Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
S2 (132) Benda Lunglai


__ADS_3

Rayyan menggendong Serena seperti anak koala. Sesampainya di kamar, Rayyan menurunkan istrinya dengan pelan dan hati-hati. Kalau tidak ingat dengan nyawa yang sedang ada dalam rahim Serena, mungkin Rayyan akan main seruduk saja saat Serena memberikan sinyal positif untuk menjamahnya.


Kedua pasang netra itu saling mentapa dalam. Bukan tatapan penuh napsu yang lebih mendominasi, melainkan tatapan penuh cinta.


Serena yang sadar telah menantang Rayyan, mendadak perasaannya sangat gugup. Apalagi pria itu semakin mendekatkan wajahnya dan ingin menggapai bibirnya.


Perlahan Serena menutup matanya, demi menjaga degupan jantungnya. Sedangkan Rayyan tampak mengulas senyum saat melihat reaksi istrinya seperti sedang menahan gugup.


Cup


Rayyan mengecup singkat bibir Serena. Lalu menjedanya cukup lama sengaja ingin mengerjai istrinya. Dan benar saja, Serena langsung membuka matanya. dia mengira kalau Rayyan tidak jadi memulai aktivitas ranjangnya.


“Kenapa, hem?”


“Nggak. Ehm, kalau kamu mau istirahat, silakan! Jangan seperti ini.” jawab Serena yang tiba-tiba merasa kecewa karena Rayyan sepertinya tidak ingin menyentuhnya.


“Yakin?” tanya Rayyan lagi, sambil menahan senyumnya.


“Iya. kamu jangan seperti ini, aku tidak nyaman.”


“Seperti ini bagaimana?” Rayyan tidak putus asa menggoda istrinya. Bahkan ia lebih merepatkan tubuhnya dengan tubuh Serena. Bahkan senjatanya yang masih bersembunyi di balik celananya sudah mulai mengeras, dan dapat Serena rasakan saat menekan pahanya.


“Minggir!” usirnya sesopan mungkin.


“Tapi aku tidak mau.”


Dan tanpa banyak basa-basi lagi, Rayyan kembali mendaratkan bibirnya dengan bibir Serena. Kali ini bukan sekadar kecupan. Melainkan luma tan lembut yang memabukkan.


Serena tersenyum senang dalam hati. Apalagi ciuman yang diberikan Rayyan selalu mampu membangkitkan gai rahnya. Perlahan, ia pun mengalungkan kedua tangannya pada leher Rayyan. Bahkan sesekali menekan tengkuk pria itu agar semakin dalam ciumannya.


Rayyan dengan semangat mengeksplor setiap rongga mulut Serena yang menurutnya selalu membuat candu. Rasanya setiap hari ia ingin merasakan bibir manis nan menggoda itu.

__ADS_1


Puas dengan kegiatan pertukaran saliva, Rayyan kini mulai aktif memberikan sentuhan lidahnya pada area leher jenjang Serena. Wanita menahan geli saat lidah suaminya begitu lihai memberikan kecupan di sana. Sesekali ia merasakan gigitan dan isapan embut bibir Rayyan.


“Aku mencintaimu, Seren!” gumam Rayyan, menghentikan sejenak aktivitasnya.


“Aku jugahhhhh…..”


Secara reflek Serena mengeluarkan suara indahnya saat Rayyan kembali mencum bui area lehernya. Dengan kedua tangannya sudah mulai memegang dua bongkahan besar dan padat yang ada di depan matanya.


“Tubuhmu indah sekali, Honey!” Puji Rayyan saat jemarinya sudah mulai menelusup ke balik baju Serena dan langsung menangkap dua bongkahan besar itu.


Mata Serena terpejam sambil menikmati sentuhan lembut suaminya. kini Rayyan tidak hanya menggunakan kedua tangannya saja. setelah berhasil meloloskan dua buah besar dari peraduanya itu, Rayyan langsung melahapnya rakus secara bergantian.


Karena rasa nikmat dan geli yang datang bersamaan, tangan Serena reflek meremat rambut Rayyan dan menekannya, hingga pria itu mirip sekali seperti bayi yang sedang kehausan.


Layaknya pemain yang sudah expert, Rayyan benar-benar melakukannya dengan penuh kelembutan. Saat tubuh Serena sudah dalam keadaan polos, dia pun masih bisa menahan diri untuk tidak main terjang begitu saja. justru ia sangat menikmati memandangi tubuh Serena yang benar-benar sekssi itu.


“Jangan lihat aku seperti itu!” Serena menutup kedua asetnya dengan menyilangkan tangan.


Serena mendapat perlakuan bak ratu. Dia hampir terbang ke angkasa saat Rayyan sudah mulai membeli lembut intinya yang sudah basah dan berdenyut.


Tatapan Rayyan sudah depenuhi kabut gai rah, saat salah satu jarinya sudah berhasil menerobos inti Serena.


Desa han manja pun keluar dari bibir wanita itu. membuat Rayyan tidak tahan untuk segera melesatkan senjatanya.


“Aku akan melakukannya dengan hati-hati. Kalau kamu merasa sakit, jangan sungkan untuk mengatakan.” Ucap Rayyan sebelum memasukkan senjatanya pada liang kenikmatan Serena.


Hanya anggukan kepala sebagai jawaban dari Serena. Tidak menunggu lama, Rayyan mulai menusuk-nusukkan kepala senjatanya pada bibir bawah Serena.


Perlahan namun pasti, senjata pamungkas Rayyan yang sudah berdiri kokoh itu sudah masuk dan memenuhi milik Serena.


“Nikmat sekali milik kamu, Honey.” Ujar Rayyan, sebelum akhirnya melakukan gerakan maju mundur.

__ADS_1


Ini adalah ketiga kalinya mereka menyatu. Jika kedua penyatuannya terdahulu membuat Serena kesakitan, namun kini rasanya sungguh berbeda. Bahkan rasa nikmatlah yang paling mendominasi. Suara-suara indahnya pun keluar begit saja seiring dengan gerakan Rayyan dan luma tan pada bibir dan dua asetnya.


Rayyan masih terus berpacu. Miliknya seperti sedang direma s kuat dengan milik Serena. Jadi, hanya ada kata nikmat, nikmat, dan nikmat.


Cuaca di luar yang sedang turun salju, namun di dalam kamar di sebuah apartemen malah suasana semakin memanas dengan keringat yang terus membahasi kedua tubuh insan yang sedang dimabuk asmara itu.


Serena benar-benar merasakan rileks pada tubuhnya. Mungkin aktivitas ranjang itulah alasannya. Apalagi Rayyan memperlakukannya dengan begitu lembut.


Entah berapa lama kegiatan panas itu berlangsung. Rayyan sendiri tidak ingin terlalu banyak gaya, yang justru akan membuat istrinya kelelahan. Yang terpenting sama-sama puas.


“Apa perut kamu sakit?” bisik Rayyan setelah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Serena yang masih polos.


“Tidak. Aku justru merasa rileks.” Jawab Serena jujur.


“Apa kamu sudah mulai ketagihan dengan ini?” tanya Rayyan sambil mengarahkan tangan Serena pada benda lunglai milik Rayyan.


“Awww…” pekik Serena yang merasa aneh.


“Jangan kenceng-kenceng teriaknya. Nanti kalau dia bangun lagi bagaimana?” ucap Rayyan dengan senyum menggoda.


Serena pun langsung berbalik badan demi mengurangi rasa malunya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2