Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
S2 (123) Perhatian Kecil


__ADS_3

Ini adalah hari kedua Serena tinggal di apartemen Rayyan, suaminya. pagi ini dia bangun sedikit terlambat. Semalam ia cukup larut baru bisa memejamkan matanya. entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu sehingga tidak bisa tidur. Alhasil pagi ini dia bangun terlambat.


Serena sudah rapi dengan setelan kerjanya. sebelum dia keluar kamar, dia melihat jam tangannya dan masih ada waktu sekitar sepuluh menit untuk mengisi perutnya. Maklum saja, dia terbiasa sarapan sebelum berangkat bekerja. Jadi meskipun hanya makan selembar roti tawar dengan selai pun tidak masalah. Yang penting perutnya terisi. Padahal kemarin ia sudah berbelanja dan berniat untuk memasak. Tapi sayangnya gara-gara bangun kesiangan, rencana masaknya gagal.


Serena kini sudah di dapur. Dia seperti sedang dikejar waktu. Apalagi bosnya juga tinggal serumah dengannya. bagaimana jika nanti Rayyan memarahinya gara-gara terlambat.


Serena sudah mengoles selai di atas roti tawarnya. Lalu menuang segelas susu yang dia ambil dari kulkas. Baru saja menggigit roti, tatapan Serena tertuju pada Rayyan yang baru saja menuruni tangga. Pria itu sudah rapi dan membawa tas kerjanya. berjalan lurus tanpa melihat Serena yang sedang makan.


“Aku tunggu di bawah. Hari ini ada meeting penting dengan klien.” Ucap Rayyan sambil melihat jam tangannya.


Roti yang masih belum sepenuhnya melewati kerongkongan, rasanya membuat Serena tercekik, setelah mendengar ucapan Rayyan. Wanita itu tidak marah. Karena memang ini juga salahnya sendiri yang bangun siang. Akhirnya Serena tidak melanjutkan makannya, dan hanya menghabiskan susunya saja.


**


Hari ini adalah pertama kali Serena mendampingi Rayyan meeting di luar. Jadi, mereka berdua tidak ke kantor dulu. melainkan langsung menuju ke sebuah restoran di mana ia akan meeting bersama kliennya.


Pantas saja Rayyan tadi tidak sarapan. Atau memang pria itu jarang sekali sarapan di rumah. jadi meetingnya pagi ini sekaligus sarapan. Tentu saja dengan kliennya juga.


Serena sebenarnya masih lapar. Tapi melihat menu yang disajikan di depan matanya, tidak membuatnya berselera untuk makan. Jadi dia memilih untuk minum saja. apalagi tadi Rayyan sudah melihat Serena sarapan di apartemen. Jadi dia pikir Serena sudah kenyang.


Meeting itu cukup lama. Serena cepat tanggap dengan tugas yang diberikan oleh Rayyan. Dan hal itu membuat Rayyan lumayan puas dengan kinerja sekretaris barunya.


Usai meeting. Rayyan dan kliennya saling berjabat tangan tanda kerjasama mereka telah disepakati. Serena juga turut berlaku sopan dengan klien Rayyan itu.


Rayyan dan Serena kini sedang dalam perjalanan menuju kantor untuk melanjutkan pekerjaan lainnya. Pria itu tampak sibuk dengan ponselnya dan satu tangannya memegang kemudi. Sedangkan Serena memilih sibuk mencatat hasil meeting tadi.

__ADS_1


Sesampainya di kantor, mereka berdua langsung masuk ke ruang kerjanya. melakukan tugas masing-masing, tanpa ada pembicaraan yang berarti.


Meskpun status Serena dan Rayyan adalah pasangan suami istri, namun sikap mereka bukan seperti pasangan suami istri. Walau hanya bersandiwara pun tidak ada dalam rencana mereka. Jadi Serena menganggap Rayyan hanya sebagai atasannya. Tidak lebih.


Serena dan Rayyan mengerjakan pekerjaan mereka hanya sebentar. Karena tak lama kemudian jam makan siang tiba. Serena buru-buru ingin meninggalkan suangannya, lantaran sejak tadi perutnya sudah kelaparan. Entah makanan apa yang akan dia makan di kantin nanti. karena untuk urusan makanan, perutnya sangat sulit beradaptasi.


Cklek


“Kenapa kalian masih di sini? bukannya ini sudah jam makan siang.” Ucap Mama Feby yang baru saja masuk ke ruang kerja Rayyan.


“Iya, Ma. Ini mau istirahat kok.” Jawab Serena.


“Ya sudah ayo!”


Serena tidak mengerti dengan maksud ucapan mertuanya. apa itu artinya Mama Feby akan mengajaknya makan siang seperti kemarin. Serena bingung bagaimana cara menolaknya. Mengingat kemarin dia hanya makan sedikit masakan mertuanya. alasannya karena lidahnya tidak cocok dengan masakan negara ini. tempo hari saja saat Rayyan membelikan makanan untuknya, ia hanya makan setengahnya saja. kalau perutnya tidak lapar, pasti dia tidak akan memakannya. Padahal sebelumnya sudah bilang kalau dirinya pemakan segala, kecuali spaghetti. Ternyata lidahnya tetap tidak bisa menerima makanan negara ini.


“Kamu ini gimana sih, Ray? Tadi katanya minta dimasakin masakan khas Indonesia, sekarang malah sibuk.” Gerutu Mama Feby.


Serena terkejut dengan ucapan mertuanya. sedangkan Rayyan enggan menatap mamanya dan juga Serena. Padahal tadi ia mengirim pesan pada mamanya untuk membawakan makan siang dengan masakan khas Indonesia bukan untuknya, melainkan untuk Serena. Kenapa mamanya jadi bilang seperti itu di depan Serena. Jelas malu dong Rayyan.


“Lagian tumben kamu pakai reques masakan khas Indonesia. Biasanya juga pemakan segala.” Lanjut Mama Feby.


“Bukan Ray, Ma. Tapi Seren yang ingin makan makanan khas Indonesia.” Sahut Rayyan keceplosan.


Serena sangat terkejut dengan ucapan Rayyan baru saja. sedangkan rayyan yang sudah merasa keceplosan, dia langsung berpura-pura menerima panggilan dari seseorang untuk mengalihkan perhatian mamanya dan juga Serena.

__ADS_1


“Benarkah, Seren?” tanya Mama Feby.


“Ehm, iya Ma. Maaf, karena Seren masih susah beradaptasi dengan makanan di negara ini.” jawab Serena.


“Oh, ya sudah kalau gitu. Ayo kita makan dulu. kamu jangan sungkan-sungkan untuk bilang sama Mama.” ujar Mama Feby dan langsung menggandeng Serena keluar dari ruang kerjanya.


Serena masih terngiang-ngiang dengan ucapan Rayyan. Kenapa hatinya menghangat dengan perhatian kecil pria itu. apakah gara-gara semalam saat makan malam dia mengatakan kurang suka dengan masakan negara ini, jadinya pria itu meminta mamanya untuk memasak secara khusus untuknya.


Tanpa Serena sadari kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.


*


Sedangkan Rayyan yang sudah mengakhiri panggilan fiktifnya, kini tampak bernafas lega setelah kedua perempuan itu keluar dari ruangannya. Namun tak lama kemudian ponsel Rayyan bergetar. Ada panggilan sungguhan.


“Joelle? Ada apa dia meneleponku?” gumam Rayyan saat melihat Era menghubunginya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


Maaf ya guys, othor upnya sehari 1bab. Othor lagi sibuk nguli🙏😅✌


Jangan lupa dong mampir ke karya othor di apk oyen🤗


__ADS_2