Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
97. Pembunuh


__ADS_3

Pasha masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang dikatakan oleh Era baru saja. Era hamil. Kejadian saat camping berdua waktu itu mengingatkan Pasha lagi. dia sungguh tidak menyangka kalau hanya sekali melakukan, Era sampai hamil. Lalu, janin itu. janin yang juga merupakan darah dagingnya telah tiada. Dan penyebabnya adalah dirinya.


Sedangkan Era tak lantas menjawab pertanyaan Pasha. dia masih menatap sinis pada Pasha yang masih tampak shock. Bahkan Era sudah tidak bisa mengeluarkan air matanya lagi untuk mengatakan hal buruk itu pada Pasha.


“Sekarang puas kamu? Bahkan kamu tidak hanya membuat janinku keguguran saja. kamu juga menghancurkan hidupku, aku bukan perempuan sempurna lagi. aku divonis dokter tidak bisa mengandung lagi semenjak kejadian itu.” ucap Era dengan deru nafas terengah-engah.


“Aku benci kamu, King! Aku tidak mau melihat kamu lagi! cepat pergi dari hadapanku sekarang juga!” teriak Era cukup lantang.


Era tidak peduli dengan posisinya saat ini yang sedang di tepi jalan. Karena amarah sudah menguasai hatinya. Sedangkan Pasha yang sama hancurnya dengan Era, pria itu berusaha meraih Era dan mendekapnya untuk meminta ampunan pada wanita itu.


“Pergi! Aku benci kamu, King!” Teriak Era sambil mendorong Pasha agar tidak memeluknya.


Namun Pasha pantang menyerah. Dia kembali berusaha untuk meminta maaf pada Era. Karena dengan pelukan, konon bisa meredakan emosi seseorang. Walau Era terus menolak dan menghindar.


“Ra, kumohon maafkan aku. aku tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti itu. ijinkan aku memperbaiki semuanya, Ra. Please!” ucap Pasha dan kembali mendekati Era untuk memeluk wanita itu.


Amarah Era yang sudah di ubun-ubun, ia tetap menolak pelukan Pasha. bahkan saat Pasha hampir menjangkau tubuhnya, Era langsung mendorong kuat tubuh Pasha. hingga tanpa ia sadari kalau dorongannya cukup kuat sampai Pasha terjerembab di jalanan.


Bertepatan itu pula, ada mobil yang melaju sangat kencang. Pasha yang hendak bangun sudah tidak memiliki banyak waktu lagi. hingga kecelakaan itu tak bisa dihindarkan lagi.


Ckkiitttt….


Brraakkkkk


Era menoleh kearah jalanan. Tubuhnya bergetar hebat melihat seseorang terpental cukup jauh dari sebuah mobil yang baru saja menabraknya.


“Kingggggg!!!!”


Dengan tubuh lemas dan bergetar hebat, Era melangkahkan kakinya mendekati seseorang yang sedang tergeletak beberapa meter dari mobil yang menabraknya tadi. Pasha tergolek lemah dengan bersimbah darah pada bagian kepala dan mulutnya.


Beberapa saat kemudian petugas kepolisian langsung datang. terlebih diketahui bahwa yang menabrak Pasha adalah seorang pencuri mobil yang sedang kejar-kejaran dengan anggota kepolisian. Alhasil petugas kepolisian langsung membekuk tersangka, sekaligus menangani kasus kecelakaan yang menimpa Pasha.

__ADS_1


***


Beberapa saat kemudian Era sudah berada di rumah sakit. Tentunya menemani Pasha yang saat ini sedang mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter.


Bayangan Era masih teringat jelas, di mana ia lah yang mendorong Pasha cukup kuat hingga pria itu tertabrak sebuah mobil.


Era masih tidak bisa menghentikan isakannya. Jika ia tadi meminta Pasha untuk pergi dari hidupnya, lantas dengan kecelakaan yang telah menimpa Pasha, membuat Era dihantui rasa penyesalan yang sangat besar.


“Joel, tenanglah! Doakan saja kalau Pasha baik-baik saja.” ucap Rayyan seraya menenangkan Era.


Tadi Era memang menghubungi Rayyan untuk memberitahu kecelakaan yang menimpa Pasha. Era ingin meminta bantuan pada sahabatnya itu.


“Aku pembunuh, Ray! Aku seorang pembunuh, Ray!” gumam Era dengan isak tangis yang semakin kencang.


Rayyan yang belum tahu banyak asal mula kecelakaan itu terjadi, hanya mampu menenangkan Era agar wanita itu tidak menyalahkan dirinya sendiri.


“Aku yang meminta Pasha pergi, Ray! Aku telah membunuhnya. Aku lah yang menyebabkan Pasha kecelakaan. Aku pembunuhhhhhh!!” Teriak Era histeris.


Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan Pasha. wajah dokteritu tampak pias. Dia memberitahu keadaan Pasha yang sedang kritis dan sejak tadi pendarahan di kepalanya tak juga berhenti. Hingga dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam Pasha harus segera mendapatkan donor darah. Sayangnya persediaan darah yang sama dengan golongan darah Pasha sangat sedikit dan juga langkah. Dokter pun menyarankan lebih baik mendapatkan donor dari anggota keluarganya.


Saat itu juga Rayyan langsung memberitahu keluarga Pasha yang ada di Indonesia, sekaligus menceritakan kejadian yang sesungguhnya.


Kedua orang tua Pasha sangat terkejut dengan kabar kecelakaan yang menimpa Pasha saat ini. apalagi mereka tidak tahu kalau Pasha sedang berada di luar negeri. lalu mereka pun segera terbang ke negara di mana Pasha saat ini sedang dirawat.


***


Hingga malam hari Era masih berada di rumah sakit menunggu Pasha yang sedang terbaring lemah di atas brankar. Tim dokter masih terus memantau keadaan Pasha sambil menunggu keluarga pasien datang. sedangkan Era hanya melihatnya dari balik kaca jendela, karena tidak diperbolehkan masuk.


“Joel, lebih baik kamu pulang saja! ayo aku antar. Biar aku yang menjaga Pasha sampai keluarganya datang.” ucap Rayyan.


Era tak menyahut sama sekali. Pikirannya masih kacau dan dihantui rasa bersalah pada pria yang terbaring tak berdaya itu. Era takut jika Pasha akan pergi sungguhan dari dirinya. Atau lebih tepatnya pergi dari dunia ini.

__ADS_1


“Aku pembunuh, Ray!”


Lagi-lagi ucapan itu lah yang keluar dari mulut Era. Kalau sudah begini memang hanya penyesalan lah yang datang. andai saja dari awal Era bicara baik-baik dengan Pasha, dan meminta pria itu pergi secara baik-baik pula. tentu saja Pasha tidak akan sampai mengalami kecelakaan itu.


Rayyan sendiri tidak tega melihat keaadaan Era yag seperti ini. pria itu sudah mengetahui semuanya tentang awal mula kecelakaan yang menimpa Pasha. dia juga tidak bisa menyalahkan siapapun. Karena semua ini adalah musibah.


Tak tega melihat Era yang tampak lemah, Rayyan memaksa Era untuk pulang. dia juga yang akan mengantar Era ke apartemennya. Era pun menurut begitu saja, karena hati dan pikirannya butuh ketenangan.


Setelah mengantar Era pulang, Rayyan kembali ke rumah sakit untuk ikut memantau keadaan Pasha. dan beberapa jam kemudia, kedua orang tua Pasha datang. mereka berdua langsung dibawa petugas rumah sakit untuk dicek darahnya yang cocok dengan Pasha.


Proses itu berjalan cukup cepat. Darah Papa Nabil lah yang cocok dengan darah Pasha. dini hari itu juga dilakukan operasi pada Pasha.


Papa Nabil tampak memeluk istrinya yang sejak tadi terus menangisi keadaan putranya. Lalu tatapan mereka tertuju pada Rayyan yang duduk tak jauh darinya. Pria yang telah memberi kabar tentang kecelakaan Pasha. baik Papa Nabil maupun Mama Shanum tidak mengenal Rayyan. Hanya saja mereka seperti pernah melihat Ray.


“Apakah kamu yang menyelamatkan anakku?” tanya Papa Nabil.


Rayyan menganggukkan kepalanya. Lalu Mama Shanum pun menanyakan kronologi tentang kecelakaan yang menimpa Pasha. Rayyan sendiri tidak bisa menjelaskan banyak. Dia hanya mengatakan kalau sebelumnya terjadi kesalah pahaman antara Pasha dengan Era. Hingga terjadilah kecelakaan itu.


“Era?” tanya Mama Shanum terkejut.


Entah apa yang ada dalam benak wanita paruh baya itu. namun setelah mendengar nama Era. Air matanya tumpah begitu saja. mungkinkah kedua orang tua Pasha akan membenci Era karena telah menyebabkan anaknya kecelakaan sampai meregang nyawa?


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


 


__ADS_2