Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 45


__ADS_3

...Selalu bersyukur atas berkat yang selalu tuhan berikan di hidup kita 🌠...


Saat ini bian dan flo saling diam setelah kejadian tadi , mereka berdua duduk di sofa yang ada di ruangan bian dan saling menatap kearah yang berbeda.


Tiba-tiba jerry mengetuk pintu ruangan bian dan bian mengizinkan jerry untuk masuk .


Setelah mendapat izin dari bian , jerry pun langsung masuk kedalam ruangan bian , ketika dia sudah di dalam ruangan bian , dia menjadi bingung dengan kecanggungan yang terjadi di antara bian dan flo pasalnya jerry melihat mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar .


" Apalagi ini , kenapa mereka berdua seperti ini , haisss tapi kelihatannya nona flo baik-baik saja , aku yakin bian tidak berani menyentuh dan memarahi nona flo ". batin jerry


" Ada apa ? ". tanya bian dengan dingin pada jerry


" Ehh tidak tuan , saya hanya ingin bertanya apakah tuan dan nona ingin makan apa nanti saya yang akan memesannya di kantin ". ucap jerry canggung


Flo langsung teringat dengan makanan yang dia bawah tadi .


" Tidak perlu , aku datang kesini membawakan makan siang untuk kalian , jerry kamu juga harus makan bersama kami , ayo duduk di sini ". ajak flo mencairkan suasana canggung di ruangan itu


" Ehhh , tidak usah nona , biar saya makan di kantin kantor saja , saya tidak ingin mengganggu waktu makan siang tuan dan nona ". ucap jerry tidak enak hati dan takut bian marah


" Cihhh , apa kau takut karena ada pria gila ini disini , cepatlah duduk disini , jangan menolak berkat ". ucap flo penuh sindiran pada bian


Flo tiba-tiba saja sadar dan langsung kesal dengan tindakan bian tadi , wkwk dia baru sadar ohhh ternyata seorang Queen mafia no 1 paling di takuti di dunia ini sedikit memiliki sifat aneh juga hahahah.


Jerry melototkan matanya terkejut dengan ucapan flo yang mengatakan bian adalah pria gila , jerry berpikir di dunia ini hanya flo wanita yang berani mengatakan hal seberani itu pada seorang bian apalagi mengatakannya di depan orangnya langsung.


Sedangkan bian hanya bisa pasrah di katai seperti itu oleh flo , dia tidak membantah ucapan flo yang mengatainya gila karena dia juga sadar kalau perbuatannya tadi memang sudah di luar batas .


" Duduklah jangan memperumit suasana , ikuti saja keinginannya ". ucap bian dengan datar


Jerry malah lebih terkejut mendengar ucapan bian yang terdengar tidak tersinggung dengan sindiran flo , sungguh di luar dugaan , jerry pikir bian akan marah pada flo tapi nyatanya tidak sama sekali.


" Kau dengar sendiri bukan , ayo cepat duduk disini karena aku sudah sangat lapar saat ini ". ucap flo dengan santai


" Ah ya baik nona ". ucap jerry canggung tapi menuruti keinginan istri sang bos


Ketika jerry sudah duduk di sofa di samping bian , flo yang duduk saling berhadapan dengan mereka berdua dengan meja yang menjadi penghalang langsung menata rapi 3 kotak makanan di atas meja di depannya.


Mata jerry sungguh berbinar melihat makanan yang berada di kotak makanan itu , sangat sederhana namun dia yakin kalau pasti rasanya sangat enak karena makanan yang di buat oleh flo adalah menu yang sering di buat oleh ibunya dulu sewaktu keluarga jerry masih tergolong kurang mampu tidak seperti saat ini.

__ADS_1


3 macam menu yang di satukan flo dalam masing-masing kotak yang dia bawah berisi sayur kankung yang di cah , perkedel kentang diberi daging ayam secukupnya , ikan teri goreng dan sambal yang melengkapi kesatuan rasa nikmat jika di makan bersama ikan teri dan perkedel.


" Wahhhh apa nona yang memasak semua ini ? , saya sungguh menyukai semua menu ini karena dulu saya sering dibuatkan oleh ibu saya ". ucap jerry begitu antusias


" Tentu saja aku yang memasaknya dengan tanganku sendiri , ayo silahkan di makan , sebelum makanannya dingin , ini untukmu dan ini untukmu dan yang 1 ini untukku karena aku juga belum makan siang ". ucap flo sambil memberikan masing-masing kotak makanan kepada jerry dan bian


Bian sedikit kesal karena sedari tadi dia seperti tidak di anggap oleh jerry dan flo yang sibuk membicarakan makanan yang di bawah flo , apalagi bian sangat kesal karena flo duluan mengajak jerry bukan dirinya.


Jerry sangat antusias menerima kotak makanan yang di berikan flo , tapi saat dia akan segera mencicipi makanan flo , dia tiba-tiba berhenti dan menatap bian dengan gugup karena dia mulai menyadari kalau bian tengah menatapnya dengan tajam dan dingin saat ini.


Flo yang melihat hal itu langsung menatap malas kearah bian , dia juga yang baru saja ingin memulai memakan makanannya kini harus menghentikan niatnya karena bian.


" Ada apa denganmu , kenapa kau menatapnya seperti itu , bukannya tadi kau yang menyuruhnya mengikuti keinginanku ". sindir flo


" Sebaiknya kalian saja yang makan , aku akan memesan makan di kantin saja ". ucap bian dengan dingin


" Mati aku , sepertinya bian marah karena aku mengganggu makan siang mereka atau karena dia cemburu aku terlalu memuji masakan nona flo ". batin jerry takut


" Kenapa hari ini aku begitu sial , sedari pagi kau selalu bertindak menyebalkan padaku , bahkan tadi kau bertindak di luar batas dan sekarang kau tidak mau menghargai makanan yang ku bawakan , hahah ternyata percuma saja aku cape-cape memasak dan membawakan makanan ini untukmu ". ucap flo menahan kekesalannya


" Baiklah , sepertinya lebih baik aku pulang saja , jerry bawah 1 kotak ini dan makanlah di ruanganmu , aku akan membawa 2 kotak lainnya dan aku akan membuangnya saja ". ucap flo langsung merapikan lagi 2 kotak makanan yang tadinya dia siapkan untuk dia dan bian


" Ada apa lagi sih , berhenti bersikap berlebihan , biarkan aku membuang saja makanan ini ". saat ini emosi flo sudah berada di puncaknya


Jerry sungguh merasa udara di sekitarnya seketika mengurang sehingga nafasnya seakan terhenti karena apa yang terjadi di depannya.


Jerry tidak menyangka kalau ternyata flo juga sangat menyeramkan jika sedang marah bahkan bisa di bilang marahnya bian tidak sebanding dengan kemarahan flo .


" Jerr bawahlah kotak makananmu dan makanlah di ruanganmu , aku ingin makan berdua saja dengan flo ". ucap bian dengan dingin


" Ahhh ya ba-baik bos , kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu bos , nona flo dan terima kasih atas makanannya ". ucap jerry yang memang sangat ingin keluar dari ruangan bian sedari tadi


Dengan cepat jerry langsung keluar dari ruangan bian sambil membawa kotak makanan di tangannya .


Setelah jerry keluar dari ruangan dan pintu sudah tertutup kembali , bian langsung menarik nafasnya lalu menghembuskanya dengan kasar .


Sedangkan flo masih sangat kesal pada bian , dia masih menatap bian dengan tajam .


" Aku akan memakannya dan sebaiknya kamu juga makan makananmu ". ucap bian mengalah kali ini

__ADS_1


Bian langsung mengambil 1 kotak makanan yang di bawah flo kemudian dengan perlahan dia langsung mulai memasukkan 1 suapan di dalam mulutnya .


Melihat itu flo dengan perlahan mulai meredahkan emosinya , setelah merasa emosinya kembali stabil dia juga memakan makanan di kotak yang satunya lagi .


Bian tidak bisa berbohong kalau masakan flo memang rasanya sangat enak bahkan bisa di bilang jika menu seperti ini bisa di jual di restoran bintang 5 , bian pasti sudah menyuruh koki yang bekerja di restorannya untuk menjual menu seperti ini saja.


Bian selalu mecuri pandang kearah flo yang sedang makan dengan santai di depannya , bian pikir flo tidak akan menyadari hal itu tapi sayangnya flo yang sangat peka dengan sekitarnya sedari tadi sudah tau kalau bian selalu mencuri pandang padanya.


10 menit kemudian akhirnya mereka berdua sudah selesai makan dan minum , flo langsung merapikan kotak makanan yang kotor agar dia bisa membawa pulang kembali kotak makanan itu.


" Terima kasih sudah membawakan makan siang untukku , jujur saja makananmu enak dan kalau bisa nanti kau bisa membuatnya lagi saat di mansion ". ucap bian merasa canggung


" Hmm , tapi bukannya kau tidak pernah makan di mansion selain sarapan pagi lalu untuk apa aku membuatkan makanan ini jika kau tidak akan memakannya ". sindir flo dengan santai


" Bisakah kau tidak menyindirku terus-menerus ? , setelah kau pulang dari kota S , masaklah sarapan pagi sesuai keinginanmu dan makan malam sesuai keinginanmu karena aku akan mulai makan malam di mansion setelah kamu pulang dari kota S ". ucap bian


Flo merasa aneh dengan sikap bian . " bukannya dia saat ini terlihat begitu aneh , kenapa dia bisa berubah secepat ini ? ". batin flo bingung


" Hmmm baiklah terserah kau saja ". ucap flo


" Berapa hari kau di kota S ? , apa perlu aku membantumu ? ". ucap bian menawarkan bantuan pada flo


" Sepertinya aku akan berada di kota S selama 3 hari , aku tidak butuh bantuanmu karena aku bisa sendiri dan apakah aku bisa bertanya padamu ? ". ucap flo ingin menanyakan sesuatu pada bian


Bian menautkan kedua alisnya terheran-heran pada flo yang tidak mau menerima tawaran bantuan darinya apalagi dia penasaran apa yang akan flo tanyakan padanya.


" Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan ". ucap bian memejamkan matanya sejenak


" Kenapa hari ini kau bersikap aneh , apa kau ingin melanggar kesepakatan yang kita buat ? ". tanya flo menatap bian penuh selidik


Bian menatap datar kearah flo , bahkan dia sendiri tidak tahu kenapa dia bersikap aneh hari ini apalagi flo , dia bingung harus menjawab apa dari pertanyaan yang flo lontarkan padanya.


" Kenapa kau diam saja , jangan bilang kalau kau ingin mencampurkan perasaanmu dalam pernikahan kontrak ini , jangan harap hal itu bisa terjadi , lebih baik kau buang jauh pikiranmu itu ". ucap flo penuh tuduhan


" Ck , pikiran burukmu itu yang seharusnya di buang , selalu saja kau menuduhku yang tidak-tidak ". ucap bian dengan malas


" Hmm-hmmm sepertinya aku salah dalam dugaanku , Baiklah kalau begitu aku harus segera kembali ke mansion karena aku harus mengemasi pakaian yang akan aku bawah besok ". ucap flo dengan santai


Bian merasa lega karena flo tidak lagi bertanya hal yang aneh padanya .

__ADS_1


__ADS_2