Brondong Tajir Vs Perawan Tua

Brondong Tajir Vs Perawan Tua
98. Berhenti Berdetak


__ADS_3

Operasi yang dilakukan oleh tim dokter untuk menyelamatkan Pasha berlangsung cukup lama. Sampai waktu pagi tiba, lampu indicator ruang operasi itu masih menyala. Terlebih beberapa saat yang lalu tim dokter sempat dibuat terkejut saat jantung pasien berhenti berdetak. Namun beberapa saat lagi, jantung Pasha kembali lagi berdetak, meskipun sangat lemah.


Di luar ruangan operasi tampak kedua orang tua Pasha yang sama sekali tidak beranjak sejak Pasha dibawa masuk ke ruangan operasi sampai saat ini.


Tak ada kata lelah bagi kedua orang tua Pasha demi menunggu hasil operasi anaknya. bahkan Mama Shanum, air mata wanita itu sampai mengering lantaran mengkhawatirkan keadaan sang anak. Takut jika terjadi sesuatu pada Pasha saat menjalani operasinya.


Sedangkan Papa Nabil, pria itu sama rapuhnya dengan sang istri. Hanya saja, sosoknya yang tegar lebih memilih untuk menguatkan hatinya dan menenangkan sang istri. Lantunan doa dalam hati juga tak pernah putus mereka gumamkan demi keselamatan sang anak.


Tak jauh dari kedua orang tua Pasha, sejak tadi Rayyan juga masih berada di sana. Pria itu juga ingin mengetahui kabar terbaru tentang Pasha. apalagi setelah tahu kalau keluarganya masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Pasha. yakni, mendiang kakek Rayyan adalah sepupu dari kakek Pasha. otomatis mereka masih satu keluarga. Rayyan juga sudah mengabarkan pada Mama dan Papanya tentang hal ini.


Selain itu Rayyan berada di rumah sakit juga untuk memberi tahu kabar pada Era. Karena perempuan itu semenjak ia antar pulang, meminta Rayyan untuk memantau keadaan Pasha. sedangkan Era sendiri akan datang lagi ke rumah sakit saat keadaannya sudah tenang.


**


Pukul sebelas siang waktu setempat, operasi itu baru selesai. padamnya lampu indicator ruang operasi membuat Papa Nabil dan Mama Shanum langsung beranjak dari duduknya untuk menanyakan keadaan sang anak.


Beberapa tim dokter sudah keluar. Salah satunya mengatakan pada keluarga pasien yang tak lain pada Papa Nabil kalau operasi telah berjalan lancar. Dokter juga berhasil menghentikan pendarahan pada kepala Pasha. hanya saja untuk saat ini Pasha harus dipindah ke ruangan ICU untuk dipantau perkembangannya pasca operasi.


Beberapa perawat keluar dari ruangan operasi sambil menodorng brankar Pasha menuju ruangan ICU. Meskipun operasi sudah selesai, namun tak membuat Mama Sahanum tenang sebelum anaknya sadar dan keadaannya membaik. Air matanya pun meluncur begitu saja saat melihat tubuh lemah Pasha dengan mata yang masih terpejam.


Hingga sampai malam harinya, keadaan Pasha masih belum sadarkan diri. Dokter memang mengatakan kalau dampak dari operasi tersebut pasien memnag butuh waktu lama untuk sadar. Obat-obat yang dimasukkan ke dalam tubuh Pasha justru akan bekerja dengan baik jika keadaan pasien masih belum sadar.


Kedua orang tua Rayyan juga sudah datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Pasha. mereka tidak menyangka kalau akan dipertemukan dalam kondisi seperti ini. terlebih diantara Rayyan dan Pasha sempat berseteru untuk memperebutkan seorang wanita yang sama-sama mereka cintai.


***


Di suatu tempat, yang menyerupai taman dengan hamparan tanah yang luas, tampak seorang ayah sedang menemani putrinya sedang bermain. Wajah cantik nan imut dari gadis kecil itu terlihat tidak begitu ceria. Padahal sejak tadi Papanya selalu menuruti kemauan gadis kecil itu.

__ADS_1


“Sayang, kenapa cemberut gitu sih? Kan ada Papa di sini?” tanya sang Papa.


Gadis kecil itu diam saja tak menjawab pertanyaan sang Papa. Dia justru berlari-lari mengitari taman bunga yang sangat luas itu. Papanya hanya bisa menghela nafasnya pelan.


Pria itu sebenarnya juga heran dengan putrinya. Padahal ia ingin meluangkan waktunya untuk menebus kesalahan masa lalunya. Ia ingin selalu menemani putrinya dan menuruti semua keinginan sang putri. Akhirnya pria itu pun mendektai gadis kecilnya yang sedang asyik menari-nari di tengan taman bunga.


“Sayang, ayo sini Papa ajari berdansa!” ajaknya sambil memegang lembut kedua tangan putrinya.


Gadis itu menggeleng lemah, dan melepas genggaman tangannya dari sang Papa. Sedangkan Papanya hanya tertunduk sedih saat melihat penolakan anaknya.


“Sayang, apa kamu benci dengan Papa?” tanyanya dengan suara sendu. Dan gadis itu menjawabnya dengan gelengan kepala.


“Papa ingin selalu bersamamu, Nak. Papa ingin menebus semua kesalahan yang sudah Papa perbuat. Ayo kita pergi dari sini! Papa akan tunjukkan tempat yang sangat bagus daripada tempat ini.” ujar pria itu berusaha membuju putrinya.


“Nggak, Pa! Papa pergi saja! jangan ikut aku. karena Mama lah yang lebih membutuhkan Papa. Temani Mama, Pa! Mama sebenarnya sangat mencintai Papa.”


“Sayang, Papa juga sangat mencintai Mama. tapi, biarkan Papa menebus waktu yang sudah hilang bersamamu, Nak.” bujuk pria itu lagi.


“Tidak, Pa! aku akan sangat bahagia jika melihat Papa dan Mama bersama. Hidup bahagia bersama. Jangan ikut aku, Pa! Papa pulanglah! Ada Mama yang menunggu Papa.” Ucap gadis kecil itu lalu memundurkan langkahnya yang semakin jauh dari posisi Papanya.


Gadis kecil itu melambaikan tangannya sambil tersenyum hangat pada Papanya. Lambaian tangan yang sarat makna akan sebuah perpisahan. Sedangkan pria itu hanya meneteskan air matanya haru sambil membalas lambaian tangan gadis kecilnya.


***


Papa Nabil terhenyak dari tempat duduknya saat mendengar suara dokter memanggilnya. Mungkin pria itu sejak tadi melamun atau sedang memikirkan sesuatu. Sedangkan sang istri saat ini masih berada di toilet.


“Pasien sudah sadar. Namun keadaannya masih sangat lemah. Kalau mau masuk, silakan! Tapi saya harap untuk tidak terlalu banyak mengajak pasien bicara.” Ujar dokter.

__ADS_1


Tepat saat itu Mama Shanum juga baru datang dari toilet. Wanita paruh baya itu ikut lega mendengar putranya sudah sadar. Akhirnya mereka berdua pun langsung masuk ke ruangan ICU.


Pasha masih berbaring dengan beberapa alat medis di tubuhnya. Dia juga belum bisa bergerak. Hanya matanya saja yang terbuka.


“King! Mama sangat senang akhirnya kamu sadar, Nak!” ucap Mama Shanum dengan haru.


Mama Shanum tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Wanita paruh baya itu langsung memeluk putranya. Namun Papa Nabil segera mencegahnya, agar tidak terlalu erat memeluk Pasha.


Papa Nabil juga ikut lega melihat kondisi putranya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Meskipun pasca operasi, hampir sepuluh jam Pasha baru sadar.


“Era!” lirih Pasha saat berada dalam dekapan Mamanya.


“Era di mana, Ma?” sekali lagi Pasha menanyakan keberadaan wanita yang sangat dicintainya itu. sedangkan Mama Shanum mengurai pelukannya hanya mampu terdiam.


“King, jangan banyak berpikir dulu agar kondisi kamu cepat pulih. Dokter menyarankan agar kamu banyak istirahat dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan.” Sahut Papa Nabil.


“Era di mana, Pa?” tanya Pasha lagi.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2