
Bila air yang sedikit bisa menyelamatkanmu dari rasa haus , tidak perlu meminta air lebih banyak yang mungkin akan membuatmu tenggelam , maka selalu lah belajar cukup dengan apa yang kamu miliki , itulah indahnya bersyukur ☃
Seorang wanita berpakaian elegan baru saja keluar dari mobil mewah di parkiran perusahan global shine.
Wanita itu berjalan dengan gaya elegannya masuk kedalam gedung perusahan milik bian tepat di lantai 1 lantai utama gedung itu.
Dia berjalan menuju kearah meja resepsionis , semua mata karyawan yang berada di lantai itu maupun yang melewati wanita itu langsung tertuju padanya , bisik-bisik mulai terdengar , ada yang mengagumi ada pula yang penasaran kenapa wanita itu datang keperusahan ini.
" Apa ada yang bisa saya bantu nona ". tanya resepsionis itu dengan gugup kepada wanita itu
" Apa tuan bian ada di perusahan ini ? ". tanya wanita itu dengan senyum ramah yang di buat-buat
" Ya , tuan bian ada di perusahan tapi sepertinya tuan bian sedang mengadakan rapat penting dengan klien saat ini ". jawab resepsionis itu sopan
" Ahh seperti itu , saya akan menunggu , tapi bisakah anda mengantarkan saya ke ruangan tuan bian , saya akan menunggu disana ". ucap wanita itu
" Maaf nona , saya tidak bisa mengizinkan anda menunggu di ruangan CEO , anda bisa menunggu di lobi kalau anda ingin menunggu , tapi apa anda sudah membuat janji pertemuan dengan tuan bian ? ". ucap resepsionis itu
" Kenapa saya tidak bisa menunggu di ruangan tuan bian ? , saya tamu penting atasanmu dan saya tidak perlu membuat janji jika saya harus bertemu dengannya ". ucap wanita itu menatap tajam kearah resepsionis
Resepsionis itu sedikit terkejut melihat wanita itu menatapnya dengan tajam .
" Maaf nona , tapi itu sudah perarturan dari CEO kami sendiri , jika anda ingin menunggu , silahkan menunggu di lobi ". ucap resepsionis itu
Wanita itu kesal , dia memilih berjalan menuju sofa tunggu yang ada di lobi yang ada di lantai itu yang tak jauh dari meja resepsionis dengan terpaksa , karena dia harus bertemu dengan bian .
Di parkiran mobil perusahan global shine , flo baru saja memarkirkan mobilnya , ini kedua kalinya flo datang keperusahan bian , dia ingin bertemu bian karena ada hal penting yang harus dia sampaikan pada bian saat ini juga.
Seperti biasa flo berjalan masuk dengan wajah datar kedalam gedung perusahan bian , saat ini dia menggenakan hoodie pink dan celana panjang hitam , setelah beberapa menit dia masuk , akhirnya dia tiba di meja resepsionis.
Para kariyawan hanya bisa terdiam melihat kedatangan flo , mereka tidak mau mencari masalah dengan flo setelah terakhir kali mereka melihat resepsionis yang pertama di pecat karena berani mencari masalah dengan flo .
Sedangkan resepsionis baru itu , tidak tahu siapa flo , ketika flo berada di depannya , dia menatap flo dengan penuh selidik.
" Ada yang bisa saya bantu ". tanya resepsionis itu
" Saya ingin bertemu tuan bian , bisakah saya pergi keruangannya sekarang juga ? ". ucap flo datar
" Siapa nona ini , kenapa dia berkata seperti sudah biasa ke perusahan ini dan seakan tahu dimana ruangan tuan bian ". batin resepsionis itu penasaran
Di lobi , wanita yang tadi sedang menunggu di sana , memicingkan matanya penasaran melihat wanita asing yang sedang berbicara dengan resepsionis .
Dia berjalan mendekati meja resepsionis , dia sangat penasaran dengan wanita asing itu yang tak lain adalah flo .
__ADS_1
" Maaf nona , tapi tuan bian sedang mengadakan rapat saat ini , nona juga harus ada janji pertemuan dulu baru bisa bertemu dengan tuan bian ". ucap resepsionis itu
Tiba-tiba seorang kariyawan mendekati resepsionis itu dan membisikkan sesuatu pada resepsionis itu dengan mata yang terus melihat kearah flo.
Degggg
Setelah kariyawan itu selesai membisikan sesuatu pada resepsionis itu , dia langsung pergi kembali ke meja kerjanya meninggalkan resepsionis itu yang sudah gugup bahkan menundukkan kepalanya kearah flo.
" Kenapa kau menundukkan kepalamu setelah kariyawan itu membisikkan sesuatu padamu ? ". tanya flo datar
" Ti-tidak nona , maafkan saya , nona bisa masuk dan pergi keruangan tuan bian , nona bisa menunggu di sana sampai tuan bian selesai meeting ". ucap resepsionis itu ketakutan
Flo menyunggingnya senyum tipisnya , semua itu di lihat oleh wanita yang tadi , wanita itu tidak terima diperlakukan seperti ini , masa dia tidak boleh menunggu di ruangan bian sedang wanita asing yang dia lihat bisa masuk dengan mudahnya dan di izinkan oleh resepsionis itu.
" Baiklah , saya permisi ". ucap flo hendak berjalan tapi tangannya tiba-tiba di tahan oleh seseorang dari belakang
" Tunggu dulu , apa-apaan ini , kenapa kau mengizinkannya menunggu di ruangan tuan bian sedangkan aku tidak di izinkan , memangnya dia siapanya tuan bian hahh ? ". marah wanita tadi menahan tangan flo dan memarahi resepsionis itu
" Siapa wanita ini ? ". batin wanita itu penasaran dan kesal
Flo melepaskan cengkraman wanita itu dari tangannya dengan kasar dan membalikkan tubuhnya menghadap kearah wanita itu dengan tatapan datar.
" Cihhh , rupanya dia ". batin flo mendadak kesal
" Anda siapanya tuan bian ? ". tanya wanita itu pada flo
Bukannya menjawab flo malah membalikkan tubuhnya dan berjalan berlalu pergi meninggalkan wanita dan resepsionis itu menuju kearah lift.
Wanita itu melototkan matanya melihat keberanian flo yang tidak memperdulikannya apalagi tidak menjawab pertanyaannya .
" Yakkkk , dasar wanita sialan , awas saja jika aku bertemu denganmu lagi sialan ". teriak wanita itu dengan kesal
Semua mata tertuju pada wanita itu , saat wanita itu hendak pergi untuk mengikuti flo , dia di tahan oleh security , dengan terpaksa dia harus menunggu bian di lobi lantai itu dan mengumpat kesal pada flo yang bisa masuk dengan mudah kedalam ruangan bian.
Ketika flo tiba di ruangan bian , flo melihat bian tidak ada di ruangan itu dan dia memilih untuk menunggu bian sambil duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu .
15 menit kemudian akhirnya bian selesai meeting dengan kliennya , jerry mengantarkan klien mereka ke lantai 1 sedangkan bian kembali keruangannya.
Ceklekkk
Bian membuka pintu ruangannya , dia masuk begitu saja tanpa menyadari ada flo di dalam ruangan itu .
Anehnya , flo juga malah diam dengan tatapan datar mengikuti arah kemana bian berjalan .
__ADS_1
" Astagaaa ". pekik bian kaget
Saat bian baru saja ingin duduk di kursi di meja kerjanya , dia kaget mendapati flo yang duduk menatapnya dengan datar di sofa dalam ruangannya .
" Ck , jika ada seorang pencuri yang masuk kedalam sini , pasti dia bisa keluar tanpa ketahuan sekali pun kau masuk kedalam sini disaat dia masih berada di dalam ruanganmu ". ucap flo datar
Bian cecengengesan mendengar ucapan flo , dia pun berjalan kearah sofa dan duduk di samping flo .
" Kenapa tidak mengabariku jika kamu akan ke sini hmm ? ". tanya bian memeluk flo
" Maaf aku tidak sempat memberimu kabar , tapi ada hal penting yang ingin aku katakan padamu sehingga aku datang kesini ". ucap flo tidak menolak pelukan bian karena dia merasa nyaman setiap kali bian memeluknya
Bian menautkan kedua alisnya penasaran , dia melepaskan pelukannya pada flo dan menatap flo dengan penasaran.
" Hal penting apa yang ingin kau katakan padaku ? ". tanya bian penasaran
" Ini soal milka ". ucap flo serius
Bian yang mendengar flo menyebutkan nama adiknya langsung menatap flo dengan serius .
" Memangnya ada apa dengan milka ? ". tanya bian serius
" Sebenarnya aku bisa membantu milka sendirian tapi karena dia adalah adikmu dan aku tidak ingin menyembunyikan apapun padamu jadi aku ingin kau mengetahui hal ini ". ucap flo serius
" Sasa berniat membunuh milka , dia marah karena berpikir kalau milka yang membuat jerry memutuskan hubungan antara jerry dan sasa , besok malam adalah hari dimana sasa akan melancarkan rencananya itu ". sambung flo
Bian langsung berubah jadi dingin dengan menahan amarahnya yang sudah meluap ketika flo mengatakan hal tersebut .
" Terima kasih sudah memberitahukannya padaku , biar aku yang mengurusnya , akan ku pastikan dia tidak akan pernah bisa menyentuh adik kesayanganku ". ucap bian dingin
" Aku mengatakan hal ini padamu bukan bermaksud agar kamu yang akan mengurusnya ". ucap flo menatap bian serius
" Apa maksudmu ? ". tanya bian menatap flo dengan tajam
" Cih jangan menatapku seperti itu ". ucap flo mencairkan suasana karena dia tidak ingin bian semakin marah dan akan bertindak gegabah
Bian langsung memejamkan matanya menahan emosi , tiba-tiba saja dengan perlahan emosinya meredup karena flo , dia rasa flo memiliki rencana lain untuk membantu adiknya dan dia juga merutuki dirinya menatap flo dengan tajam padahal flo tidaklah salah dalam hal ini.
" Maaf , aku terlalu terbawah emosi ". ucap bian lembut kembali memeluk flo
" Kamu tidak salah , tapi aku hanya ingin kamu mendengarkan dulu penjelasanku hingga selesai dengan kepala dingin , ini menyangkut nyawa adikmu , jadi kita tidak boleh gegabah ". ucap flo membalas pelukan bian karena dia tahu sesayang apa bian pada milka sehingga bian begitu emosi
" Baiklah , jelaskan semuanya , aku akan mendengarkannya dengan tenang ". ucap bian tanpa melepaskan pelukannya
__ADS_1
Flo pun langsung menjelaskan rencananya untuk membantu milka , sebenarnya bisa saja dia bisa langsung melenyapkan sasa tapi key yang meminta flo untuk menjalan rencana ini karena key rasa ini adalah waktu yang tepat dia membalas sasa dan ibu tirinya yakni ibu dari sasa.