Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
107. Makanan Favorit


__ADS_3

Mungkin awalnya Era merasa malu dengan posisinya saat ini. namun dengan rang sangan yang diberikan oleh sang suami, mulai dari belaian lembut pada dua buah dadanya, isapan lembut pada ujung yang menyerupai kismis itu, hingga belaian lembut jemari Pasha bibir kenikmatan Era, membuat Era menghilangkan urat malunya. Mungkin dalam hatinya berbisik, “Lagian sudah halal, sama suami sendiri harus berani.”


“Moving fast, Baby!” gumam Pasha di sela-sela kenikmatannya sambil menahan hassrat yang sudah membumbung tinggi.


Era yang baru pertama kalinya dengan posisi itu, langsung memutuskan dalam hatinya kalau posisi ini akan menjadi posisi favoritnya dalam bercinta.


“Sayang, jilatin ujung put__tingku!” racau Era saat merasa sentuhan Pasha semakin memabukkan.


“Dengan senang hati, Baby!” balas Pasha dan segera mengikuti komandi dari bidadari yang tengah mendominasinya itu.


Pinggul Era semakin bergerak dengan cepat naik turun bersamaan dengan jilatan lembut padaa ujung kismisnya. Sungguh lidah Pasha sangat pandai membuat Era semakin terbang melayang.


Hentakan demi hentakan yang diberikan Era membuat wanita itu merasa nikmat sendiri. Bukannya Era tidak mempedulikan kepuasan sang suami. karena dia sudah yakin kalau suaminya juga sangat puas dengan cara kerjanya saat ini.


Pasha semakin gencaar memberikan rang sangan dengan jilatan lembut nan menggoda pada ujung kismis istrinya. Semakin lama, Era pun merasa seperti ada sesuatu yang sudah bergejolak di dalam sana dan ingin segera dikeluarkan.


“Ohhh…. Ssshhhhh…” Era mengerang tertahan.


“Keluarkan, Sayang! Panggil namaku!” sahut Pasha yang juga tengah merasakan miliknya seperti dijepit kuat namun sang nikmat. Pasha membiarkan istrinya ******* lebih dulu. dia ingin melihat wajah cantik istrinya dengan jelas dalam posisi seperti ini saat wanita itu berhasil mencapai kenikmatannya.


“King! Oh, ini nikmat sekali.” Racau Era dengan terus bergerak naik turun.


“Yes, Baby! Milikmu sangat sempit sekali. Aku sangat menyukainya.” Pasha terus memberikan kalimat pujian untuk istrinya yang hendak mencapaai puncaknya. Konon katanya kalimat pujian itu akan memprovokasi wanita yang sedang menuju puncak, terlebih dalam posisi seperti sekarang ini. menurut survey, wanita juga tidak mudah untuk mendapatkan puncak kenikmatannnya dibandingkan dengan laki-laki. Maka dari itu lah, Pasha tidak ingin egois. Sebagai lelaki sejati, ia harus bisa membuat wanitanya berteriak puas menikmati percintaannya. Bukan hanya mementingkan egonya saja yang ingin puas lebih dulu.


“Sayang, ahhh… aku sudah tidak tahan! Rasanya sesak sekali. Aku…” Racau Era dan terus memacu.

__ADS_1


Lidah Pasha juga tidak tinggal diam. dia terus memberikan sentuhan le,but pada semua titik rang sang sang istri. Hingga ia merasakan pergerakan Era semakin cepat dan terus meracau nikmat. Andai saja suasana kamar itu terang benderang, Pasha pasti sudah melihat wajah memerah sang istri.


Seiring dengan pergerakan Era yang semakin cepat, bukan hanya lidah Pasha saja yang bekerja. Kedua tangannya juga ikut bergerak menekan pinggul Era untuk membantu wanita itu segera mencapai kenikmatanya.


Pasha juga sempat mengerang saat miliknya terasa semakin dijepit oleh milik istrinya. Tubuh Era bergetar hebat dengan keluarnya cairan yang lumayan banyak dari intinya.


Nafas Era tersengal setelah beberapa detik. Degupan jantungnya masih belum normal. Bahkan ia tidak sadar telah membenamkan kepala suaminya diantara dua bongkahan besar miliknya.


“Kamu puas?” bisik Pasha dengan nada sen sual.


Hanya gumaman kecil yang Era berikan sebagai jawaban. Sedangkan Pasha, miliknya yang masih berada di dalam sana masih tegang, kini waktunya untuk dirinya yang meraih kenikmatan itu.


“Sayang!!” pekik Era saat masih merasakan lemas pada tubuhnya, tiba-tiba saja suaminya langsung menggendongnya dan membawanya ke ranjang. Jangan lupakan dengan senjata Pasha yang masih mencap di sana.


Pasha memposisikan tubuh Era terlentang di tepi ranjang. Lalu mengangkat kedua kaki wanita itu dan meletakkannya pada bahu.


Pasha pun mulai menghujam inti Era dengan ritme yang awalnya pelan dan semakin lama semakin cepat. Dalam posisinya yang berdiri, pria itu merasa lebih leluasa untuk segera  mencapai kenikmatannya.


De sahan pun kembali keluar dari bibir Era. Meskipun dia baru saja menuju puncak kenikmatannya, tidak dipungkiri kalau dia kembali terang sang dengan posisi seperti ini.


Pasha terus menghentakkan senjatanya dengan cepat. Seperti tidak mengenal kata lelah, Pasha semakin kuat dan semakin bertenaga. Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan diri agar tidak terus meracau sebelum berhasil mencapi puncak,


“Baby! Shhhh…. “


Gerakan Pasha semakin cepat. Salah satu tangannya meraih buah Era dan merematnya cukup kuat seiring dengan ledakan dahsyat yang ia semburkan ke dalam inti milik sang istri.

__ADS_1


Lenguhan panjang keluar dari bibir Pasha. pria itu benar-benar puas dengan malam pertamanya ini. setelah beberapa saat, dia menarik intinya keluar dan menyisakan beberapa cairan bekas percintaannya itu. lalu membenarkan posisi Era, dan ia pun ikut tidur di samping Era.


“Kamu sangat nikmat, Sayang!” puji Pasha sambil menatap wajah cantik istrinya yang masih penuh dengan keringat.


“Memangnya aku makanan?” tanya Era sambil mengerucutkan bibirnya.


“Iya. kamu memang seperti makanan. Makanan favoritku tentunya. Dan setiap hari aku wajib makan menu favoritku ini.” jawab Pasha dengan tangan nakalnya sambil meremat salah satu bongkahan milik Era yang tertutup selimut itu.


Sontak Era mengeluarkan suara de sahannya. Dan hal itu berhasil memancing gai rah Pasha kembali.


“Please! Jangan dulu, aku sangat lelah.” Mohon Era.


Pasha tersenyum tipis. Lalu ia mengecup kening istrinya dengan lembut.


“Baiklah. Lebih baik sekarang kita istirahat dulu. biar tenaga kita terkumpul untuk ronde selanjutnya.” Jawab Pasha.


“Apaaaa????”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


Apa perlu babak berikutnya lagi?🤣🤣


__ADS_2