Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
43. Berita Murahan


__ADS_3

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang wanita paruh baya setelah membuka pintu.


“Maaf, saya ingin mencari Era. Apa Era ada di sini?”


Pasha juga tampak bingung. Ia tidak mengenal nama paman dan bibi Era. Dia hanya tahu alamatnya saja dari Queen. Akhirnya ia bertanya langsung tentang keberadaan Era. Dan dia berharap tidak salah alamat.


“Mari masuk dulu!” wanita itu mempersilakan Pasha masuk terlebih dulu.


Tak lama kemudian ada seorang perempuan muda keluar, karena mendengar suara seseorang yang mungkin sedang bertamu.


“Dia siapa, Bu?” bisiknya pada sang Ibu.


“Mas ini siapa? Ada apa mencari Era, keponakan saya?”


Pasha melirik sekilas pada perempuan muda yang masih berdiri di samping ibunya. Dia sangat yakin kalau perempuan itu adalah sepupu Era, sekaligus perempuan yang telah menikung kekasih Era dulu.


“Saya calon suami, Era. Apa Era ada di sini, Bu?”


Jawaban Pasha membuat Bibi Era dan Nola terkejut. Bagaimana mungkin pria tampan yang usianya terlihat masih muda itu calon suami Era. Apalagi sejak pulang ke sini beberapa hari Era sama sekali tidak membahas hubungan asmaranya, termasuk dengan pria muda yang sedang bertamu sekarang ini.


“Maaf, Nak. Era memang beberapa hari menginap di sini. itu juga karena anak saya yang kedua meninggal dunia. Tapi semalam Era sudah pulang ke rumahnya.” Jawab Bibi Era.


Pasha sangat terkejut. Ternyata kepulangan Era karena saudaranya meninggal. Tapi kenapa dia tidak memberi kabar padanya dan juga Tatia, ataupun orang kantor yang lainnya.


“Maaf kalau Ibu boleh tahu. Sejauh mana hubungan Nak..-“


“Saya Pasha, Bu.”


“Nak Pasha apa sudah lama menjalin hubungan serius dengan Era? Karena sudah lama Era tidak pernah pulang, apalagi berbagi kabar tentang hubungan kalian.”


Sedangkan Nola yang sejak tadi juga berada di ruang tamu, terlihat tidak suka saat mendengar dari mulut Pasha secara langsung kalau dia adalah calon suami sepupunya. Kemudian tanpa mengucapkan apapun, Nola langsung masuk ke dalam.


“Belum lama, Bu. Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu. pasalnya sejak kemarin saya tidak bisa menghubungi Era. Saya juga baru pulang dari perjalanan bisnis ke luar negeri.”


“Oh, memang Era pernah bilang kalau saat itu ponselnya hilang. Mungkin karena itu dia tidak bisa memberi kabar pada Nak Pasha.”


Pasha pun bernafas lega. Ternyata ponsel Era hilang. Pantas saja dia tidak bisa menghubungi ponsel perempuan itu.


Meskipun baru sampai rumah Bibi Era, Pasha pun tetap memutuskan langsung pulang. dia ingin segera bertemu dengan calon kekasihnya itu. selain rasa rindu yang sudah sangat menyesakkan dada, Pasha juga ingin dengar langsung jawaban dari Era atas tantangan yang pernah dia berikan.

__ADS_1


Hari itu juga Pasha kembali pulang ke kotanya. Dia ingin menemui Era, wanita pujaan hatinya.


***


Era hari ini sengaja bangun siang. Mumpung hari minggu juga. apalagi setelah semalam baru pulang dari rumah Paman dan Bibinya, badannnya lumayan capek.


“Ah, nggak enak banget nggak ada ponsel.” Gerutunya setelah baru bangun dan tidak bisa melihat benda pipih kesayangannya itu.


“Apa aku nanti akan dipecat sama Tuan Nabil ya gara-gara ga ijin kerja selama dua hari.” Gumamnya lagi.


Mungkin Era hanya bisa pasrah jika nanti Tuan Nabil tidak memberikan toleransi atas kesalahannya. Tapi dia tetap berharap pria itu masih berbelas kasih memaafkan kesalahannya.


Era masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus menggosok giginya dulu sebelum memulai aktivitas hari ini. rencananya nanti siang, dia akan pergi membeli ponsel baru. Setelah itu besoknya baru mendatangi galeri selular.


Setelah mencuci mukanya dengan rambut yang dicepol asal, Era keluar kamar dan masuk ke dapurnya. Masih ada bahan makanan sedikit yang tersisa di kulkasnya. Akhirnya dia memanfaatkan itu untuk dimasak sekalugus sebagai menu sarapan setengah siangnya.


Saat sedang sibuk memasak, samar-sama pendengarannya menangkap suara ketukan pintu dari luar. Era pun menghentikan aktivitas memasaknya, dan melihat siapakah yang datang ke rumahnya jam segini, di hari minggu pula.


Gedorang pintu itu terus terdengar semakin keras, seolah tidak sabar untuk dibukakan oleh si pemilik rumah. Era pun sangat kesal pada orang yang entah siapa itu.


Cklek


Grepp


Belum sempat Era melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja tubuhnya sudah dipeluk oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Pasha. sedangkan Era yang masih terkejut dengan kemunculan Pasha yang secara tiba-tiba, ia hanya diam saja.


“Aku sangat merindukanmu, Ra!” ucap Pasha masih dengan posisi yang sama.


Era mengerutkan keningnya. apa dia tidak salah dengar dengan apa yang dikatakan oleh Pasha baru saja. bukankah Pasha sudah bertunangan dengan Yeslin.


“Lepas! Aku nggak bisa nafas.” Keluh Era mengurai pelukan Pasha.


Kini Pasha sudah melepas pelukannya. Dia masih menatap intens mata Era yang juga sedang menatapnya. Namun setelah itu Era berbalik badan dan kembali ke dapur.


“Era! Kamu mau kemana?”


“Masak. Ada apa kamu datang ke sini? mengganggu waktu liburku saja.” jawab Era dengan ketus.


Pasha berjalan mengekor di belakang Era yang menuju dapur. Era memang sedang memasak. Namun Pasha masih ingin merusuh perempuan itu.

__ADS_1


“Kebetulan aku juga sangat lapar.” Ucap Pasha sambil berdiri di samping Era.


“Pulang sana! Aku Cuma masak sedikit.” Era masih ketus. Karena Pasha juga tak kunjung menjawab pertanyaannya.


“Kamu tega sekali. Aku habis perjalanan jauh pulang pergi ke rumah Paman kamu loh. Apa kamu nggak kasihan?”


“Apa? Kenapa kamu ke rumah Pamanku?”


Pasha menghembuskan nafasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Era. Setelah itu ia duduk di bar stool sambil menceritakan pada Era tentang maksud kepergiannya ke rumah sang paman.


Era benar-benar tidak menyangka kalau selama beberapa hari ini Pasha mencari keberadaannya. Padahal ia sudah berburuk sangka kalau Pasha sudah melupakannya. Bahkan sudah melakukan pertunangan itu dengan Yeslin.


Era juga tidak tahu kalau ternyata selama di luar negeri Pasha sibuk dengan pekerjaannya, hingga tidak bisa mengaktifkan ponselnya.


“Maafkan aku. dan beberapa hari ini memang aku pulang ke rumah Paman karena sepupuku meninggal, dan,-“


“Ponsel kamu hilang? Aku sudah diberitahu Bibi kamu tadi. aku sungguh takut, Ra kalau kamu sengaja pergi dari kota ini sebagai jawaban dari tantangan yang kamu berikan waktu itu. tapi nyatanya sekarang kamu kembali lagi ke kota ini. apa itu artinya cintaku kamu terima?”


Wajah Era seketika memanas saat Pasha membahas tentang tantangan itu. terlihat jelas di mata Pasha kalau pria itu mencintainya dengan sungguh-sungguh. Apalagi usahanya sampai bolak-balik ke rumah pamannya hanya untuk mencari dirinya.


“Mana mungkin aku menerima seorang pria yang sudah menjadi milik orang lain.” Jawab Era sontak membuat Pasha bingung.


“Maksud kamu apa, Ra? Milik orang lain? Siapa?”


“Kamu lah. Bukannya beberapa hari yang lalu saat kepulanganmu, kamu bertunangan dengan Yeslin?”


“Apa? Tidak! Aku tidak bertunangan dengan siapa-siapa. Dari mana kamu dapat berita murahan seperti itu?”


“Dari Yeslin sendiri lah.” Jawab Era dengan ketus, lalu melanjutkan masaknya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2