Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 91


__ADS_3

Jangan pernah takut dengan kehidupan , masa iya orang kuat sepertimu kalah , jangan buat kehidupan pahit mengendalikanmu tapi kamulah yang harus mengendalikannya , semangat guysss aku bersamamu 🌺


Waktu tak terasa berlalu dengan begitu cepat , keesokan harinya di siang hari ini flo sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat bersama gio dan aslan .


15 menit kemudian akhirnya mereka tiba di tujuan , melihat tidak ada pengawal yang berjaga di depan gerbang tempat yang mereka kunjungi membuat mereka tidak kesulitan masuk kedalam tempat yang tak lain adalah mansion elca .


Mereka masuk dengan santai , bahkan masuk lewat pintu utama tanpa ada halangan dari siapapun.


Ternyata tidak ada elca di mansion itu tapi pada dasarnya mereka bertiga datang karena tahu elca tidak ada di mansion .


" Siapa kalian ? " . ucap salah satu pelayan wanita ketakutan melihat mereka bertiga karena dia pikir flo dan lainnya adalah pencuri


Flo , gio dan aslan langsung melihat kearah pelayan itu lalu menatapnya dengan tatapan datar.


" Tolong-tolong ada pencuri ". teriak pelayan itu ketakutan mencari pertolongan


Flo menghembuskan nafasnya pelan dan mendekati pelayan itu dengan wajah datarnya.


" Ja-jangan mendekat atau saya akan lapor pada polisi ". ucap pelayan ketakutan


Flo menghentikan langkahnya dan berkata " baiklah , tapi sebaiknya kau pergi dan katakan pada seluruh pelayan yang bekerja di mansion ini untuk segera pergi meninggalkan mansion ini sebelum majikan kalian pulang , karena saya yakin ketika dia pulang nanti , kalian mungkin akan di bunuh ". ucap flo sengaja menakuti pelayan itu


Degggg


Mata pelayan itu melotot tidak percaya mendengar ucapan gadis asing yang berada jauh darinya .


Pelayan itu terpancing omongan flo , dia langsung pergi meninggalkan flo dengan penuh rasa takut untuk memberitahukan pada seluruh pelayan untuk segera pergi dari mansion karena dia tidak mau nyawa mereka dalam bahaya .


" Gio hubungi valen dan carly untuk segera melakukannya , katakan pada mereka setelah selesai langsung saja kirim pada bajingan itu , aku yakin setelah dia melihat itu pasti bajingan itu akan segera pulang ke sini ". ucap flo pada gio


" Baik Queen ". ucap gio langsung merongoh ponselnya di saku celana kemudian menghubungi carly


"Aslan berikan laptop itu padaku ". ucap flo seraya menduduki sofa di ruang tamu mansion itu

__ADS_1


Aslan langsung memberikan laptop di tangannya pada sang Queen sesuai permintaan sang Queen .


Flo langsung menyalakan laptop itu dan mulai mengetikkan sesuatu di tombol keyboard , aslan hanya diam melihat dengan kagum kehebatan Queennya jika sudah berhadapan dengan sebuah laptop.


" Done ".


5 menit kemudian flo berkata done karena dia sudah selesai melakukan apa yang dia kerjakan di laptop .


Di tempat lain di perusahan global shine , jerry dan bian baru saja akan pergi makan siang di restoran , ketika mereka sudah berada di lantai 1 , mereka di kejutkan dengan berita yang di siarkan melalui layar tv yang berada di lantai 1.


Bian dan jerry langsung saling tatap dan segera keluar dari perusahan .


" Sepertinya alika tidak bermain-main dalam mengambil keputusan untuk menghancurkan keluarga besar bundanya ". ucap bian ketika dia dan jerry sudah masuk kedalam mobil


" Beberapa hari lalu kasus tentang tuan portas dan nyonya sivada , sekarang putra mereka tuan elca , apalagi kemarin tuan elca baru saja di turunkan posisinya dan bukan lagi CEO di perusahan zen grup , sepertinya nona alika memang ingin menghancurkan mereka ". sambung jerry


" Kau benar ". ucap bian membenarkan ucapan jerry


Ditempat lain di perusahan miracle world , Al dan Xiera juga baru akan melakukan makan siang di luar kantor karena al bosan makan makanan di kantin.


Tiba-tiba Xiera yang sedang memegang ponselnya sambil berjalan di belakang Al , tidak sadar dia langsung menepuk pundak Al karena saking terkejutnya melihat berita di sosial media .


Al menatap Xiera dengan datar dan kebingungan , " Ada apa ? ". tanya Al


" Ehhh , maaf tuan saya tidak sengaja menepuk pundak anda , saya hanya kaget melihat berita terbaru hari ini ". ucap Xiera malu merutuki kebodohannya


Al hanya diam kemudian melanjutkan lagi langkah kakinya menuju mobil di ikuti xiera dari belakang yang sudah sangat malu karena tindakannya pada atasannya tadi.


" Berita apa yang kau lihat sehingga kau bertindak seperti itu tadi pada saya ? ". tanya Al ketika mereka berdua sudah duduk di kursi belakang sopir di mobil


" Kenapa di bahas lagi sih ". batin Xiera malu


" I-itu tuan , saya melihat berita tentang tuan elca mantan CEO perusahan zen grup yang ternyata juga ikut dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh orang tua tuan elca ". ucap Xiera

__ADS_1


Al yang memang tidak tahu kalau dia adalah bagian dari keluarga zen sama sekali tidak peduli dengan berita panas seperti itu , dia hanya diam setelah xiera mengatakan itu dan tidak ingin mencampuri urusan orang lain.


Tiba-tiba xiera kembali memekik karena terkejut dengan berita baru yang juga berbicara tentang Elca .


" Xiera ada apalagi ". ucap Al sedikit kesal dan meninggi karena ketika xiera memekik tadi dia memukul pundak Al yang duduk di sampingnya


" Astaga tuan saya minta maaf , maafkan saya tuan saya hanya reflek karena terkejut ". ucap xiera minta maaf dengan tulus dan jujur karena dia memang reflek melakukan itu pada atasannya


" Hahhhh , apa setiap kali kau melihat berita baru selalu memukul pundak orang di sapingmu ". sindir Al dengan tatapan datar


" Tidak tuan maafkan saya , tapi saya memang benar-benae terkejut melihat berita kalau tuan elca juga adalah dalang utama kematian dari cucu pewaris tunggal keluarga zen yang dibunuh oleh kedua orang tua tuan elca , namanya korban adalah wisnu woren dan adinda zen ".


" Disini juga tertulis bukan hanya kedua korban saja , tapi ketiga anak korban 2 anak kembar lelaki korban diculik dan hampir dibunuh tapi berhasil kabur serta putri bungsu yang juga berhasil kabur ". ucap xiera menceritakan berita itu


Deggggg


Al langsung terdiam dengan hati yang seperti ditusuk ribuan jarum terasa sakit bahkan dadanya sangat sesak dan sulit untuk menghirup oksigen di dalam mobil itu.


Xiera bingung kenapa atasannya menunjukkan wajah sangat terkejut seperti itu .


" Tuan apa anda baik-baik saja ". tanya Xiera khawatir


Al hanya diam dengan perasaan yang sulit di artikan , " Ja-jadi benar kematian ayah dan bunda bukan murni kecelakaan biasa ". batin Al syok


Dia langsung mengambil ponselnya berniat menghubungi adik bungsunya , dia sangat kecewa kenapa adik perempuannya itu tidak melibatkannya dalam mencari tahu siapa dalang dari kematian kedua orang tuanya.


Tapi sudah berapa kali dia menghubungi adiknya selalu saja nomor tidak bisa dihubungi membuat Al semakin frustasi dan memilih untuk kembali ke perusahaan.


Di tempat lain juga Varo yang mendapatkan kabar itu langsung melakukan penerbangan menuju canada , dia juga sama dengan Al yang kecewa pada adik mereka yang melakukan hal itu sendirian dan tidak melibatkan dia dalam hal itu .


Sedangkan elca sedang dalam perjalanan menuju mansionnya dengan gelisa bercampur ketakutan , dia berniat melarikan diri dari negara ini sebelum polisi datang menjemputnya , dia bergegas menuju mansion untuk mengambil pasport dan barang penting lainnya .


Tapi satu hal yang tidak dia ketahui kalau nyawanya bisa saja lenyap ketika dia tiba di mansionnya nanti karena dia tidak tahu kalau sang dewi kematian sedang menunggunya dengan santai disana .

__ADS_1


__ADS_2