
Rayyan mengusap wajahnya dengan kasar setelah Era keluar begitu saja dari ruangannya. Dari reaksi Era seperti tadi, Rayyan sangat tahu kalau Era masih sangat membenci mantan kekasihnya itu. dan tidak dapat dipungkiri kalau di hati Era masih tersemat nama Pasha di sana.
Tidak ingin membuat suasana semakin runyam pada hubungannya dengan Era, akhirnya Rayyan mendatangi Era ke ruangannya. Dia ingin meminta maaf sekaligus meluruskan kesalah pahaman yang terjadi baru saja.
Kini Rayyan sudah masuk ke dalam ruangan Era. Perempuan itu sedang sibuk dengan pekerjaannya. Entah sibuk sungguhan atau memang sengaja menghindari kedatangan Rayyan.
“Joel!” seru Rayyan, namun Era masih sok sibuk.
Rayyan pun terpaksa memutar laptop Era agar tidak menghadap ke arah perempuan itu. jadi Era bisa fokus dengannya.
“Kamu apa-apaan sih, Ray?”
“Maafkan aku, Joel telah membuatmu marah. Aku seperti ini karena tidak ingin kamu semakin terperangkap dalam rasa sakit hati yang tak berkesudahan dengan mantan kamu itu. lupakan dia, Joel! Buang rasa sakit itu kalau kamu sudah tidak mencintainya. Semakin kamu masih menyimpan rasa sakit hati itu, cinta dalam hati kamu untuknya masih ada. Karena rasa benci dan cinta itu sangat hampir sama.” Tutur Rayyan panjang lebar.
Era menatap Rayyan dengan seksama. Apa yang dikatakan Rayyan baru saja memang benar adanya. Namun untuk rasa cintanya pada Pasha, Era sangat yakin sudah tidak ada rasa itu dalam hatinya.
“Joel Herera! Aku mencintaimu. Aku mau menerima semua masa lalumu. Beri aku kesempatan untuk mendapatkan hatimu.” Ucap Rayyan tiba-tiba.
Sudah Era duga kalimat itu akan keluar darimulut Rayyan. Sungguh Rayyan adalah pria paling baik hati yang pernah ia temui selama ini. cinta. Hanya saja Era yang sudah lama hatinya mati, sepertinya enggan mengenal kata itu lagi. walaupun Rayyan adalah pria yang baik.
“Kamu mencintaiku atau mencintai siapapun itu hak kamu, Ray. Tapi aku takut. Aku masih takut untuk jatuh cinta lagi, Ray.”
“Aku bersedia menunggumu, Joel. Sampai kapan pun kamu siap membuka hati kamu lagi. aku berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu.” Ucap Rayyan dengan tulus.
Air mata Era pun jatuh begitu saja mendengar kalimat tulus Rayyan. Rasanya Rayyan tidak pantas mendapatkan dirinya yang sudah hina ini.
“Terima kasih banyak, Ray! Kamu adalah pria yang sangat baik yang pernah aku temui. Aku tidak ingin memberi kamu harapan palsu. Namun sampai saat ini, rasa sakit itu masih ada. Sedangkan rasa cinta, jelas aku sudah menguburnya dalam.”
“Aku akan tetap akan berada di sisimu, Joel. Lantas, bagaimana jika suatu saat kamu bertemu dengannya lagi, Joel? Dan ternyata kalian berdua hanya salah paham, dan dia ingin meminta kembali lagi denganmu?”
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Rayyan bertanya seperti itu. pasalnya saat itu Pasha mengatakan kalau Era adalah calon istrinya yang hilang selama dua tahun. Itu artinya yang terjadi diantara merea berdua hanya kesalah pahaman, dan besar kemungkinan kalau pria itu tidak pernah menikah dengan siapapun. Karena Rayyan juga melihat dengan jelas kalau Pasha masih menyimpan rasa cinta yang sangat besar untuk Era.
“Mau salah paham atau tidak, dia sudah pergi dariku tanpa alasan yang jelas. Jadi, tidak akan aku biarkan dia datang dengan membawa banyak alasan.” Jawab Era.
Mungkinkah Rayyan cukup lega setelah mendengar jawaban Era baru saja. entahlah. Namanya hati manusia bisa berubah-ubah. Apalagi ia sendiri belum tahu jelas pokok permasalahan diantara mereka berdua. Yang terpenting saat ini ia berusaha menggapai hati Era, dan berharap Era juga bisa membuka hatinya.
Akhirnya Rayyan pun membiarkan saja identitas Era masih ia sembunyikan. Suatu saat nanti ia akan bertemu langsung dengan Pasha untuk memberitahu Era sekaligus meminta apapun dari pria itu sebagai bayaran yang sudah dijanjikan oleh Pasha.
“Aku harap setelah ini kamu sudah tidak bersedih lagi. aku ingin kamu fokus menjalani masa depan kamu, Joel. Aku akan siap menemani kamu, kapanpun kamu mau. Bahkan sampai kamu tua pun aku bersedia.”
Era hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Rayyan.
***
Sementara itu Pasha terlihat sangat geram lantaran tidak mendapat kabar apapun dari orang suruhannya yang ia minta untuk mencari Era. Siapa lagi kalau bukan Arga.
Sejak kemarin Pasha terus menghubungi Arga untuk menanyakan perkembangan pencarian Era yang dilakukan oleh teman Arga. Namun sayangnya pria itu tidak memberi jawaban pasti. Bodohnya Pasha, kemarin ia tidak meminta nomor ponsel Rayyan agar bisa langsung menghubungi pria itu dan bertanya langsung. kalau sudah begini, Pasha merasa seperti digantung. Mau cari orang lagi pun sudah tidak ada rekomendasi lagi. dia juga sudah cukup yakin dnegan kerja Arga dan temannya kemarin. Tapi apa, sampai saat ini pria itu sulit dihubungi.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Pasha pun mempersilakan orang itu masuk, yang ternyata adalah asistennya.
“Tuan, apa anda sudah siap?” tanya Wisnu, asisten sekaligus sekretaris Pasha.
Saking pusingnya menunggu kabar tentang Era dari Arga, Pasha lupa kalau siang ini dia ada meeting dengan klien di salah satu restoran ternama di kota.
“Lima menit lagi aku akan keluar. Tunggu di lobby!” ucap Pasha.
“Baik, Tuan!” jawab Wisnu dan segera keluar dari ruangan atasannya.
Beberapa saat kemudian Pasha dan asistennya sudah tiba di restoran di mana ia akan meeting sekaligus makan siang bersama. Mereka berdua memasuki ruangan vvip restoran itu. ternyata di sana sudah ada wanita cantik dengan pakaian yang begitu sekssi sudah duduk menunggunya.
__ADS_1
Dari jauh Pasha sudah memutar bola matanya malas. Kenapa wanita itu datang sendirian. Kemana atasannya. Sungguh Pasha sangat malas jika harus meeting dengan wanita yang sengaja memamerkan lekuk tubuhnya. Untungnya hari ini datang bersama Wisnu. Kalau tidak, pasti meetingnya akan sangat membuatnya bosan.
“Selamat siang, Tuan Pasha! silakan.” Ucap wanita yang bernama Serena itu.
Pasha dan Wisnu hanya mengangguk samar, lalu menempati tempat duduknya masing-masing. Namun rupanya Serena langsung pindah tempat yang semula dekat dengan Wisnu, kini dekat dengan Pasha.
“Maaf, biar meetingnya nanti lebih jelas jika saya dekat langsung dengan anda, Tuan Pasha.” ucap Serena dengan nada sensuall.
Kalau saja kliennya tidak memberikan keuntungan besar pada perusahaannya, sudah bisa dipastikan Pasha tidak akan menerima kerjasama ini.
“Oh iya, ini undangan pernikahan dari atasan saya. beliau hari ini tidak bisa hadir meeting karena ada fitting baju pengantin. Jadi diwakilkan oleh saya.” ucap Serena.
“Terima kasih.” Jawab Pasha dengan suara datar.
Serena masih terus berusaha mendekati Pasha selagi pria itu tidak menolaknya. Meskipun wajah Pasha terlihat dingin, namun hal itu justru membuat Serena merasa tertantang.
“Perlu anda ketahui, saya anti dengan wanita.” ucap Pasha tiba-tiba. Sontak saja Serena langsung menjauhkan tubuhnya dari Pasha.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
Guys, maap bgt untuk besok jgn ditunggu up'nyq ya? Othor ada acara. Ga janji bisa up apa ngga'🙏🙏
__ADS_1