
Tidak semua orang tahu bagaimana kamu menjaga , mengontrol isi hati , pikiran dan perasaan untuk terlihat baik-baik saja , jadi tumbuhlah kuat karena dunia tidak akan melunak 🤗
Berbeda dengan al yang masih setia menunggu xiera sadar , di mansion bian kini bian dan flo sedang bermain dan bercanda dengan si kembar .
" Hahhh , mereka baru berusia 1 minggu lebih tapi kenapa wajah mereka begitu menggemaskan seperti ini ". Ucap bian tersenyum sambil memengang tangan kecil delvira
" Tentu saja mereka harus menggemaskan seperti bunda mereka , iyakan ". Ucap flo tersenyum
Bian langsung tersenyum melihat kearah istrinya yang begitu percaya diri tapi kenyataannya memang seperti itu.
" Ya kau benar sayang , aku akui ucapanmu memang benar ". Ucap bian mengakuinya
Flo tertawa mendengar ucapan bian yang selalu memujinya seperti biasanya , mereka kembali bermain bersama si kembar menikmati kebersamaan yang mengisi kekosongan di setiap keseharian mereka.
*****
Ke esokan harinya seperti biasa flo akan melakukan semua aktivitasnya untuk si kembar , setelah semua aktivitasnya selesai dilakukan , flo turun menemui gio di ruang santai lantai 1 karena gio telah menunggu sejak tadi untuk menyampaikan informasi penting pada flo.
" Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang siapa ayah dari bayi dalam kandungan xiera ? ". Tanya flo seraya duduk di sofa yang berhadapan dengan gio di ruang santai
" Ya Queen dan mungkin ini akan mengejutkan Queen ". ucap gio serius
Flo memicingkan matanya mendengar ucapan gio , dia menjadi sangat penasaran dengan siapa ayah dari bayi dalam kandungan xiera .
" Baiklah katakan ". Ucap flo
" Bayi dalam kandungan nona xiera adalah anak dari salah satu mafioso penting dari mafia wolf namanya adalah luky ".
" Semua ini adalah rencana dari borneo ketua mafia wolf agar bisa menggendalikan Al karena sepertinya musuh sudah mengetahui kalau Al adalah kaka kandung Queen dan mereka juga mengetahui kalau Al mencintai nona xiera ".
Gio menjelaskan semua informasi yang pasti akan apa yang terjadi saat ini pada Al dan juga xiera yang ternyata ada hubungannya dengan flo .
Wajah flo yang awalnya serius mendengar penjelasan gio kini berubah menjadi merah karena menahan emosinya ketika tahu musuh ingin mengendalikan kakanya agar bisa menyerangnya.
" Cihhh , ternyata di licik juga , tapi sayangnya dia begitu bodoh karena rencananya telah di baca oleh ku ". Ucap flo menggertakkan giginya saking dia menahan kemarahannya
" Lalu apa yang akan kita lakukan saat ini Queen , jika kita terlambat bertindak , kemungkinan besar mafia wolf akan bertindak lebih dulu ". Tanya gio
" Biarkan kakaku terus bersama xiera karena xiera akan aman jika bersama dengan kakaku , mereka tidak tahu sekejam apa kakaku sehingga mereka meremehkannya ". Ucap flo menyeringai tipis ketika mengingat betapa kejamnya Al pada waktu melenyapkan elca paman mereka
__ADS_1
" Cukup terus perketat penjagaan di sekitar mereka berdua , kita hanya cukup melakukan itu saja karena kau sendiri tahu seperti apa ka varo , dia pasti sudah mengetahui hal ini dan dia tidak akan pernah membiarkan nyawa kembarannya berada dalam bahaya karena seekor tikus kecil seperti sih tua bangka borneo itu ". sambung flo
Gio merinding mendengar ucapan Queennya , walaupun dia sudah biasa mendengarkan hal seperti ini tapi dia juga mengakui sehebat apa varo dan Al jika ada yang berani mengusik kedamaian mereka.
Gio berpikir kalau kaka beradik itu adalah dewa dan dewi kematian , tidak ada yang bisa menjatuhkan mereka bertiga dengan cara licik seperti ini , jika musuh sangat licik maka mereka bertiga bisa di katakan adalah raja dan ratu dari segala orang licik di dunia ini.
Dan benar saja ucapan flo , saat ini di perancis varo sudah melakukan tindakan awal untuk melindungi kaka kembarannya yakni Al.
" Perintahkan seluruh mafioso di canada untuk segera mencari pria yang menghamili xiera , jangan sampai dia lolos dan perketat penjagaan di sekitar rumah sakit kakaku dan juga di sekitar ruangan dimana xiera di rawat saat ini ". Ucap varo menahan kemarahannya memberikan perintah pada zin
" Baik KING ". ucap zin langsung melaksanakan perintah varo
Setelah zin sudah keluar dari ruang kerjanya , varo langsung mengepalkan tanganya , amarahnya begitu meluap-luap ketika mendapat informasi bahwa Al kembarannya akan di jadikan alat untuk mengendalikan adiknya sendiri oleh borneo ketua mafia wolf musuh bebuyutannya.
" Kau akan menyesalinya sialan ". Umpat varo menahan kemarahannya
Berbeda dengan Flo dan varo yang sedang berpikir untuk melindungi kaka mereka , Al sekarang sedang berdiri di samping ranjang tempat tidur xiera di ruang VIP rumah sakit milik Al.
Xiera baru saja selesai di periksa oleh dokter setelah sadar , ketika dokter telah keluar dari ruangan itu , al langsung menghampiri xiera karena dia khawatir melihat wajah xiera yang terlihat seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan.
" Kenapa kau bertindak bodoh seperti itu , apa kau tidak sayang pada bayi dalam kandunganmu ". Tanya Al dengan lembut takut xiera tertekan
" Memangnya apa untungnya jika aku mempertahankan bayi ini , kamu sama sekali tidak tahu apa yang terjadi padaku , hidupku hancur karena semua ini , tolong jangan menghalangiku untuk menyingkirkan bayi ini ". ucap xiera meneteskan air matanya bahkan berbicara dengan al tidak memanggil Al dengan sebutan tuan lagi
" Hmm , aku memang sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu , tapi tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan cara seperti ini , entah kejadian buruk apa yang telah kau alami tapi kau harus tahu bahwa bayi dalam kandunganmu sama sekali tidak memiliki salah apapun dalam hal ini ". Ucap al menasehati xiera
" Kenapa ? , kenapa semua ini harus terjadi padaku , kenapa hikss ". Tangis xiera pecah saat itu juga
Al merasa iba melihat xiera menagis memilukan seperti itu , tanpa sadar al perlahan mendekatkan tubuhnya kearah xiera kemudian memeluk xiera dengan lembut untuk menenangkan xiera.
" Semua telah terjadi dan kamu tidak akan pernah bisa memutar kembali waktu , ini memang sulit bagimu , aku tahu itu , tapi percayalah padaku , bayi ini tidak salah dalam hal ini , jika kamu membunuhnya maka kamu akan dihukum di atas nanti , jangan membuat dosa dengan menbunuh bayi dalam kandunganmu ". Ucap al menenangkan xiera
Setelah itu al melepaskan pelukannya dari xiera , dia megulurkan tangannya memengang kedua pundak xiera dan menatap xiera dengan tersenyum.
Xiera hanya diam dengan air mata yang terus menetes di pipinya , dia menatap wajah al dengan intens , dia tidak menyangka atasannya akan memperlakukannya sejauh ini.
" Kamu seharusnya bahagia karena tuhan memberimu kesempatan untuk mengandung nyawa lain dalam rahimmu , tidak semua wanita bisa di beri kesempatan spesial seperti ini , di luar sana banyak sekali wanita yang ingin memiliki anak tapi tuhan belum memberikan kesempatan sepertimu ". Ucap al tersenyum melihat xiera
" Lalu , apa yang harus aku lakukan , sekalipun aku mempertahankan bayi ini , bagaimana aku bisa menghidupinya seorang diri , aku tidak memiliki satupun keluarga di negara ini bahkan di dunia ini , menghidupi seseorang harus siap mental dan juga siap untuk bekerja untuk menghidupinya ".
__ADS_1
" Semua tidak semudah membalikkan telapak tangan , jika perutku semakin membesar , aku tidak akan bisa mendapat pekerjaan , lalu bagaimana aku bisa membayar biaya persalinan dan juga kehidupanku setelah dia hadir di dunia ini ".
" Kenapa kehidupanku serumit ini , dia memperkosaku , mengambil kewanitaanku disaat aku menolaknya , walaupun aku tidak memiliki orang tua tapi aku tidak ingin harga diriku hancur seperti ini , semenjak dia datang ke kehidupanku , awalnya begitu manis tapi sekarang dia malah menaburkan kepahitan di dalam kehidupanku ".
Xiera mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini dia simpan sendiri , dia tidak memperdulikan walaupun Al mengetahui semua itu karena dia pikir hidupnya memang sedari kecil telah hancur .
Tanpa xiera sadar , sekarang wajah al sedang merah padam karena baru mengetahui semua kebenaran itu , dia tidak menyangka kalau masalah yang di alami xiera ternyata begitu menyedihkan , karena dari awal dia berpikir kalau xiera memang hamil karena xiera dan kekasihnya memang sudah menginginkan seorang bayi.
" Aku akan melakukannya untukmu , mari kita jaga , lindungi dan menghidupi bayimu serta membahagiakannya ". Ucap al tersenyum kearah xiera , sejenak dia menahan emosinya
Xiera menatap al dengan tatapan tak percaya , dia tidak mengerti maksud dari ucapan atasannya itu tapi mendengar semua ucapan al membuat xiera bertanya-tanya dalam hati , apa sebenarnya tujuan al.
" Tu-tuan , apa maksud anda ? ". Tanya xiera kembali berbicara formal
" Mari menikah denganku , ini mungkin terdengar konyol bagimu tapi aku serius mengatakan hal ini ". Ucap al dengan serius
" Tapi.... ". Ucapan bantahan xiera langsung disela oleh al
" Masa lalumu hanyalah sebuah masa lalu , kejadian yang menimpa mu adalah pelajaran dari tuhan dan masa depan yang cerah bagimu dan bayi dalam kandunganmu adalah pr untuk kedepannya ".
" Tolong pikirkan baik-baik dengan apa yang aku katakan , kau tidak perlu menjawabnya sekarang , tenangkan pikiranmu dan jangan bertindak bodoh lagi untuk menyingkarkan hadiah terbaik yang tuhan berikan padamu , aku keluar sebentar ". Ucap al tersenyum hangat tidak ingin memaksa xiera
Tapi hal tak terduga terjadi , ketika al hendak berjalan , xiera malah menahan pergelangan tangan al sehingga al terkejut dan langsung membalikkan badannya menghadap kembali kearah xiera.
" Ada apa , apa kau merasa sakit ? ". Tanya al khawatir berpikir xiera menahannya karena merasa ada yang sakit pada tubuh xiera
" Aku mau ". Ucap xiera singkat tapi serius menatap al
Degggg
Jantung Al berdebar begitu kencang ketika mendengarkan xiera yang langsung menerima untuk menikah dengannya.
" Apa kau yakin ? ". Tanya al tak percaya
" Ya aku yakin akan keputusanku , aku sebenarnya malu mengatakan hal ini tapi sudah sejak lama aku memiliki perasaan aneh setiap kali bersamamu , bukan perasaan sebatas atasan dan asisten tapi perasaan aneh yang aku sendiri sangat sulit untuk mengungkapkannya ". Jawab xiera serius dan malu-malu
Betapa bahagianya al mendengar itu , al langsung memeluk xiera , al juga merasakan hal yang sama dengan xiera dan dia baru mengetahui kalau perasaan yang dia miliki untuk xiera adalah perasaan cinta , sejak dia mendengarkan dan merenungkan perkataan rendi kemarin.
" Terima kasih sudah menerimaku , sekarang kamu tidak perlu khawatir untuk masa depanmu dan bayimu karena aku akan melakukan apapun untuk kalian walaupun dia bukan darah dangingku , lupakan semua hak buruk yang terjadi padamu dan hiduplah bahagia mulai saat ini bersamaku ". Ucap al begitu senang
__ADS_1
Xiera membalas pelukan al yang begitu nyaman dia rasakan , dia tersenyum bahagia ketika tahu Al juga memiliki perasaan yang sama dengannya apalagi al menerima xiera walaupun keadaan xiera seperti ini dan menerima bayi dalam kandungannya walaupun bayi itu bukan anak Al.