
...Jangan berhenti ketika kamu lelah...
...berhentilah ketika kamu sudah selesai...
...bangun dengan tekad...
...tidurlah dengan puas🏝...
Sebenarnya hati bunda reni sudah sedikit tersentuh dengan ucapan flo , tapi karena kegengsiannya dia menepis hal itu.
" Baguslah jika kamu sadar kalau cia jauh lebih baik dari pada kamu dan untuk memberimu kesempatan sepertinya itu tidak akan terjadi karena sampai kapanpun saya hanya setuju jika putra saya menikahi cia bukan orang lain apalagi kamu ". ucap bunda reni
Seketika itu bunda reni yang hendak berjalan ingin kembali ke mansion , langsung menatap flo dengan tatapan datar.
" Saya tidak menginginkan bunga itu lagi , jangan harap kamu akan mendapatkan restu saya hanya karena bunga seperti itu ". ucap bunda reni kemudian langsung pergi meninggalkan flo sendirian di taman
" Hahhhh , jika kau bukan ibunya bian sudah ku pastikan aku akan merobek mulut busukmu itu ". batin flo kesal
Flo bersikap seperti itu karena tidak bisa di pungkiri , selama kepergian ayah dan bundanya , flo terbiasa hidup sendiri di dunia kejam ini , tidak lagi merasakan kasih sayang , kehangatan sebuah keluarga dari seorang ayah dan bunda membuat uflo tidak bisa lagi bersikap hangat kepada orang lain .
Sifat hangat flo sudah terkubur jauh di dalam dirinya , tapi pasti suatu saat nanti kehangat itu akan muncul kembali ketika ada orang yang bisa merubah sifat mati rasa flo menjadi seperti dulu lagi yang ceria dan hangat.
Kenapa flo merasa tertantang untuk menaklukan hati bunda reni karena tanpa flo sadari dia sebenarnya hanya ingin mencari bagaimana bisa dia merasakan lagi kehangatan seorang ibu yang selama ini dia rindukan.
*****
Jam sudah semakin larut menunjukkan waktu pukul 1 malam , bian belum saja pulang dari perusahan , semua orang di mansion sudah tertidur pulas tanpa menyadari kalau bian belum pulang jam segini.
Sama halnya dengan flo , dia sudah tertidur sedari tadi , tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi ada panggilan masuk entah dari siapa .
Merasa terusik dengan suara dering ponselnya , flo dengan kesal langsung meraih ponsel di atas nakas di samping ranjang dan mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa nama yang tertera di panggilan itu.
" Ada apa sihhh , malam-malam menghubungiku ". ucap flo kesal karena tidurnya terganggu dengan mata yang masih tertutup
__ADS_1
" Ma-maaf Queen saya menggangu waktu istirahat anda , tapi ini dalam keadaan darurat Queen , kami sedari tadi mengikuti mobil tuan bian yang sedang di kejar oleh 1 mobil , tapi kami kehilangan jejak mobil tuan bian ". ternyata yang menghubungi flo adalah mafioso yang dia tugaskan untuk selalu mengikuti bian kemanapun bian pergi
Flo langsung membuka matanya lebar-lebar karena kaget , tapi setelah itu dia berubah menjadi dingin .
" Tetaplah terus menyusuri setiap jalan dan cari dimana pun sampai kalian menemukan keberadaan suamiku , jika terjadi sesuatu padanya , aku akan menghabisi kalian semua ". ucap flo dengan dingin
Flo langsung mematikan panggilan tersebut dengan sepihak kemudian turun dari ranjang berjalan dengan cepat mengambil laptop , jaket dan tak lupa membawa ponselnya lalu segera keluar dari kamar dan turun ke lantai 1.
Dia menghubungi susi meminta kunci mobil dari supir pribadinya , susi yang mendapat panggilan jam segini dari sang nyonya bertanya-tanya kenapa dan kemana sang nyonya akan pergi selarut ini .
Takut terjadi sesuatu pada sang nyonya , susi dengan cepat membawakan apa yang di minta oleh sang nyonya .
" Nona flo , ini kunci mobilnya , tapi apa nona bisa membawa mobil ? dan kemana nona akan pergi selarut ini , apa tuan tahu kemana nona akan pergi ? ". tanya susi dengan khawatir
" Saya harus menjemput bian , nanti saya jelaskan nanti setelah kami kembali kemansion , tolong jangan beritahu siapapun tentang kejadian ini pada orang rumah karena saya tidak ingin membuat mereka khawatir , apalagi mertua saya ". ucap flo
Flo langsung berjalan menuju mobil yang terparkir di garasi , dia langsung menghidupkan mobil kemudian menjalankan mobil keluar dari mansion , satpam yang berjaga malam ini di gerbang bingung kemana sang nyonya akan pergi tapi ketika melihat kepala pelayan memberi isyarat untuk membiarkan sang nyonya pergi , satpam pun hanya bisa membukakan gerbang agar mobil bisa keluar .
" Semoga tuan dan nona baik-baik saja dan bisa kembali dengan keadaan selamat sampai ke mansion ". ucap susi khawatir walaupun dia sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi saat ini
5 menit kemudian layar laptop langsung menunjukkan gps dimana titik lokasi mobil bian sekarang , karena keadaan jalanan yang sudah sangat sunyi karena sudah larut malam membuat flo tidak kesulitan dan bisa melajukan dengan cepat mobilnya menuju lokasi bian yang terlihat dari gps kalau titik merah itu terus bergerak tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.
Flo mengambil ponselnya dan menghubungi gio , gio yang memang belum tidur karena tidak bisa tidur entah kenapa langsung bingung kenapa Queen menghubunginya jam selarut ini , dia bingung karena semenjak Sang Queen menikah dan tinggal di mansion suaminya , Dia jarang mendapatkan panggilan dari Queennya selarut ini.
" Iya ada apa Queen ". tanya gio setelah mengangkat panggilan tersebut
" Beritahu valen untuk mencari tahu mobil siapa yang sedang mengejar mobil bian , aku sedang menuju kearah mereka dari mansion , katakan pada valen jika mobil mereka mendekati jalanan yang sudah kita pasang alat untuk mengendalikan mobil , langsung saja aktifkan laser pengendali dan suru valen untuk mengendalikan mobil bian dan mobil yang mengejar bian ". ucap flo dengan panjang lebar
" Aku tutup panggilannya karena aku sedang dalam perjalanan ". sambung flo langsung menutup panggilan itu
Gio langsung kaget mendengar hal itu , dari apartemennya gio langsung menghubungi valen dan memberitahu apa yang di perintahkan Queennya tadi.
Setelah memberitahukan hal itu pada valen , gio langsung mengambil jaket berniat untuk menyusul Queennya karena dia memiliki firasat buruk tentang kejadian saat ini .
__ADS_1
Di tempat lain bian semakin melajukan mobilnya tidak tahu kemana arah yang dia lewati sekarang dengan pikiran yang penting dia bisa berhasil lari dari kejaran mobil yang mengejarnya .
" Shittt siapa sebenarnya mereka , kenapa mereka mengejar mobilku sedari aku keluar dari area perusahan ". ucap bian kesal semakin melajukan kecepatan mobilnya
Ternyata sudah 2 jam bian dan mobil yang mengejarnya melakukan kejar-kejaran , bian cukup frustasi karena dia tidak bisa melawan mereka karena tadi mobil yang mengejarnya selalu menembakkan peluru kearah mobilnya tapi karena kelihaian bian membawa mobil , peluru yang di tembakkan tidak terkena mobilnya.
Kembali pada flo , saat ini flo yang sudah semakin dekat dengan posisi titik merah dari gps yang menunjukkan posisi mobil bian berada berkat melalui jalan pintas yang bisa mempercepat mobilnya semakin dekat dengan keberadaan mobil bian langsung mengumpat kesal setelah mengetahui sesuatu .
" Cihhh , ini pasti ulah mafia red rose , sepertinya mereka ingin bermain-main denganku , maka jangan salahkan aku kalau aku meratakan mafia kalian ". ucap flo dingin
Setelah mengetahui kemana arah jalan yang dilalui bian , flo tahu kalau jalan ini adalah jalan menuju markas mafia red rose , mafia no 7 yang di takuti di dunia bawah asal mexico , red rose memang memiliki markas cadang di indonesia dan flo tahu dimana markas mereka berada sehingga dia sangat hafal jalan menuju markas itu.
Di mobil bian sekarang bian sangat kaget karena mobilnya tidak bisa dia kendalikan dan berjalan dengan sendirinya .
Sama halnya dengan mobil yang mengejar mobil bian , 5 orang di dalam mobil itu juga kaget ketika mobil tidak bisa di kendalikan oleh orang yang mengendarai mobil.
Mobil bian dan mobil yang mengejar bian semakin lama semakin melaju dengan pelan membuat mereka bingung , apalagi bian yang semakin mengumpat kesal karena dia tidak mau mati sia-sia di jalan sepi seperti ini.
Bian tiba-teringat pada flo , merasa kalau mungkin ini adalah hati terakhirnya di dunia ini membuat bian sadar ketika mengingat flo kalau ternyata dia juga takut meninggalkan flo sendirian , dia mengambil ponsel di saku celananya berniat menghubungi flo untuk terakhir kalinya , bahkan hanya flo yang dia pikirkan bukan keluarganya terlebih dahulu.
Flo yang sudah bisa melihat mobil bian dan 1 mobil di belakang bian dari kejauhan langsung melajukan mobilnya mendekati kedua mobil itu , tapi dia tiba-tiba memicingkan matanya mendengar panggilan masuk dan setelah melihat siapa yang menghubunginya di saat seperti ini , flo langsung mengangkat panggilan tersebut.
" Flo ". panggil bian ketika panggilan terhubung dengan perasaan yang campur aduk
" Ada apa ? ". tanya flo dengan nada terdengar datar berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi
Bian merasa lega bisa mendengar suara flo walau hanya sebatas panggilan suara di saat-saat terakhirnya , sedangkan flo sudah semakin dekat dengan mobil bian .
" Tidak ada apa-apa , aku hanya ingin mendengar suaramu saja ". ucap bian tak terasa dadanya begitu sesak setiap mengucapkan setiap kata yang dia ucapkan
" Baiklah aku akan menutup panggilannya jika tidak ada apa-apa ". ucap flo seraya memperpelan laju mobilnya ketika mobil bian hanya berjarak 2 meter dengan mobilnya
" Tunggu sebentar ". ucap bian sedikit kuat karena tidak ingin flo menutup panggilannya sekarang
__ADS_1
" Ada apa lagi ". ucap flo berpura-pura kesal
" Shittt sepertinya jalanan ini sudah di kepung oleh anak buah red rose ". umpat flo dalam hati ketika mata elangnya tak sengaja melihat pergerakan dari balik pohon di pinggir jalan yang berada di jalan itu