Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
95. Memaafkan


__ADS_3

Kedua pasang mata itu saling menatap penuh arti. Pasha merasa seperti mimpi. Dia tidak menyangka kalau akan bertemu Era dengan penuh kejutan seperti ini. namun satu hal yang membuat emosi Pasha berkobar. Yaitu ia melihat Rayyan tampak menggandeng wanitanya dengan mesra. Apakah ada hubungan special diantara mereka berdua? Pantas saja malam itu Rayyan memintanya untuk meninggalkan Era.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Era. Ia tidak menyangka kalau akan dipertemukan dengan pria masa lalunya yang telah menorehkan luka mendalam di hatinya. Lalu tatapan Era tertuju pada seorang wanita yang penampilannya sangat sekssi sedang bergelayut manja di lengan Pasha.


“Ayo, Joel! Acaranya akan segera dimulai.” Rayyan menggandeng tangan Era menuju ballroom karena sebentar lagi acara pernikahan Khanza dimulai.


Ya, Khanza ternyata menikah dengan seorang pemgusaha muda yang bernama Zafir. Pria itu tak lain adalah rekan bisnis Pasha. sungguh dunia sangat sempit sekali. Selama dua tahun Pasha kesulitan mencari wanitanya, kini dengan mudanya ia dipertemukan dalam situasi yang begitu mengejutkan. Padahal sebelumnya Pasha berencana tidak hadir di pernikahan rekan bisnisnya ini, demi pergi ke luar negeri untuk menemukan Era. Pasha sangat bersyukur, ia memilih hadir di acara ini lebih dulu, hingga akhirnya bertemu dengan Era.


Melihat Era pergi dengan digandeng oleh Rayyan, Pasha pun akhirnya mengikutinya. Ia harus menahan amarahnya dulu saat melihat Rayyan dan Era tampak sangat akrab.


“Kamu bisa jalan sendiri, nggak?” sentak Pasha pada Serena yang sejak tadi menggandeng tangan Pasha.


“Please, Tuan Pasha! aku hanya ingin kenal dekat dengan anda. tidak ada maksud lain.” Ucap Serena yang menurut Pasha sangat aneh.


“Cari pria yang lain saja yang bisa memberimu banyak uang. Aku sudah mempunyai calon istri.” Jawab Pasha yang menganggap Serena adalah wanita yang hanya ingin mempertontonkan kemolekan tubuhnya demi rupiah.


Serene tampak terdiam setelah mendengar ucapan Pasha. entah apa yang sedang ia rasakan saat ini, dengan tatapan mata yang terlihat sendu.


***


Acara pernikahan Khanza dan Zafir pun dimulai. Sejak tadi Pasha memperhatikan Era yang begitu dekat dengan keluarga Rayyan. Baru kali ini juga ia bertemu secara langsung dengan orang tua Rayyan yang merupakan pengusaha sukses yang merajai bisnis di luar negeri.


Pasha juga baru tahu kalau istri dari rekan bisnisnya itu adalah adik dari Rayyan. Pria yang selama ini menyembunyikan identitas Era.


Mata Pasha berkaca-kaca dalam keramaian acara pesta itu. dia melihat wanita yang sangat dicintainya sangat acuh terhadapnya. Semarah itukah Era padanya. Ingin sekali ia menarik Era ke dalam pelukannya, dna membawanya pergi jauh dengan memberi kebahagiaan pada wanita itu.


Acara demi acara pun berlangsung begitu meriah. Pasha masih terus memantau pergerakan Era. Sepertinya wanita itu juga sengaja mencari tempat aman agar tidak ada celah bagi Pasha untuk bicara dengannya.


Begitu juga dengan Era. Dia sangat tidak nyaman dalam acara ini. ingin sekali ia pulang, namun sayangnya acara belum selesai. yang pasti Pasha nanti akan menghadangnya.

__ADS_1


Era menelisik ke sekeliling ballroom. Dia bisa bernafas dnegan lega saat tidak melihat Pasha di sana. Mungkin pria itu sudah pulang dengan perempuan yang tadi bersama Pasha. tapi tunggu dulu, bukankah Pasha menikah dengan Yeslin. Kenapa pria itu menghadiri pesta bersama wanita lain.


“Bukan urusanku juga.” gumam Era menyadarkan dirinya.


Merasa posisinya aman, Era sedikit menepi di acara tersebut. Sedangkan Rayyan masih menemani Papanya menemui beberapa rekan bisnisnya.


Kini Era sudah berada di luar ballroom di mana ruangan itu sangat luas dan langsung bisa melihat pemandangan kota yang cukup ramai.


Grep


Era sangat terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dengan erat. Dia masih ingat harum aroma parfum pria itu. pria masa lalunya yang telah melukai hatinya.


“Lepas!” sentak Era dan berhasil melepas pelukan Pasha.


“Jangan lagi datang ke kehidupanku!” lanjut Era dengan tatapan penuh kebencian.


“Ra, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya!” lirih Pasha penuh permohonan.


“Untuk apa aku mendengarkan penjelasan kamu. Aku tidak butuh semua itu. pergilah! Atau aku yang akan pergi?”


“Please, Ra! Semua itu hanya salah paham. Aku akui kalau aku bersalah. Tapi setidaknya beri aku waktu untuk menjelaskan semua kesalah pahaman itu, dan beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.”


Era hanya berdecih setelah mendengar ucapan Pasha. tidak tahukah pria itu kalau selama ini hidupnya sangat menderita. Dan semudah itu Pasha mengatakan kalau masalah yang terjadi itu hanya kesalah pahaman.


“Aku tidak akan mendengarkan apapun dari kamu. Aku harap kamu jangan lagi ganggu hidupku!” pungkas Era lalu pergi meninggalkan Pasha yang masih diam mematung.


“Ra! Aku sangat mencintaimu. Kabar pernikahan itu hanyalah akal-akalan Yeslin. Aku tidak pernah menikah dengannya. Yeslin melakukan itu semua agar kamu membenciku, lalu meninggalkanku.” Teriak Pasha dengan nafas tersengal, berharap Era mau mendengarkannya sebelum wanita itu pergi.


Deg

__ADS_1


Era mendengar jelas setiap kalimat yang dikatakan oleh Pasha baru saja. lalu ia menghubungkan dengan ucapan Rayyan waktu itu. di mana Rayyan bertanya, bagaimana kalau seandainya masalah yang terjadi antara dirinya dan Pasha hanya kesalah pahaman. Kini Era bertanya-tanya. Bagaimana bisa Rayyan mengetahui semua itu.


Melihat Era diam dan masih dalam posisi berdiri tak jauh darinya, Pasha pun mendekati Era. Dia berlutut di hadapan Era untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang telah ia perbuat.


“Maafkan aku, Ra! Aku berani bersumpah kalau aku tidak pernah berniat menyakiti kamu.”


“Jangan seperti ini! jangan rendahkan diri kamu hanya untuk memohon maaf padaku.” ucap Era sambil membantu Pasha agar berdiri.


“Aku sudah memaafkan kamu.” Ucap Era dengan helaan nafas panjang.


Mungkin itulah yang dimaksud oleh Rayyan tempo hari. Ia harus berdamai dengan masa lalunya, agar bisa hidup lebih tenang tanpa ada bayang-bayang masa lalunya yang sangat menyesakkan dada.


Mendengar Era sudah memaafkan kesalahannya, hati Pasha pun tampak tenang. Lalu ia meraih tangan Era.


“Terima kasih, Ra. Sekarang beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Maukah kamu memulainya dari awal?”


Tak jauh dari tempat mereka berdua, sejak tadi Rayyan memperhatikan interaksi kedua orang itu. jujur saja ada rasa tidak nyaman dalam hati Rayyan. Melihat sorot mata Era yang kemungkinan besar masih mempunyai rasa cinta untuk Pasha. akhirnya Rayyan memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2