
Jangan lupa untuk menyadarkan diri sendiri ya , bahwa manusia bisa berubah kapan saja , bisa berkhianat kapan pun dan bisa pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu , mau gk mau , siap gk siap , harus siap terima ok , gk apa-apa fasenya memang seperti itu jadi gk usah kaget ❤
Setelah flo menjelaskan rencananya , bian sungguh tercenganh dengan apa yang flo jelaskan .
" Jadi key adik tirinya wanita itu dan key adalah adik gio dan putri dari tante sofia ? ". tanya bian terkejut hingga melepaskan pelukannya dari flo
" Hmm seperti yang aku jelaskan tadi , selama ini key telah menyusun rencananya sendiri untuk membalas perbuatan jahat sasa dan ibunya pada key jadi key meminta aku mengatakan padamu agar kamu tidak perlu repot-repot bertindak untuk hal ini dan biarkan.key yang mengurus masalah ini ". ucap flo
" Apa kau yakin key bisa mengatasi hal ini ? ". tanya bian serius karena ini menyangkut nyawa adiknya
" Dia bukan seperti gadis yang lainnya , dia gadis yang kuat dan pemberani , kau jangan salah melihat kepolosannya karena dia bisa lebih kejam dari apa yang kau lihat karena dia adalah adikku ". ucap flo yakin
" Sekalipun dia tidak bisa mengatasinya maka ada aku dan gio yang selalu ada di belakang untuk membantunya ". sambung flo
Ceklekkk
Flo dan bian langsung diam ketika pintu ruangan terbuka tiba-tiba .
" Awas , jangan menghalangiku , aku ingin bertemu bian ". suara seorang wanita yang sepertinya memaksa untuk masuk kedalam ruangan bian
Pintu kembali tertutup , tidak ada yang masuk , bian tahu pasti jerry yang menghalangi wanita yang memaksa masuk tadi saat ini .
" Apa aku sebaiknya pulang saja , sepertinya kamu kedatangan tamu ". ucap flo dengan santai
" Memangnya kenapa kalau ada tamu , duduk dan diam saja disini , aku akan pulang bersamamu ". ucap bian tak suka flo berkata seperti itu hanya karena ada tamu
Flo mengangkat kedua tangannya sejajar dengan dada seakan memberitahu bian dengan gerakan terserah .
Tak lama kemudian pintu ruangan bian terbuka lagi , jerry masuk kedalam ruangan bian dan dia kaget melihat ada flo di dalam ruangan itu.
" A-aaa sebaiknya saya keluar , maaf sudah mengganggu ". ucap jerry merutuki kebodohannya sendiri
" Tidak perlu , kemarilah ". panggil bian datar
Dengan canggung jerry pun berjalan kearah sofa dimana bian dan flo duduk saat ini , dia tidak duduk dan hanya berdiri saja.
" Kenapa kamu tidak duduk dan bukannya tadi ada tamu yang ingin bertemu bian , dimana tamu itu sekarang , kenapa tidak masuk kesini ikut denganmu ? ". tanya flo
" Siapa ? ". tanya bian dengan datar
__ADS_1
Jerry terdiam mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh bian dan flo , dia bingung harus menjawab apa karena takut salah bicara.
" I-itu ". ucap jerry gugup
" Ohhh aku tahu , apa tamu yang ingin bertemu dengan bian adalah nona mia andera ? , aku bertemu dengannya tadi di lobi dan dia mengatakan sedang menunggu kamu selesai rapat karena dia ingin bertemu denganmu ". ucap flo melihat kearah bian ketika mengucapkan kalimat terakhir
Bian menautkan kedua alisnya , cara bicara flo seakan flo sudah mengenal mia sebelumnya tapi bian tidak yakin akan hal itu.
Sedangkan jerry langsung mematung karena dia terkejut ketika flo berkata seperti itu.
" Ah ya , nona mia lah yang tadi ingin memaksa masuk kedalam ruangan ini , dia ingin bertemu dengan bos karena katanya ada yang ingin dia sampaikan tapi aku tidak mengizinkannya masuk dan sekarang dia sedang menunggu di luar ". ucap jerry gugup
" Suruh saja dia masuk ". ucap flo santai
Bian langsung menatap flo dengan tatapan curiga , " sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu , apa dia tahu kalau nona mia selalu mencari cara untuk dekat denganku , atau apa dia sedang cemburu karena ada wanita lain yang datang mencariku ". batin bian tersenyum tipis
Jerry menatap bian , dia harus meminta izin terlebih dahulu pada bian karena dia takut bian akan menggantungnya jika dia salah ambil tindakan .
" Turuti saja keinginannya , biarkan nona mia masuk kesini ". ucap bian datar
" Baik boss , nona flo kalau begitu saya permisi ". ucap jerry
5 menit kemudian akhirnya mia masuk kedalam ruangan bian dengan wajah kesalnya karena tadi jerry menghalanginya masuk , jerry ikut dibelakang mia karena dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun jika mia berani melakukan hal yang tidak di inginkan.
" Kenapa wanita ini masih disini ". batin mia kaget ketika dia melihat flo ada dalam ruangan bian
Dia pun mengubah mimik wajahnya menjadi datar dan berjalan kearah sofa dimana bian dan flo duduk .
Flo menatap mia dengan tatapan yang sulit di artikan , bian menyadari tatapan flo pada mia tapi dia membiarkannya karena jujur saja bian juga risih dengan kehadiran mia saat ini.
" Silahkan duduk ". ucap bian datar
Tanpa menjawab mia langsung duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang di duduki oleh bian dan flo , hanya meja yang menjadi penghalang di antara mereka bertiga.
" Ada kepentingan apa sehingga anda datang keperusahan saya dan ingin bertemu dengan saya ? ". tanya bian dingin
Mia tidak langsung menjawab , dia menatap flo dengan tatapan tajam mencoba memberitahu flo lewat tatapan kalau mia tidak suka flo ada di dalam ruangan itu ketika dia ingin memulai pembicaraannya dengan bian .
" Ada apa dengan tatapanmu itu nona , kenapa kau menatapku seperti itu ? ". tanya flo datar membalas tatapan mia dengan tatapan tak kalah tajam
__ADS_1
Bian diam tanpa ingin ikut campur , dia ingin melihat bagaimana flo mengatasi mia , sedangkan jerry ikut diam dan melihat apa yang akan mia dan flo lakukan .
" Bisakah anda keluar dari ruangan ini , saya ingin berbicara dengan bian tanpa di ganggu ". ucap mia dengan datar
" Apa hak anda mengusir istriku dari ruangan ini , jika anda ingin mengatakan hal penting maka katakanlah sekarang juga ". ucap bian dingin dan menusuk
Deggg
Mia tercengang mendengar ucapan bian , dia menatap bian dengan tatapan tak percaya kemudian menatap flo dengan tatapan tajam penuh kebencian.
" Jadi benar kalau bian sudah mempunyai istri dan wanita ini adalah istrinya , cihhh , ini tidak boleh di biarkan , bian hanya milikku , tidak boleh ada yang memilikinya selain aku , akan ku pastikan aku akan menyingkirkan wanita ini dari bian agar tidak menjadi penghalang bagiku ". batin mia kesal
Flo tersenyum mengejek kearah mia membuat mia semakin kesal , jerry merasa akan ada perang dunia ke tiga jika ini di biarkan , karena dia tahu selicik apa mia tapi tidak tahu kalau flo lebih licik dari mia.
" Sejak kapan kau menikah dan memiliki isyri bian , aku tidak percaya jika kau sudah menikah , jika benar , coba buktikan padaku ". ucap mia menolak menerima ucapan bian
" Memangnya anda siapa sehingga suamiku harus membuktikan bahwa kami benar sudah menikah , apa kau selingkuhannya atau wanita penggoda suami orang atau juga wanita yang terobsesi pada suamiku ". tanya flo datar
" Aku tidak bertanya padamu , aku meminta pembuktian pada bian jadi diam saja kau wanita sialan ". ucap mia kesal
" Jika ini hal penting yang ingin kau bicarakan maka sebaiknya anda pulang saja karena anda sangat mengganggu waktu saya bersama istri saya ". ucap bian dingin
Mia melototkan matanya kearah bian , dia tidak menyangka kalau bian akan berkata seperti itu dan mempermalukannya .
" Baiklah , aku akan pergi dari sini tapi jangan menyesal jika aku membalas perbuatan kalian ". ucap mia dengan marah kemudian.keluar dari ruangan bian
Jerry ikut keluar dari ruangan bian untuk memastikan mia keluar sepenuhnya dari area perusahan.
" Cihhhh , memangnya apa yang kita lakukan sehingga dia ingin membalas perbuatan kita , dasar wanita gila ". ucap flo malas
" Sudah tidak usah pedulikan dia , bagaimana kalau kita ke butik untuk melihat gaun pernikahan kita nanti ". ucap bian dengan lembut
" Apa kau sedang membujuk ku ". tanya flo menatap bian dengan tajam
" Tidak , memangnya apa kesalahan yang ku lakukan sehingga harus membujukmu , dia bukan siapa-siapa lebih tepatnya hanya wanita yang terobsesi padaku , jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh ". ucap bian sabar
" Ck , aku tahu itu dan aku hanya bercanda , ayokkk kita pergi ketempat yang kau sebutkan tadi ". ucap flo tersenyum mengejek
" Dasar kamu yah ". ucap bian tersenyum mencoel hidung flo saking gemasnya
__ADS_1
Mereka berdua pun keluar dari ruangan itu dan bersiap pergi ke butik .