
Belajarlah mengalah sampai tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu dan belajarlah merendah sampai tak seorang pun bisa merendahkan mu 🌟
Suasana di mansion atau markas gangster demon ghost sekarang masih sunyi belum ada yang bergerak melakukan pertarungan .
Frits kaka dari tio dan ketua gangster itu sekarang sedang menuju mansion itu setelah mendapatkan kabar dari tio bahwa markas mereka sekarang sedang di serang oleh musuh.
Ya karena sekarang frits memang sedang melakukan pertemuab dengan beberapa klien di perusahaannya di salah satu restoran yang cukup jauh dari mansion itu.
Flo yang emosinya masih belum bisa di redahkan akibat bian dan tio serta para anak buah demon ghost langsung bersiap-siap untuk melampiaskan kemarahannya dengan melawan musuh dari musuhnya . Wkwkw
" Sayang kamu mau ngapain ? ". Tanya bian yang sebenarnya sudah tahu apa yang akan sang istri lakukan dari gerak-geriknya saja
" Aku ingin segera pulang , tapi tidak ada jalan lain yang bisa kita lewati selain gerbang utama itu , jadi aku akan membunuh siapapun yang berani menyerangku saat aku berjalan keluar dari mansion ini ". Ucap flo datar
" Baiklah aku setuju , tapi kamu harus berjalan di belakangku ". Ucap bian menyetujui ucapan flo
" Ck , bilang saja kalau tanganmu juga sudah gatal untuk melakukan pertarungan , dasar banyak gaya ". Sindir flo pada bian
Bian langsung cengengesan mendengar sindiran sang istri yang pada kenyataannya memang benar kalau bian ingin sekali bertarung saat ini , apalagi melihat banyak musuh dari musuhnya yang bisa dia lampiaskan kemarahannya akibat kedua anak buah demon ghost yang berani memukul tubuh bagian belakangnya tadi.
" Cepat cari keberadaan mereka semua , lenyapkan mereka tanpa ada yang tersisa sesuai perintah tuan ". Ucap pemimpin pasukan musuh demon ghost pada anak buah yang dibawah olehnya
Tapi ketika pihak musuh dari demon ghost akan segera berpencar untuk mencari keberadaan para anak buah demon ghost .
Mereka dikejutkan oleh flo dan bian yang sedang berjalan santai dari sisi kiri mansion dan mulai mendekati mereka.
Ratusan senjata api berlaras panjang dan pendek sudah mengarah lurus kearah bian dan flo , tapi bukannya takut , bian dan flo malah terus berjalan dengan santai.
Tio dan para anak buah demon ghost yang sedang bersembunyi sambil menunggu kedatangan dari sang kaka dan ketua mereka juga kaget dengan keberanian bian dan flo yang terlihat santai bahkan berjalan mendekati musuh mereka tanpa terlihat ada rasa takut sedikit pun.
" Berhenti , siapa kalian ". Tanya pemimpin masukan itu karena dia tahu bahwa kedua orang yang semakin mendekat kearahnya itu bukanlah anggota ataupun bagian dari demon ghost
Bukannya menjawab , bian dan flo malah terus berjalan membuat sang pemimpin pasukan itu tercengang .
" Seraaaaaangggggg ".
__ADS_1
Tiba-tiba suara tio menggelegar di halaman mansion itu dengan memberi perintah pada 80 pasukan yang sekarang sedang melindungi dia dan mansion itu untuk menyerang musuh mereka .
Semua anak buah demon ghost langsung keluar dari tempat persembunyian mereka dengan senjata yang sudah mengarah kearah musuh.
Bian dan flo terhenti sejenak langkah kaki mereka untuk melihat apa yang akan di lakukan tio untuk melawan musuh.
Pertarungan antara pihak demon ghost dan pihak musuh mereka pun langsung terjadi saat itu juga .
800 orang melawan 80 orang serta 1 orang lainnya yakni tio sendiri dan sangat jelas sekali kalau pastinya pihak tio akan kalah karena kalah jumlah pasukan dengan pasukan musuh.
" Cihhh , kenapa mereka semakin merepotkan saja ". Ucap flo semakin kesal dengan tindakan gegabah yang di lakukan oleh tio
Padahal sebenarnya salah satu tujuan flo ingin segera pergi dan berniat melenyapkan sebagian para pasukan musuhnya demon ghost itu untuk membantu tio dan pasukan lainnya agar mereka bisa melawan musuh mereka dengan jumlah yang tidak sebanyak sekarang ini.
Akhirnya bian dan flo juga tidak bisa menghindari pertempuran melawan musuhnya demon ghost .
Dorrrrr
Bughhh
Seperti biasanya flo selalu bermain dengan belati kesayangannya sedangkan bian bertarung seraya menggunakan 1 pistol milik salah satu pria yang bertarung dengannya di restoran tadi untuk melawan para musuh.
" Berhati-hatilah ". Ucap bian menyuruh flo untuk berhati-hati
Flo tidak menjawab bian karena dia sedang asik-asiknya memainkan belati di tangannya pada tubuh para musuh .
Baru 5 menit bian dan flo bertarung melawan para musuh sekaligus membantu musuh mereka sendiri , mereka sudah berhasil menumbangkan masing-masing 50 orang .
Mereka berdua seperti sedang bertanding , siapa yang paling banyak mengalahkan musuh saja.
Waktu terus berlalu , satu persatu musuh mulai berjatuhan akibat serangan bian dan flo , para pasukan demon ghost juga sudah banyak yang berjatuhan kalah akan pertempuran itu.
Yang tersisa tinggal flo , bian dan tio serta 35 pasukan demon ghost , sedangkan jumlah pihak musuh juga sudah banyak yang berjatuhan , dari 800 orang sekarang tinggal sekitar 200 orang pasukan yang tersisa dari musuh .
Tentu saja pengaruh campur tangan bian dan flo dalam pertempuran itu sungguh mengguntungkan bagi pihak tio dan pasukan demon ghost lainnya.
__ADS_1
" Cepat selesaikan , aku ingin segera pulang dan menemui kedua anakku". Ucap flo dingin pada bian
Bian pun menganggukkan kepalanya dan langsung bergerak dengan kecepatan kilat untuk mengalahkan para musuh .
Sedangkan flo sudah menghentikan pertarungannya karena dia malas , musuh tidak sehebat yang dia kira sehingga dia bosan melawan musuh yang terlalu lemah.
Tio dan 35 pasukan musuh juga sudah mundur karena bian yang menyuruh mereka untuk mundur sekarang dan membiarkan dia yang melawan musuh sendirian.
" Haaa-Haaa-Haaa ". Nafas tio tersengal-sengal akibat kelelahan melawan para musuh yang dia rasa sangat kuat
" Tuan muda , apa anda baik-baik saja ". Tanya salah satu anak buah kakaknya
" Hmm , pergi dan bantulah tuan bian , jangan biarkan dia bertarung sendirian untuk membantu kita ". Ucap tio masih dengan nafas yang tersengal-sengal
" Tapi tuan.... ". Ucapan anak buah demon ghost terpotong ketika suara yang sudah mulai terbiasa mereka dengar baru saja mengatakan sesuatu
" Biarkan saja suamiku yang bertarung , sebaiknya kalian masuklah kedalam markas kalian dan sembuhkan luka kalian masing-masing ". Ucap flo
Tio langsung menatap flo yang sekarang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka semua beristirahat saat ini.
Tak henti-hentinya tio terkagum-kagum juga tak percaya dengan satu wanita yang berdiri tak jauh darinya itu.
Wajah cantik itu sepertinya hanyalah topeng dari aslinya sifat mengerikan wanita di depannya itu , tio tak menyangka wanita secantik itu bisa semengerikan itu .
Bahkan bisa dilihat jelas oleh tio tadi bahwa flo mengalahkan ratusan musuh dengan kecepatan kilat hanya dengan menggunakkan 1 belati saja di tangannya.
" Kenapa kalian membantu kami melawan musuh kami , bahkan setelah kalian tahu tadi kami telah mengepung kalian ". Tanya tio dengan serius
Flo menanggapi pertanyaan tio dengan seringai tipis , dia menatap tio dengan tatapan yang sulit di artikan oleh tio dan yang lainnya.
" Anggap saja kalian yang mengalahkan semua musuh tanpa kami dan 1 hal yang perlu kalian ingat ". Ucap flo sengaja dia menghentikan sejenak ucapannya
" Jika kalian berani mengusik kami lagi maka jangan salahkan aku jika aku sendiri yang akan melenyapkan kalian ". Ucap flo seraya penuh ancaman dengan perkataan halus
Glekkkk
__ADS_1
Tentu saja tio dan para anak buah kakanya langsung menelan saliva mereka dengan kasar mendengar ancaman dari flo yang sangat jelas mereka lihat bahwa flo tidak main-main dalam perkataannya.