Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 182


__ADS_3

Hidup tidak selamanya bahagia , pasti ada juga rintangan yang harus kita lewati karena jika kita sedari bayi sampai kita mati selalu merasa bahagia tanpa ada bumbu-bumbu rintangan yang harus di lalui , maka itu bukanlah kehidupan 😌


Disaat semua orang masih meramaikan pesta ulang tahun si kembar , flo yang baru saja selesai melakukan peniupan lilin ulang tahun si kembar bersama bian dan si kembar .


Tiba-tiba perasaannya menjadi gelisah , entah kenapa dia memilki firasat kalau akan terjadi sesuatu sebentar lagi yang mungkin saja akan mengacaukan pesta ulang tahun kedua anaknya.


Setelah melakukan tiup lilin bersama keluarga kecilnya , flo berbisik pada bian kalau dia ingin ke toilet sebentar dan bian membalasnya dengan anggukan.


Flo pun undur diri dari hadapan para tamu undangan tapi dia tidak benar-benar pergi ke toilet melainkan dia pergi ke lantai 3 dimana sekarang valen sedang mengawasi pergerakan musuh dari lantai itu.


Di saat flo tiba di balkon tempat valen berada , valen sedang serius memeriksa suatu pergerakan yang sangat mencurigakan yang baru saja terdeteksi oleh alat yang terhubung di laptopnya.


" Ada apa ? ". Tanya flo yang baru saja tiba di balkon tempat valen berada


Spontan valen lansung menengok kebelakang karena kaget , dia langsung kembali menghadap ke laptopnya karena dia tidak ingin kehilangan 1 saja hal yang bisa merugikan mereka.


" Ini Queen , sepertinya ada pergerakan musuh yang terdeteksi , tapi mereka belum bergerak lebih dan posisi mereka masih diam di tempat saat ini ". Ucap valen


" Dimana posisi mereka saat ini ". Tanya flo yang ternyata benar dugaannya kalau akan ada yang terjadi hari ini


" Posisi musuh sekarang di kejauhan 8 meter dari mansion ini dari arah utara ". Jawab valen


" Jumlah mereka ada 70 orang dan kemungkinan besar jumlah musuh akan bertambah ". Sambung valen


Mendengarkan hal itu flo langsung meminjam alat penghubung yang menghubungkan gio , valen , key serta yang lainnya .

__ADS_1


" Gio kamu dimana ? ". Tanya flo melalui alat penghubung itu


Gio memicingkan matanya ketika mendengar suara sang Queen yang ternyata baru saja bertanya padanya melalui alat penghubung milik valen.


" Ya Queen , saya sedang bersama key di balkon utama lantai 2 ". Jawab gio


" Ada apa ka ". Tanya key melalui alat penghubung miliknya


" Pergilah dan hadang musuh di jarak 8 meter dari mansion ini tepat di arah utara , mereka berjumlah 70 orang , kembalilah sebelum pasukan bantuan musuh datang ". Ucap flo


Mendengar hal itu , dengan cepat gio dan key menjalankan perintah flo , mereka berdua juga tidak mau kalau pesta ulang tahun kedua keponakam mereka harus dikacaukan oleh musuh.


Flo masih bersama valen di balkon utama lantai 3 , sedangkan gio dan key sudah berada di gerbang masuk dab keluar mansion bian.


Pada saat gio dan key ingin berjalan keluar dari area mansion bian , mobil milik varo baru saja memasuki gerbang masuk mansion bian membuat langkah kaki gio dan key terhenti sejenak karena mereka teringat kalau varo pasti akan datang bersama adik dari orlan ketua mafia lucifer.


Setelah memberitahukan hal tersebut , gio dan key langsung pergi menjalankan perintah flo tadi pada mereka berdua.


" Queen , tuan varo dan adik dari tuan orlan baru saja memasuki area mansion ini , prince baru saja memberitahukannya padaku agar dapat memberitahukan hal tersebut pada Queen ". Ucap valen


" Cihh ". Flo menanggapi hal tersebut dengan decihan


Dugaannya kembali benar sesuai feelingnya , bukankah kehadiran musuh sangat berhubungan dengan bertepatannya kedatangan adik dari ketua mafia lucifer di mansion bian.


" Valen , tetaplah fokus melihat apa saja yang mencurigakan , jangan sampai ada yang terlewatkan , jika ada musuh yang berhasil masuk dan mengacaukan pesta kedua anakku , maka kalian semua yang akan menerima akibatnya ". Ancam flo berlalu pergi turun ke lantai 1 untuk mengawasi pergerakan adik dari musuhnya

__ADS_1


Sedangkan varo dan viola baru saja masuk kedalam mansion bian , mereka menjadi pusat perhatian para orang tua tamu undangan serta para rekan bisnis bian ketika mereka sudah berada di antara para tamu undangan.


Siapa yang tidak mengenal varo pemilik perusahan AMW grup perusahan tersukses ke 8 di dunia , semua orang memang sudah mengetahui kalau bian dan varo adalah kaka adik ipar dan juga al .


Semua orang tak bisa percaya akan hal sebesar itu , Hampir semua orang berpikir kalau bergabungnya bian , al dan varo sangatlah mengguncang perbisnisan di dunia ini.


Dan semua wanita di dunia ini sangat iri pada flo yang di kelilingi 4 pria terkaya di dunia , mulai dari bian yang adalah suami flo , Al dan varo adalah kaka kandung flo dan gio yang mereka tahu adalah sahabat baik flo dan tangan kanan dari pemilik FAW grup perusahan tersukses ke 2 di dunia.


Tanpa mereka tahu kalau sebenarnya FAW grub adalah milik flo , jika sampai informasi itu bocor maka bisa di pastikan seluruh dunia akan gempar akan berita tersebut.


" Dia datang ". Ucap delvira dengan wajah tak suka saat dia melihat kedatangan varo dan viola


Delano langsung melirik kearah yang dilihat oleh delvira dan benar saja uncle mereka sedang berjalan mendekati mereka berdua saat ini.


" Bersikaplah seperti biasanya , bukankah kau jago beracting , jangan tunjukkan wajah tidak sukamu karena itu sangat kentara ". Ucap delano


Delvira langsung memutar bola matanya dengan malas , dia sebenarnya benci jika harus beracting disaat dia sedang dalam mode tidak menyukai seseorang , tapi dengan terpaksa dia harus mengikuti ucapan kakanya dan harus bersikap ramah di depan pacar uncle mereka demi kelancaran rencana mereka.


" Hallo delano dan delvira , happy birthday ". Ucapan selamat viola sebagai tanda awal perkenalan dengan si kembar untuk mengambil hati si kembar


Viola mengembangkan senyumannya , delvira menjadi kesal melihat wanita ular di depannya , sungguh tak di duga , delvira sudah tahu akan apa arti dari wanita ular karena dia yang sangat cepat tanggap akan apapun yang di dengar.


" Uncle , siapa tante ini ". Ucap delvira dengan wajah polosnya


Viola langsung mengepalkan tangannya ketika dia mendengar delvira menyebutnya dengan sebutan tante .

__ADS_1


" Dasar gadis kecil sialan , kenapa dia memanggilku tante , cantik seperti ini di panggil tante , menikah saja belum pernah , sialan ". Batin viola sangat kesal


Walaupun viola memang sangat kesal akan panggilan delvira yang memanggilnya tante padahal dia belum menikah , viola tetap tersenyum menutupi rasa kesalnya karena dia tidak ingin orang-orang menilainya buruk di depan varo .


__ADS_2