
Selama masa persiapan pernikahan, Rayyan benar-benar mengurung Serena di rumahnya. Lebih tepatnya rumah kedua orang tuanya yang berada di Indonesia.
Meskipun Serena seperti seorang tawanan dari pria yang tidak ia kenal, namun beberapa hari ini kehidupannya cukup nyaman. Segala keperluannya disediakan oleh Rayyan. Hanya saja Rayyan sudah tidak berinteraksi lagi dengan Serena. Kecuali memang ada hal penting untuk dibicarakan.
Entah apa yang ada dalam pikiran Rayyan saat ini. dia akan menikahi Serena dengan paksa, bahkan dengan tujuan tidak jelas namun lebih ke arah yang sangat merugikan Serena. Dan satu lagi, Rayyan berjanji dalam dirinya sendiri untuk tidak menyentuh Serena. Baik sebelum menikah, maupun setelah menikah nanti. sungguh sangat aneh sekali pria itu.
**
Acara pernikahan paksa seakligus dadakan antara Rayyan dan Serena tinggal dua hari lagi. dan hari ini juga Papa dan Mamanya pulang lagi demi menikahkan anak sulungnya.
Sebenarnya Papa Chan dan Mama Feby sangat terkejut dengan kabar pernikahan Rayyan ini. mereka juga tidak diberitahu alasannya kenapa Rayyan menikah dadakan. Padahal setahu mereka selama ini Rayyan tidak mempunyai teman dekat seorang wanita, kecuali Era.
Saat ini Rayyan sedang berada di rumah menanti kedatangan kedua orang tuanya. Sedangkan Serena berada di dalam kamar. karena wanita itu sangat malas jika harus melihat wajah Rayyan, calon suaminya.
Serena masih tidak menyangka dengan jalan hidupnya yang akan berakhir seperti ini. impiannya menikah dengan pria yang dia cintai, dilamar dengan romantis, semuanya lenyap. Terlebih yang melenyapkan impiannya itu adalah Rayyan. Tidak ada pilihan lagi bagi Serena selain menurut. Lagi pula Rayyan sudah menawarkan perceraian kalau terbukti dirinya mengandung dan melahirkan anaknya.
Serena tidak mau ambil pusing lagi. biarlah dia dianggap manusia pencetak anak, yang penting setelah ini hidupnya terbebas dari pria jahat dan menyebalkan seperti Rayyan.
Ya jahat. Serena sudah memberi julukan pada Rayyan sebagai pria jahat. Jadi tidak mungkin dia mencintai pria jahat seperti Rayyan. Meskipun Rayyan pernah mengatakan untuk belajar mencintai, apa susahnya. Tapi Serena tidak akan melakukannya. Dan, Serena juga berharap kalau dirinya tidak hamil. Meskipun kemungkinan itu sangat kecil.
*
Saat ini Rayyan sudah duduk di sofa ruang tengah. Serena juga duduk tak jauh darinya. Dan di hadapannya sudah ada kedua orang tua Rayyan yang baru saja tiba sekitar satu jam yang lalu.
__ADS_1
Rayyan dan Serena seperti sedang diadili oleh Papa Chan. Apalagi tatapan Papa Chan sejak tadi sangat tajam, seperti sudah mengetahui hal yang tidak baik terjadi pada Rayyan dan seorang wanita yang belum ia kenal. Bahkan Serena saja sampai ketakutan melihat wajah Papa Chan.
Mama Feby yang melihat aura menyeramkan suaminya, langsung mengusap lembut lengan suaminya agar tidak membuat suasana semakin runyam. Lebih baik mendengarkan penjelasan Rayyan dulu.
“Sekarang jelaskan pada Mama dan Papa, Ray!” ucap Mama Feby membuka obrolan.
Ucapan Mama Feby yang lembut, ternyata mampu membuat rasa ketakutan dalam diri Serena menghilang. Sedangkan Rayyan sendiri masih diam untuk beberapa saat.
“Maafkan Ray, Ma, Pa! Ray yang salah. Ray telah memaksa Seren. Dan Ray juga yang telah merenggut,-“
Belum sempat Rayyan menyelesaikan ucapannya, Papa Chan langsung berdiri dan mendekati putra sulungnya itu. dengan gerakan cepat, Papa Chan menarik kerah baju Rayyan, sampai pria itu berdiri mensejajarkan badannya dengan sang Papa.
“Lanjutkan!” seru Papa Chan semakin menarik kuat kerah baju Rayyan.
Sedangkan Serena hanya menundukkan kepalanya. Dia sangat takut mendengar pertengkaran antara anak dan ayah itu. namun, dalam lubuk hatinya, Serena sempat memuji keberanian dan ketegasan Rayyan yang mengakui kesalahannya di depan orang tuanya.
Bugh
Serena semakin menundukkan kepalanya dan sempat meringis ikut merasakan sakit saat mendengar suara pukulan.
“Pa! jangan main kasar!” Seru Mama Feby tidak tega melihat putranya dipukul oleh Papanya sendiri.
Sedangkan Rayyan yang mendapat pukulan pada rahangnya, sama sekali tidak memberikan reaksi apapun. Sebelumnya dia sudah siap dengan amarah Papanya.
__ADS_1
“Jangan katakan kalau kamu melakukan itu semua karena kekecewaan kamu setelah ditinggal Joelle menikah.” ucap Papa Chan dengan amarah yang masih di ubun-ubun.
Ucapan Papa Chan baru saja sontak membuat Serena yang sejak tadi menundukkan kepalanya, langsung mendongak, menatap Rayyan yang tampak sangat kacau.
“Pa, sudahlah! Jangan dibahas lagi. yang penting Ray sudah mempunyai itikat baik untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan menikahi dia.” Ucap Mama Feby dengan lembut. Wanita itu juga tidak ingin membahas lebih jauh tentang hubungan Rayyan dan Era. Karena itu akan menyakiti hati Serena.
Tak lama kemudian Mama Feby mengajak suaminya pergi meninggalkan ruang tengah. Jadi hanya tersisa Rayyan dan Serena saja di sana.
Serena tidak menyangka kalau Rayyan melakukan semua itu gara-gara orang lain. Meskipun tidak tahu pasti ceritanya, namun Serena bisa menangkap kalau Rayyan sakit hati akibat ditinggal menikah oleh seseorang yang dicintainya. Ternyata bukan hanya Serena saja yang sedang patah hati, melainkan Rayyan juga. bedanya, dia yang menjadi pelampiasan Rayyan, dan dirinya sebagai korban.
Rayyan duduk sambil menundukkan kepalanya. Rahangnya meninggalkan lebam kemerahan akibat pukulan Papanya. Serena pun segera beranjak dari duduknya, berniat mengambil air hangat untuk mengompres luka lebam pada rahang Rayyan.
“Nggak perlu ngompres lukaku! Aku nggak butuh dikasihani. Bukankah kamu benci sama aku?” tolak Rayyan saat Serena sudah membawakan handuk hangat untuk mengompres.
Setelah berkata seperti itu, Rayyan masuk ke kamarnya. Meninggalkan Serena yang masih duduk dengan membawa handuk yang akan digunakan untuk mengompres luka Rayyan.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!