sudah jalan hidupnya. Selama ini cukup lancar-lancar saja perjalanannya. Hingga pada akhirnya Hagi muncul di kehidupannya lagi, dengan membawa sejuta masalah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


***


Sementara itu pagi ini Pasha yang juga hendak berangkat ke kantor, tiba-tiba saja ia mendapat panggilan dari Jerry.


Pasha tidak ingin saat Hagi tiba di kota ini langsung bertemu dengan Era. Jadi ia meminta Jery mengatur semuanya agar ia bisa bertemu dengan pria itu. tentunya dengan membayar semua hutang Bibi Era.


**


Pasha sudah tiba di kantor. pagi ini ia ada meeting dengan beberapa petinggi perusahaan. Kemudian siangnya ia baru bisa menemui Hagi.


Sebelum ia menuju ruangannya, Pasha menemui Era dulu. mungkin untuk penyemangatnya pagi ini sebelum memulai aktivitas kantor.


“King! Kamu mau kemana?” seru seseorang yang berhasil menghentikan langkah Pasha.


“Kerjakan tugasmu, dan jangan ikut campur urusan atasanmu!” jawab Pasha pada perempuan itu yang tak lain adalah Yeslin.


Setelah mengatakan itu, Pasha melihat Yeslin segera masuk ke dalam lift dengan wajah kesalnya. Apakah Pasha peduli? Terlebih dengan pesan yang Papanya sampaikan semalam. Tentu saja tidak.

__ADS_1


Kini Pasha sudah masuk ke dalam ruang kerja Era. Beberapa teman divisi Era yang melihat Pasha masuk ke dalam ruangan Kepala HRD hanya mengangguk hormat, tanpa banyak berkomentar. Mungkin setelah itu, mereka baru menginterogasi Era secara langsung.


“Selamat pagi My Princess!”


“Kamu bisa nggak sih kalau masuk itu ketuk pintu dulu? harusnya sebagai atasan, kamu bisa memberi contoh yang baik pada bawahan kamu.” Gerutu Era sambil mengeluarkan bekal makan untuk Pasha.


Sedangkan Pasha hanya senyum-senyum tidak jelas melihat ocehan Era pagi ini. bukannya marah, ia malah senang.


“Nih, buat makan siang kamu nanti!”


“Makasih My Princess! Apa tidak ada yang lainnya?” tanya Pasha sambil mengerlingkan matanya.


“Nggak ada. Cepat sana, ke ruanganmu!” usirnya mode galak.


***


Sementara itu siang ini, tepatnya di sebuah ruangan seorang pimpinan sebuah perusahaan, tampak seorang pria yang tengah bersiap untuk pergi menemui wanita pujaan hatinya.


Hagi akan nekat ke tempat kerja Era demi bisa makan siang bersama perempuan itu. beberapa hari sibuk di luar kota, membuat Hagi sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan Era. Padahal Era justru sangat lega.


“Permisi, Tuan! Di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan anda.” ucap asisten Hagi yang baru saja masuk ke ruangan bosnya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2