Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 113


__ADS_3

Banyak orang berasumsi kalau matahari dan bulan tidak pernah bisa menyatuh sekalipun mereka tahu bahwa ada yang namanya gerhana yang bisa menyatuhkan keduanya? , karena itu sama seperti takdir , sekalipun orang lain melihat kita tidak mungkin bersamanya tapi tuhanlah yang tahu siapa yang harus bersamamu selamanya walaupun prosesnya begitu pahit . 🌞🌚🌑


Bian tidak menyangka akan mendengar ucapan seperti itu yang keluar dari mulut flo , dia yakin flo hanya ingin membuatnya menjauh dari flo dan apa yang flo katakan itu tidak benar.


" Bian , tolong pahami semua ini , aku hanya ingin kau hidup bahagia tanpa harus merasa terancam dan bahaya jika kita bersatu , aku hanya ingin melihat orang yang aku cintai memiliki kehidupan yang bahagia dan normal seperti pasangan lainnya , biar aku saja yang menjalani kehidupan yang berbahaya , kau tidak perlu masuk dan ikut terancam bersamaku ". jelas flo


" Tapi kenapa ? , kenapa harus seorang ketua mafia , kenapa kau memilih jalan seperti itu ". tanya bian menatap flo dengan perasaan yang sulit di artikan


" Banyak yang telah terjadi dan aku tidak mungkin mejelaskan semuanya padamu dan karena kau sudah mengetahui siapa aku sebenarnya , maka lebih baik mulai sekarang kamu tidak usah lagi memikirkanku , lupakan aku dan hiduplah seperti biasanya ". jelas flo


Bian tidak membalas ucapan flo , dia malah berjalan menuju pintu apartemen flo dan keluar begitu saja meninggalkan flo .


" Haaahhhh , ini jalan terbaik agar bisa melindungimu dari bahaya apapun , semoga kau bisa melupakanku dengan cepat dan bisa hidup bahagia seperti orang lain ". ucap flo pelan dengan air mata yang menetes tanpa permisi


Di parkiran gedung apartemen flo , bian baru saja masuk kedalam mobilnya dengan wajah dingin .


" Akhhhhhhhh , kenapa , kenapa harus seperti ini , kenapa ". teriak bian dalam mobilnya sambil memukul setir mobilnya


" Kenapa harus menjadi seorang mafia , kenapa flo ". ucap bian dengan suara tercekat


Dia bingung harus berbuat apa , bian memilih melajukan mobilnya menuju suatu tempat , dia pergi dengan segala perasaan yang berkecamuk dalam hati dan pikirannya .


*****


" Ka jer , apa ka bian akan baik-baik saja jika mereka berdua bertemu ". tanya milka khawatir pada bian


" Tenanglah , biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka , saya yakin tuan bian bisa menyelesaikan masalah di antara mereka , entah masalah antara tuan bian dan nona flo atau nona flo sebagai alika ". jawab jerry yakin kalau atasan sekaligus sahabatnya bian akan bisa menyelesaikan urusannya dengan flo


" Semoga saja ". ucap milka masih khawatir


" Beritahu saya jika anda ingin pulang , saya akan mengantarkan anda pulang jika anda mau ". ucap jerry dengan formal

__ADS_1


" Yakkk , ka jer ini memang masih di perusahan tapi disini hanya kita berdua , tolong jangan berbicara terlalu formal denganku , aku tidak suka hal itu ". ucap milka kesal


" Ya-ya-ya baiklah anak manja ". ejek jerry


" Yakkkk , apa kaka bilang ". teriak milka menatap jerry dengan tajam


Jerry hanya mengangkat kedua bahunya seakan mengatakan kalau dia tidak tahu , hal itu membuat milka kesal.


Di tempat lain bian baru saja tiba di sebuah rumah kosong , rumah itu adalah rumah pertama yang menjadi tempat tinggal bian dan keluarganya setelah pindah dari mansion keluarga besar maniv.


Dia masuk kedalam rumah itu , rumah yang kosong tidak ada barang satupun di dalam sana , rumah ini masih milik keluarga bian karena sang bunda tidak ingin menjual rumah itu dengan banyaknya kenangan yang tersirat di rumah itu.


Dia berjalan menelusuri rumah itu dan langkahnya terhenti taman kecil yang berada di samping rumah itu.


Dia memandang lurus kedepan melihat taman yang dulunya bersih dan rapi , sekarang sudah tinggi rerumputannya .


Bian berjalan kearah taman itu , melihat disitu masih ada bangku taman yang dulunya adalah tempat biasa dia , flo dan milka duduki , membuat bian kembali mengenang masa itu.


Dia terus mengenang setiap momen yang dia lewati bersama flo atau alika sahabat kecilnya setiap kali bermain di taman itu.


Di saat dia masih mengenang masa kecilnya bersama flo , tiba-tiba ponselnya bergetar dan berbunyi di balik saku celananya .


" Jerry ? ". gumam bian kemudian mengangkat panggilan dari jerry


" Ada apa ? ". tanya bian ketika panggilan terhubung


Entah apa yang jerry katakan pada bian dalam panggilan tersebut , tiba-tiba wajah bian berubah dengan melototkan matanya kerena terkejut mendengar ucapan jerry .


Dia langsung mengakhiri panggilan itu dengan sepihak dan berlari keluar menuju mobilnya .


Sedangkan di tempat jerry berada saat ini , dia sedang panik dan khawatir , entah apa yang terjadi .

__ADS_1


20 menit kemudian akhirnya mobil bian tiba di tempat dimana jerry berada , dengan cepat bian keluar dari mobilnya dan berjalan kearah jerry .


" Dimana mereka ? ". tanya bian panik


" Pengawal sedang mengejar mobil yang membawa nona flo dan nona milka , kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan mereka berdua tapi kami gagal , maafkan saya tuan ". ucap jerry meminta maaf dengan sungguh-sungguh


Bian melihat jerry memang sudah dipenuhi luka dan bian yakin jerry berkelahi melawan orang yang menculik 2 wanita yang berperan penting dalam hidupnya.


Tadi pada saat milka menunggu bian kembali dari apartemen flo dan mendapati bian belum juga kembali , dia memutuskan untuk pergi ke apartemen flo lagi di temani oleh jerry dan beberapa pengawal .


Tapi ketika dia tiba di apartemen flo , flo mengatakan kalau bian sudah pergi sejak 10 menit yang lalu dan pada saat dia ingin kembali pulang dan masih berada di depan pintu flo bersama flo .


Tiba-tiba dia di pukul dari arah belakang , pukulan itu terasa tepat di punggung dekat leher membuatnya langsung pingsan , disaat flo terkejut dan ingin membantu milka , dia yang tidak memperhatikan sekitr juga mendapat pukulan di kepalanya dan berakhir pingsan .


Disaat mereka berdua sudah di bawah oleh pria-pria berpakaian hitam , jerry melihat mereka berdua di gendong seperti karung beras di punggung 2 pria yang menggendong mereka berdua .


Perkelahian pun terjadi , kenapa mereka bisa santai membawa tubuh pingsan flo dan milka keluar dari gedung apartemen itu karena pria-pria misterius itu mengancam para pekerja disana dengan senjata.


Jerry dan para pengawal tidak bisa menyelamatkan flo dan milka karena disaat mereka berkelahi melawan pria-pria misterius itu , dia melihat flo dan milka di masukkan kedalam mobil dan mobil langsung pergi meninggalkan gedung apartemen itu.


Bian mengusap wajahnya dengan kasar , dia mengambil ponsel di saku celananya berniat menghubungi polisi , tapi ketika dia baru saja membuka pasword hpnya , tiba-tiba pesan masuk berbunyi dari ponselnya.


Bian langsung membuka pesan itu dan langsung memicingkan matanya melihat isi pesan tersebut.


" Jangan laporkan hal ini pada polisi , percayalah pada Queen kami jika dia dan adik anda akan pulang dengan selamat , jika anda melaporkan hal ini pada polisi , mungkin saja keluargamu juga akan kena imbasnya , kembalilah kemansion keluargamu dan lindungi kedua orang tuamu , anak buah kami telah berjaga di sekita mansion itu ".


Itulah isi pesan yang bian baca dari pengirim misterius karena nomor itu tidak terdaftar .


" Ikut aku ke mansion keluargaku ". ucap bian langsung buru-buru masuk kedalam mobilnya


Jerry kebingungan kenapa bian malah mengajaknya pergi ke mansion keluarga bian sedangkan milka dan flo belum ada kabar jika mereka selamat dari penculikan itu.

__ADS_1


Tapi jerry tidak membantah perintah bian , dia pun ikut masuk kedalam mobil bian dan mereka pergi dengan kecepatan tinggi menuju mansion keluarga bian .


__ADS_2