
Hidup sehat , pikiran sehat dan tingkah yang sehat akan membawah kita semua ke kehidupan yang bahagia 😉
Vira , arkan dan ben dengan perlahan terus berjalan masuk kedalam hutan yang sangat gelap gulita itu .
" Kita berjalan pelan-pelan saja , sepertinya para penjahat itu tidak lagi mengejar kita ". Ucap ben pada arkan dan vira
" Baiklah , tapi kita harus berhati-hati , kita tidak bisa melihat dengan jelas karena terlalu gelap ". Jelas vira
Mereka bertiga berjalan hanya mengandalkan pencahayaan bulan purnama di dalam gelapnya hutam itu .
Di dalam gedung tua itu , gio dan jakson telah menghabisi semua anak buah sang pembeli anak-anak kecil itu termaksud vira , tapi mereka kembali cemas karena tidak menemukan keberadaan vira dan 2 pria kecil yang ikut bersama vira di dalam gedung itu.
" Bagaimana ini prince , nona vira dan 2 anak laki-laki itu tidak ada di gedung ini ". Tanya jakson yang baru saja menghampiri gio
" Saya tidak mau tahu , cepat kalian semua cari nona vira sampai ketemu ". Ucap gio tak mau tahu bagaimana pun mereka harus menemukan vira
5 menit.....
10 menit.....
15 menit kemudian .....
Gio dan jakson serta para mafioso yang ikut dengan mereka sampai sekarang masih belum bisa menemukan keberadaan vira , arkan dan ben , padahal mereka sudah mencari ke dalam hutan kecil di belakang gedung itu .
" Shittttt , cepat cari ke desa yang terhubung dengan hutan ini , pasti nona vira masih belum jauh dari desa itu ". Ucap gio
" Baik prince ".
Ya , ternyata hutan yang berada di belakang gedung tua itu hanyalah sebuah hutan kecil dan ada desa yang terhubung dengan hutan itu , sehingga gio sangat yakin bahwa vira dan anak laki-laki yang ikut dengannya telah memasuki desa tersebut .
Dan benar saja , vira , arkan dan juga ben memang telah memasuki desa tersebut , ketika mereka sangat senang melihat jalan keluar dari hutan itu adalah sebuah desa .
" Sebaiknya kita harus mencari bantuan , kita harus meminjam ponsel seseorang agar bisa menghubungi bundaku ". Jelas vira
" Ya kamu benar , tapi lihatlah arkan , vira , desa ini sangat sunyi ". Ucap ben
__ADS_1
" Kamu benar ". Jawab vira dan arkan secara bersamaan
Di sepanjang jalan mereka melewati rumah-rumah kecil di desa itu , mereka bertiga sama sekali belum bertemu dengan seorang pun di sepanjang jalan itu , apalagi suasana di desa itu sangatlah sunyi seperti tidak ada penghuninya .
" Bagaimana kalau kita ketuk salah satu pintu rumah , siapa tahu ada yang bisa membantu kita ". Usul arkan
Vira dan ben menganggukkan kepala mereka tanda setuju , mereka bertiga pun langsung melangkahkan kaki ke salah satu rumah kecil di depan mereka saat ini.
Tok
Tokk
Tokkk
" Permisi , apa ada orang di rumah ini ? ". Ucap ben
Heningggg
" sepertinya tidak ada orang , bagaimana kalau kita mengetuk pintu rumah yang lainnya ? ". Ucap arkan karena tidak ada sahutan dari pertanyaan ben setelah mengetuk pintu rumah pertama yang mereka ketuk
Tiba-tiba ketika mereka bertiga ingin mengetuk ke rumah selanjutnya , seorang gadis yang sepertinya berusia 10 tahun tiba-tiba mendekat ke arah mereka.
" Tidak ada penghuni di desa ini , semua rumah di desa ini kosong tidak ada barang maupun penghuninya ". Tiba-tiba gadis itu menyapa vira , arkan dan ben seperti itu
" Eehhhhh , kaget aku ". Pekik ben yang tukang kagetan
Ternyata kedatangan gadis itu sama sekali tidak di rasakan dan di ketahui oleh vira , arkan dan ben sehingga ben pun terkejut saat gadis itu menyapa mereka bertiga .
" Lalu dimana semua penduduk di desa ini ka , kenapa desa ini tidak ada penghuninya ? ". Tanya vira penasaran
" Aku akan menjelaskannya , tapi tidak disini , jika kalian mau , kalian bisa ikut denganku ke rumahku ". Jelas gadis itu dengan datar
Arkan dan ben langsung melihat ke arah vira , sedangkan vira yang menyadari maksud dari tatapan arkan dan ben langsung menganggukan kepalanya memberi isyarat untuk ikut saja dengan gadis di depan mereka saat ini.
Akhirnya gadis itu pun membawah vira , arkan dan ben menuju ke rumahnya dengan gadis itu yang berjalan di depan vira dan lainnya .
__ADS_1
" Sebentar...... ". Ucap vira dengan tatapan penuh selidik kearah gadis yang berjalan di depan mereka yang langsung menghentikkan langkah kakinya karena ucapan vira
" Ada apa ? ". Tanya gadis itu terlihat datar dan biasa saja ketika dia membalikkan badan menatap vira dan lainnya
" Kenapa kita berjalan ke arah hutan itu , jangan bisa kalau rumah kaka di dalam hutan sana , jangan macam-macam dengan kami , aku tidak akan ikut jika kaka berniat jahat pada kami ". Jelas vira dengan tatapan penuh selidik
Ternyata gadis itu berjalan mengarah ke sebuah hutan besar yang juga terhubung dengan desa itu , dan juga desa itu ternyata berada di hutan , bisa di bilang desa terpencil .
Dan sekarang gadis itu berjalan ke arah hutan lainnya yang terhubung lagi dengan desa itu dan tentu saja vira harus waspada takut gadis di depannya adalah bagian dari penjahat yang berpura-pura baik pada mereka.
" Ya , rumahku berada di dalam hutan di depan kalian , jika kalian tidak mau ikut , aku tidak akan memaksa kalian , tapi jika kalian ingin tinggal , pasti para penculik itu akan segera menemukan kalian ". Jawab gadis itu dengan datar
" sepertinya kaka ini sedang berkata jujur , tapi kenapa rumahnya harus berada di dalam hutan di depan sana ". Batin vira entah kenapa merasa yakin bahwa jawaban dari gadis di depannya terlihat sangat jujur dan meyakinkan
" Haaahhhh , baiklah , kami ikut ". Jawab vira setuju akan lanjut mengikuti gadis itu
" Kalian berdua ?" . Tanya gadis itu pada arkan dan ben
" Jika vira ikut , kami juga akan ikut , iyakan ben ". Jawab arkan
Tanpa menjawab dengan mengeluarkan suara , ben hanya menyetujui ucapan arkan dengan anggukkan kepalanya.
Gadis itu pun kembali membalikkan badannya dan berjalan kembali kedepan dan mulai memasuki hutan.
Untung saja gadis itu membawa satu buah senter yang menerangi perjalanan mereka kali ini memasuki hutan yang juga gelap sekali itu jadi vira , arkan dan ben setidaknya masih bisa melihat ada apa saja yang akan mereka lewati.
Sekitar 10 menit mereka masuk kedalam hutan itu , tiba-tiba gadis di depan mereka berhenti mendadak di sebuah tanah kosong yang lumayan luas tapi di pinggir tanah itu di penuhi oleh pepohonan besar dan kecil yang saling bertautan.
" Kenapa kita berhenti disini ? ". Tanya vira penuh selidik
" Kita sudah sampai ". Jawab gadis itu
" Heeee ? , sudah sampai ? , lalu dimana rumah kaka ? ". Tanya ben kaget dan tak percaya dengan jawaban gadis di depannya , jelas-jelas dalam penglihatannya ben , di sekitar tempat pemberhentian mereka sama sekali tidak terlihat adanya sebuah rumah
" Itu ". Ucap gadis itu menunjuk ke arah bawah tanah yang membuat vira , arkan dan ben semakin kebingungan
__ADS_1