
...Hiduplah seperti kupu-kupu , walaupun pada awalnya mereka di ejek karena mereka adalah ulat yang jelek tapi mereka tidak berkecil hati karena mereka tahu ketika mereka bisa melewati proses menjadi kepompong mereka akan menjadi kupu-kupu yang indah di kemudian hari 🐛🦋...
1 jam kemudian mobil tiba di depan gerbang masuk mansion , satpam yang melihat mobil majikannya langsung membukakan gerbang dengan lebar agar mobil bisa langsung masuk kedalam area mansion.
Di dalam mansion sekarang susi sedang bersama key yang tadi terbangun karena mendapat telfon dari gio kakanya tentang kejadian ini , gio meminta key untuk berjaga di mansion bian takut jika suatu hal buruk terjadi karena semua menyangkut bian saat ini.
Tadi juga key dan susi mengira kalau mobil yang masuk adalah mobil bian tapi ternyata mobil yang masuk tadi adalah mobil yang dibawah oleh flo dan mereka terkejut bukan flo dan bian yang keluar dari mobil melainkan orang lain yang key kenal adalah carly .
Sebelum carly pergi , carly menyampaikan kalau semuanya baik-baik saja dan sebentar lagi flo dan bian akan segera tiba dan sekarang saat mereka mendengar suara mobil masuk kedalam area mansion membuat susi dan key langsung keluar untuk melihat siapa yang datang dan mereka berharap kalau kali ini flo dan bian yang pulang.
Flo dan bian langsung turun dari mobil , susi yang melihat kedua majikannya kembali dengan berlumuran darah , dia langsung menghampiri kedua majikannya dengan panik dan khawatir.
Sedangkan key tenang-tenang saja karena dia tahu kalau tidak mungkin kakanya kalah hanya melawan mafia secuil itu .
" Tu-tuan , no-nona kenapa pakaian kalian dipenuhi darah seperti ini , apa yang sebenarnya terjadi , ayo tuan , nona sebaiknya kita kerumah sakit sekarang untuk mengobati luka tuan dan nona ". ucap susi khawatir
" Kami tidak apa-apa bu , tidak ada yang terluka , ini adalah darah dari orang yang kami tolong saat terjadi kecelakaan ketika kami di jalan pulang menuju mansion ". ucap flo berbohong
Bian menatap flo dengan tatapan yang sulit di artikan , dia langsung masuk duluan meninggalkan flo , key dan susi di depan pintu masuk utama.
" Ahh syukurlah jika tidak terjadi apapun pada tuan dan nona , sebaiknya kita masuk kedalam terlebih dahulu , saya akan membuatkan teh hangat untuk nona dan tuan ". ucap susi mengajak flo masuk
Flo hanya mengangguk dan memberikan senyum tipis pada susi , mereka pun masuk kedalam mansion .
Tapi baru saja susi ingin kedapur untuk membuatkan teh hangat untuk majikannya , flo malah menghentikannya.
" Bu , sebaiknya bu susi kembali istirahat saja tidak perlu membuatkan teh untuk aku dan bian , key juga kembalilah istirahat karena aku juga ingin istirahat setelah membersihkan tubuhku , aku yakin bian juga pasti akan langsung istirahat saat ini ". ucap flo
" Ahh baiklah nona , yang nona katakan itu benar , sebaiknya nona istirahat saja dan jangan lupa beritahu saya jika nona membutuhkan sesuatu ". ucap susi
" Iya bu ". ucap flo
" Baiklah jika begitu saya pamit ke belakang dulu , nona flo dan nona key ". pamit susi yang juga sebenarnya sudah mengantuk
Setelah susi pergi , flo melihat key yang menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
" Ada apa ? ". tanya flo memicingkan matanya kearah key
__ADS_1
" Apa ka bian sudah tahu siapa kaka sebenarnya ? , sikap ka bian tadi sangat jelas terlihat berbeda setelah kembali dari sana ". tanya key penasaran
" Dia belum tahu , tapi dia sudah melihat kaka membunuh mereka semua di depan matanya ". ucap flo santai
key langsung melototkan matanya tercengang dengan penjelasan kakanya.
" Astaga pantas saja ka bian terlihat aneh setelah turun dari mobil , semoga saja dia tidak segera menceraikan mu kak ". ucap key yang begitu polos
" Sudah tenang saja karena jika memang dia akan menceraikanku , aku akan langsung menerimanya , karena aku juga tidak ingin dia semakin masuk kedalam kehidupanku , sekarang masuklah ke kamarmu dan rahasiakan semua ini dari siapapun " . ucap flo
" Baiklah , kaka juga sebaiknya langsung istirahat setelah membersihkan tubuh kaka yang bau hamis itu ". ucap key
" Hmm ".
Akhirnya key langsung berjalan menuju kamarnya sedangkan flo langsung menuju lift karena dia juga sudah sangat risih dengan bau hamis di tubuhnya.
*******
Flo baru selesai mandi , dia melihat jam di dinding yang ternyata sudah menunjukkan jam 4 subuh , pantas saja matanya sudah sangat berat sekali ingin segera ditutup dan beristirahat.
Tapi baru saja di naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya , pintu kamar tiba-tiba diketuk oleh seseorang membuatnya penasaran siapa yang mengetuk pintu kamarnya .
Dia berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya dan setelah pintu terbuka , flo langsung menatap datar kearah orang tersebut yang ternyata adalah bian .
• flash back on •
Setelah biam selesai membersihkan dirinya dari bau hamis darah yanh sangat menyengat , bian langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk king size miliknya .
Dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian tadi , kejadian yang tidak bisa dia lupakan begitu saja dimana dia dengan jelas melihat flo membunuh ratusan orang di depannya , bahkan dia tidak bisa melupakan darah yang membasahi tubuh dan pakaian flo .
Semua itu terngiang-ngiang dalam kepalanya , apalagi dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri yang telah mengatakan kata cerai pada flo , dia tidak bisa tidur dengan semua pikiran yang berkecamuk di kepalanya saat ini.
Bian mencoba untuk tidur , tapi sudah 30 menit dia tidak bisa tidur karena pikiran itu tidak bisa hilang dari kepalanya.
" Kenapa aku harus merasa kecewa jika pada kenyataannya juga pasti aku dan flo akan bercerai , akhhhh apa yang terjadi denganku ". batin bian kesal pada dirinya sendiri
Dia terus mencoba menutup matanya tapi tidak bisa , malahan semakin dia ingin menghindar malah pikiran itu semakin muncul dan mengingatkannya.
__ADS_1
Entah apa yang dia rasakan , tiba-tiba bian turun dari tempat tidurnya dan berjalan membuka pintu kamarnya .
Dia berniat untuk turun ke lantai 1 untuk membuat kopi , tapi ketika dia melihat pintu kamar flo , tiba-tiba langkah kakinya langsung berjalan tanpa sadar dia berjalan kearah pintu kamar flo dan mengetuknya.
Ketika beberapa saat kemudian dia tersadar dengan tindakan anehnya , saat dia hendak ingin pergi sebelum flo keluar dari kamarnya , tiba-tiba flo membuka pintu kamarnya membuat bian salah tingkah atas kebodohannya sendiri.
• flash back off •
" Ada apa ? ". tanya flo datar melihat bian di depan pintu kamarnya
Bian langsung bingung harus mengatakan apa dan kenapa dia mengetuk pintu kamar flo karena dia sendiri bingung dengan dirinya sendiri yang tanpa dia sadar melakukan hal yang aneh .
" Kalau tidak ada keperluan apapun sebaiknya jangan lagi mengetuk pintu kamarku , tenang saja pagi nanti aku akan langsung pergi dari sini ". ucap flo datar
Bian semakin kesal karena flo selalu mengucapkan hal itu , dengan cepat dia langsung mendorong flo masuk kedalam kamar flo membuat flo kaget dengan kelakuan bian .
Dengan cepat bian menempelkan bibirnya ke bibir flo dan langsung memeluk flo , perasaan yang bercampur aduk membuat bian tidak bisa berpikir jernih .
Mata flo membulat lebar , dia mencoba melepaskan pelukan bian dan menjauhkan bibir mereka berdua tapi bian yang sudah terbawah hawa nafsu tidak akan melepaskan pelukan dan menjauhkan tautan bibir mereka , walaupun dia akui tenaga flo sangat kuat melebihi wanita pada umumnya.
Flo hanya bisa mengumpat dalam hati karena di perlakukan seperti ini oleh bian , dia bisa saja langsung melepaskan pelukan itu tapi dia tidak tega melukai bian jika dia semakin mengeluarkan tenaganya.
Ciuman yang tadinya kasar berubah menjadi lembut setelah bian menyadari flo yang mulai kehabisan nafas karena ulahnya.
Flo merasa seperti tersengat listrik dengan tegangan tinggi ketika bian semakin melembutkan ciuman yang semakin lama menjadi ******* , flo tidak bisa berbohong kalau dia terbuai dengan kelembutan bian .
Merasa flo tidak memberontak lagi , bian semakin memperlancar aksinya karena sudah terbakas nafsu , dia dengan pelan-pelan mengangkat dan menggendong tubuh flo , sebelum dia membawah flo ke ranjang , bian mengunci pintu kamar flo terlebih dahulu tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Setelah berhasil mengunci pintu kamar flo , bian berjalan sambil menggendong flo kearah ranjang king size milik flo di kamar itu.
Dengan perlahan bian merebahkan tubuh flo di atas ranjang tanpa melepaskan ******* dibibir mereka , bian senang karena walaupun kaku flo mulai membalas ciuman panas itu .
Flo tidak bisa berpikir jernih karena dia tidak tahu kenapa hanya bisa pasrah dan mengikuti ciuman bian karena dia sudah terlena oleh kelembutan yang bian berikan.
Bian berada di posisi atas dengan kedua lutut dan siku tangan yang menopang berat badannya agar tidak membuat flo kesulitan .
Mereka berdua terus saja saling menukar saliva mereka dan karena bian masih bisa menahan hasratnya dan tidak ingin melakukan hal leboh selain ciuman panas itu pada flo , bian dengan perlahan menjauhkan bibirnya dari bibir flo.
__ADS_1
Bian menatap mata indah dengan lensa mata berwarna biru yang membuat bian kaget karena dia baru menyadari kalau lensa mata flo ternyata memiliki warna biru langit yang sangat indah yang selama ini tidak pernah dia perhatikan .
Sedangkan flo yang mulai sadar dari kebodohannya mengikuti aksi bian langsung canggung apalagi melihat dengan jelas bian di atas nya yang sedang menatapnya dengan intens .