
Kebanyakan orang hanya tahu mengomentari kekurangan hidup orang lain tanpa melihat kekurangan mereka sendiri .
Sepulangnya elca dari kantor pengadilan setelah mengikuti proses persidangan atas kasus kedua orang tuanya , elca langsung pulang ke mansion , dia harus membuat rencana agar perusahannya bisa diambil ahli oleh dirinya lagi , dia harus mendapatkan semua saham yang di miliki oleh pemilik FAW grup .
Di tempat lain saat ini flo sedang menikmati indahnya pemandangan dari balkon kamarnya di markas , dia sedang membayangkan bagaimana keadaan pamanya setelah kejadian semalam .
Memikirkan hal itu membuat flo tersenyum bak devil , dia yakin kalau pamannya yang bajingan itu pasti sedang pusing menangani semua masalah yang datang secara tiba-tiba akibat ulahnya sendiri .
Flo mengambil ponselnya dan menghubungi carly yang sekarang berada di indonesia .
Di dering ke 2 panggilan itu langsung terhubung , " Halo Queen ". ucap carly di sebrang sana
" Carilah keberadaan gracia gerald dan bawalah dia kemarkas utama dalam keadaan hidup , sekap dia di ruang bawah tanah , kabari aku jika tugas itu sudah selesai dan aku akan memberikan tugas berikutnya padamu ". ucap flo datar
" Siap Queen ". jawab carly
Flo langsung mengakhiri panggilan itu kemudian dia turun ke lantai bawah markas.
*****
Sebuah mobil tiba di depan gedung perusahan global shine yang tak lain adalah perusahan cabang milik bian di negara itu.
2 orang pria bertubuh kekar turun dari mobil dan berjalan kearah security yang sedang berjaga di depan pintu masuk perusahan.
" Permisi ". ucap salah satu pria dengan wajah datar pada security di depan mereka berdua
" Iya ada yang bisa saya bantu tuan ". tanya security sopan
" Tolong berikan amplop ini pada CEO di perusahan ini , pastikan amplop ini sampai ketangan CEO kalian hari ini juga ". ucap pria itu
Security menatap kedua pria asing di depannya dengan penuh selidik , dia mengambil amplop yang diberikan pria asing itu .
" Tapi tuan , bisakah saya tahu nama kalian untuk mengatakan pada CEO saya siapa yang memberikan amplop ini " . tanya security itu
" Katakan saja itu dari penggemar rahasia ceo anda , kalau begitu saya permisi ". ucap pria itu kemudian langsung pergi
Security itu bingung apa dia harus memberikan amplop misterius itu pada CEO di perusahan tempat dia bekerja atau tidak , tapi dia kembali berpikir mungkin saja isi amplop itu adalah penting jadi dia dengan cepat meminta izin resepsionis untuk keruangan sang CEO dan mengantarkan itu ke ruangan CEO di perusahan itu.
__ADS_1
Di dalam ruangan CEO hanya ada bian yang sedang memeriksa berkas pemasukan dan pengeluaran keuangan di perusahan cabang itu karena dia harus kembali besok ke indonesia .
Security tadi baru saja tiba di lantai paling atas dimana ruangan CEO berada setelah menaiki lift ke lantai itu.
Baru beberapa langkah dia berjalan menuju ruangan sang CEO , tiba-tiba security itu berpapasan dengan jerry .
" Tuan jerry ". ucap security membungkuk memberi hormat pada jerry
" Hmm , ada keperluan apa kamu pada tuan bian ". tanya jerry karena dia melihat jelas kalau security itu sedang berjalan kearah ruangan bosnya
" Ini tuan , tadi di depan perusahan ada 2 pria yang tidak saya kenal datang memberikan amplop ini pada saya , mereka mengatakan kalau ini harus sampai dan dibaca oleh tuan bian sendiri maka dari itu saya datang untuk memberikan amplop ini pada tuan bian ". ucap security takut salah tindakan
Jerry memicingkan matanya di ikuti dahi yang mengkerut . "berikan pada saya biar saya yang memberikan itu langsung pada tuan bian , tapi siapa nama orang yang memberikan amplop ini ". tanya jerry penasaran
" Maaf tuan tapi kata pria itu amplop ini dari seorang penggemar rahasia tuan bian ". ucap security itu langsung menunduk takut setelah memberikan aplop misterius itu pada atasannya
" Penggemar rahasia ? " . ucap jerry menautkan kedua alisnya
" Iya itu yang dikatakan oleh pria tadi tuan ". ucap security ketakutan
" Hahh , baiklah sekarang kau pergi kembali bekerja biar saya yang memberikan ini pada tuan bian ". ucap jerry menghembuskan nafasnya sedikit kasar
Setelah security itu pergi , jerry masuk kedalam ruangannya , dia berniat untuk melihat apa isi amplop itu terlebih dahulu .
Jika isi amplop itu hanya sebuah surat cinta atau hal yang tidak berguna untuk di perlihatkan pada bian maka jerry tidak akan memberikannya pada bian karena dia tahu bian sangat benci hal seperti itu.
Jerry membuka amplop itu lebih tepatnya dia merobek bagian atas kertas amplop itu dan seperti dugaannya bahwa benar di dalam amplop itu adalah sebuah surat .
Tapi pada saat dia membolak-balikan surat itu sebelum membacanya , dia melototkan matanya ketika dia melihat satu nama yang tertulis di luar kertas yang terlipat itu .
Dengan cepat dia berlari menuju ruangan bian , tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk kedalam ruangan bian dengan tergesa-gesa.
Bian sangat kaget jerry masuk kedalam ruangannya seperti baru dikejar setan , dia menatp jerry dengan tatapan tajam , dia benci jika ada orang masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Jerry tidak memperdulikan tatapan bian , dia langsung berjalam kearah meja bian dan meletakkan kertas surat yang masih terlipat itu di atas meja kerja di depan bian.
Bian memicingkan matanya bingung kenapa jerry meletakan sebuah kertas di meja di depannya.
__ADS_1
" Apa ini ? " . tanya bian penuh selidik
" Alika , bacalah surat itu dari alika ". ucap jerry terengah-engah karena berlari dari ruangannya ke ruangan bian
Deggggg
Dengan cepat dan perasaan campur aduk bian langsung membuka lipatan surat itu dan dia bisa melihat nama yang tertulis nama alika di bagian belakang lipatan surat itu.
Dengan perasaan campur aduk bian mulai membaca surat itu.
" Fabian erlando maniv , hmm maksudku bian , apa kau masih mengingatku ? , aku harap kau masih mengingatku sahabat masa kecilmu alika , kau pasti sudah melihat berita tentang keluargaku , aku tahu kau sekarang berada di canada dan aku tahu kau berniat untuk mencari keberadaanku di canada saat ini , tapi sebaiknya kau tidak perlu mencariku bian , tolong lupakan aku dan semua kenangan masa kecil kita bertiga bersama mimi , takdir mengatakan kalau kita sepertinya tidak ditakdirkan untuk bertemu lagi , aku harap kau mengerti semua ini , Alika ".
Itulah isi surat yang tertulis di kertas itu , bian memejamkan matanya kemudian menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya dengan kasar .
Bian tidak menyangka akan mendapatkan surat dengan kata-kata seperti itu dari gadis masa kecil yang selama ini dia cari .
Dia tidak tahu lagi harus berekspresi seperti apa saat ini , semua rasa penyesalan , rasa apapun itu bercampur menjadi satu di dalam benak dan pikirannya .
Jerry yang melihat sahabatnya seperti itu sangat penasaran apa sebenarnya isi surat yang di berikan gadis masa kecil bian pada sahabatnya itu.
" Apa yang dia tuliskan sehingga kau terlihat sedih seperti itu ". tanya jerry penasaran
" Bacalah ". ucap bian singkat
Jerry langsung mengambil surat itu dan membacanya , dia terkejut dengan isi surat itu yang ternyata si alika menyuruh bian untuk tidak mencari keberadaannya.
" Kenapa dia harus seperti ini , apa dia tidak ingin bertemu denganmu sekali saja ". ucap jerry
" Entahlah ". singkat bian dengan mata terpejam menahan rasa sakit di hatinya
" Tapi ada yang aneh dari isi perkataannya dalam surat ini , bagaimana dia bisa tahu kau ada di canada apalagi bagaimana dia bisa tahu kau berniat untuk mencari dia di negara ini , bukankah itu aneh , apa dia sedang mengintaimu ". ucap jerry merasa ada yang aneh
Bian langsung membuka matanya dan coba mencerna perkataan jerry yang terdengar ada benarnya .
" Sepertinya kau benar , tapi kenapa dia harus melakukan itu ". ucap bian juga yakin dengan ucapan jerry
" Sebaiknya kita harus lebih berhati-hati dan teliti lagi , jika benar dia menyuruh seseorang atau dia sendiri yang mengintai mu maka besar kemungkinan kita akan bisa mengetahui keberadaannya". ucap jerry
__ADS_1
Bian membenarkan ucapan jerry , semua yang jerry katakan itu sangat masuk akal dan dia akan lebih teliti melihat siapa yang ada disekitarnya siapa tahu dia bisa menemukan petunjuk keberadaan alika sekalipun alika tidak ingin bertemu dengannya.