
Selamat membaca guys 🤗
Bian juga menatap key dengan tatapan yang sulit di artikan karena kejadian tadi di sungai.
" A-ahh ya ka ". Jawab key dengan suara gugup
" Bisakah kamu menjelaskan tentang senjata yang di pegang oleh lano tadi ". Ucap flo sambil memicingkan matanya menatap kearah key
Tentu saja key langsung memejamkan matanya dan merutuki kebodohannya tadi yang bisa-bisanya dia begitu ceroboh sehingga lano bisa mengambil senjata miliknya tanpa ketahuan oleh key .
" Kenapa senjata itu bisa ada di tangan lano ? , apa kamu yang memberikan itu padanya ? ". Tanya bian langsung to the point
" E-ehh itu ka , aku sendiri tidak tahu bagaimana cara lano mendapatkan senjataku yang sengaja aku sembunyikan di balik jaket yang aku pakai , aku sama sekali tidak bisa merasakan pergerakan lano saat mengambil senjataku ". Jawab key dengan jujur
" Ck , apa kemampuanmu sudah melemah key ". Sindir flo
" Bu-bukan begitu ka , tapi ..... ". ucapan key di sela oleh varo
" Tapi kamu memang benar telah mengakui kalau kemampuanmu telah berkurang ". Ejek varo
Key langsung melotot kaget mendengarkan ejekkan varo , dia menatap varo dengan tatapan penuh ancaman .
" Cihhhh , ada apa dengan tatapanmu gadis manja , apa kau ingin melaporkan hal ini ada ka al hmm ". Ucap varo yang tahu apa arti tatapan key padanya
" Flo ". Tiba-tiba bella memanggil flo dengan wajah yang terlihat sangat penasaran
" Ada apa bell ? ". Tanya flo basa-basi karena dia tahu alasan kenapa bella memanggilnya
Sebelum bella bertanya , flo malah langsung menjelaskan apa yang ingin bella ketahui sebenarnya dengan singkat , jelas dan padat .
Mendengarkan penjelasan flo , bella pun tidak kaget lagi karena ternyata dugaannya benar bahwa flo adalah seorang mafia setelah kejadian di sungai saat mereka di kepung oleh anak buah pria yang di bunuh lano , semua orang langsung mengeluarkan senjata api.
*******
__ADS_1
Di tempat lain di ruangan dimana vira di kurung saat ini , tiba-tiba....
Uhukkk
Uhuuukkkk
Vira tiba-tiba terbatuk-batuk bahkan mengeluarkan air sisa yang masih ada dalam tubuhnya akibat tenggelamnya dia tadi di sungai.
Mata vira perlahan mulai terbuka dan dia langsung merasakan sakit di sekujur tubuhnya bahkan dia langsung memegang kepalanya saat dia bangun.
" Aaaauuuuwww ". Pekik vira menahan sakit
Dengan perlahan dia mulai mendudukkan tubuhnya , dia sangat kaget melihat dia sedang berada di dalam sebuah ruangan yang luas dengan cat dinding putih seperti rumah sakit saja .
Ternyata luka yang di dapatkan vira sangat mengkhawatirkan , kepalanya masih sedikit mengeluarkam darah , wajahnya serta kulit sekujur tubuhnya di penuhi oleh luka dan juga banyak tanda memar di sekujur tubuhnya .
Tapi beruntungnya vira , dia tidak mengalami amnesia walaupun sebenarnya kepalanya cukup kuat terbentur di sepanjang bebatuan besar yang dia lewati ketika arus aliran sungai membawah tubuh kecilnya.
" Dimana aku ". Gumam vira masih menahan sakit
Vira langsung membulatkan matanya ketika melihat banyak anak laki-laki dan juga perempuan seumuran dengannya juga ada dalam ruangan tersebut , tapi yang vira rasa aneh adalah kenapa anak-anak itu terlihat sedang tertidur lelap .
" Dimana aku , kenapa aku bisa berada dalam ruangan ini , ayah , bunda , kaka , uncle tolong aku ". Batin vira merasa sedikit takut
Tiba-tiba saja ada seorang anak laki-laki yang berusia sekitar 7 tahun mulai bangun dan memposisikan tubuhnya untuk duduk di lantai.
Vira menatap anak laki-laki itu dengan tatapan datar , begitu cepat vira merubah raut wajahnya dari sedikit ketakutan malah sekarang terlihat sangat dingin.
" Apa kamu baru saja di bawah ke dalam ruangan ini ? ". Tanya pria kecil itu pada vira dengan wajah datarnya
" Entahlah , aku baru saja bangun dan mendapati bahwa aku sudah berada di ruangan ini ". Ucap vira sama datarnya
" Kalian semua bangunlah ". Ucap pria kecil itu tiba-tiba membuat vira kebingungan
__ADS_1
Mata vira langsung melotot kaget ketika dia melihat semua anak dalam ruangan itu langsung bangun dan sepertinya karena omongan pria kecil tadi.
" Dia anak baru , pria-pria jahat itu baru membawanya 20 menit yang lalu ". Jelas salah satu seorang gadis kecil di antara gadis kecil lainnya
" Ehhh , maksud kalian ? ".tanya vira kaget
Ternyata 19 orang anak kecil yang berada dalam ruangan itu sudah bangun sedari anak buah pria yang membeli mereka semua masuk kedalam ruangan itu dan membawah masuk vira kedalam ruangan itu.
Hanya saja semua anak kecil itu terlalu pintar mengelabui pria itu dengan berpura-pura seperti biasanya di saat mereka di suntikkan obat bius .
Dan mereka akan bangun seperti saat ini jika pria kecil yang bertanya tadi pada vira menyuruh mereka semua untuk bangun , mereka melakukan itu jika pria yang membawah vira tadi bersama rekan pria itu yang lainnya telah pergi dari ruangan itu.
" Memangnya ini ruangan apaan ? , kenapa kalian semua bisa berada dalam ruangan ini ". Tanya vira penasaran walaupun dia harus menyembunyikan rasa sakitnya
Salah satu anak di ruangan itu pun mulai menjelaskan alasan kenapa mereka bisa berada di dalam ruangan itu dan tentu saja vira sangat terkejut mendengar itu .
" Jadi kalian semua di culik dan ingin di jual organ tubuh kalian oleh orang yang membawa kalian semua kesini ? ". Pekik vira sangat kaget
" Ya dan kamu juga akan di jual seperti kami , karena siapapun anak kecil yang di masukkan dalam ruangan ini akan bernasip sama seperti kami ". Jelas salah satu pria kecil
" Itu benar , kami mendengar bahwa kita semua akan pergi ke suatu pelabuhan di kota ini dan orang-orang jahat itu akan menjual kita semua saat subuh nanti ". Sambung anak yang lainnya
" Terus kalian hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apapun dan membiarkan mereka menjual kalian ? ". Ucap vira tak habis pikir
Tanpa vira sadar , apa yang dia ucapkan adalah sebuah pemikiran yang biasa di pikirkan oleh orang dewasa , semua anak-anak itu rata-rata berusia berkisar dari 4 tahun sampai 7 tahun dan mereka sama sekali tidak berpikiran sampai disitu seperti vira.
Anak-anak itu hanya menangis , menangis da menangis meminta para orang jahat itu untuk melepaskan mereka , tapi tidak dengan pria berusia 7 tahun yang bertanya pada vira tadi.
" Siapa namamu ". Tanya pria berusia 7 tahun itu pada vira dengan datar
" Delvira , panggil aku vira dan aku mempunyai saudara kembar laki-laki bernama delano ". Jelas vira dengan bangga menyebutkan nama kakanya
Semua anak itu terdiam mendengarkan vira sebangga itu berucap , sedangkan vira juga langgsung terdiam karena dia pasti membuat anak-anak lainnya merindukan keluarga mereka.
__ADS_1
" Maaf ". Ucap vira meminta maaf