Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 130


__ADS_3

Terlalu banyak yang ingin di ungkapkan , namun terkadang masih berpikir antara mengungkapkan atau lebih baik diam saja 🍂


Hari yang paling di tunggu bian dan flo akhirnya tiba juga , ya benar ini adalah hari pernikahan mereka berdua yang di gelar sederhana tapi mewah dan meriah yang hanya di hadiri oleh keluarga kedua pihak keluarga mereka masing-masing serta para sahabat mereka saja .


Pagi tadi flo dan bian sudah mengucapkan janji pernikahan di gereja pertama kali mereka melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.


Malam ini tempat dilaksanakannya resepsi pernikahan bian dan flo dilakukan bertempat di salah satu hotel milik bian .


Mereka semua sangat bahagia melihat bian dan flo bisa bersatu kembali .


" Bian , kamu memang adalah rekan bisnisku tapi sekarang kita berhadapan sebagai kaka dan adik ipar jadi tolong jangan pernah menyakiti perasaan adikku sekali lagi , jaga dan lidungi dia karena dia adalah adik perempuanku satu-satunya , jika kau berani membuatnya menangis maka jangan salahkan aku jika aku akan memberimu pelajaran ". ucap Al serius


" Tentu , aku akan melakukan apa yang kau katakan kaka ipar , ahhh aku sangat canggung memanggilmu seperti itu ". ucap bian serius di iringi bercandaan


Semua tertawa mendengar ucapan bian , sedangkan flo hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kedua pria yang begitu berarti dalam hidupnya.


" Jangan lupa bahwa aku juga kaka dari istrimu , jadi jangan pernah melakukan hal yang tidak di inginkan agar aku tidak memberimu pelajaran ". ucap varo


" Yakkk , kenapa kalian berdua seperti sedang mengancam suamiku ". ucap flo tidak terima


" Ya-ya-ya , dia adalah suamimu tapi kita berdua adalah kakamu , memangnya salah jika kami mengatakan hal itu demi kebaikan hubungan kalian ". ucap varo tidak terima


Semua orang dalam ruangan itu tertawa melihat dan mendengarkan perdebatan antara flo dan kedua kakanya , apalagi bian yang bahagia bisa dekat dengan kedua kaka dari wanita yang dia cintai dari masa kecil hingga saat ini yang sudah jelas dan sah menjadi istrinya.


Mereka semua menikmati pesta itu dengan meriah dan di depuhi canda tawa serta kebahagiaan yang mereka rasakan.


*****


Semua orang telah kembali ke rumah masing-masing setelah pesta selesai tadi sekitar 1 jam yang lalu .


Bian dan flo sekarang sudah berada di kamar hotel di hotel yang sama mereka menggelar pesta pernikahan mereka tadi yang akan menjadi tempat mereka beristirahat untuk malam ini .


Flo sudah selesai membersihkan dirinya dari kepenatan memakai baju pengantin sekarang sedang menggeringkan rambutnya di depan meja rias masih memakai handuk di tubuhnya.

__ADS_1


Sedangkan bian sudah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya .


Flo tidak henti-hentinya tersenyum bahagia karena akhirnya perjuangnya selama ini berakhir dengan baik juga bisa bersatu dengan pria yang dicintai sejak kecil .


15 menit kemudian bian pun keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk yang di lingkarkan di pinggangnya.


Bian tersenyum melihat flo masih duduk mengeringkan rambutnya di depan meja kaca rias saat dia keluar dari kamar mandi.


Dia pun mendekati flo dan memeluk flo dari belakang membuat flo terkejut .


" Ahh kau mengagetkanku bian ". pekik flo kaget


Bian hanya tersenyum sambil memeluk tubuh flo dengan lembut , dia menghirup aroma harum tanpa parfum dari tubuh flo , dia menyukainya bahkan dia menikmatinya .


" Akhhh bian ". pekik flo terkejut ketika bian tiba-tiba mengangkat tubuhnya


" Aku menginginkanmu ". ucap bian dengan suara serak sedang menahan nafsunya untuk segera memakan flo


Tubuh flo spontan menjadi kaku ketika mendengarkan ucapan bian , saking bahagianya dia karena telah bersatu secara resmi dengan bian , dia malah lupa kalau malam ini adalah malam pertama mereka berdua .


Bian menurunkan tubuh flo dengan lembut kearah ranjang king zise di kamar itu .


Tanpa basa basi , bian langsung mengecup bibir flo dengan penuh kelembutan , flo tidak menolaknya karena dia tahu bian sudah menahan sejak lama hanya saja dia sendiri yang masih belum siap pada saat itu.


Setelah bian memulai pemanasan dengan penuh kelembutan sehingga flo begitu menikmati pemanasan bian maka inilah saat yang paling bian tunggu.


" Aku akan memulainya , ini akan terasa sakit di awal tapi tidak untuk setelah itu , aku akan melakukannya dengan lembut ". ucap bian menatap mata flo dengan senyum manisnya


Flo membalas senyuman bian dengan anggukan dan senyum , bian pun perlahan memulai aksinya.


Dan akhirnya malam ini menjadi malam yang begitu berarti bagi bian maupun flo , bian berhasil membobol gawang milik flo .


Entah berapa kali bian dan flo melakukannya , akhirnya mereka berhenti karena sama-sama kelelahan dengan adegan panas mereka pada jam 4 subuh dengan bian yang telah menanamkan banyak benih buah cinta mereka berdua di dalam rahim flo.

__ADS_1


Bian berharap benih itu akan segera tumbuh dalam rahim flo karena dia sangat ingin mempunyai keturunan dari rahim wanita yang sangat dia cintai itu.


*****


Bian dan flo bangun secara bersamaan di jam 11 pagi keesokan harinya .


" Kau sudah bangun ? ". tanya flo dengan suara serak baru bagun tidur


" Hmm ". balas bian dengan deheman sambil mempererat pelukan lembutnya di perut dan pinggang flo


Flo menikmati hal itu yang memang sangat nyaman dia rasakan.


Ketika beberapa menit kemudian flo mengatakan pada bian kalau dia ingin membersihkan dirinya karena dia ingin segera mengisi perutnya yang sudah sangat lapar.


Tapi saat flo berdiri dengan memakai selimut menutupi tubuh polosnya untuk ke kamar mandi , dia merasakan perih yang luar biasa di bagian inti miliknya membuat bian spontan berdiri dari ranjang dan mendekat kearah flo dengan tubuh polosnya karena khawatir terjadi sesuatu pada flo.


" Sayang apa kau baik-baik saja ". tanya bian khawatir


" A-ah itu , kenapa sakit sekali pada inti milikku ". jawab flo terbata karena malu


Bian mengusap wajahnya dengan pelan dan tersenyum kecil , bian pun berdiri dengan tubuh polosnya dan langsung menggendong flo alah bridal .


" Ayo aku antar ke kamar mandi " . ucap bian tersenyum


Flo pasrah di gendong oleh bian ke kamar mandi karena memang dia merasa kalau dia tidak bisa berjalan kearah kamar mandi karena sakit di bagian intinya .


Mereka berdua pun akhirnya mandi bersama di dalam kamar mandi kamar itu tapi tidak ada adegan panas sama sekali karena bian tidak ingin flo tambah kesakitaj jika dia memaksakan hasratnya .


Setelah selesai membersihkan diri mereka , mereka pun memakai pakaian mereka dan tak berselang lama pelayan hotel membawakan makanan yang bisa di bilang sarapan dan juga makan siang karena sekarang sudah jam 12 lebih dalam kamar mereka.


Mereka berdua memilih makan di kamar saja dan akan kembali beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa perih yang flo rasakan sebelum mereka pulang nanti .


Di tempat lain mia sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk menyingkirkan flo , tanpa dia tahu rencananya itu akan berbalik menjadi senjata makan tuan karena flo sudah mengetahui semuanya .

__ADS_1


Informasi tentang rencana mia sangat mudah di ketahui oleh flo , apa yang tidak bisa flo ketahui jika ada yang berani berniat jahat padanya dan flo juga tidak diam dan sudah menyiapkan hadiah besar untuk mia agar mia bisa mengingat namanya dan tidak akan lagi berniat jahat padanya kedepannya.


__ADS_2