Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
58. Hanya Terobsesi


__ADS_3

Queen gemas sendiri dengan adiknya yang hanya memberi informasi setengah-setengah seperti itu. lantas apa Mama dan Papanya sudah tahu kalau Pasha saat ini sedang menjalin hubungan dengan Era. Queen pun segera turun dan menemui Mamanya untuk mengorek informasi mengenai urusan asmara adiknya.


Sebenarnya Queen juga tidak mempermasalahkan dengan siapa Pasha akan menjadi kekasih atau bahkan pendamping hidup adiknya kelak. Dengan Yeslin pun yang statusnya adalah keponakan dari suaminya, tapi kalau Pasha tidak suka, Queen juga tidak akan memaksa. Namun yang paling membuatnya penasaran adalah kenapa harus Era yang menjadi kekasih adiknya itu. walaupun selama ini Queen tahu kalau sosok Era adalah sosok perempuan tangguh, mandiri, dan juga bijaksana. Apakah itu tidak akan jadi masalah bagi keluarganya jika sang adik mempunyai hubungan dengan perempuan yang usianya jauh di atasnya.


***


Pasha kini sedang dalam perjalanan ke rumah Era. Hari ini ia akan mengajak jalan kekasihnya. Tapi Pasha sebelumnya belum mengatakan pada Era. Jadi ia langsung saja mendatangi rumah perempuan itu.


Dan sepertinya Pasha kalah start. Sesampainya di rumah Era. Dia melihat Era baru saja masuk ke dalam mobil yang sering ia jumpai. Tentu saja mobil Hagi.


Pasha tampak mengepalkan tangannya. Kemana Era pergi? Dan kenapa Era mau pergi dengan mantan kekasihnya, kalau beberapa waktu yang lalu perempuan itu memintanya untuk tetap percaya dengan perasaannya. Dan kalau sudah begini, apa salah kalau Pasha curiga pada Era.


Akhirnya Pasha mau tidak mau harus mengikuti kemana mobil Hagi pergi membawa Era. Jujur saja dia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Era. Atau mereka berdua berbuat sesuatu di luar dugaannya.


Mobil Hagi sedang berjalan menuju ke sebuah resort yang tak jauh dari kota. Perasaan Pasha pun semakin cemas. Dan sesampainya di resort itu dia melihat Hagi membukakan pintu untuk Era lalu menggandeng tangan perempuan itu.


Pasha semakin marah. Tapi lagi-lagi dia harus belajar bersabar untuk tidak meluapkan amarahnya itu. dia terus mengikuti kemana langkah Hagi dan Era.


Ternyata mereka berdua menuju ke sebuah café kecil yang ada di resort itu. dan di sana sudah ada dua orang yang menunggu kedatangan Hagi. Entah apa yang mereka bahas di pertemuan itu, Pasha tidak tahu sama sekali. Yang pasti ia bisa menangkap raut tidak nyaman yang terpancar dari wajah Era. Era seperti tertekan dengan itu semua.


Akhirnya Pasha memilih menjauh sejenak dari Hagi dan Era yang entah sedang bertemu dengan siapa. Pasha tidak ingin terus dihantui rasa penasaran. Ia segera menghubungi seseorang untuk mencari informasi tentang mantan kekasih Era. Sekaligus mencari informasi tentang kedekatan Era dengan mantannya itu.


Pasha meminta waktu tidak lebih dari seminggu untuk mendapatkan smeua informasi itu. karena dia sangat yakin kalau akan membutuhkan banyak waktu untuk mengorek informasi tentang Hagi, termasuk masa lalu pria itu dengan Era.


Menganggap tidak akan terjadi sesuatu antara Era dan Hagi, akhirnya Pasha memutuskan untuk pulang. dia juga sudah meminta seseorang datang ke resort ini untuk terus mengawasi dan mengabarkan apa saja yang dilakukan oleh Era dan manta kekasihnya nanti.


***

__ADS_1


Sore harinya Pasha baru pulang ke rumahnya. Karena ia tadi menunggu kabar dari orang suruhannya yang ia minta untuk memantau Era dan Hagi di resort tadi. dan dari hasil yang Pasha dapatkan, Hagi tampak sedang meeting dengan kliennya. Bukan membahas masalah pekerjaan. Hanya acara santai saja. mereka saling memperkenalkan pasangan masing-masing. Termasuk Hagi yang memperkenalkan Era sebagai kekasihnya.


Orang suruhan Pasha juga menyampaikan kalau Era terlihat sekali tidak nyaman dalam acara itu. dia terus memasang wajah masamnya. Ya jelas saja, karena Hagi hanya memanfaatkannya. Dan setelah acara itu, Hagi juga langsung mengantar Era pulang ke rumahnya.


Kini Pasha sudah memasuki rumahnya. Keluarga Yeslin ternyata sudah datang. Pasha hanya menyapa sebentar, lalu masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap. Walau acara makan malamnya masih lama, jadi Pasha hanya beralasan saja, karena dia sangat malas bertemu dengan Yeslin.


Malam menjelang acara makan malam itu, Pasha baru keluar dari kamarnya. Dia langsung menuju ruang makan di mana semua keluarganya juga keluarga Yeslin sudah ada di sana.


“Kenapa lama sekali sih, King?” tanya Queen yang kesal sendiri dengan adiknya.


“Tadi ada pekerjaan. Maaf semuanya!” jawab Pasha.


“Ya sudah, lebih baik kita makan dulu. Mari Tuan Mahendra!” ujar Papa Nabil.


Mereka semua pun akhirnya mulai menikmati makan itu. Mama Yeslin memberi kode pada putrinya untuk mengambilkan makanan buat Pasha. namun sayangnya sebelum Yeslin bertindak, Pasha sudah lebih dulu memenuhi piringnya.


“Terima kasih.” Mama Shanum menjawabnya dengan ramah.


“Tidak salah jika Yeslin nanti memiliki mertua seperti Jeng Shanum. Pasti setiap hari akan diajari memasak dan melayani suami dengan baik. Maklum saja, Jeng saya dan suami saya kan berada di luar negeri. jadi kami kurang punya banyak waktu untuk Yeslin.” Tambah Nyonya Mahendra.


Wajah Yeslin pun langsung merona mendengar ucapan Mamanya baru saja. dia pasti sangat senang jika setiap hari diajari memasak oleh Mama mertuanya. dan itu artinya dirinya nanti sudah berstatus sebagai istri Pasha.


Sedangkan Pasha tidak memberikan reaksi apapun saat mendengarkan obrolan Mamanya dan Mama Yeslin. Dia memilih menghabiskan makanannya dulu, baru bicara pada inti bahasan yang akan ia sampaikan.


Dan waktu itu pun tiba. Semua orang yang ada di ruang makan itu juga sudah menghabiskan makanannya. Mungkin tinggal menikmati hidangan penutup saja.


“Mohon maaf Om dan Tante Mahendra! Sebelumnya saya ingin menyampaikan, ehm mungkin lebih tepatnya meluruskan sesuatu yang selama ini masih belum jelas.” Ucap Pasha membuka pbrolan itu.

__ADS_1


Mama Shanum dan Papa Nabil tampak was-was. Bagaimana pun juga itu adalah keputusan putranya. Tapi tetap saja sebagai orang tua, mereka tidak enak dengan kedua orang tua Yeslin.


“Ada apa sih, King? Katakan saja, kami siap mendengarnya.” Ujar Mama Yeslin tanpa mempunyi pikiran buruk sedikit pun.


“Maaf, untuk kamu Yeslin, sejak dulu sejak kita masih sekolah, aku selalu menganggapmu teman baik. Begitu juga sampai sekarang.”


Deg


Semua orang tercengang. Khususnya Yeslin dan kedua orang tuanya. Bahkan wajah Yeslin sudah memerah dan matanya berkaca-kaca. Dia tidak menyangka kalau malam ini cintanya ditolak oleh Pasha. bahkan di hadapan kedua orang tuanya.


“Kenapa, King? Bukankah kalian masih punya banyak waktu untuk melakukan pendekatan? Apalagi Yeslin menjadi sekretarismu.” Sahut Tuan Mahendra yang jujur saja tidak terima dengan penolakan Pasha.


“Benar yang Om Mahendra katakan. Tapi untuk masalah hati itu tidak bisa dibohongi. Saya yakin kalau Yeslin nanti akan mendapatkan seseorang yang tepat dan mencintainya. Dan satu lagi, saya sudah memiliki kekasih.” Jawab Pasha dan membuat smeua orang yang berada di meja makan itu terkejut. Kecuali Queen.


“Siapa? Katakan padaku, King! Siapa orang yang beruntung mendapatkan hatimu? Tunjukkan padaku!” tanya Yeslin dengan penuh amarah.


“Tidak perlu kamu tahu, Yes. Karena aku tahu kalau kamu tidak cinta aku, kamu hanya terobsesi untuk memiliku. Terbukti sekarang bagaimana reaksi kamu saat aku mengatakan sudah memiliki kekasih? Aku harap kamu bisa berubah, Yes. Maafkan atas semua ucapanku. permisi semuanya!” Jawab Pasha cukup tenang, lalu dia memilih keluar lebih dulu dari ruang makan itu.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2