Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
S2 (128) Seribu Satu Cara


__ADS_3

“Nggak.. nggak kenapa-napa. Aku takut jatuh saja.” jawab Serena sembari mengalungkan kedua tangannya pada leher Rayyan.


Sesampainya di depan unit apartemen mereka, Serena yang menekan beberapa kode untuk masuk ke dalam. Karena tidak mungkin Rayyan menurunkan Serena begitu saja.


“Istirahatlah! Kalau butuh sesuatu, kamu bisa panggil aku.” ujar Rayyan setelah menurunkan Serena di atas tempat tidurnya.


“Ehm, terima kasih.”


Rayyan langsung keluar dari kamar Serena. Jika terlalu lama di kamar wanita itu, Rayyan takut membuat Serena tidak nyaman. Dan untuk saat ini, dia hanya bisa membuat Serena nyaman. Kalau wanita itu nyaman, otomatis janin dalam kandungannya juga akan tumbuh sehat. Sedangkan untuk masalah hati, Rayyan tidak ingin membahasnya dulu.


*


Rayyan kini sudah masuk ke dalam kamarnya. Seharian ini ia tidak datang ke kantor. padahal banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ditambah lagi sekretarisnya yang tak lain adalah Serena sedang sakit. Jadi, malam ini mau tidak mau dia harus lembur.


Rayyan membersihkan tubuhnya lebih dulu sebelum melanjutkan aktivitasnya. Mungkin setelah ini juga ia akan membuat makanan untuk makan malam Serena. Karena tidak mungkin wanita itu memasak. Beli pun khawatir tidak cocok dengan lidahnya.


Rupanya terlalu enak berendam, Rayyan tidak menyadari kalau ia menghabiskan waktu yang lumayan lama. Karena tadi ia sempat ketiduran dalam bathup. Alhasil sekarang ia buru-buru memakai baju, dan segera turun untuk melihat keadaan Serena.


Saat langkah kakinya sudah menuruni beberapa anak tangga, tiba-tiba saja Rayyan mendengar suara berisi dari arah meja makan. Siapa yang datang ke apartemennya. karena selama ini dia dan Serena tidak pernah membagikan alamat apartemennya.


“Mama? Papa?” Rayyan sangat terkejut saat melihat kedua orang tuanya sudah duduk di meja makan. Dengan Mama Feby yang menyiapkan makanan yang dibawa dari rumah.


“Istri kamu baru saja pulang dari rumah sakit. Kenapa kamu malah membiarkannya sendirian?” gerutu Mama Feby.


“Seren nggak apa-apa kok, Ma.” Sahut Serena yang tidak ingin mamanya memarahi Rayyan.


Rayyan masih terdiam. Bagaimana kalau mama dan papanya tahu dirinya dan Serena tidur di kamar terpisah. Lalu tatapan Rayyan tertuju pada sang Papa yang siap mengeluarkan tanduknya. Namun sebisa mungkin Rayyan bersikap tenang.


“Ayo, Seren! Kita makan malam bersama.” Ajak Mama Feby setelah selesai menyajikan makanan.


Serena yang tadinya masih mencuci tangannya di wastafel, dia hanya mengangguk dan segera duduk bergabung di meja makan. Begitu juga dengan Ray yang langsung ikut duduk tanpa disuruh. Namun, tiba-tiba saja Serena langsung menutup hidungnya, bersamaan itu perutnya langsung bergejolak seperti ingin mengeluarkan semua isinya.


“Kamu kenapa? Apa masakan Mama ada yang buat kamu mual?” tanya Mama Feby khawatir.


Serena tidak bisa menjawab. Dia langsung mempercepat langkahnya dan masuk ke kamar mandi kamarnya.


“Kenapa kamu diam saja? sana, temani istri kamu!” sentak Papa Chan saat melihat anaknya masih diam saja.

__ADS_1


Rayyan gelagapan sendiri. Kemudian berlari mengejar Serena yang masuk ke dalam kamar. setibanya di sana, Rayyan mendengar suara gemericik air disertai suara seseorang sedang muntah. Dengan cepat Rayyan berlari menghampiri Serena.


“Apa kita ke dokter saja?” tanya Rayyan sambil memijit tengkuk Serena dengan lembut.


Ajaibnya, rasa mual yang sejak tadi Serena rasakan seketika hilang saat mendapat sentuhan dari Rayyan. Kini Serena hanya mengambil air untuk membasuh mulutnya.


“Kamu sangat pucat. Aku panggilkan dokter saja, ya?” ucap Rayyan sekali lagi.


“Aku nggak apa-apa. nanti juga hilang sendiri.”


Rayyan membantu Serena keluar dari kamar mandi. ternyata Mama Feby sudah ada di sana dengan membawa segelas minuman hangat rasa mint, berharap bisa meredakan rasa mual menantunya. Karena efektifnya biasanya menggunakan campuran rempah. Berhubung di sini sulit mencari rempah-rempahan, akhirnya Mama Feby mencampurkan mint.


“Ini kamu minum dulu, biar perut kamu terasa hangat.”


“Terima kasih, Ma.” Serena menerima minuman itu dan langsung meminumnya.


“Kamu belum makan apa-apa. apa kamu tidak suka dengan masakan Mama?” tanya Rayyan, setelah meneima gelas kosong dari istrinya.


“Maaf. Tadi Seren mencium aroma bawang, lalu tiba-tiba mual.” Jawab Serena sedikit takut.


“Oh pantas saja. ya sudah, kamu ambilkan roti tawar sama selai saja, Ray. Lain kali kalau Mama masakin kamu, nggak pakai bawang.”


Sementara itu Rayyan langsung keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambilkan roti buat Serena. Ternyata di sana masih ada Papa Chan yang sedang makan sendirian. Pria itu masih menatap tajam pada putranya.


“Setelah ini Papa ingin bicara sama kamu.” Ujar Papa Chan dengan suara tegasnya.


“Baik, Pa.”


**


Kini Rayyan sudah berada di ruang kerjanya bersama sang Papa yang lebih dulu masuk. Setelah mengantar makanan untuk Serena tadi, Rayyan juga belum sempat mengisi perutnya. Karena melihat Papanya sudah tidak ada di meja makan.


“Kamu tahu kan Ray, kalau sejak dulu Papa sangat tidak suka dengan seorang pengecut?” ucap Papa Chan membuka obrolan.


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya.


“Papa sudah bangga dengan niat kamu bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu lakukan pada Serena dengan menikahinya.” Lanjut Papa Chan, dengan menjeda sebentar kalimatnya.

__ADS_1


“Papa dan Mama tahu kalau kalian berdua tidak mudah menjalani semua ini. bahkan terlalu cepat hadirnya seorang anak dalam kandungan Serena, di saat kalian berdua belum saling mencintai.”


“Papa sama sekali tidak menghendaki jika kalian berdua berencana akan cerai setelah anak itu lahir. Papa akan mengutuk perbuatan kalian berdua jika itu benar-benar terjadi. Kamu bukan lagi anak seorang Chandra Dipta Imtiaz.”


Rayyan semakin menundukkan kepalanya. Dia tidak bisa berkata-kata. Ucapan Papanya lebih menusuk dibandingkan ucapan Era kemarin. Lalu, apa yang harus ia lakukan kalau Serena juga tidak menghendaki pernikahan ini sejak awal.


“Kalian ini tinggal seatap. Oke lah Papa maklumi kalau selama ini kalian tidur terpisah. Tapi sampai kapan? Belajarlah untuk mencintai Serena! Lakukan pendekatan dengan Serena. Papa kira dia juga wanita baik-baik. Jadi, tinggal menata niat kamu saja. Papa tidak akan menggurui kamu. Karena kamu sudah dewasa dan bisa berpikiran logis untuk mengambil sikap.”


“Baik, Pa. akan Ray lakukan. Tapi bagaimana kalau Serena memang benar-benar tidak bisa menerima cinta Ray?”


“Astaga Rayyan!! Kamu bahkan belum mencobanya. Tapi sudah berpikiran buruk. Waktu sembilan bulan itu kamu gunakan dengan baik.” Ujar Papa Chan hampir putus asa.


Tak lama kemudian Papa Chan beranjak lebih dulu keluar dari ruangan Rayyan. Sedangkan Rayyan sendiri masih diam, seperti sedang mencari seribu satu cara untuk menakhlukkan hati Serena.


**


Rayyan sudah keluar dari ruang kerjanya. Mama dan Papanya memutuskan untuk pulang, karena waktu juga sudah malam. Serena sendiri sudah tidur beberapa saat yang lalu setelah mengisi perutnya.


“Jaga cucu Mama dengan baik, dan juga menantu Mama.” ucap Mama Feby sebelum pulang.


Rayyan hanya mengangguk samar. Hembusan nafasnya terdengar jelas. Tapi saat mama dan papanya sudah keluar dari unit apartemennya.


Akhirnya Rayyan memutuskan untuk makan lebih dulu sebelum istirahat. Tenaga dan pikirannya benar-benar terkuras akhir-akhir ini. berbagai macam pikiran berkecamuk dalam benaknya. Dan yang lebih mendominasi adalah tentang Serena dan calon buah hatinya.


Selesai makan, Rayyan terlebih dulu masuk ke kamar Serena untuk memastikan kalau wanita itu baik-baik saja. namun sesampainya di sana, Rayyan melihat Serena yang tidur dengan tidak nyaman. Padahal selimut tebal sudah membungkus tubuhnya.


“Dinginnn….” Gumam Serena dengan mata terpejam.


Rayyan akhirnya tahu. Serena sepertinya tidak kuat dengan hawa dingin di negara ini. meskipun sudah memakai selimut tebal, kalau belum terbiasa, jadinya seperti ini. lalu, apa yang harus Rayyan lakukan? Apa iya, dia akan masuk ke dalam selimut wanita itu dan memberikan pelukan hangat. Tapi kalau dirinya mengingankan hal yang lainnya bagaimana?🤦‍♀️🤦‍♀️😅😅


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2