
...Berjalanlah di saat kamu kuat dan berhentilah jika kamu lelah , jangan sampai kalian sakit jika terus memaksakan semuanya , semangat guys 💪...
Setelah tadi pamit pada key , gio langsung mengantarkan flo ke bandara , flo akan ke canada menaiki pesawat pribadinya .
Pesawat sudah mulai berjalan dan akan segera melakukan penerbangan , flo memilih untuk istirahat sebentar agar pikirannya kembali stabil apalagi dia masih sedikit mabuk setelah meminum 6 botol vodka di club tadi .
Di tempat lain bian saat ini sudah kembali ke mansionnya dengan perasaan kecewanya dan penyesalan karena tidak bisa menemukan mobil flo .
Dia memilih untuk istirahat malam ini dan akan mencari flo kembali besok .
******
Keesokan paginya bian sudah bangun dan sudah rapi walaupun hany memakai pakaian santai tapi sopan dan hari ini bian sudah memberikan semua tanggung jawab perusahan pada jerry .
Jerry tidak keberatan akan hal itu karena dia tahu bian pasti sedang mencari keberadaan flo tanpa tahu alasan sebenarnya kenapa bian mencari flo .
Dia segera mengendarai mobilnya menuju kesuatu tempat , sekitar 25 menit dia mengendarai mobilnya akhirnya bian tiba di tempat tujuan yang ternyata bian pergi ke mansion keluarganya .
Satpam yang berjaga di depan gerbang mansion keluarga maniv langsung membukakan gerbang setelah mengetahui mobil yang baru tiba itu adalah mobil milik tuan mudanya .
Mobil bian langsung masuk kedalam are mansion setelah gerbang terbuka , dia langsung mematikan mesin mobilnya dan turun berjalan memasuki mansion .
Saat ini Ayah zet , bunda reni dan milka sedang sarapan di meja makan , mereka belum tahu kalau bian sedang menuju kearah meja makan .
" Ayah , bunda ". sapa bian dengan senyum canggung ketika dia tiba di meja makan
Ketiga orang itu terkejut dengan kedatangan bian yang datang sepagi ini di mansion mereka , Bunda reni dan milka langsung membuang muka kearah lain dan melanjutkan sarapan mereka karena mereka masih kesal pada bian .
Apalagi saat ini bian tidak datang bersama flo , membuat mereka semakin mendiami bian .
" Bian , ada apa datang sepagi ini , ayo duduk dan sarapan bersama kami ". ucap ayah zet tidak ingin mencampuri urusan istri dan putrinya bersama putranya
__ADS_1
" Baik yah " . ucap bian langsung duduk di kursi di samping milka
Milka tidak memperdulikan kakanya yang duduk di sampingnya , dia terus melanjutkan menikmati sarapannya .
Bian tidak mengambil sarapan karena tadi dia sudah sarapan di mansion walaupun sebenarnya dia tidak nafsu makan .
" Milka ". panggil bian pada milka
Milka yang di panggil oleh kakanya sama sekali tidak menjawab panggilan itu bahkan tidak melihat kearah kakanya membuat bian menyadari kalau adiknya masih marah padanya.
Ayah zet dan bunda reni tahu bagaimana milka jika sudah kesal terhadap sesuatu dan mereka hanya bisa diam tanpa membela bian apalagi bunda reni yang masih diam tidak memperdulikan bian .
Bian mengambil benda dari saku celananya kemudian dia meletakkannya di atas meja tepat di depan milka , bian yakin milka pasti akan langsung berbicara padanya ketika melihat benda itu .
Dan benar saja ketika bian selesai meletakkan kotak kecil berwarna hitam di depannya , milka langsung menatap kearah bian dengan tatapan bingung .
" Kenapa menunjukkan ini padaku " . tanya milka penasaran karena dia tahu apa isi di dalam kotak kecil itu
Ayah zet hanya diam tapi dia penasaran apa sebenarnya isi dari kotak kecil itu , apalagi bunda reni , jiwa keponya langsung meronta-ronta ingin mengetahui apa yang berada di kotak itu sehingga bian dengan gampangnya bisa membuat milka berbicara padahal dia tahu bagaimana milka jika sedang kesal.
Milka menautkan kedua alisnya bingung , memangnya ada barang lain yang tidak dia ketahui di dalam kotak itu , dia yakin dia sangat hafal apa saja benda di dalam kotak itu tapi kenapa kakanya malah berkata seperti itu.
Milka mengambil kotak itu dengan wajah datarnya , dia perlahan membuka kotak itu dan setelah kotak terbuka sepenuhnya , benar saja semua benda itu sudah dia ketahui tapi tunggu dulu , dia memicingkan kedua matanya ketika dia melihat benda yang sangat familiar baginya.
" Kenapa gelangku ada pada kaka ? , apa kaka mengambilnya diam-diam dari lemariku " . tuduh milka menatap penuh selidik kearah bian
" Apa itu adalah gelangmu , aku tidak mengambilnya darimu , kau bisa mengeceknya di tempat kau menyimpan gelang milikmu " ucap bian datar
Milka menatap bian dengan kebingungan , dia tidak mengerti maksud dari ucapan bian saat ini .
" Pergilah ke kamarmu dan lihat apakah gelangmu masih ada atau tidak ditempat kau menyimpannya " . ucap bian
__ADS_1
Milka semakin bingung tapi dia juga penasaran kenapa gelang yang dia simpan dengan rapi bisa ada di tangan kakanya , dengan rasa penasaran yang tinggi dia langsung menuruti ucapan kakanya untuk mengecek apakah gelang itu adalah miliknya atau bukan.
" Memangnya ada apa dengan gelang itu bian ". tanya ayah zet penasaran
" Apa ayah masih ingat dengan sahabat ayah yang bernama om wisnu dan tante adinda ? ". tanya bian serius
Ayah zet dan bunda reni sedikit terkejut mendengar putra mereka menyebutkan kedua nama yang selama ini mereka rindukan , walaupun sebenarnya hanya ayah zet dan ayah wisnu saja yang bersahabat , tapi bunda reni juga ikut bersahabat dengan istri dari sahabat suaminya bahkan bunda reni sudah menganggap adinda zen adalalah adik kandungnya .
" Tentu saja ayah mengingat mereka , bahkan ayah selama ini masih mencari informasi dimana sekarang mereka tinggal " . ucap ayah zet bingung dengan pertanyaan bian
" Flo adalah alika , putri dari kedua sahabat ayah dan bunda " . ucap bian kembali merasakan sesak di dadanya ketika menyembutkan nama flo
Degggg
Ayah zet dan bunda reni langsung melototkan mata mereka terkejut dengan penjelasan bian , bahkan bunda reni sampai menutup mulut saking syoknya .
" Jangan bercanda bian , apa kau tidak ingat flo mengatakan kalau dia adalah anak tunggal dan anak yatim piatu karena kedua orang tuanya sudah meninggal " . ucap bunda reni menolak kenyataan
" Iya apa yang bunda katakan itu benar , saat aku menyelidiki lagi asal usul flo walaupun aku tidak menemukan semuanya , aku juga kaget ketika mengetahui nama kedua orang tua flo tapi pada saat itu aku hanya berpikir mungkin saja itu hanya kebetulan ".
" Tapi semalam aku bertemu dengan flo dan membawanya kembali ke mansionku , tapi ketika dia pergi meninggalkan mansion ku dan aku ingin mengejarnya , aku menemukan gelang tadi di lift mansion ".
" Gelang itu adalah gelang yang dipakai oleh flo atau alika yang biasa aku dan milka panggil , dia juga memberikan gelang dengan model dan warna yang sama pada milka sedangkan dia memberikan ku kalung dan kita juga mengambil beberapa lembar foto sebagai kenangan ". jelas bian
" Kakaaaaaaa ". teriak milka tiba-tiba berlari kearah meja makan
Milka bingung ada apa dengan wajah kedua orang tuanya yang terlihat syok seperti itu , dia menatap kearah bian meminta menjelasan .
" Apa gelangmu masih ada ? " . tanya bian
" Iya gelangku masih ada di lemari pakaianku tempat aku menyimpan gelang itu selama ini , tapi kenapa gelang yang kaka bawa ini sangat mirip dengan gelangku , tidak mungkinkan kaka sudah bertemu dengan alika " . ucap milka menduga-duga
__ADS_1
" Tunggu sebentar , jadi maksud kamu wisnu dan adinda sudah meninggal seperti apa yang flo katakan " . ucap bunda reni dengan bibir bergetar menahan tangisannya
Milka semakin bingung dengan apa yang terjadi selama dia di dalam kamar tadi , dia bingung kenapa bundannya seperti itu apalagi kenapa juga nama flo disebutkan oleh bundanya .