
Ada langkah yang harus terhenti , mundur bahkan memutar arah , meski yang dilalui sudah jauh sekali.
Ada harapan yang harus dibunuh paksa , meski itu adalah doa-doa dari hari kecil sejak lama.
Ada perasaan yang harus disudahi , meski itu adalah sebuah ketulusan 🌹
5 hari kemudian akhirnya flo bisa keluar dari rumah sakit karena kondisinya sudah pulih walaupun tidak pulih total , hanya perlu melakukan istirahat dirumah.
Saat ini colten dan elisa juga ikut mengantar flo bersama dengan gio menuju apartemen milik flo yang sering flo tempati jika dia sedang berada di jerman.
30 menit kemudian mereka pun tiba di apartemen flo , mereka masuk kedalam ruangan apartemen flo karena flo yang meminta mereka untuk mampir sebentar.
Mereka berempat duduk di ruang tamu apartemen itu , flo menyuruh gio untuk menyuruh pelayan yang khusus flo pekerjakan jika dia tinggal di apartemen itu untuk segera membawakan mereka minuman dan cemilan .
" Seharusnya anda tidak perlu repot-repot nona , kami merasa tidak enak hati jadinya ". ucap elisa canggung
" Tenang saja , aku tidak kerepotan hanya karena semua ini ". ucap flo
" Oh ya , aku dan gio akan segera kembali ke negara kami besok , jadi jika kalian akan segera melakukan penyergapan itu , langsung saja hubungi nomor gio , dia akan segera menemui kalian pada saat ini untuk mengantarkak kalian ". ucap flo
" Baiklah , terima kasih sudah membantu kami , semoga saja kerja sama ini berlangsung dengan lama , setidaknya banyak keuntungan yang di dapatkan kita bersama dalam kerja sama ini ". ucap elisa
" Tentu , hubungi kami jika kalian butuh bantuan kami , anggap saja aku membantu kalian karena kalian sudah menyelamatkan nyawaku pada waktu itu ". balas flo tersenyum tipis
********
Di tempat lain di indonesia , malam ini bian akan pergi ke pesta pernikahan putri salah satu rekan bisnisnya .
Bian datang bersama jerry , sebenarnya dia malas untuk datang ke acara seperti ini , tapi jerry memaksanya .
Sedari tadi bian sudah bertegur sapa dengan banyak pengusaha sukses dan beberapa rekan bisnisnya yang juga hadir di pesta tersebut.
Bian dan jerry duduk di meja bundar sambil menikmati minuman yang tersediah untuk mereka nikmati.
Dari kejauhan , seorang wanita menyunggingkan seringai tipis ketika dia melihat bian telah meminum minuman itu.
" Tidak ada yang bisa mendapatkanmu selainku bebyyy , akan ku pastikan kau akan menjadi milikku seutuhnya ". ucap wanita itu tersenyum senang
Di tempat bian saat ini tiba-tiba tubuh bian terasa panas setelah meminum minuman yang baru saja dia minum.
__ADS_1
Tubuhnya menjadi gelisa dan sangat kepanas , dia merasa aneh dengan tubuhnya saat ini , jerry memperhatikan itu semua dan dia penasaran kenapa bian terlihat sangat gelisah.
" Bos , apa anda baik-baik saja ?" . tanya jerry berbisik ditelinga bian
" Antar aku pulang sekarang juga , tubuhku terasa panas ". ucap bian gelisa
Jerry merasa curiga dengan minuman yang diminum oleh bian , dia langsung mengambil gelas yang berisi minuman yang bian minum tadi kemudian dia mencoba menghirup aroma minuman itu dan benar saja apa yang dia duga .
Ternyata minuman itu telah di campuri obat perangsang , jerry langsung mengedarkan padangannya kesegala arah di dalam ruangan yang sangat ramai itu.
Tapi jerry tidak menemukan seseorang yang mencurigakan , akhirnya dia mengarahkan bian untuk segera keluar dari gedung tempat resepsi pernikahan itu dilaksanakan .
Tapi ketika mereka baru saja tiba di mobil yang dibawah jerry dan bian , tiba-tiba mereka berdua di hadang oleh 4 orang pria berpakaian hitam .
" Siapa kalian ? ". tanya jerry waspada dengan posisi yang sekarang sedang memapah bian yang sudah mulai hilang kendali akibat obat perangsang
Keempat pria itu tidak menjawab pertanyaan jerry tapi mereka malah berjalan mendekati bian dan jerry terlihat seperti akan menyerang jerry dan bian membuat jerry langsung melepaskan bian .
Dan alhasil jerry pun bertarung 1 lawan 4 dengan keempat pria itu , tanpa jerry sadar karena dia sedang bertarung dengan keempat pria itu , bian malah di tarik oleh seseorang kemudian membawa bian ke salah satu mobil di parkiran itu dan membawa bian pergi dari situ.
Disaat jerry masih fokus bertarung , tiba-tiba keempat pria itu kabur karena tugas mereka sudah selesai.
Pada saat dia melihat kearah belakang dimana dia meninggalkan bian tadi untuk melakukan pertarungan , betapa kagetnya dia melihat bian yang sudah tidak ada lagi di tempat itu.
" Shittt ". pekik jerry marah
Dia mencari bian kemana-mana tapi dia tidak menemukan bian dimanapun , dia langsung melakukan pergerakan , dia menghubungi pengawal untuk segera mencari bian dimanapun itu , dia khawatir jika terjadi sesuatu pada bian dengan keadaan bian yang sedang dipengaruhi oleh obat perangsang .
" Siapa yang berani melakukan ini pada bian , semoga saja bian bisa menahan dirinya jika orang dibalik ini semua sengaja ingin melakukan hal kotor pada bian ". ucap jerry frustasi
Jerry pun kembali kedalam gedung dengan niat dia ingin mengecek cctv , siapa tahu dia bisa menemukan petunjuk siapa yang menculik bian saat ini.
Di dalam mobil yang membawa bian saat ini , sudah 15 menit mobil itu melakukan perjalanan dan akhirnya mobil itu berhenti di salah satu hotel terdekat.
Ternyata yang membawa bian adalah wanita yang tadi memperhatikan bian dari kejahuan.
Setelah mobil berhenti , wanita itu keluar dari mobil kemudian dia sambut dengan bungkukkan hormat dari pria yang berkisar 10 orang berpakaian hitam .
" Bawah dia kedalam di kamarku ". ucap wanita itu datar
__ADS_1
" Baik nona ".
10 pengawal itu langsung mengeluarkan bian dari mobil dan membawa bian masuk kedalam hotel itu sesuai perintah wanita tadi.
Beberapa menit kemudian akhirnya bian di dorong masuk kedalam salah satu kamar hotel yang ternyata di dalam kamar itu sudah ada wanita tadi .
"Akhhh ". pekik bian ketika tubuhnya jatuh di lantai kamar hotel itu
Wanita itu menyuruh para pengawal untuk segera pergi dari situ , setelah para pengawal itu pergi ,wanita itu langsung mengunci pintu kamar itu dan melempar kuncinya kesembarang arah .
Wanita itu tersenyum senang melihat pria yang sangat dia cintai sekarang berada dalam satu ruangan dengannya .
Dia mendekati bian yang sedang gelisah menahan suatu gejolak hasrat yang ingin harus segera di tuntaskan .
" Bebyyy apa kau baik-baik saja ". tanya wanita itu dengan suara dibuat begitu sexy
Bian masih diantara setengah sadar , dia melihat kearah wanita itu dengan tatapan sayup-sayup.
Wanita itu mencoba mengarahkan tangannya kearah dada bidang milik bian dengan tujuan agar bian akan semakin terbuai oleh efek obat perangsang itu.
Tapi sayangnya dia gagal , bian langsung mendorongnya sehingga dia jatuh sedikit jauh dari tempat bian .
" Cihhhh , apa kau pikir aku semudah itu untuk di pengaruhi seperti ini ? ". ucap bian sambil menahan rasa panas yang semakin menggila pada tubuhnya
" Ha-ha-hahaha , ayolah bebyyyy , apa kau tidak menginginkanku ? , bukankah kau harus segera menuntaskannya atau kau bisa saja sakit jika menahannya terus-menerus bebyy ". ucap wanita itu menggoda bian kembali
Bian kembali mendorongnya dan wanita itu terus saja mencoba mendekati bian .
Plakkkkkkkk
Bian menampar wanita itu cukup kuat sehingga wanita itu bergeser jauh dari sekitar bian .
" Jangan harap kau bisa menjebakku dengan cara kotor seperti ini Mia , perlu kau tahu kalau aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuhmu karena tubuh istriku lebih enak dilihat dari pada tubuh kurus mu itu ". ucap bian menyindir wanita berbama mia itu
Dengan segala upaya bian mendobrak pintu kamar hotel itu , akhirnya dia berhasil mendobraknya , bian pun keluar dari kamar itu dengan keadaan yang masih gelisa dan rasa panas itu malah semakin menggila di tubuhnya .
Mia , wanita yang melakukan semua kejadian malam ini langsung terdiam karena dia mendengar pria yang dia cintai selama ini mengatakan kalau pria itu sudah memiliki istri apalagi di banding-bandingkan dengannya.
Dia yakin bian hanya membual saja , karena dia tahu bian belum menikah karena tidak ada kabar 1 pun menyatakan kebenaran itu dan dia yakin bian hanya ingin menghindarinya saja .
__ADS_1