Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 43


__ADS_3

...Jago banget ngasih semangat ke orang lain padahal diri sendiri lagi butuh di semangatin🍁...


-1 hari sebelum flo akan berangkat keluar negri untuk menemui seseorang yang artinya besok sudah genap 2 minggu dari hari dimana flo memberi tahu gio bahwa mereka akan pergi kesuatu tempat .


Selama hampir 2 minggu ini pula hubungan flo dan bian masih sama seperti biasanya , tidak ada hubungan yang lebih diantara mereka berdua layaknya sepasang suami istri pada umumnya.


Dan saat ini di pagi hari ini , seperti biasanya flo , bian dan key sedang sarapan di meja makan .


" Hmm , bian aku ingin mengatakan sesuatu padamu ". ucap flo dengan wajah serius sambil meletakkan alat makannya di piring


Bian yang sedang menikmati sarapannya langsung melihat kearah flo dengan wajah datarnya tapi di balik wajah datarnya dia sedikit penasaran apa yang sebenarnya akan flo katakan padanya saat ini.


Sama halnya dengan key , dia sendiri juga penasaran dengan apa yang akan kakanya sampaikan pada bian , dia juga ikut melihat kearah flo dengan wajah penasarannya.


" Katakan saja ". singkat bian datar


" Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku dan key akan pergi ke kota S besok , karena aku harus memastikan setiap proses pembangunan toko cabang kue milikku berjalan dengan lancar disana ". ucap flo dengan wajah penuh keyakinan tapi tidak sepenuhnya berbohong


Bian menautkan kedua alisnya bingung , pasalnya dia tidak tahu sama sekali kalau flo akan membuka toko cabang di luar kota .


Sedangkan key yanh sangat mengenal kakanya dengan baik sudah pasti tahu kalau sang kaka saat ini sedang berbohong pada kaka iparnya dan dia yakin kalau sebenarnya yang di maksud kakanya adalah dia dan kakanya akan melakukan suatu misi di luar negara indonesia besok , tapi key bertanya-tanya kenapa kakanya mengatakan hal ini secara tiba-tiba tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


" Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau berencana akan membuka toko cabang di luar kota ? ". tanya bian penuh selidik


" Memangnya kenapa aku harus beritahukannya padamu ? , bukankah kita sudah sepakat kalau tidak saling mencampuri urusan masing-masing , aku harap kau tidak lupa akan hal itu ". ucap flo dengan santai


Flo berani mengatakan tentang kesepakatan bian dan dia di depan key karena bian sudah tahu kalau key mengetahui tentang pernikahan kontrak antara dia dan bian .


" Kau benar tapi setidaknya kau bisa memberitahuku sedikit tentang mu walaupun bukan privasimu tapi kamu bisa memberitahuku soal seperti ini ".


" Aku juga harap kau tidak lupa kalau di dalam kontrak juga kau adalah tanggung jawabku selama kontrak itu masih berlaku ". sambung bian merasa kecewa pada flo


Flo malah menautkan kedua alisnya bingung dengan ucapan bian .


" Kau yang membuat sendiri isi perjanjian di kontrak itu , lalu kenapa kau harus terlihat kecewa karna aku tidak memberitahukan hal ini padamu ". ucap flo dengan datar


Key hanya bisa diam mendengar perdebatan antara kedua kakanya , dia tidak ingin ikut campur sehingga dia memilih untuk menikmati sarapannya saja.


Sedangkan bian mulai menyadari kalau dia sudah mengatakan hal yang berlebihan , dia merasa kesal pada dirinya sendiri yang selalu bersikap aneh jika menyangkut tentang flo , sayangnya bian masih belum sadar kalau kehadiran flo di hidupnya telah membuat hatinya perlahan di isi sepenuhnya tentang flo .


" Hahhh , lakukan saja apa yang ingin kau lakukan , aku tidak akan melarang apapun yang ingin kau lakukan dan sebaiknya mulai sekarang kau tidak perlu memberitahuku apapun yang ingin kau lakukan ". ucap bian dengan dingin


Flo semakin bingung dengan sikap bian , dia bisa merasakan kalau bian saat ini sedang kecewa tapi kenapa harus kecewa padanya , flo semakin bingung dengan sikap bian akhir-akhir ini.


Tanpa berpamitan pada flo dan key , bian langsung berdiri dan mengambil tas kantornya kemudian berjalan meninggalkan ruang makan dengan perasaan yang sulit di artikan.


" Ada apa dengannya ? , kenapa dia bersikap berlebihan seperti ini , apa dia marah padaku ". batin flo bingung dengan sikap bian


Flo merasa aneh dengan sikap bian , setelah memberitahu bian tentang hal tadi , bian yang biasanya akan pamit walaupun dengan wajah datar nan dingin malah sekarang pergi tanpa kata satupun , membuat flo juga key bingung di buatnya.

__ADS_1


" Dasar pria aneh ". gumam flo yang masih bisa di dengar oleh key


Key hanya bisa menggelangkan kepalanya saja , dia tidak mau ikut campur urusan orang dewasa karena dia pikir itu terlalu rumit bagi dia yang masih kecil .


******


Saat ini bian baru saja tiba di depan pintu masuk perusahan di ikuti jerry dari belakang.


" Pagi bos , kenapa pagi-pagi wajah anda terlihat sedang mengecewakan sesuatu ". tanya jerry dengan penasaran melihat bosnya yang tidak seperti biasanya


Bian hanya melihat kearah jerry dengan tatapan dinginnya membuat jerry langsung diam tak berkutik .


Bian langsung berjalan masuk kedalam perusahan , para kariyawan wanita yang melihat kedatangan bian dan jerry langsung menunduk memberi hormat sedangkan bian tidak memperdulikan hal itu dan terus melanjutkan langkah kakinya menuju lift.


" Wahhhhh semakin betah bekerja di sini kalau setiap hari di sugukan dengan wajah tampan tuan bian dan asisten jerry , uhhhh pengen deh jadi istri mereka ". ucap salah satu kariyawan dengan percaya diri


" Hahah mimpi aja lu ". ejek kariyawan lainnya sehingga membuat kariyawan yang tadi menunjukkan muka cemberut


Kembali ke bian , saat ini bian baru saja duduk di kursi ruangannya di ikuti jerry yang duduk di kursi di depan bian .


" Jerr , cari tahu kalau flo benar akan membuka toko cabang di kota S , cari tahu sekarang juga ". ucap bian dengan dingin


" Jadi bian terlihat kecewa pagi ini karena nona flo , sepertinya bian masih belum sadar kalau perlahan tapi pasti hatinya sudah membukakan pintu masuk bagi kehadiran nona flo , semoga saja bian cepat menyadarinya sebelum pernikahan kontrak ini selesai ". batin jerry


" Baik tuan ". ucap jerry langsung keluar dari ruangan bian karena dia harus menghubungi seseorang untuk mencari tahu apa yang bian perintahkan


Setelah jerry keluar dari ruangannya , bian langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


Setelah melampiaskan kekesalan pada dirinya sendiri bian langsung menahan emosinya dan langsung memulai mengecek berkas di mejanya.


Tak berselang lama , 10 menit kemudian pintu ruangam bian di ketuk oleh seseorang yang tak lain adalah jerry .


" Masuk ".


Jerry yang mendapatkan izin masuk dari bian langsung membuka pintu dan berjalan masuk kemudian duduk di tempat duduk yang ada di depan bian dan meja menjadi penghalang di antara mereka.


" Apa kau sudah mendapatkan apa yang aku minta ? ". tanya bian tanpa melihat kearah jerry dengan mata yang masih fokus kearah laptopnya


" Sudah bos dan memang benar kalau nona flo akan membuka toko cabang di kota S bahkan bukan hanya di kota S tapi juga di beberapa kota terdekat dari kota ini ". ucap jerry menjelaskan semua yang dia dapat dari orang suruhannya


" Sepertinya toko kue milik nona flo memang semakin di minati oleh banyak orang karena dari informasi yang saya dapat , katanya toko kue nona flo setiap hari selalu banyak pembeli yang berdatangan dan bahkan ternyata nona flo sudah membuka 5 cabang toko flokey di kota ini dan semua toko juga ramai pembelinya ". sambung jerry merasa kagum pada flo


Bian bernafas lega karena semua yang di katakan tidaklah bohong melainkan kebenaran , dia juga sama halnya dengan jerry yang ikut bangga dan kagum dengan kerja keras flo dalam menjalankan toko kuenya.


" Aku pikir dia berbohong padaku tapi ternyata tidak ". batin bian tenang


" Hmmm baiklah , kembalilah keruangammu ". ucap bian


" Baik bos ".

__ADS_1


Jerry pun keluar dari ruangan bian karena dia tidak mau mengganggu bian saat ini.


Waktu berlalu begitu cepat , flo yang hari ini memutuskan untuk tidak pergi ke toko hanya tinggal di mansion saja tanpa melakukan apapun .


" Hahhhh kenapa aku merasa bosan tanpa kegiatan apapun di mansion ini ". ucap flo bosan karena tidak melakukan apapun sedari pagi


Dia kemudian turun ke lantai 1 untuk membuat makan siang untuk dirinya sendiri.


" Nak flo , apa ada yang nak flo butuhkan saat ini ? ". tanya susi ketika melihat flo yang tiba-tiba masuk kedalam dapur


" Hmm , aku ingin memasak makan siang bu susi , aku sedikit bosan karena tidak melakukan apapun dari pagi ". ucap flo tersenyum canggung


" Ehhh biar para pelayan saja yang memasak makan siang untuk nak flo , nanti tuan bisa marah pada kami kalau membuat nona kelelahan ". ucap susi gelagapan


" Hmm sepertinya bu susi baru saja memberikan saya ide yang bagus , sepertinya aku harus melakukannya ". ucap flo mendapatkan ide bagus


Susi malah semakin bingung dengan apa yang sang nyonya katakan , dari mana dia memberikan ide pada sang nyonya pikir susi kebingungan dengan tingkah random sang nyonya.


" Tapi nona ". ucapan susi disela oleh flo


" Sudahlah bu , aku hanya berniat membuatkan makan siang untuk suamiku dan aku juga berniat membawakan makan siang buatanku ke kantor bian ". ucap flo tersenyum


" Ahhh seperti itu , hehe maaf nona saya pikir ide bagus apa yang nona maksudkan tadi ". ucap susi tersenyum canggung


" Tidak apa-apa , aku akan mulai masaknya karena sebentar lagi sudah mau jam makan siang nanti keburu telat nganterin makanan ke kantor ". ucap flo


Flo langsung menyiapkan bahan-bahan makanan yang dia butuh untuk membuat makan siang untuk 3 porsi karena dia juga ingin membuatkan makanan untuk jerry .


Flo sengaja membuatkan makan siang pada bian karena entah kenapa wajah bian yang terlihat kecewa tadi selalu menghantuinya sejak selesai sarapan pagi tadi membuatnya sedikit merasa bersalah .


30 menit kemudian akhirnya dia selesai membuatkan makan siang untuk bian dan jerry tak lupa dia juga memasukan makanan di 1 kotak makan untuk dia makan di perusahan bian nanti karena dia juga sudah lapar tapi dia urungkan niatnya untuk makan duluan agar bisa makan bersama jerry dan bian nanti di perusahan.


30 menit kemudian akhirnya flo tiba di depan perusahan bian di antarkan oleh supir .


" Bapak langsung pulang saja yah , nanti saya akan pulang sendiri karena saya harus menemui seseorang setelah pulang dari sini ". ucap flo dengan ramah pada supir yang mengantarkannya keperusahaan


" Baik nyonya ".


Setelah mobil pergi , flo langsung berjalan memasuki pintu masuk perusahaan bian dengan menenteng 3 kotak makanan di tangannya .


Dengan santai flo mulai masuk kedalam perusahan , dia mencari tempat dimana resepsionis berada karena bisa saja dia masuk tanpa meminta izin dari siapapun tapi dia tidak tahu dimana ruangan bian berada sehingga dia mengurungkan niatnya apalagi dia sadar pasti akan banyak yang curiga pada dirinya.


" Selamat siang nona , ada keperluan apa anda datang ke perusahan Global shine ? ". tanya resepsionis dengan ramah dan juga sopan


Tentu saja resepsionis bertanya seperti itu , pasalnya flo hanya memakai celana panjang dan hoodie datang ke perusahan bian membuat resepsionis penasaran.


" Siang , ah itu apa anda bisa menunjukkan jalan ke ruangan bian eh maksud saya tuan bian ". ucap flo


Resepsionis itu menatap flo dari ujung rambut sampai ujung kaki , dia sangat terkejut mendengar kalau ternyata wanita di depannya saat ini ingin bertemu dengan CEO di perusahanya .

__ADS_1


" Maaf nona , tapi bisakah saya tahu ada keperluan apa anda ingin bertemu dengan CEO kami ? ". tanya resepsionis dengan rasa penasaran yang tinggi karena baru kali ini ada seorang wanita yang ingin menemui pemilik perusahan tempat dia bekerja selain gracia


__ADS_2