
Selamat membaca , author doakan kalian sehat selalu dan sukses kedepannya 💘💘
Sekarang Varo dan vira serta yang lainnya telah masuk kedalam pulau , mereka juga sudah menempati salah satu bagunan vila dari 3 vila yang ada di pulau itu .
Al dan semua yang datang pertama kali di pulau itu langsung terkejut dengan kedatangan varo dan lainnya ke pulau itu apalagi keadaan varo dan vira yang sedang sama-sama terluka saat tiba di pulau itu.
" Key , bagaimana mereka bisa terluka seperti ini ? ". Tanya al dengan perasaan campur aduk
Melihat adik kembarannya serta keponakannya terluka seperti itu membuat al langsung sadar ternyata yang membuatnya gelisah adalah itu .
" Aku akan menjelaskannya tapi tidak disini ka , sebaiknya kita berbicara di luar saja ". Ucap key tidak mau yang lain ikut khawatir jika dia menceritakan kejadian yang sebenarnya di depan semuanya
Al langsung mengerti maksud key dan dia langsung mengajak key untuk segera menjauh dari semua orang karena dia sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga varo dan vira bisa terluka seperti itu .
" Hiksss , hikssss kenapa cucuku bisa terluka seperti ini hiksss ". Tangis bunda reni pun pecah melihat vira yang tak sadarkan diri dengan tubuh yang terdapat banyak luka
Varo dan vira sengaja di rawat di dalam satu ruangan agar dokter han bisa lebih mudah mengecek kondisi mereka berdua tanpa bolak-balik Ke satu ruangan ke ruangan lainnya .
Ayah zet langsung memeluk bunda reni untuk menenangkannya , walaupun dia juga sangat sakit hati melihat kondisi cucu perempuannya sedang terluka , tapi dia tetap harus kuat menahan semua rasa yang bercampur aduk dalam hatinya.
*********
__ADS_1
Malam harinya pun tiba , sekarang sudah jam 18.10 malam , jakson bersama valen sudah dalam penerbangan menuju pulau milik flo dan tinggal 20 menit lagi mereka akan segera tiba di pesisir pantai pulau itu .
Mereka berdua menaiki salah satu jet dari sekitar 8 jet lainnya yang membawah semua yang di perintahkan oleh flo tadi , ya , karena mereka membawah banyak sekali bahan makanan sesuai perintah flo untuk membeli itu semua .
Sedangkan di markas utama black sun , flo dan gio beserta kurang lebih 200 mafioso yang bersama mereka di markas utama , sedang menunggu kedatangan elisa dan colten sesuai rencana yang di sepakati di antara mereka .
" Bersiaplah , sekitar 15 menit lagi mereka akan segera tiba bersama tim yang di bawah oleh elisa dan colten ". Ucap flo pada gio
" Siap Queen ". Ucap gio dengan wajah datarnya
Flo dan gio serta semua mafioso itu hanya menunggu kedatangan elisa dan colten dengan tangan kosong saja tanpa ada senjata api atau belati yang mereka pegang .
Bahkan yang lebih aneh lagi , flo telah menyuruh gio untuk mengosongkan semua barang di 3 gedung markas utama itu dan memasukkan semua barang-barang itu kedalam gudang senjata yang berada tepat di ruangan bawah tanah markas itu.
10 menit kemudian telah berlalu begitu cepat , flo yang sedang berada di depan pintu utama markas yang sedang duduk menghadap ke arah gerbang utama mulai menyunggingkan seringai tipis ketika dia melihat dari layar laptopnya yang sekarang berada di hadapannya bahwa ada pergerakan yang mulai mendekat ke arah markas dengan radius jarak yang dekat .
" Bersiaplah , mereka datang ". Ucap flo pada gio sambil menyunggingkan seringai tipisnya , sangat tipis sehingga tidak ada yang bisa melihatnya
" Kalian semua bersiaplah , lakukan sesuai perintah Queen ". Ucap gio memberikan perintah pada 200 mafioso black sun yang berada bersama mereka di markas utama melalui alat penghubung yang terhubung antara gio dan semua mafioso itu
Akhirnya semua mafioso itu langsung bergerak dan bersembunyi di tempat yang akan menjadi tempat persembunyian mereka ketika elisa dan colten serta timnya datang menyergap markas itu.
__ADS_1
Di luar area markas utama black sun , elisa dan colten serta rekan tim mereka berjumlah 5 orang dan sekitar 200 pihak kepolisian yang awalnya tidak di kabarkan akan ikut bersama mereka tapi sekarang mereka malah di beri perintah dari sang capten bahwa ada 200 pihak kepolisian yang akan turut mengawal mereka menyergap markas utama black sun.
" Berhenti ". Ucap colten yang berdiri di barisan paling depan untuk menghentikan semua orang yang berada di barisan belakang
" Ada apa ? , kenapa anda menyuruh kami semua untuk berhenti ?". Tanya kelapa pasuka pihak kepolisian kebingungan dengan perintah berhenti yang colten perintahkan saat ini
" Cihhh , merepotkan sekali sih pak tua ini ". Batin elisa sangat kesal pada pemimpin pasukan kepolisian itu
Elisa memang paling benci jika harus melakukan sebuah misi di temani oleh pihak kepolisian , ya , karena seperti inilah yang akan terjadi , elisa tidak bisa saling menyatu pikiran dengan para polisi karena seperti ini.
" Tolong ikuti arahan dari kami , kami memiliki strategi setiap kali melakukan misi dan kalian semua harus mengikutinya , jika kalian tidak bisa mengikuti rencana kami dan malah bertindak sesuka hati kalian , jangan salahkan kami jika misi ini gagal dan kita tidak bisa menangkap target ". Ucap colten dengan dingin pada kepala pasukan pihak kepolisian itu
Kepala pasukan para polisi itu pun langsung menunjukkan wajah tak suka setelah mendengar ucapan colten padanya yang dia pikir bahwa colten pasti merasa paling berkuasa untuk memerintah mereka .
" Bagimana kalau rencana kalian malah membuat kita semua gagal menangkap para bajingan itu , apa kalian bisa menjamin kegagalan itu haah ". Kesal kepala pasukan itu
Baru saja mereka akan memulai penyergapan , tapi mereka malah sudah seperti ini , elisa pun langsung naik pitam mendengar ucapan kepala pasukan itu yang sangat terlihat sombong dan sok seperti orang yang paling benar saja.
" Jika anda mau menyerang mereka bersama bawahan anda saat ini juga silahkan , tapi jangan pernah salah kan kami jika kalian semua mati sia-sia di tangan mafia black sun hanya karena tindakan gegabah kalian semua ". Ucap elisa sudah terpancing emosinya
Mereka pun langsung beradu tatap dengan tatapan tajam satu sama lain antara elisa dan kepala pasukan kepolisian itu .
__ADS_1
" Apa kalian bisa berhenti berdebat , sekarang bukan waktunya untuk berdebat masalah seperti ini dan untuk anda , jika anda sekali lagi bersikeras untuk melakukan tindakan gegabah yang tidak di perintahkan oleh kami , kami akan melaporkan kalian pada atasan kalian bahwa kalian semua tidak mau bekerja sama dengan kami dan malah membuat cela kemenangan untuk mafia itu jika mafia itu berhasil kabur ataupun menang ". Ancam colten dengan serius
Akhirnya kepala pasukan itu mau tidak mau harus menuruti perintah colten , karena ancaman colten yang dia tahu pasti dia akan langsung di pecat jika perkataan colten di beritahukan pada atasannya.