Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 118


__ADS_3

Jangan menganggap remeh mental seseorang , kita tidak tahu proses apa yang mereka lalui selama mereka hidup , yang pastinya hanya mereka yang tahu akan hal itu , sama seperti kita , orang lain juga tidak tahu kenapa kita tertawa di depan orang lain dan memilih memendam semuanya sendirian .🌠


Dengan lihai bian memegang pisau dan memotong seluruh bahan makanan yang akan dia buat nantinya .


Setelah selesai , bian langsung memasak makanan yang ingin dia buat pagi ini , key hanya sibuk melihat bian dari kejauhan .


Key tersenyum tipis ketika melihat bian memasak untuk mereka makan pagi ini , dia tahu kalau bian memang mencintai kakanya dengan tulus tapi dia juga tidak mau bian dan keluarga bian dalam bahaya jika bian dan kakanya bersatu.


40 menit kemudian akhirnya biar selesai membuat makanannya , dia tersenyum melihat hasil makanan yang dia yakin itu akan disukai oleh flo dan key .


Dia membawa makanan itu untuk di sajikan di meja makan , disana sudah ada key yang sedang duduk sambil memainkan ponsel .


" Wahhhhh banyak sekali makanan yang kaka buat ". ucap key ketika melihat bian datang membawa nampan berisi 3 jenis makanan ditangannya


" Kau harus mencobanya ". balas bian tersenyum


Setelah kejadian semalam dimana bian datang ke apartemen ini , key cukup terkejut melihat bian yang sering menunjukkan senyumnya sejak semalam sampai pagi ini .


Senyum yang jarang sekali key lihat bahkan mungkin bisa di bilang hampir tidak pernah key lihat selama key mengenal bian .


" Sebentar aku bangunin ka flo dulu ". ucap key berdiri berniat pergi ke kamar flo untuk membangunkan flo


" Tidak perlu ". ucap flo yang sedang berjalam kearah meja makan dengan wajah datarnya


Bian dan key langsung diam ketika melihat flo sudah tiba di meja makan , flo menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan membuat key dan bian sedikit gugup.


Pandangan flo terusik dengan makanan yang sudah tersajikan di atas meja makan , dia menautkan kedua alisnya dan menatap bian dan key secara bergantian.


" Siapa yang memasak makanan ini ? ". tanya flo penuh selidik


Flo tidak pernah melihat bian maupun key pernah memasak , lalu siapa yang menyiapkan makanan itu , tidak mungkin pelayan di apartemen yang membuatkannya karena ini 3 jenis menu makanan itu tidak ada di menu yang ada di restoran di gedung apartemen ini.


" Ka bian yang memasaknya ka ". ucap key tersenyum bangga


" Kamu ? , memangnya bisa ? ". ucap flo sedikit terkejut


" Kau meremehkanku ". balas bian menyunggingkan senyuman tipisnya


" Ck , darimana kau bisa memasak , kerjamu seharian hanya mengurus pekerjaan kantormu dan aku tidak yakin kau bisa memasak ". ejek flo sambil duduk di kursi yang tersedia di samping meja makan itu


" Kau harus mencobanya agar kau tahu apakah aku bisa memasak atau tidak ". ucap bian percaya diri

__ADS_1


Mereka bertiga akhirnya duduk dan mulai mengambil makanan yang mereka sukai.


Key senang melihat ada perkembangan diantara hubungan flo dan bian , karena melihat flo yang biasanya sangat menghindari bian kini seakan hubungan mereka sedikit hangat walau masih ada kecanggungan diantara keduanya.


Flo mulai memasukan 1 suapan ke dalam mulutnya dan mencoba merasakan seenak apa masakan bian sehingga bian terlihat sangat percaya diri seperti itu .


" Lumayan ". ucap flo jujur setelah merasakan makanan itu


" Tidak , masakan ini enak kok , tapi maaf ka bian kalau aku bisa jujur , masakan ka flo memang tiada tandingannya ". ucap key canggung


Mendengar penilaian flo dan key pada masakan yang dia buat olehnya , bian tersenyum karena dia memang sudah tahu masakan flo memang sangat enak , setidaknya bian sudah berusaha sebaik mungkin untuk membuat rasa masakannya enak seperti ini.


" Kau benar key , kaka pun mengakuinya ". ucap bian tak masalah dengan kejujuran key


Mereka bertiga kembali melanjutkan makan , sekitar 5 menit kemudian , flo melepaskan leper di atas piring , bukan karena sudah selesai makan hanya saja dia ingin menanyakan sesuatu pada bian dan key.


" Jawab pertanyaanku dengan jujur , bagaimana bisa kamu masuk kedalam kamarku dan sejak kapan kau berada di dalam kamarku ? ". tanya flo pada bian dengan tatapan penuh selidik


Bian dan key langsung gugup ketika flo bertanya soal itu .


" Tadi jam 1 malam ka bian datang kesini ka , aku terbangun ketika mendengar bel pintu berbunyi , melihat ka bian yang datang aku mengizinkan ka bian masuk ". ucap key gugup takut kena marah kakanya karena dia pikir mungkin milka yang memberitahu bian tentang apartemen ini


" Aku datang untuk bertemu denganmu , tapi key mengatakan kalau kamu sudah tidur sehingga aku berniat untuk membangunkanmu , tapi ketika aku memegang gagang pintu kamarmu , aku malah kesetrum ". ucap bian jujur


" Aku terus mencoba membuka pintu kamarmu tapi tidak bisa dan malah aku semakin banyak kesetrum , apa kau sengaja membuat itu pada pintu kamarmu ? ". ucap bian bertanya pada flo


" Ya , aku segaja merancang pintu kamarku seperti itu agar tidak ada pencuri sepertimu yang bisa masuk , memangnya kenapa kau bersikeras mau masuk kedalam kamarku , kenapa tidak bertanya pada key cara membuka pintu kamarku ? ". ucap flo


" Ck , dimana ada pencuri setampan aku , tapi aku datang hanya ingin bertanya tentang penculikan yang terjadi padamu dan adikku ". ucap bian


" Cihhh kau membanggakan ketampananmu di depanku ? ". tanya flo tak percaya bian bisa sepercaya diri itu


" Kau harus mengakuinya ". balas bian sangat dan sangat percaya diri


Flo memutar bola matanya dengan malas melihat bian seperti itu sedangkan key langsung tertawa melihat mereka berdua .


" Lalu bagaimana kau bisa masuk kedalam kamarku ? ". tanya flo


" Key yang membukanya bukan aku , ya karena aku bodoh tidak bertanya padanya cara membuka pintu kamarmu ". ucap bian merutuki kebodohannya


" Hmm , apa kau tidak takut masuk kedalam kamar seorang Queen mafia , bagaimana kalau aku melakukan hal buruk padamu jika aku terbangun saat kau berada dalam kamarku ". tanya flo melirik kearah bian

__ADS_1


Key tercengang mendengar ucapan kakanya , " Jadi ka bian sudah tahu ? ". tanya key terkejut


" Kenapa aku harus takut padamu sekalipun kamu adalah seorang mafia , jika kamu memang berniat jahat padaku , sudah sejak awal kamu melakukannya ". ucap bian dengan yakin


Flo menatap bian dengan tatapan yang sulit di artikan , dia tidak menyangka bian akan mengatakan hal itu dari mulutnya , seakan bian sangat yakin kalau flo memang tidak akan melakukan hal itu.


" Jangan terlalu percaya padaku , aku tidak seperti yang kau pikirkan ". ucap flo datar


" Aku sudah selesai makan , aku ke kamar dulu ". ucap key tidak ingin ikut campur dengan urusan flo dan bian


Bian menganggukkan kepalanya sedangkan flo hanya diam saja , key pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


" Kenapa aku tidak boleh percaya padamu ? ". tanya bian menatap flo


" Aku sudah tahu semuanya flo , aku tahu apa yang kamu lakukan selama ini , apa kau pikir aku hanya diam saja dan akan meninggalakanmu setelah kau menjelaskan bahwa kau adalah seorang mafia ? ". ucap bian serius


" Ya , aku memang terlambat mengetahui kebenaran ini , tapi jika memang kau berniat jahat padaku , kenapa kamu menyuruh orang mengintaiku selama ini , kenapa kau terus saja melindungi aku maupun keluargaku , bagaimana bisa aku membencimu atas hal itu ? ". sambung bian


" Aku rasa kau salah mengartikan tindakanku , aku melakukan itu semua karena aku membutuhkan waktu untuk bertemu dan menanyakan 1 hal padamu dan untuk itu aku ingin kau tetap aman sebelum kau menjawab pertanyaan yang ingin ku tanyakan ". jawab flo menatap bian dengan serius


" Pertanyaan ? , apa yang ingin kau tanyakan padaku ? ". tanya bian penasaran


Flo menatap bian dengan tatapan yang sulit di artikan , dia menghela nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan sebelum dia mengucapkan pertanyaan pada bian , pertanyaan yang membuat dia harus melakukan semua ini dan membuat dia memilih untuk menjauhi bian.


" Bella austin , seorang ibu tunggal yang menghidupi putrinya selama 5 tahun ini , apa hubunganmu dengannya , tolong jelaskan hal itu padaku dengan jujur ". ucap flo dingin


Deggggg


Bian terkejut mendengar 1 nama yang sangat dia kenal yang di sebutkan oleh flo .


" Kenapa dia bisa mengenal bella ? ". batin bian terkejut


" Dari mana kau mengenalnya ? ". tanya bian


" Jawab saja pertanyaanku , aku tidak akan mengulangi pertanyaanku ". ucap flo


" Haaahhhh ". bian menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menatap flo dengan intens


" Dia mantan kekasihku , aku rasa kamu salah paham atas hubunganku dengannya ". jawab bian memejamkan matanya sejenak


" Salah paham ? , tolong jelaskan di bagian mana yang membuatku salah paham bian ". ucap flo menatap bian dengan tajam

__ADS_1


" Apa kau mendapat infornasi kalau putrinya adalah putriku ? , pasti berpikir seperti itu bukan , disitulah letak kesalah pahaman ini flo ". jelas bian serius


__ADS_2