Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
24. Bukan Siapa-Siapa


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Era sudah dibawa ke klinik kesehatan yang ada di kantor. dia juga sudah bangun dari pingsannya. Sedangkan di dalam ruangan itu hanya ada seorang dokter jaga yang memantau Era.


“Apa Ibu sudah baikan?” tanya dokter wanita itu saat Era mencoba untuk bangun.


Era merasa kepalanya masih sedikit pusing. dan kini justru perutnya terasa perih pada bagian ulu hatinya.


“Apa yang Bu Juleha rasakan sekarang?” tanya dokter itu terlihat khawatir.


“Perut saya yang di bagian ini kok perih ya, dok?”


“Baiklah, akan saya periksa. Silakan berbaring.”


Era kembali berbaring dan mendapatkan serangkaian pemeriksaan. Ternyata hasilnya diagnose sementara dokter, Era mengalami tukak lambung atau semacam peradangan pada lambung.


“Saya beri obat ini untuk sementara, Bu. Besok anda bisa periksa ke rumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan yang lebih jelas. Dan saya sarankan anda untuk istirahat cukup dan menjaga pola makan.”


Era tampak menghela nafas. Akhirnya, setelah sekian lama, baru kali ini ia akan mengambil cuti panjangnya yang tidak pernah ia ambil. Cuti bukan untuk berlibur, melainkan untuk istirahat karena sedang sakit.


“Baik, dok. Terima kasih.”


Era segera turun dari brankar. Dia segera kembali ke ruangannya untuk mengambil tasnya. Setelah itu ia akan pulang.


Beberapa teman divisi Era tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing saat Era kembali ke ruangannya. Tapi tidak dengan Tatia. Meskipun sibuk, wanita itu diam-diam ikut masuk ke ruangan Era untuk melihat keadaa sahabatnya itu. karena memang setelah jam makan siang selesai tadi, Tatia langsung kembali melanjutkan pekerjaannya.


“Bagaimana keadaan kamu, Jul?”


“Aku akan pulang sekarang, Tia. Sepertinya aku juga akan ambil cuti. Aku terkena tukak lambung dan harus istirahat sementara waktu. Aku titip ya kalau ada apa-apa hubungi aku.” jawab Era sambil memberesi pekerjaannya.


“Iya. kamu jangan khawatir. Teman divisi kita ini kan sangat kompak. Lebih baik kamu istirahat dan banyak memikirkan pekerjaan dulu. biar kami yang mengatasinya.”


Era berterima kasih pada Tatia. Setelah itu ia segera pulang.


**

__ADS_1


Sementara itu hari ini Pasha juga tidak datang ke kantor. luka bakar di dadanya membuatnya tidak nyaman untuk melakukan aktivitas di luar. Jadi ia memilih bekerja dari rumah saja.


Pasha kebetulan hari ini hanya menyelesaikan beberapa laporan saja untuk meeting minggu depan. Setelah itu ia kembali beristirahat. Namun tiba-tiba saja ia teringat dengan kejadian semalam saat mencium bibir Era dalam keadaan sama-sama sadar.


Pasha memegangi bibirnya. kenapa bibir Era terasa begitu candu. Meskipun setelah ciuman kemarin, ia mendapatkan luka di bagian dadanya akibat didorong oleh Era. Tapi Pasha tidak marah. Karena ia terngiang-ngiang dengan bibir Era.


“Apa yang Era lakukan sekarang ya?” tanya Pasha pada dirinya sendiri.


Pasha yakin kalau hari ini Era pasti sangat senang karena tidak melihat keberadaan dirinya di kantor. karena penasaran, Pasha pun menghubungi orang kantor untuk bertanya tentang Era. Tentunya dengan alasan yang masuk akal, agar tidak dicurigai.


Pasha sangat terkejut saat mengetahui kabar bahwa Era tadi siang sempat pingsan. Lalu setelah sadar, dia segera pulang karena ingin beristirahat di rumah. Pasha sangat khawatir dengan keadaan Era. Kenapa hari ini dirinya tidak datang ke kantor. Pasha menyesal karena tidak bisa menolong Era.


Setelah menghubungi orang kantor, Pasha pun segera menghubungi ponsel Era. Namun sayangnya tidak ada jawaban. Padahal Pasha sudah melakukan panggilan sebanyak enam kali.


“Apa dia baik-baik saja?” gumam Pasha dengan perasaan khawatir.


Pasha pun segera berganti baju. Sekarang juga ia akan pergi ke rumah Era untuk melihat keadaan perempuan itu. Pasha sangat khawatir jika terjadi sesuatu dengan Era. Pasalnya ponsel Era saat ini tidak aktif saat Pasha kembali menghubunginya.


Tak lama kemudian Pasha melihat sorot lampu mobil meneranginya. Tentu saja itu mobil Era yang baru saja memasuki halaman rumahnya. Namun di belakang mobil Era juga ada mobil yang baru saja berhenti. Bahkan pemilik mobil itu lebih dulu keluar dan menghampiri Era.


Hati Pasha panas saat melihat seorang pria yang ia temui kemarin di restoran. Pria yang ia duga pernah memiliki hubungan special dengan Era kini sangat perhatian pada Era, seolah ingin meraih hati Era lagi.


“Aku bisa sendiri! Pulanglah!” usir Era tanpa peduli dengan Hagi yang sejak di rumah sakit terus mencari perhatiannya.


Ya, setelah pulang dari kantor tadi Era langsung ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Dia bersyukur hanya diminta dokter untuk istirahat yang cukup di rumah saja dengan rajin minum obatnya. Namun saat hendak pulang, tanpa sengaja ia bertemu dengan Hagi. Dan akhirnya pria itu mengikutinya pulang.


“Ra, aku sangat khawatir dengan keadaan kamu. Biarkan aku merawatmu untuk menebus kesalahanku dulu.”


“Pergilah! Aku sudah melupakan masa lalu itu. dan aku tidak ingin lagi melihat kamu.” Usir Era merasa geram dengan Hagi.


Sementara itu Pasha masih diam mengamati interaksi kedua orang yang berdiri tak jauh darinya. Lalu Era melangkah masuk ke rumahnya meninggalkan Hagi yang tetap ngotot ingin merawatnya. Betapa terkejutnya Era saat melihat Pasha sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Apalagi tatapan Pasha terlihat berbeda dari biasanya. Tapi sayangnya Era tidak peduli. Dia butuh istirahat setelah minum obatnya.


“Eh, bocah! Kenapa kamu bisa di sini? apa yang kamu lakukan?” tanya Hagi saat melihat keberadaan Pasha.

__ADS_1


“Bukan urusan kamu. Bukankah kamu yang diusir oleh Era. Kenapa kamu masih di sini?” jawab Pasha dengan muka sinis.


Era tidak ingin mengeluarkan tenaga dan emosinya. Dia sama sekali tidak menanggapi perdebatan dua pria itu. dia segera membuka pintu rumahnya dan masuk begitu saja.


Setelah Era masuk, tak lama kemudian Pasha ikut menyusul masuk. Sedangkan Hagi, entah apa yang dikatakan oleh Pasha, akhirnya ia berhasil mengusir pria itu.


“Bagaimana keadaan kamu? Katanya kamu sakit? Kenapa baru pulang saat sudah petang begini?” tanya Pasha sambil membuntuti Era yang menuju dapur untuk mengambil air minum.


Tanpa menjawab pertanyaan Pasha, Era mengambil kantong plastic yang berisi obat-obatan dari dalam tasnya. Ia mengambil beberapa obat sesuai petunjuk dokter, lalu meminumnya.


“Kamu minum obat tanpa makan dulu?”


“Aku sudah makan. Sekarang aku ingin istirahat. Lebih baik kamu juga pulanglah!”


“Era, biarkan aku menginap di sini untuk menemani kamu yang sedang sakit.”


Era mengerutkan keningnya lalu menatap ke arah Pasha. meskipun kepalany pusing, namun dia merasa ada yang salah dengan sikap berlebihan Pasha padanya.


“Kita bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungan apa-apa. Pulanglah! Aku ingin istirahat.”


“Tidak. Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya kalau aku ingin dekat denganmu, Era. Apa aku salah? Apa aku tidak pantas dengan kamu hanya karena usia kita?”


Era benar-benar segera butuh istirahat. Dia tidak ingin menanggapi ucapan Pasha yang menurutnya tidak masuk akal. Lalu ia segera masuk ke kamarnya meninggalkan Pasha yang masih berada di rumahnya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2