
Selamat tahun baru gaessss , semoga apa impian kalian untuk tahun 2023 bisa tercapai yah , salam sehat dan semoga kalian bahagia selalu , jangan lupa untuk tetap bersyukur 😇🙏🏻🥳
Borneo tidak tahu lagi harus berbuat apa , yang dia pikirkan saat ini bagaimana bisa kabur dari varo .
Dorrrrrr
Borneo melototkan matanya ketika varo kembali melontarkan 1 peluru kearah sudut ruangan itu dan ternyata varo sudah menembak mati sang dokter yang bekerja untuk borneo .
Tersisa varo dan borneo di ruangan itu , varo menatap borneo dengan tatapan maut membuat borneo semakin gelisah dan bergetar takut.
Dengan perlahan varo langsung mengarahkan pistolnya tepat kearah borneo dan dia sudah siap untuk menembak borneo agar semuanya berakhir disini.
" Tu-tunggu sebentar ". Pekik borneo ketakutan melihat moncong pistol yang sudah berada di atas kepalanya
Dorrrrrrr
Dorrrrrr
Dorrrrrr
Dorrrrrr
Tanpa basa-basi , varo langsung menembak borneo dengan brutal dan seketika itu juga borneo terjatuh ke lantai sudah tidak bernyawa lagi dengan darah yang muncrat kemana-mana.
" Haaaaahhhhhh ". Varo menghembuskan nafasnya dengan kasar
Akhirnya pemeran utama musuh berhasil dia lenyapkan dari muka bumi ini , apalagi musuh itu adalah borneo yang sudah menjadi musuh bebuyutannya selama bertahun-tahun .
Varo melihat pakaiannya yang tadi terkena cipratan darah borneo saat dia menembaknya , dengan kesal varo langsung berjalan keluar dari ruangan itu berniat kembali ke halaman markas mafia wolf dan ingin segera menyuruh zin mengambilkan pakaian gantinya.
Ketika varo sudah tiba di halaman markas itu , dia melihat ternyata gio dan yang lainnya sudah berhasil mengalahkan musuh .
Zin yang cukup kelelahan sehabis pertempuran itu , dengan cepat dia berlari kearah varo ketika melihat sang KING yang baru saja keluar dari markas musuh.
" KING , apa anda baik-baik saja ? ". Tanya zin
" Hmm , ambilkan pakaian ganti untukku dan buang kemeja ini karena darah bajingan itu mengenai kemeja itu ". Ujar varo sambil melepaskan kemeja putih yang dia pakai dan langsung memberikannya pada zin
" Baik king ". Ucap zin langsung melakukan perintah varo
__ADS_1
Setelah zin pergi , varo berjalan mendekati gio dan aslan yang sedang berdiri di tengah halaman markas itu.
" Bagaimana dengan bajingan itu ? ". Tanya gio langsung pada intinya
" Semuanya sudah berakhir ". itulah jawaban varo
Mendengar jawaban varo , gio dan aslan langsung bernafas lega karena mereka mengerti maksud ucapan varo yang sudah mereka tebak bahwa borneo sudah berhasil di tumbangkan.
" Bagaimana keadaan di indonesia ? , apa flo sudah memberikan kabar pada kalian ? ". Tanya varo
" Ya , valen sudah memberikan kabar bahwa Queen dan yang lainnya sudah berhasil mengalahkan musuh yang menyerang markas utama dan semuanya selamat dan aman ". Jelas gio
Ya , valen dan gio memang baru saja mengakhiri panggilan telfon di antara mereka bertepatan varo keluar dari markas musuh.
Valen memang sudah memberikan kabar baik bahwa flo , bian dan seluruh pasukan yang melakukan pertempuran di markas utama sudah berhasil mengalahkan musuh dan tidak ada satu saja musuh yang tersisa disana.
" Haaaahhhh , syukurlah jika semuanya sesuai rencana dan mereka disana bisa selamat dan aman ". Ucap varo bernafas lega
" Apa sebaiknya kita langsung kerumah sakit untuk mengecek kondisi nona xiera ?". Tanya gio pada varo
" Hmm , kita harus segera kesana sekarang , pasti kakaku sedang down karena kondisi xiera ". Ucap varo setuju dengan ucapan gio
" Baik prince , serahkan semua padaku ". Ucap aslan
" Hmmm, jika sudah selesai kamu bisa langsung pulang saja ". Balas gio
" Siap prince ".
Bertepatan zin yang baru saja kembali sambil membawakan kemeja ganti untuk varo , dengan cepat varo memakainya karena dia dan gio akan segera pergi kerumah sakit untuk mengecek kondisi xiera dan juga menemani al yang pasti sedang frustasi dengan kondisi xiera.
Setelah selesai memakai kemeja yang di berikan oleh zin , varo menyuruh zin untuk ikut membantu aslan membersihkan tempat itu dan jika sudah selesai zin bisa ikut ke rumah sakit .
Di rumah sakit , sekarang al masih dalam keadaan yang tegang serta frustasi karena dokter belum keluar juga dari ruangan tempat xiera menjalani operasi kecil untuk mengeluarkan janin dalam kandungannya.
Sedari tadi al mondar-mandir , pikirannya hanya tertuju pada keselamatan xiera , bahkan sejak datang ke rumah sakit itu , al sama sekali belum duduk walaupun hanya sekedar beristirahat sejenak saking khawatirnya dia.
Tapi tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka , al yang sedang menghadap kearah yang berlawanan langsung membalikan tubuhnya dan langsung mendekati sang dokter yang menangani xiera.
" Bagaimana kondisinya , apa dia baik-baik saja , apa operasinya berjalan lancar ? ". Tanya al tanpa basa-basi
__ADS_1
" Ya , operasi pengeluaran janin dalam kandungan nona xiera sudah berhasil di keluarkan dan berjalan dengan lancar ".
" Tapi........ ". Ucapan dokter itu disambut dengan tatapan tajam dari Al
" Tapi apa ? ". Tanya al dengan tatapan tajam
Dokter itu langsung menelan salivanya dengan kasar karena pertanyaan dan tatapan tajam yang al tunjukkan padanya.
" Be-begini tuan , walaupun operasinya berjalan dengan lancar , tapi untuk saat ini nona xiera masih belum sadarkan diri ".
" Apa maksudmu haaaa???? ". ucap al dengan nada sedikit tinggi
" Kondisi no-nona xiera sejak awal sudah buruk , mungkin karena pengaruh janin yang melemah dan juga pengaruh pingsan yang terlalu lama , jadi kemungkinan besar kondisi itulah yang sekarang mempengaruhi kesadaran nona xiera ". Jelas dokter itu mencoba mencari kata-kata yang tidak akan membuat al marah
Al memejamkan matanya dan memijit keningnya , sejak awal dia juga berpikir seperti itu dan dia tahu dokter di depannya sudah melakukan penanganan yang terbaik bagi xiera.
" Baiklah , berapa lama kemungkinan dia bisa sadar ? ". Tanya al mulai meredahkan emosinya
" 10 atau 12 jam paling lama dan paling cepat 8 atau 9 jam kedepan tuan ". Jelas dokter itu
" Baiklah , apa saya boleh masuk kedalam untuk melihatnya ? ". Tanya al lagi
" Ya , silahkan tuan ". Ucap dokter itu mempersilahkan al masuk kedalam ruangan itu
Akhinya al pun masuk kedalam ruangan tempat xiera di rawat saat ini .
Hati al seakan di tusuk ribuan jarum ketika melihat tubuh xiera yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan wajah yang pucat apalagi ada jarum infus yang bertengger di tangan xiera saat ini.
Ketika al sudah berada di sisi ranjang , dengan perlahan al mulai memegang pergelangan tangan xiera dengan penuh kelembutan .
" Maaf ".
Hanya kata maaf yang bisa al katakan saat ini , dia tidak mampu mengatakan kata-kata lain selain itu.
Rasa bersalah karena tidak bisa menolong xiera pada saat xiera di culik membuat al merasa tidak berguna , apalagi tadi dia yang memberi keputusan untuk mengeluarkan janin yang ada dalam kandungan xiera.
Jujur saja , al sangat takut xiera meninggalkannya karena keputusan yang dia ambil tanpa ada persetujuan dari xiera tapi al juga tidak punya pilihan lain selain harus mengambil keputusan itu demi keselamatan nyawa xiera.
Al sungguh akan menerima apapun resiko yang nantinya xiera putuskan , setidaknya dia berpikir bahwa xiera bisa selamat , itu saja .
__ADS_1