
Perasaan tidak tega adalah anugrah , sebab hanya beberapa orang saja yang memilikinya , meski sifat itu akan menjadi pisau bermata dua , paling tidak kita pernah menjadi manusia yang memikirkan orang lain 🌈
Malam hari pun tiba , carly sudah membawah cia ke markas utama dan sekarang cia berada di ruang bawah tanah tempat dimana dia harus mengalami kejadian buruk sehingga dia menjadi seperti saat ini.
Di ruangan atau penjara bawah tanah sekarang penyakit cia kambuh lagi seperti biasanya setiap malam hari .
Flo dan carly baru saja tiba di depan salah satu ruang penjara bawah tanah tempat cia di kurung , di depan penjara itu ada 2 mafioso yang berjaga .
Flo menyuruh salah satu mafioso yang berjaga untuk membukakan pintu ruangan dimana cia ada di dalamnya , mafioso itu pun langsung membuka pintunya .
" Ambilkan obat yang ku katakan tadi di laboratorium ". perintah flo pada carly sebelum dia masuk sepenuhnya kedalam ruangan penjara itu
" Baik Queen ".
Carly pergi mengambil apa yang di suruh oleh flo dan flo mulai berjalan masuk kedalam penjara itu , dia menyeringai tipis melihat cia yang seperti orang gila berteriak-teriak saat ini.
Dia mendekat kearah cia dan menahan dagu cia , cia merontak tapi sayangnya karena kaki dan tangannya di ikat dia tidak leluasa untuk melakukan pergerakan berlebihan.
" Hai , lama tidak bertemu ". sapa flo tersenyum tipis
" Le-lepaskan aku akhhhhhhh , kepalaku sakit , tolong aku akhhhhh ". teriak cia kesakitan
" Ahhh apa sesakit itu , hmmmm , aku akan menghilangkan rasa sakitmu agar kau bisa bersaing bersama musuh bebuyutanmu gracia ". ucap flo dengan wajah sok imut
Setelah mengatakan itu flo menghempaskan wajah cia begitu kasae dari tanganya , cia sudah seperti orang gila berteriak menahan kesakitan , dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri jika penyakit akibat ulah flo itu kambuh.
" Ini obat yang Queen minta ". ucap carly baru saja masuk kedalam ruangan penjara itu
" Suntikan itu padanya ". ucap flo singkat dengan kedua tangan di lipat di atas dadanya
Carly melakukan apa yang diperintahkan oleh flo , dia menyuntikan obat hasil uji coba flo pada cia , setelah menyuntikan obat itu , cia perlahan mulai tenang dan akhirnya cia menutup matanya akibat reaksi obat itu.
" Maaf jika saya lancang Queen , sebenarnya obat apa yang di suntikan pada wanita ini ". ucap carly penasaran karena melihat reaksi cia yang menjadi tenang ketika dia selesai menyuntikan obat itu
Flo menyunggingkan senyum tipisnya dan melihat kearah carly dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Aku meracik obat itu sendiri , obat itu berfungsi agar ingatan cia sedari kita memasang alat dan menyuntikkan obat pertama kali akan hilang , hanya memori ingatan itu saja ". jelas flo
Carly sangat kagum dengan kehebatan Queennya , dia berpikir kalau dia memang tidak salah bergabung dengan mafia black sun dengan Queen yang sehebat ini.
__ADS_1
" Ini baru permulaan , aku harap kedepannya dia bisa memberiku pertunjukkan yang indah ". sambung flo menyeringai tipis
Carly tidak mengerti dengan apa maksud dari perkataan Queennya , dia rasa fungsi obat yang dia suntikan tadi pada cia tidak sepenuhnya dijelaskan oleh Queennya .
Carly hanya bisa memendam rasa penasarannya dan hanya ingin mengikuti apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Queennya.
1 jam kemudian , flo sedang duduk di ruangan pribadinya , sekarang sudah jam 10 malam , 30 puluh menit lagi dia akan segera kembali ke apartemen karena khawatir jika key ditinggal sendirian terlalu lama .
" Queen ". panggil carly yang baru saja masuk kedalam ruangan flo
" Hmm , apa kau sudah mengantarnya pulang ". tanya flo
" Ya , dia tiba di rumahnya dengan selamat , aku menyuruh mafioso memberikan alasan pada orang tuanya kalau kami menemukan wanita itu sedang berteriak kesakitan di jalan raya sehingga kami membawanya kembali kesana dengan alasan juga bahwa mafioso itu mengenal ayah tiri wanita itu ". jelas carly
" Kerja bagus , sepertinya aku harus segera kembali pulang sekarang ". ucap flo bersiap untuk pulang ke apartemennya
*****
Ke esokan harinya , flo hanya berdiam diri di apartemen saja , tidak keluar kemana-mana karena malas kemanapun .
Siang ini di saat flo sedang duduk santai di balkon apartemennya sambil menikmati indahnya perkotaan dari atas sana.
Flo menautkan kedua alisnya bingung , siapa yang datang bertamu siang ini di apartemennya.
Dia pun berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang membunyikan bel tersebut.
Ceklek
Ketika flo membuka pintunya , wajahnya langsung berubah datar dan dingin ketika melihat siapa yang datang bertamu ke apartemennya .
Di saat flo ingin menutup kembali pintu apartemennya , orang yanh datang bertamu itu langsung menahan pintu itu agar tidak tertutup sehingga flo menatap orang itu dengan tajam .
" Ya-ya-ya kaka ipar , jangan tutup pintunya ". ucap orang itu yang ternyata adalah milka sambil menahan pintu yang ingin di tutup oleh flo
" Mau apa kau kesini ? ". flo bertanya dengan nada datar
" Apa seorang tamu tidak di persilahkan masuk terlebih dahulu kaka ipar ? ". ucap milka tersenyum menggeluarkan giginya
Flo menatap milka dengan datar , dia ingin menghindari milka apalagi bian , peran mereka berdua begitu penting dalam diri flo , hanya saja flo tidak ingin mereka berdua terua berada disisinya yang selalu saja dalam bahaya apalagi dia seorang mafia .
__ADS_1
Flo hanya berpikir kalau tiba-tiba ada seseorang yang berhasil mengetahui dia adalah Queen mafia black sun dan apalagi yang mengetahui itu adalah musuhnya sudah bisa di pastikan orang-orang di sekitarnya akan terancam karena dia dan flo tidak menginginkan hal itu terjadi sampai kapanpun.
Akhirnya flo pasrah membiarkan milka masuk kedalam apartemennya , tapi dia akan membuat milka datang ke apartemennya kali ini untuk yang terakhir kalinya .
Flo menutup kembali pintu apartemenya kemudian dia mengarahnya milka menuju ruang tamu .
" Mau apa kau kesini ? ". tanya flo ketika mereka berdua sudah duduk di masing-masing sofa di ruang tamu
" Haaahhh , kenapa kaka ipar selalu menhindar dari aku dan ka bian ? , kami mencarimu kemana-mana dan tidak bisa menemukan keberadaanmu sebelum aku mengikuti key ke apartemen ini ". tanya milka dengan wajah sendunya
" Memangnya ada urusan apa lagi di antara kita ? , tidak ada kan , jangan terlalu berlebihan ". ucap flo dingin
Deggg
Milka sangat terkejut mendengar ucapan flo yang seakan terang-terangan memberitahu milka kalau mereka sudah menjadi orang asing .
" Siapa yang bilang urusan kita sudah selesai ? ". ucap milka
" Sekarang aku ingin bertanya , gelang ini milik siapa ? , ini terjatuh di dalam lift ketika kamu pergi dari mansion ka bian , bisakah jelaskan padaku gelang ini milik siapa ? ". tanya milka serius
Flo melihat milka dengan tatapan datar dan begitu tenang , seakan flo memberitahu milka lewat tatapannya kalau dia tidak kaget maupun merasa apapun ketika milka bertanya seperti itu.
" Itu milikku , ada apa ? , memangnya urusan apa di antara kita yang belum selesai dan apa hubungannya dengan gelang itu ". ucap flo santai
Degggg
Milka tercengang mendengar pernyataan flo yang langsung mengatakan kalau gelang itu adalah miliknya .
" Ja-jadi kamu be-benar adalah alika ? ". tanya milka terbata-bata saking terkejutnya
" Hmm aku mengerti maksudmu , aku adalah sahabat alika ketika kita kuliah di london , apa kau mengenalnya ? ". tanya flo beracting
" Hah-hah-hahaha , jangan membohongiku , kamu alika kan , aku bukan orang bodoh yang bisa kau bohongi setelah melihat gelang ini ". ucap milka meneteskan air matanya
" Aku bukan alika ". ucap flo jago beracting
" Lalu bagaimana gelang ini bisa menjadi milikmu sedangkan gelang dengan warna dan model yang sama hanya dimiliki oleh aku dan alika , karena alika sendiri yang membuat gelang ini ". tanya milka dengan air mata yang terus saja mengalir di pipinya
" Baiklah , akan aku jelaskan ". ucap flo sangat tenang
__ADS_1
Entah apa yang akan flo jelaskan pada milka , apakah dia akan jujur atau tidak .