Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 52


__ADS_3

...Hanya karena kau tidak memiliki kebahagiaan yang umum di miliki orang lain bukan berarti kau tidak memiliki kebahagiaan ⛲...


Setelah berhasil mengambil ahli 50 mobil yang salah satunya ada varo di dalamnya , flo langsung mengarahkan banyaknya mobil itu menuju markas dengan kecepatan sedang.


Apa yang terjadi pada mobil-mobil itu tentu saja membuat varo mengumpat marah dan serasa ingin membunuh semua anggota mafia blacksun karena berani bermain-main dan menjebaknya seperti ini , apalagi dia semakin kesal karena tidak bisa keluar dari mobil karena pintu tidak bisa dibuka.


" Siapkan senjata kalian , langsung tembak saja jika di dalam markas itu ada yang berani membuka pintu mobil kalian ". ucap varo melalui earphone yang terhubung pada semua anak buahnya yang ikut bersamanya saat ini


Semua mafioso watergold yang berada dalam 50 mobil itu mengikuti perintah sang ketua karena mereka juga tidak mau mato konyol seperti ini.


Mobil-mobil itu mulai masuk kedalam area halaman markas blacksun dan betapa kagetnya varo dan para mafioso yang ikut dengannya kalau saat ini mereka melihat hal yang tidak terduga yang di lakukan oleh para mafioso blacksun yang mereka anggap musuh.


" Ada apa ini , kenapa mereka semua membungkuk seperti memberi hormat saat kita masuk kedalam area markas mereka ". ucap varo terkejut


Sungguh hal yang di luar dugaan varo dan para mafioso watergold , mereka tidak menyangka kalau mereka bukannya di serang tapi malah mendapatkan para mafioso blacksun yang membungkuk memberi hormat pada mereka ketika mobil mereka sepenuhnya sudah berada dalam area markas musuh.


Flo dengan santai berjalan kearah mobil yang paling depan di antara ke 50 mobil itu yang dia yakin di dalam mobil itu ada kakanya.


" Tidak usah mengikutiku , dia tidak akan berani membunuhku di area kekuasaanku ". ucap flo dengan datar ketika melihat gio yang mengikutimya dari belakang


Gio hanya bisa pasrah menuruti perintah sang Queen , tapi dia tetap siap siaga jika terjadi sesuatu pada Queennya.


Varo yang melihat seorang wanita dengan santainya berjalan kearah mobil yang dia naiki langsung yakin kalau wanita itulah yang menghubunginya dan menyuruhnya datang ke markas ini .


" Siapa gadis ini , jika dia benar ketua mafia ini kenapa dia tidak memakai topeng seperti rumor yang beredar kalau ketua mafia ini selalu menggunakan topeng jika bertemu dengan orang yang bukan bagian dari mafianya ". batin varo penasaran


Tok tok tok


Flo mengetuk kaca mobil yang tepat dimana samping varo duduk , varo sudah siap dengan pistol andalannya yang dia sembunyikan di bawah jok kursinya.


Dengan perlahan varo menurunkan kaca mobil itu , flo yang melihat kaca mulai menurun kebawah langsung tersenyum tipis dan itu sangat jelas bisa di lihat oleh varo sehingga varo lebih waspada ketika kaca mobil semakin terbuka dengan lebar.


" Jika kau berani mengeluarkan senjatamu , jangan salahkan aku jika aku meledakkan mobil kalian saat ini juga ". ucap flo langsung mengancam kakanya karena dia tahu kalau kakanya pasti sudah merencanakan sesuatu


" Ternyata kau cukup pintar juga ". Sindir varo tersenyum meremehkan


" Tentu saja aku pintar , kakaku saja pintar lalu bagaimana bisa adiknya bisa bodoh ? ". ucap flo menyeringai tipis


" Haha ternyata kau cukup percaya diri juga , katakan apa sebenarnya maksud dari semua perkataanmu padaku kemarin , apa kau sengaja mengatakan hal itu agar bisa menjebakku datang kesini ". tuduh varo dengan dingin


" Kenapa aku harus menjebak kakaku sendiri , bukankah jika aku melakukan hal itu aku akan di cap sebagai adik yang buruk ". ucap flo penuh teka teki bagi varo


" Cihhhh , berhenti memanggilku kaka , aku bukan kakamu , cepat katakan apa mau mu sebenarnya ". ucap varo berdecih kesal


" Ayahmu bernama Wisnu woren , bunda yang bernama Adinda zen , kaka kembaran yang bernama Alfian miracle woren dan adik yang bernama flovia alika woren dan juga namamu adalah Alvaro milano woren , apakah aku salah menyebutkan nama lengkap keluargamu ". ucap flo yang sebenarnya sedang menahan tangisannya tapi tidak dia tunjukkan


Degg


Varo melototkan mata kaget mendengar ucapan gadis di samping luar mobilnya saat ini , dia menatap flo dengan tatapan tajam mencoba menyelidiki siapa flo sebenarnya sehingga flo bisa tahu setiap nama anggota keluarganya.


" Siapa kamu sebenarnya , kenapa kamu bisa tahu nama anggota keluargaku ". tanya varo menatap penih selidik kearah flo

__ADS_1


" Aku putri satu-satunya Wisnu woren dan adinda zen ayah dan bundaku yang artinya aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara dan artinya aku adalah adik kandungmu , flovia alika woren ". ucap flo dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca


Duarrrr


Bagaikan di sambar petir , Varo tercengang syok mendengar penjelasan dari gadis di sampingnya saat ini .


" Ja-jadi kamu ". ucap varo terbata-bata tak percaya dengan apa yang dia dengar


" Yah aku adalah adikmu , adik kandungmu , adik perempuanmu satu-satunya hiks ". ucap flo dengan tangis yang sudah pecah


Flo sangat sensitif jika terkait dengan keluarganya dan dia gampang menangis jika berbicara tentang keluarga apalagi dia juga masih tidak menyangka dengan semua kenyataan ini yang mengatakan kalau dia ternyata masih memiliki keluarga kandung selain ayah dan ibunya yang sudah tiada.


Flo langsung membuka pintu mobil tempat dimana varo duduk , kemudian dia menarik varo keluar dan langsung memeluknya dengan erat membuat varo yang masih terdiam karena syok hanya membiarkan flo menarik dan memeluk tubuhnya dengan erat.


" Ka , kemana saja kaka selama ini , apa kaka tahu aku hidup sendirian di dunia ini setelah kepergian ayah dan bunda hiksssss ". ucap flo menagis pilu memeluk varo semakin erat


Varo merasakan sakit yang luar biasa dari dalam lubuk hatinya ketika mendengar tangisan yang memilukan dari gadis yang baru saja dia ketahui kalau gadis itu adalah adik kandungnya .


Apalagi dia semakin sakit ketika mendengar ayah dan bundanya telah tiada , sungguh tidak pernah terlintas di dalam benaknya akan mendengarkan kabar semenyakitkan ini tentang keluarganya.


Dia perlahan membalas pelukan flo , ingin rasanya dia berteriak kuat saat ini , dia sangat menyesal terlambat mengetahui semua tentang keluarganya , dia kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga dan melindungi keluarganya .


Bahkan alasan kenapa dia bisa membentuk kelompok mafia watergold yah karena dia ingin melindungi keluarganya yang selama ini dia cari tapi tidak pernah mendapatkan informasi apapun tentang keluarganya .


Air mata varo mulai menetes membasahi pipinya tapi dia menangis dalam diam tidak mengeluarkan suara apapun .


" Ka , tolong jangan tinggalkan aku sendirian lagi hiksss , aku-aku tidak sekuat itu , aku selalu memakai topeng yang terlihat seperti gadis yang kuat , tapi aku tidak sekuat itu ka hiksss ". ucap flo menangis tersedu-sedu


" Ya , aku tahu betapa sulitnya kehidupanmu tapi tolong jangan menangis seperti ini , bukankah kamu adalah adikku , aku tidak suka melihat adik kesayanganku menangis seperti ini ". ucap varo mencoba menenangkan flo walaupun sebenarnya dia juga sangat ingin menangis saat ini


" Ya-ya aku tahu , tapi hiksss ". ucap flo yang tak sanggup lagi mengatakan apapun karena menangis tersedu-sedu


Varo langsung memberi jarak tubuhnya dengan flo , varo menatap mata sembab flo yang masih terus mengeluarkan air mata , perlahan dia menghapus air mata dari pipi adiknya dan tersenyum hangat .


" Jangan pernah kamu keluarkan lagi air mata berhargamu , jika memang benar ayah dan bunda telah tiada dan meninggalkanmu sendirian di dunia ini maka mulai saat ini kamu tidak akan pernah sendirian lagi , ada kaka , kaka akan melindungi dan akan selalu berada di sampingmu setiap saat ". ucap varo tersenyum hangat pada flo


" Janji ". ucap flo meminta varo untuk berjanji dengan semua apa baru saja varo katakan


" Yah kaka berjanji bahkan akan kaka buktikan bukan hanya sekedar janji saja ". ucap varo penuh keyakinan dan tulus


" Baiklah , tapi perintahkan dulu mafioso kaka untuk menyimpan senjata mereka sebelum aku akan membuka pintu mobil mereka semua ". ucap flo menghapus air matanya


" Hmm ok ".


" Simpan kembali senjata kalian , mereka bukanlah musuh ". ucap varo lewat earphone yang terhubung dengan para mafiosonya yang ikut bersamanya saat ini


Tentu saja semua anak buah varo langsung mengikuti perintah dari king mereka , apalagi mereka sudah melihat sendiri kalau King mereka yang sekarang berada di luar mobil tidak di apa-apakan oleh mafia blacksun yang artinya mereka bukanlah musuh pikir para anak buah varo.


Setelah itu flo memberikan perintah pada gio untuk menghentikan alat yang mengendalikan 50 mobil itu yang ada di laptopnya dan gio langsung melakukan printah flo .


" Keluarlah ". perintah varo para anak buahnya

__ADS_1


Para anak buah varo langsung keluar dari mobil 1 per satu dan berjalan kearah dimana varo dan flo berdiri.


" Ka sebaiknya kau perintahkan saja mereka kembali ke markasmu karena kita harus bertemu seseorang 1 jam lagi ". ucap flo


" Siapa ? ". tanya varo bingung


" Ada deh nanti juga kaka tahu , pokoknya orang ini adalah orang yang paling penting dalam hidup kita ". ucap flo tersenyum


Varo hanya bisa menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah dan teka-teki yang selalu adinya berikan pada dia.


" Kembali lah kalian ke markas karena saya memiliki urusan pibadi hari ini , tenang saja saya aman bersama mereka " .ucap varo dengan dingin


" Siap King ". ucap mereka serempak


Para anak buah varo langsung masuk kembali kedalam mobil mereka masing-masing kemudian saling beriringan mobil mereka keluar dari area markas blacksun.


" Kalian bubarlah ". ucap flo pada seluruh mafiosonya


Seketika itu juga halaman menjadi kosong meninggalkan varo , flo , gio dan aslan , kenapa aslan semalam tidak ikut rapat para petinggi walaupun dia salah satu petinggi yah karena dia harus segera pulang karena ibunya sakit dan flo mengizinkannya.


" Aslan ambil mobil sekarang karena aku ingin segera pergi menuju tempat itu ". ucap flo pada aslan


" Baik Queen ". ucap aslan langsung pergi mengambil mobil sesuai perintah flo


" Queen ? , jadi kamu adalah ketua mafia ini flo ? ". tanya varo terkejut


" Hmm iya ka heheheh ". ucap flo sambil cengengesan


" Astaga kenapa kamu bisa masuk kedalam dunia bawah seperti ini , ini terlalu berbahaya flo ". ucap varo menatap tajam kearah adiknya


" Tenang saja ka , buktinya aku baik-baik saja kan hehe ". ucap flo tanpa rasa takut dengan tatapan tajam sang kaka


" Ayo masuk , gio kau juga ikut ". ucap flo


Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam mobil dan mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion Al.


30 menit kemudian akhirnya mobil tiba di depan gerbang mansion Al , ketika flo membuka kaca mobil memperlihatkan wajahnya pada sang pengawal yang berjaga di depan gerbang , gerbang langsung di buka dan pengawal mempersilahkan mobil mereka masuk ke dalam area mansion.


" Ayo turun ". ajak flo pada mereka semua


Semuanya langsung keluar dari mobil tak terkecuali aslan yang ikut karena flo menyuruhnya ikut masuk.


Varo semakin penasaran mansion siapa yang mereka kunjungi saat ini tapi dia hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki adiknya yang mulai memasuki pintu masuk mansion di depannya.


" Dimana kakaku dan yang lainnya ? ". tanya flo ketika melihat salah satu pelayan


" Tuan , nyonya dan nona key belum lama masuk kedalam kamar setelah sarapan pagi nona ". ucap pelayan itu


" Kakaaaaaaaaa ". teriak flo mencoba memanggil Al untuk keluar dari kamarnya


Mereka semua yang berada di dekat flo langsung menutup kuping mereka karena teriakan nyaring dari flo .

__ADS_1


Jangan lupa like , komen dan klik love nya serta jangan lupa juga votenya yahh 🤗


__ADS_2