
Pada akhirnya selalu ada batas untuk setiap perjalanan dan selalu ada kata selesai untuk sesuatu yang dimulai 🔮
Jerry mencoba menenangkan milka terlebih dahulu agar milka bisa menjelasakan semua itu pada bian dengan tenang .
Setelah beberapa menit kemudian ketika milka sudah mulai tenang , jerry pun mengajak milka untuk menemui bian di ruangan bian .
Tok tok tok
Mendengar suara pintu di ketuk , bian menyuruh untuk masuk .
Bian sedang sibuk mengecek berkas di mejanya , pintu di buka oleh jerry , jerry pun masuk bersama milka di belakangnya .
" Bos , ada nona milka ". ucap jerry
Bian langsung melihat kearah jerry setelah jerry mengatakan bahwa adiknya datang ke perusahannya.
Dan benar saja dia melihat milka ada di dalam ruangannya tepat di belakang jerry .
" Kenapa kau bersembunyi di belakang jerry ? ". tanya bian penuh selidik
Jerry membalikkan tubuhnya dan memberi isyarat untuk milka tidak perlu khawatir dan hanya perlu ceritakan saja , karena jerry pikir milka tidak membuat kesalahan apapun atas kejadian ini.
Milka pun menjauh dari jerry dan bian terkejut melihat mata adiknya sembab seperti baru menangis membuatnya penasaran apa yang terjadi pada adiknya.
" Ada apa denganmu , kenapa matamu bengkak seperti habis menangis ? ". tanya bian dengan tatapan tajam
Bian berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan mendekati milka dan jerry , bian mengajak milka dan jerry duduk terlebih dahulu .
" Katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu ? , kenapa kau menangis ? ". tanya bian lembut tapi sedang menahan amarahnya jika benar dugaannya ada yang berani menyakiti adiknya
Bian menatap jerry dengan tatapan tajam , dia harus curiga juga pada jerry karena milka datang bersamanya , siapa yang tahu kalau jika jerry lah yang membuat milka menangis , itu pikir bian .
Milka menceritakan apa yang terjadi padanya sehingga dia menangis , bian langsung terdiam mendengar penjelasan milka , dia tidak tahu harus menanggapi apa atas hal itu , seakan suaranya tidak bisa keluar .
*****
__ADS_1
Tinggg tongggg
Tinggg tongggg
Tinggg tomggg
Bel apartemen flo kembali berbunyi setelah 2 jam berlalu setelah milka meninggalkan apartemennya .
Dari dalam kamar flo kembali menautkan kedua alisnya ketika mendengar ada bel lagi , dia yakin itu bukan key karena key belum lama memberi kabar kalau dia akan mengerjakan tugas kelompok dirumah temannya .
Flo berjalan keluar dari kamarnya kemudian dia berjalan kearah pintu masuk dan keluar apartemennya dan berharap itu bukan milka lagi.
Ketika dia membuka pintu apartemennya dan melihat siapa yang datang , flo dengan cepat menutup kembali pintu apartemennya tapi sayangnya dia terlambat karena orang yang datang lebih cepat mendorong pintunya hingga terbuka lebar .
" Yakkkk apa kau ingin merusak pintu ini ". teriak flo kesal dengan perasaan campur aduk
Bukannya menjawab , orang itu langsung masuk begitu saja melewati flo yang langsung terlihat semakin kesal karena orang itu masuk tanpa persetujuannya.
Flo membanting pintu apartemennya hingga tertutup dan mengeluarkan suara yang cukup kuat .
Flo mendapati orang itu berada di ruang tamu , dia berjalan mendekati orang itu berniat untuk mengusirnya tapi siapa sangka orang itu malah memeluk flo dengan erat membuat flo langsung terdiam seribu bahasa saking terkejutnya.
" Kenapa kau melakukan semua ini ? , setega itu kau membuatku seperti ini ". ucap orang itu dengan suara menahan air matanya agar tidak jatuh
" Apa maksudmu ? ". ucap flo mencoba menenangkan dirinya
" Kenapa kau terus menghidar dariku , kenapa kau terus membuatku merasa bersalah padamu , kenapa kau menyembunyikan identitasmu dariku , jelaskan semua itu padaku flo , tolong jawab dengan jujur ". tanya orang itu dengan suara tercekat
Flo tidak bisa menahan air matanya , air matanya menetes membahasi pipinya begitu saja , dia mengepalkan tangannya dan meremas jari-jarinya .
" Apa gunanya jika aku mengatakan siapa aku sebenarnya ? , apa itu akan merubah segalanya bian ? ". jawab flo dengan air mata yang semakin mengalir deras di pipinya
Yah orang itu adalah bian , setelah dia mendengarkan penjelasan dari milka , dia langsung memutuskan untuk menemui flo dan meminta alamat apartemen flo pada milka .
" Tapi setidaknya kau bisa memberitahuku kalau kau adalah alika , tapi kenapa kau harus menutupi itu semua ". ucap bian semakin mempererat pelukannya pada flo
__ADS_1
" Perbedaan kita terlalu jauh dan sangat jauh , kita tidak di takdirkan untuk bersama , sekalipun kita memang di takdirkan untuk bersama , aku tidak yakin kalau kau akan menerima semua yang ada dalam diriku ".
" Pekerjaanku dan siapa aku sebenarnya , kau hanya akan mengalami masa sulit dan berbahaya jika itu terjadi dan aku hanya tidak ingin kau mengalami semua itu ". ucap flo dengan tangisan yang sudah tidak bisa di tahan lagi
Dia tidak menduga jika dia akan bertemu dengan bian secepat ini , tidak ada yang tahu apa isi hatinya , tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya flo inginkan dan apa alasan dari semua yang flo lakukan pada bian , hanya dia dan tuhan yang tahu , bahkan gio saja yang selalu berada disisinya tidak mengetahui alasan sebenarnya flo melakukan semua ini.
" Tolong jangan berkata seperti itu , aku tidak peduli sekalipun banyak perbedaan di antara kita , aku akan menerima apapun semua yang ada dalam dirimu entah itu kekurangan atau kelebihanmu , tolong jangan menghindariku ". ucap bian menahan tangisannya
" Ini sudah keputusanku , tolong jangan muncul lagi dalam hidupku , kau bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku , lupakan aku dan semua kenangan kita di masa lalu ". ucap flo sambil menyeka air matanya dengan tangan kanannya
" Tidak , aku tidak akan menjauh darimu kapanpun itu , tolong jangan seperti ini ". ucap bian dengan air mata yang sudah tidak bisa di tahan lagi untuk tidak menetes
Flo melepaskan pelukan bian kemudian dia menggenggam kedua tangan bian dengan lembut , dia tersenyum kearah bian walaupun sebenarnya ingin sekali flo menangis saat ini.
" Dengarkan aku baik-baik , aku bukan wanita baik seperti yang kau pikirkan , semuanya telah berubah setelah kematian orang tuaku , aku bukan alika yang dulu kau kenal , jadi tolong hiduplah bahagia tanpa memikirkanku lagi , lupakan semua yang terjadi , kita hanya perlu melakukan itu ". ucap flo tersenyum tapi dia tidak bisa menahan air mata yang jatuh dari pelupuk matanya
" Kenapa ? , apa yang membuatmu berpikir kalau kita tidak mungkin bersatu , jika kau kecewa dan marah karena aku menceraikanmu karena kejadian kau membunuh ratusan itu , maka aku harus memberitahumu kalau aku minta maaf dan sangat menyesali keputusanku saat itu ". jelas bian menatap flo dengan tatapan sendu
" bukan itu yang ku maksudkan , aku bahkan sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf atas kejadian yang memang benar aku lakukan dan kau tidak salah atas hal itu ". jelas flo
" Lalu apa ? , beri aku alasan yang bisa ku terima , aku tidak akan menjauh darimu jika kau tidak menjelaskan apa sebenarnya alasanmu ingin aku menjauh darimu ". ucap bian
" Apa ini waktu yang tepat aku bertanya tentang hal itu ? ". batin flo menatap bian dengan tatapan yang sulit di artikan
Flo terdiam sejenak untuk meyakinkan dirinya untuk bertanya pertanyaan yang selama ini membuatnya semakin jauh dari bian pada bian.
" Aku Queen mafia black sun , aku yang melakukan pembantaian pada puluhan ribu anggota mafia red rose seperti yang kau tuduhkan , semua itu benar ".
Bian tercengang mendengar ucapan flo , bahkan dia langsung menarik tangannya dari genggaman flo , sedangkan flo hanya bisa memejamkan matanya karena dia tahu bian akan menunjukkan reaksi seperti ini ketika dia menjelaskan siapa dia sebenarnya .
" Ha-ha-haha , apa kau mengatakan hal ini agar aku menjauh darimu , aku yakin kau pasti sedang berbohong padaku , katakan yang sebenarnya flo ". ucap bian tak percaya
" Aku sudah tahu kau akan bereaksi seperti ini bian , itulah sebabnya aku mengatakan kalau kita sangat berbeda , aku bukan wanita yang baik karena aku sering membunuh , aku bukan lagi alika yang lemah lembut seperti dulu , aku bukan wanita yang pantas memilikimu , itulah kenapa aku ingin menjauh darimu ". ucap flo memejamkan matanya dengan air mata yang mengalir deras
" Tidak-tidak mungkin , kau pasti sedang membohongiku , kenapa , kenapa kau harus berkata bohong seperti ini ". ucap bian dengan suara tercekat
__ADS_1