
"Itu balasan dari gue." Ucap gue sambil menatap tajam gadis itu. "Yok dim, kita pulang aja, gerah gue disini". Ajak gue pada Dimas sambil melirik tajam ke arah Yuda.
______________________
"Yuda. Cewek tadi tu siapa sih? Penampilannya itu urakan banget tau ga sih. Jelek, rambut pendek gitu bar-bar pula". Ujar Susi sambil berjalan mengekor di belakang Yuda menuju kantor Yuda.
"Gak tau. Mungkin pengunjung di kafe gue".
"Lo juga tadi kenapa ikut-ikutan sih? Pake namper segala lagi. Bikin reputasi gue anjlok tau gak." Tambah Yuda.
"Ya kan gue mau nge bela elo. Gak peka banget sih". Decak Susi.
______________
>>Dimobil Deolin perjalanan pulang
"Sumpah ya tu cowok nyebelin banget tau gak. Sialan!".
"Lo juga sih, terlalu bar bar tadi. Gue aja terkejut baru loat sisi Lo yang galak tadi". Dimas terkekeh.
"Anjirr! Gue yang di Inggris dan di Indonesia tu emang beda. Dulu gue dikekang sama ortu. Jadi gue kaga bisa nunjukin sisi gue yang maskulin kan. Jadi sekarang gue harus berubah. Gue ga mau kayak dulu lagi."
Dimas hanya menggeleng mendengar ocehan Deolin.
Sesampainya dirumah, Deolin langsung masuk kekamar dan langsung membersihkan diri karna hari sudah mulai gelap. Karna Oma saat itu lagi keluar jadi Oma belum melihat gaya rambut baru Deolin.
06.45
"DEOLIIINNN!! BANGUN SAYANG. INI HARI PERTAMA KAMU SEKOLAH LOH." Teriak oma dari depan pintu kamar Deolin.
"Yaelah oma. Masih pagi juga". Jawab Deolin sambil mengerjapkan mata.
"Ini tuh udah hampir jam 7 Lin! Kurang 15 menit lagi. Cepet bangun".
"Astaga oma kenapa ga bilang dari tadi sih". Gue langsung bergegas masuk ke kamar mandi dan mandi ala kadarnya dan cepat-cepat keluar tanpa polesan make up.
Gue langsung turun dan menyusul oma di meja makan.
"SUPRISEE OMAAA!!. Lihat deh, Deolin tambah cantik kan".
"Astaga Deolin. Rambut kamu yang panjang kamu apain!? Ini yang kamu bilang mau kasih kejutan ke oma?".
__ADS_1
"Hehee.. Iya oma". Jawab gue sambil cengengesan. "Oh iya Oma, moge yang ada digarasi itu boleh nggak kalo mulai sekarang Deolin pake?". Ucap gue sambil memohon dan memasang muka se imut mungkin.
"Emang kamu bisa naik motor gede kaya gitu?". Tanya oma.
"Ya bisa lah omaa.. Apa sih yang ga bisa Deolin lakukan". Jawab gue sambil cengengesan.
"Yaudah bawa aja. Oma ambilin dulu kuncinya." ucap oma sambil berjalan mengambil kunci didalam laci dibawah TV. "Kamu hati-hati bawanya jangan ngebut".
"Terimakasih omaku tercinta tersayang tercantik." sambil mencium pipi kiri oma. "Deolin berangkat dulu ya".
"Loh kamu ga sarapan dulu Lin? Kamu juga ga bareng Dimas aja? Emang kamu udah tau sekolahnya dimana?". Tanya oma bertubi-tubi.
"Ishhh omaa. Deolin udah tau kok, kan ada map. Lagian ini udah mau telat Deolin ntar sarapan di sekolah aja. Kayaknya Dimas juga udah berangkat."
"Hati-hati di jalan".
>>Skipp
Selama perjalanan Deolin melaju kencang dengan suasana hatinya yang tak tenang karena belum sampai juga ke sekolah dan jam sudah menunjukkan bahwa gerbang pasti akan segera ditutup.
Saat hendak memasuki gerbang, tiba-tiba ada mobil sport merah menghalanginya dan menimbulkan suara decitan yang cukup nyaring.
Ciiitttt.....
Deolin pun menggeram marah dan turun menghampiri mobil itu dan menggebrak keras kap mobil sport itu yang membuat ia menjadi pusat perhatian lagi. Deolin juga belum membuka helmnya.
Brakkkk
"Keluar Lo!"
Dan benar saja. Dia adalah Yuda Adi Kusuma. Yuda menggeram marah dan turun dari mobil.
Tepat dengan saat itu juga Deolin membuka helmnya dan membuat semua orang terpana. Ternyata seorang gadis berambut hitam yang pendek tak mengurangi kesan paras cantik dan manisnya sedikitpun.
'Anjirr ternyata cewek. Gue kira cowok'. Batin Yuda.
"Ck.. Lo lagi. Minggirin mobil Lo!". Ketus Deolin.
Yuda tersenyum miring melihat gadis di depannya ini. Tomboy girl satu kata yang terlintas di kepala Yuda saat ini.
"WOY BUDEKKK!! Pinggirin mobil Lo sekarang. Gue udah males ngomong sama Lo!". Bentak Deolin karena Yuda hanya diam saja tidak menanggapi Deolin.
__ADS_1
Murid-murid lain hanya diam menyaksikan Deolin yang marah-marah. Sepertinya dia anak baru dan belum tau siapa Yuda.
Kemudian Yuda langsung masuk ke dalam mobil dan menancap gas masuk ke dalam sekolah memarkirkan mobilnya. Dan disusul Deolin dibelakang nya.
Setelah memarkirkan mogenya, Deolin neranjak menuju kamar mandi mengganti celana jeans nya dengan rok sekolahnya dan menuju ke kelasnya.
'Sial!! Gue kan baru kelas X. Belum tau kelasnya yang mana. Duh.. Gimana nih, tanya aja kali ya'
Terlihat ada segerombolan anak laki-laki yang sedanh bercanda ria di depan kelas. Kemudian Deolin menghampiri gerombolan anak-anak tersebut.
"Permisi kak. Saya mau tanya, kelas X animasi dimana ya?". Tanya Deolin.
"Wuihh cantik nih. Tapi keknya bar-bar deh". Ujar Zidan sambil memicingkan mata.
"Cewek manis. Kenalan dong". Goda Adit
Ciko yang sibuk memainkan ponsel pun ikut menoleh memperhatikan gadis itu. 'Iya cantik' Ciko terdiam dan kemudian mengukir senyum yang jarang ia perlihatkan. Sejenak kemudian tersadar.
"Saya ketua Osis disini. Mari saya antar". Ujar Ciko
"Woyy modus Lo Cik". Teriak Adit.
"Ciyeee huhuuyyyy...". Goda Bima
Ciko tetap berjalan beriringan dengan Deolin tanpa menghiraukan teman-temannya.
"Nama Lo siapa?". Ujar Ciko membuka percakapan.
"Gue Deolinda Myesha. Panggil aja Deolin. Lo?".
"Gue Ciko kelas IX Animasi juga."
Deolin hanya ber oh ria dan kembali berbincang-bincang agar lebih akrab.
Sesampainya dikelas Deolin hanya mendapati satu tempat duduk kosong paling belakang pojok lagi. 'Tempat strategis nih. Lumayan. Hehehee...' batin Deolin.
" Gue Citra". Sapa cewek yang duduk disebelah Deolin mengulurkan tangan kanannya.
"Gue Deolin". Menjabat tangan Citra.
>>Skipp
__ADS_1
Tak terasa sudah seminggu Deolin menjadi Siswi di SMK Persada itu. Deolin sudah memiliki dua teman cewek Citra dan Fera. Citra mempunyai mempunyai paras yang cantik dan anggun serta berpenampilan girly. Citra begitu cerewet dan bertolak belakang dengan sifat Deolin. Dan Fera juga ternyata seorang kutu buku yang berpenampilan sedikit cupu tapi terlihat manis dengan kaca mata bulatnya yang bertengger dihidung mancungnya.
👩🏻🎨Bersambung... 👩🏻🎨