Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
108. Mimpi Yang Menjadi Nyata


__ADS_3

Pasha tergelak saat melihat wajah panik istrinya. Setelah itu ia menarik Era ke dalam pelukannya. Membiarkan wanita iu istirahat setelah beberapa kali mengalami pelepasan.


Era pun bernafas lega. Ternyata suaminya hanya bercanda. Padahal tadi ia sudah syok jika Pasha sungguhan akan melahapnya lagi.


Mereka berdua tidur dengan perasaan yang tenang dan damai. Terlebih setelah mencapai kenikmatan yang luar biasa. Khususnya Era.


Era tidur sangat nyenyak dalam dekapan suaminya. tanpa sadar mulutnya menyunggingkan senyum. Seolah selama ini tidurnya tidak nyaman.


Ternyata Era tersenyum dalam tidurnya itu karena ia bermimpi melihat sosok bidadari kecil yang sangat cantik sedang melambaikan tangannya dan tersenyum bahagia. Siapa lagi kalau bukan calon buah hatinya yang sama sekali belum sempat lahir ke dunia.


Puas menikmati pertemuannya dengan sang buah hati dalam mimpinya, mimpi Era pun berlanjut. dia merasakan sedang bercinta lagi dengan suaminya. percintaan yang sangat dahsyat dan beberapa kali keduanya mencapai puncak.


Era merasa otaknya sudah tidak waras. Dalam mimpi saja rasanya sangat nyata. Dengan mata terpejam, dia menggigit bibir bawahnya seolah sedang menahan suara desa hannya agar tidak lolos begitu saja.


Namun, semakin lama Era menyelami mimpinya itu, dia merasakan semakin nyata. Bahkan dibagian intinya saat ini terasa sangat geli dan sudah basah. Era pikir hanya dalam mimpi saja, jadi mende sah pun tidak masalah. Tidak akan ada yang tahu, termasuk suaminya.


Era memejamkan matanya rapat sambil mengeluarkan suara indahnya itu. sungguh benar-benar nyata. Terlebih saat merasakan sapuan benda lunak dalam intinya yang semakin membuatnya kegelian.


Perlahan Era membuka mata, untuk mengakhiri mimpi itu. rasanya akan sangat memalukan jika ia bermimpi seolah menjadi nyata.


“Kinggg!!!”


Pekik Era dengan nyawa yang masih belum terkumpul lengkap. Dia tidak menyangka kalau semua yang ia rasakan itu adalah kenyataan, bukan mimpi. Pasalnya saat Era membuka mata untuk menyudahi mimpinya, dia melihat suaminya sudah menguasai tubuhnya. Kepala Pasha sudah berada diantara sela-sela pahanya.


Pasha saat ini sedang menenggelamkan kepalanya di bawah sana, lidahnya menari-nari memberikan sapuan pada intinya yang sudah basah. Reflek Era meremat rambut Pasha berharap pria itu mengakhiri kegiatannya. Namun sayangnya rasa nikmat membuatnya menekan kepala Pasha semakin dalam.


Era baru ingat di tengah-tengah desa hannya itu, bahwa ia tadi tidur dalam keadaan masih tela njang bulat. Hanya selimut tebal yang menutupinya. Tidak menyangka kalau kesempatan itu dimanfaatkan oleh Pasha.

__ADS_1


Pasha tidak hanya memainkan lidahnya di sana. Jarinya juga ikut menusuk-nusuk inti Era guna mencari titik rang sang Era.


Era sungguh tidak kuat dengan sentuhan suaminya. itu masih dengan lidah dan jemarinya. Belum sama senjata asli pria itu.


“Sshhh… Sayang, aku nggak tahan!” lirih Era dengan nafas tersengal sambil menahan sesuatu dalam dirinya yang mendesak ingin keluar.


Reaksi Pasha hanya menatap datar wajah Era dari bawah. Namun jemarinya masih menusuk-nusuk inti itu dengan ritme yang semakin cepat. Tak lupa lidahnya juga ikut bergerak aktif.


Sungguh Era semakin menggila dengan perbuatan suaminya. tubuhnya bergetar, kedua tangannya kini sudah meremat kain sprei. Sedangkan Pasha kini posisinya sudah duduk, dengan tangan yang memukul-mukul pelan titik rang sang pada inti istrinya. Tepat saat itu juga Era menyemburkan cairan yang sangat banyak. Bahkan terlihat seperti cipratan air. Namun tangan Pasha masih bergerak cepat menocokkan jarinya di sana.


“King! Ahhh… nikmat sekali!!” racau Era dengan tubuh masih bergetar.


Pasha mengulas senyumnya saat melihat wajah istrinya sedang menikmati pelepasan yang dahsyat akibat sentuhannya. Setelah memastikan cairan dari tubuh Era sudah berhenti keluar, barulah Pasha menancapkan senjatanya pada inti istrinya yang masih berdenyut itu.


“No!!” teriak Era saat benda tumpul nan keras itu sudah melesat penuh ke dalam intinya.


Tidak menunggu lama lagi, Pasha semakin cepat menggerakkan senjatanya maju mundur. Era dibuat bergetar lagi. karena setelah ia mengalami squ irting, dia juga ingin segera ditusuk dengan senjata suaminya.


Desa han kedua insan di dalam kamar yang masih temaram itu memenuhi keheningan ruangan. Pasha sangat bersemangat menghujam milik istrinya. Sungguh nikmat dunia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Hujaman demi hujaman terus Pasha berikan pada Era. Hingga akhirnya pria itu meledakkan cairannya ke dalam inti Era seiring dengan suara lenguhan panjang.


“Bagaimana, Sayang?” tanya Pasha setelah keduanya sudah berbaring dengan kepala Era diletakkan pada dada bidangnya.


“Itu sangat mengejutkan. Aku kira hanya mimpi. Dasar bocil nakal!” ucap Era sambil mencubit dada Pasha.


“Tubuhmu sangat candu, Sayang. Rasanya aku masih ingin terus menghujammu. Tapi aku sadar kalau kamu butuh waktu untuk istirahat.”

__ADS_1


Era menatap horror mata Pasha. dia tidak percaya dengan ucapan Pasha baru saja. pria itu ternyata sangat ganas. Memangnya selama dua tahun ini tidak bertemu, apa saja yang sudah dimakan Pasha, sampai menjadikan dia seperti pria yang gila sekss.


“Gila kamu! Aku nggak mau seperti ini lagi. bagaimana kalau aku tidak bisa jalan besok?”


“Hahaha… biarkan saja. aku akan kurung kamu terus di dalam kamar. apa kamu tidak tahu kalau ini sudah hampir pagi?”


Seketika Era langsung melirik jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul empat pagi. padahal ia merasa hanya tidur sebentar. Terlebih semalam juga cukup banyak memakan waktu aktivitas bercintanya.


“Aku malu sama orang rumah kalau tidak keluar kamar.” ucap Era dengan mode manja.


“Iya. aku mengerti. Setelah ini kita akan pindah ke rumah baru kita. Setelah pesta pernikahan kita, aku akan membawa kamu pindah. Apa kamu mau?”


“Kemana pun kamu membawaku pergi, aku akan ikut.” Jawab Era dengan tersenyum hangat.


“Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu. Sekarang mau tidur lagi atau kita mandi bersama?” tanya Pasha dengan pilihan yang membuat Era was-was.


“Aku mau tidur saja. tapi jangan merusuh lagi!” ancamnya membuat Pasha tergelak.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2