
Hidup itu pilihan , saat tak memilih , maka itu adalah pilihanmu 😉
Bella langsung ketakutan mendengar delano menyebutkan orang yang sedang mengawasi mereka dengan senjata sniper apalagi dari kejauhan 200 meter dari mobil itu .
" Uncle , jika uncle tadi tidak menghentikan mobil ini disini , mungkin saja kita semua akan tertinggal nama saja ". Ucap delano terlihat sangat serius
" Tu-tuan varo , ba-bagaimana ini , apa kita semua akan mati jika orang yang di maksudkan delano menembak mobil ini ". Tanya bella benar-benar ketakutan
Varo langsung mengusap wajahnya dengan kasar , kenapa musuh bisa mencium keberadaan mereka di saat seperti ini.
Untung saja mobil mereka berhenti di jalanan sepi yang di kelilingi pohon-pohon saja di sepanjang jalan , karena jalanan ini adalah jalan pintas menuju tempat yang ingin varo datangi bersama delano , delvira dan bella.
" Tante jangan takut , kita tidak akan mati begitu saja , orang yang ingin berniat jahat pada kita tidak tahu saja kalau ada raja singa di dalam mobil ini ". Ucap delvira dengan wajah polosnya seakan ingin memberitahu bella untuk tenang saja karena ada varo bersama mereka
Memang 2 anak yang sangat-sangat tidak takut akan bahaya apapun , jika anak seusia mereka pasti sudah kencing di celana karena ketakutan.
Bella tak percaya melihat delano dan delvira seakan tidak ada takut-takutnya dengan bahaya yang bisa saja mengancam mereka.
" Delano jawab pertanyaan uncle dengan jujur , apa kamu sedang memakai alat penghubung dengan orang yang kamu panggil paman valen itu ?". Tanya varo serius
" Ya ". Jawab delano dengan singkat karena memang itulah kebenarannya
" Baiklah , berikan alat penghubung itu pada uncle , biar uncle yang berbicara dengan orang itu ". Ucap varo
di kursi belakang sekarang bella sedang memeluk delvira dengan tubuh yang bergetar takut , sedangkan delvira malah menenangkan bella , tertukar bukan , bukannya bella yang menenangkan delvira tapi delvira yang malah menenangkan bella.
Delano langsung mengambil yang sangat kecil menyerupai kertas hitam bulat yang sangat kecil dari daun telinga delano di telinga sebelah kiri yang memang tidak bisa di lihat oleh varo dan yang lainnya , tapi itu bukanlah kertas melainkan alat penghubung yang sangat canggih .
__ADS_1
Delano langsung memberikan alat itu pada varo dan varo langsung menatap delano dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Ini alat penghubung yang biasa di gunakan flo dan petinggi mafioso black sun , bagaimana delano bisa mendapatkannya ". Batin varo yang sangat tahu mengenai siapa pemilik dan pencipta alat itu
Tanpa menunggu lama , varo langsung menempelkan alat itu ke daun telinga bagian dalam agar bisa mendengar jelas suara dari orang yang memberitahukan hal tadi pada delano.
" Tes ". Varo mengatakan itu untuk mengecek apakah alat itu masih terhubung atau tidak
" Ya tuan varo , saya valen mafioso black sun yang bertugas di ruang kontrol ". Jawab valen yang ternyata orang yang memberitahukan hal tadi pada delano
" Valen , ternyata itu kamu ". Ucap bian dengan datar
" Maaf tuan varo , saya hanya memberitahukan bahaya yang akan terjadi pada kalian tadi dan apa yang tuan muda katakan itu benar ". Jelas valen
" Apa flo mengetahui hal ini ? ". Tanya varo
Varo langsung memejamkan matanya , dia tak percaya valen bisa segegabah itu , bagaimana kalau delano atau delvira sampai tahu kalau flo adalah Queen mafia hanya karena ulah valen yang memberikan alat ini pada delano.
Padahal yang sebenarnya terjadi bukanlah valen yang memberikan alat itu dengan cuma-cuma pada delano melain delano yang memintanya dari valen karena delano sangat kagum pada valen yang sebenarnya delano sendiri sudah tahu apa sebenarnya pekerjaan valen.
Varo saja yang tidak tahu kalau delano maupun delvira sebenarnya sudah tahu bahwa bunda mereka adalah seorang Queen mafia , itu semua mereka ketahui sudah sejak mereka berusia 4 tahun .
" Apa kamu tahu resiko apa ketika kamu memberikan alat ini pada keponakanku ? ". ucap varo menahan kemarahannya
" Maaf tuan , saya hanya ingin tuan muda dan nona muda baik-baik saja dan terhindar dari bahaya ". Jelas valen sedikit takut dengan ucapan varo
" Uncle , tanpa uncle beritahukan semua hal tentang bunda pada kami , sebenarnya aku dan delvira sudah mengetahuinya sejak tahun lalu , jadi jangan menyalahkan paman valen karena aku sendiri yang meminta paman valen untuk memberikan alat itu padaku ". Jelas delano tidak ingin valen kena imbasnya karena ulahnya sendiri
__ADS_1
Varo melototkan matanya tercengang mendengarkan ucapan delano yang ternyata sudah mengetahui tentang flo yang adalah seorang Queen mafia.
Sedangkan bella tidak memperdulikan pembicaraan varo dan delano karena dia sudah ketakutan sejak tadi.
" Haaahhhh ". varo menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memijit keningnya karena pusing
" Baiklah , sekarang kamu beritahu flo akan kejadian saat ini dan tolong hubungi zin tangan kanan saya untuk menyuruh anak buah saya untuk membereskan orang itu ". Ucap varo
" Baik tuan ". Ucap valen
Setelah mengatakan hal itu pada valen , varo langsung melihat kearah kursi belakang dimana delvira dan bella berada .
Delvira langsung cengengesan hingga menunjukkan gigih putih dan rapihnya ketika melihat sang uncle yang melihat kearahnya.
" Kalian berdua , haaaahhhhh ". Ucap varo tak mampu berkata apapun lagi setelah mengetahui semua kebenaran itu
Tentu saja valen sejak awal memang terus melacak keberadaan lano dan vira , jauh di markas utama black sun , valen bisa memantau pergerakan si kembar melalui alat penghubung itu.
Dan melalu alat penghubung itu , valen bisa memantau pergerakan musuh dekat ataupun jauh yang berada di sekitar si kembar , bahkan jarak yang bisa melacak keberadaan musuh melalui alat itu bisa mencapai kejauhan 500 meter .
Valen memang sengaja merancang jarak sejauh itu bahkan sampai 500 meter karena valen tahu , jika musuh mengincar si kembar menggunakan sniper seperti saat ini , bisa dia lacak keberadaannya , apalagi valen sangat tahu bahwa ada orang yang bisa mengkeker senjata sniper dari kejauhan 500 meter.
Tiba-tiba ponsel varo berbunyi pertanda ada panggilan masuk , varo langsung mengambil ponselnya di saku celana dan melihat siapa yang menghubunginya.
Ternyata yang menghubunginya adalah flo , melihat adiknya menghubungi dia , varo langsung mengangkat panggilan tersebut.
" Jalankan saja mobilmu ka dengan kecepatan tinggi agar sniper itu tidak bisa membidik mobilmu dengan tepat ". Ucap flo ketika panggilan telah terhubung
__ADS_1
" Ya , baiklah ". Jawab varo yang sebenarnya dia juga sudah memikirkan cara itu sejak awal tapi dia terlalu takut karena bukan memikirkan nyawanya saja tapi dia memikirkan bahwa ada bella dan dua keponakan kesayangannya yang sedang bersamanya di dalam mobil itu