Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
94. Babak Belur


__ADS_3

Tidak cukup dengan sekali pukulan. Pasha menarik tubuh Rayyan yang terjungkal untuk meminta penjelasan apa yang dimaksud oleh pria itu. mengapa Rayyan memintanya untuk meninggalkan Era. Padahal sudah dua tahun ini ia mencari keberadaan Era. Namun saat sudah ada titik terang keberadaan Era, justru ia diminta untuk meninggalkan perempuan itu.


“Sekarang cepat katakan, apa maksud kamu memintaku untuk meninggalkan Era? Kenapa kamu sok tau dan terlalu ikut campur dengan urusan pribadiku, hah?” ucap Pasha sambil mencengkeram kerah baju Rayyan.


“Karena selama ini Era lah yang memintaku untuk menyembunyikan identitasnya dari pria yang telah menghancurkan hidupnya.” Jawab Rayyan dengan tatapan tajam menghunus mata Pasha.


Amarah Pasha semakin membuncah. Dia kembali melayangkan pukulan pada Rayyan, sampai Rayyan tidak bisa membalas pukulan itu. karena Pasha seperti orang kesetanan.


“Stop!” Rayyan menghadangkan tangannya saat Pasha hendak menambah luka pada wajahnya.


“Kalau kamu tidak mengatakan di mana Era sekarang, aku akan mencarinya sendiri.” Ucap Pasha dengan amarah yang masih menguasai hatinya.


Rayyan pun segera bangkit dari duduknya. Luka pukulan dari Pasha masih terasa berdenyut. Namun ia harus menyampaikan hal penting pada Pasha mengenai Era.


“Aku tidak tahu kalau orang yang ingin dihindari Joel adalah kamu. Aku hanya melakukan tugasku saja. dan perlu kamu tahu, meskipun kamu nanti bisa menemukan Joel, aku tidak yakin dia mau memaafkanmu. Sudah cukup rasa sakit hati yang ia derita akibat ulahmu selama ini.”


“Sudah aku katakan, kamu jangan terlalu ikut campur urusanku. Kamu tidak tahu apapun. Dan hanya berbekal cerita dari Era yang hanya kesalah pahaman.”


Rayyan mengerutkan keningnya. salah paham seperti apa yang terjadi antara Era dan mantan kekasihnya. Sampai perempuan itu merasakan hatinya hancur berkeping-keping. Rayyan berusaha untuk tidak ikut campur lagi dengan urusan Era dan Pasha. hanya saja kalau terjadi sesuatu dengan Era, Rayyan tidak segan-segan akan menghabisi Pasha. dan kemarin, tanpa sepengetahuan Era, Rayyan sudah membuka identitas Era yang selama ini ia sembunyikan dari Pasha.


“Tapi selama ini Joel sangat menderita akibat perbuatan kamu. Jadi, aku harap kamu me,-“


“Cukup! Aku tidak mau lagi mendengarkan ucapan kamu.” Sentak Pasha dan langsung pergi meninggalkan Rayyan dengan luka lebam di seluruh wajahnya.


Rayyan pun merasakan sesak di hatinya. Bagaimana jika hati Era luluh setelah bertemu dengan Pasha. terlebih dengan Pasha yang sudah menjelaskan semua kesalah pahaman yang ia sendiri juga tidak tahu.


Dengan menahan rasa perih di wajahnya, Rayyan turun dari rooftop menuju tempat di mana Arga menunggunya. Betapa terkejutnya Arga saat melihat temannya turun dari rooftop dengan keadaan babak belur. Namun sayangnya Rayyan bungkam. Dia hanya meminta Arga agar mengantarnya pulang.


Sesampainya di rumah, waktu sudah sangat malam. beruntung bagi Rayyan karena luka lebamnya tidak diketahui oleh kedua orang tuanya. Walaupun besok pagi luka itu masih ada. Setidaknya ia masih bisa diberi waktu untuk mencari alasan tentang apa penyebab luka di wajahnya.


“Ray!” seru Era saat melihat Rayyan hendak menaiki lantai dua menuju kamar pria itu.

__ADS_1


Rayyan hanya menghentikan langkahnya tanpa berminat untuk menoleh ke arah Era. Apalagi suasana temaram, pasti Era juga tidak akan bisa melihat bagaimana wajahnya saat ini.


Era mendekati Rayyan yang berusaha menghindar. Dan, betapa terkejutnya Era saat melihat luka lebam di sekujur wajah Rayyan. Meskipun suasana temaram.


*


Kini Rayyan dan Era sedang duduk di sofa ruang tengah. Era tampak mengompres luka pada wajah Rayyan, lalu memberikan obat pereda nyeri.


Sejak tadi Rayyan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Pria itu masih diam seribu Bahasa saat Era terus menanyakan apa penyebab luka lebam itu.


“Joel? Apa kamu masih mencintai mantan kamu?” tanya Rayyan tiba-tiba.


Era yang sudah beranjak dari duduknya sambil membawa baskom berisi air untuk mengompres luka Rayyan baru saja pun akhirnya kembali duduk setelah mendengar pertanyaan Rayyan.


“Kenapa kamu tanya seperti itu, Ray? Sudah aku katakan kalau aku sangat membenc,-“


“Bagaimana kalau masalah antara kamu dan dia hanya salah paham. Dan bagaimana jika dia meminta maaf pada kamu dan meminta kamu agar kembali menjalin hubungan itu?”


***


Sementara itu malam ini Pasha berkutat di depan layar laptop di ruang kerjanya. dia sangat penasaran dengan sosok Rayyan. Pria yang mengetahui keberadaan Era, namun tidak mau memberitahu di mana Era sekarang.


Cukup lama Pasha mencari informasi tentang Rayyan. Dia cukup terkejut dengan identitas pria itu. Rayyan adalah salah satu anak pengusaha sukses yang merajai bisnis di luar negeri. ada beberapa anak cabang perusahaannya yang ada di Indonesia. Salah satunya dulu pernah bekerjasama dengan perusahaan milik Pasha.


Dari informasi yang ia dapat, ayah dari Rayyan adalah bukan hanya sosok pengusaha sukses, tetapi juga sangat ahli di bidang IT. Tentu saja itu menurun pada putranya yang tak lain adalah Rayyan. Pantas saja selama ini ia sangat sulit menemukan Era. Karena identitasnya disembunyikan pria itu. dan artinya, selama ini Era tinggal di negara di mana Rayyan tinggal. Bisa jadi Era berada dalam satu lingkup lingkungan dengan Rayyan.


Karena Rayyan sudah membuka identitas Era. Pasha pun sangat mudah mencari data semua karyawan yang bekerja di perusahaan milik Papa Rayyan yang ada di luar negeri.


Klik


Mata Pasha dibuat berbinar saat menemukan foto profil Era dalam data karyawan perusahaan Papa Rayyan. Besar kemungkinan kalau saat ini Era tinggal di sana.

__ADS_1


Pasha ingin secepatnya pergi ke sana dan langsung menemui Era. Namun sayangnya ia harus menunda niat itu untuk beberapa hari lagi. karena jadwalnya sangat padat dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun.


Bukan karena lebih mementingkan perusahaan. Hanya saja Pasha berusaha bersikap professional. Lagi pula ia sudah mengantongi data pribadi Era termasuk tempat tinggal Era. Pasha sangat yakin kalau ia bisa bertemu dengan wanitanya lagi.


***


Hari pun berlalu. Nanti malam Pasha berencana akan terbang ke negara di mana Era berada. Hanya saja ia harus menghadiri acara pernikahan kliennya dulu.


Pasha sudah tampak rapi dan siap pergi ke sebuah hotel di mana klienya mengadakan pesta pernikahan. Tidak enak rasanya jika Pasha tidak memenuhi undangan pernikahan Tuan Zafir, kliennya yang selama ini telah lama bekerjasama dengan perusahaannya.


Setibanya di hotel. Pasha segera menuju ballroom yang ada di lantai tiga hotel. Rasanya Pasha tidak sabar untuk segera bertemu Era setelah ini. bahkan rencananya ia hanya datang sebentar ke acara tersebut, karena jadwal penerbangannya juga dua jam lagi.


Ting


Pintu lift terbuka, bersamaan itu Pasha langsung melihat sosok perempuan ganjenn yang tak lain adalah sekretaris kliennya, Serena.


“Tuan Pasha! kita bertemu lagi.” ucap Serena dan dengan tidak tahu malunya, perempuan itu langsung bergelayut manja di lengan Pasha. Terlebih setelah Serena tahu kalau Pasha bukan penyuka sesama jenis.


Bertepatan itu pula, lift yang ada di depan Pasha juga terbuka dan memperlihatkan sosok yang beberapa hari lalu ia hadiahi pukulan bertubi-tubi. Tapi tunggu dulu, Pasha dibuat terkejut lagi dengan sosok perempuan yang sedang digandeng Rayyan.


“Era?”


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2